Mesin Pembakar Lemak Paling Efektif

Mesin Pembakar Lemak Paling Efektif
Posted by: andiput on Friday, March 02, 2007 - 10:49

Hudzaifah.org - Masalah berat badan, kerap melanda individu-individu pada banyak kota di dunia. Tidak hanya di Indonesia, bahkan dinegara seperti Amerika. Masalah berat badan tidak melulu diartikan dengan kegemukan atau obesitas serta kelebihan berat badan. Individu yang memiliki berat badan kurang pun tergolong memiliki masalah.

Kelebihan atau kekurangan berat badan tidak cukup dikaitkan hanya dengan selisih kilogram saja. Hal yang perlu disikapi adalah komposisi antara massa otot dan massa lemak. Komposisi ini penting untuk tetap mempertahankan stamina dan bentuk tubuh, meskipun tidak harus ideal.

Sebagaimana telah disampaikan pada artikel-artikel terdahulu, pola hidup sehat kembali menjadi awal pemecahan masalah ini. Pada artikel ini, fokus yang akan dibicarakan adalah mengurangi massa lemak dengan menggunakan mesin pembakar lemak yang paling efektif, yaitu otot tubuh. Otot tubuh merupakan mesin pembakar lemak yang paling efektif. Allah memang telah menciptakan makhluknya pada rupa yang paling sempurna.

Telah disampaikan pula bahwa tiga hal utama dalam menjaga kebugaran fisik adalah olahraga teratur, makan teratur, dan istirahat. Makan teratur identik dengan diet, diet adalah mengatur pola makan. Jadi, diet bukan mengurangi atau pantang makan. Mereka yang merasa dapat sehat dengan menjadi vegetarian, sebenarnya tidaklah mencukupi apabila diperuntukkan bagi individu aktif. Kandungan nutrisi dan gizi nabati tidaklah lengkap untuk menyokong kebutuhan tubuh individu aktif. Allah pun telah menjadikan beragam makanan yang halal dimakan dari apa-apa yang ada di bumi dan langit.

Kembali ke topik, penanggulangan masalah berat badan ini jangan hanya difokuskan pada perubahan berat badan. Seseorang dapat minum dua liter air, dan tentu berat badan akan bertambah bila ditimbang. Seseorang dapat pula hanya makan tujuh apel setiap hari selama seminggu dan menurunkan lima kg berat badannya, demikian pula staminanya. Jadi, jangan hanya memfokuskan pada berat badan saja.

Hal lain yang kerap terjadi adalah, seseorang yang berat badannya kurang merasa sangat sulit menaikkan berat badannya walaupun telah makan lebih giat bahkan makan sebelum tidur. Demikian dengan orang yang sulit menurunkan berat badannya walaupun telah mengurangi makan dan melakukan jogging dan berenang. Jika demikian, apa yang menjadi kendalanya?

Komposisi massa otot dan lemak yang kembali menjadi acuan. Massa otot harus memiliki proporsi yang lebih besar dari massa lemak. Bagi mereka yang kekurangan berat badan, massa otot akan menambah berat badan, dan bagi yang kelebihan berat badan akan menjadi mesin pembakar lemak, dipadu dengan pola makan sehat.

Memfokuskan otot sebagai pembakar lemak membuat mereka yang ingin menurunkan massa lemak (baca: menurunkan berat badan) harus meningkatkan proporsi massa otot. Massa otot dapat dilatih dengan melakukan olahraga yang bersifat anaerob. Olahraga anaerob adalah olahraga yang tidak terlalu membutuhkan oksigen, dengan kata lain cenderung tidak membuat terengah-engah. Olahraga ini dapat dilakukan dengan beragam cara, mulai dari menggunakan beban tubuh (push-up, sit-up, squat/bending, dll) atau dengan beban luar (angkat beban, dumbell, barbell, dsb.)

Olahraga untuk meningkatkan ketahanan, bentuk, dan massa otot tidak perlu menjadi fokus utama. Seiring dengan melatih otot, fokuskan pada olahraga aerobik/kardio. Olahraga jenis ini memerlukan banyak oksigen dan mampu membuat nafas terengah-engah. Olahraga aerobik yang paling mudah dan murah antara lain: jogging, lari, jalan cepat, bersepeda, senam, sampai mengepel dan menyapu. Lakukan jenis olahraga ini dengan intensitas rendah-sedang, 3-4 kali perpekan @30-40 menit atau 5-6 kali @10-15 menit, mana yang sanggup dilakukan.

Olahraga kardio ini sebaiknya dilaksanakan pada saat perut kosong, misal setelah bangun pagi dan sholat subuh (tanpa sarapan apapun kecuali air), atau pada waktu 4 jam setelah makan, atau setelah latihan anaerobik (latihan beban/fitness). Carilah gaya kardio yang paling nyaman untuk dilakukan secara rutin, misal dengan ditemani suami/istri saat bersepeda, atau bernasyid-ria saat jogging. Olahraga permainan (bola, basket, badminton, dampu, gobak-sodor) dapat menjadi saat yang menyenangkan. Apabila mampu dan tersedia, dapat pula menggunakan peralatan seperti treadmill, sepeda statis, atau stepper. Yang perlu digarisbawahi adalah konsisten dan penuh kesabaran serta semangat. Ingat! Niat saja tidak cukup!

Disiplin dan kesabaran sangat diperlukan dalam proses pembakaran lemak ini serta diimbangi dengan melatih otot. Otot yang semakin terlatih (tidak harus besar, berbentuk, atau seperti Ade Rai), maka akan semakin efektif pula proses pembakaran lemak yang terjadi. Bagi wanita khususnya yang merasa sungkan untuk melatih otot, harus merubah cara pandang tersebut dalam berolahraga. Secara genetik, tubuh wanita memiliki batas pembesaran otot, tidak seperti pada pria. Melatih otot tidak menjadikan wanita menjadi gagah dan maskulin, kecuali memberikan hormon pria ke tubuh wanita. Maha Suci Allah yang telah membuat rancangan detail seperti ini.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pola makan. Diet yang lebih ketat perlu dilakukan. Kurangi makanan berlemak seperti daging yang berwarna putih (gajih, tetelan, sumsum), minyak (gorengan), susu full cream (ganti dengan susu skim), dan lemak jahat lainnya. Upayakan untuk mengubah cara menghidangkan makanan dari digoreng (dengan minyak, mentega, atau margarin) menjadi dikukus, direbus, atau panggang/bakar (tanpa banyak oles minyak). Bukan berarti dihindari sama sekali, tapi diatur dan dikurangi, misal sebulan dua kali.

Makanlah lebih sering (misal dari 3x/hari menjadi 4-5x/hari) dalam porsi yang seimbang atau lebih kecil. Hal ini sangat baik karena lambung tidak akan kekurangan nutrisi untuk diserap, dan juga mencegah rasa lapar berlebih. Sesuaikan kalori yang masuk dengan proses pembakaran lemak. Bila kira-kira sehari membutuhkan 2500 kalori, maka kurangi menjadi sekitar 2000 kalori. Pengurangan ini Insya Allah tidak akan membuat tubuh menjadi lemas, apabila pengaturannya dilakukan dengan efisien.
Misal :
- Sarapan @06.00 : Roti (lebih diutamakan bahan gandum)/ telur rebus/ oatmeal.
- Snack @09.30 : Aneka panganan sehat, buah, susu tinggi protein.
- Siang @12.30 : Makan siang seperti biasa dengan porsi lebih kecil dengan aneka lauk
- Sore @04.00 : Aneka panganan sehat, buah, susu tinggi protein.
- Malam @07.30 : Makanan rendah karbohidrat dan lemak, tinggi protein.

Hal di atas hanyalah contoh, tidak menjadi baku. Tiap individu dapat membuat pola makan sehatnya sendiri. Banyak literatur, buku, atau majalah yang membahas hal tersebut. Perhatikan asupan nutrisi. Kombinasikan karbohidrat dan protein dalam porsi jauh lebih besar daripada lemak, misalnya 40% karbo, 40% protein, 20% lemak. Tambah suplemen dan vitamin bila perlu dan ada kesanggupan. Perbanyak makanan mengandung serat. Serat akan mengembang di lambung, dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Karbohidrat seperti nasi, umbi-umbian, sayuran, dan roti memberikan 4 kalori setiap gramnya. Karbohidrat bertahan mengenyangkan lambung selama 1-2 jam. Itu sebabnya, memakan terlalu banyak komposisi karbohidrat lekas menjadi lapar kembali. Cepatnya lambung memproses karbohidrat juga membuat kadar gula darah cepat tinggi yang akan cepat disimpan sebagai cadangan tubuh menjadi lemak tubuh. Diet tinggi karbohidrat tidak dianjurkan pada artikel ini. Sayuran walau memiliki banyak serat, tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terus menerus, demikian pula dengan buah karena mengandung fruktosa (gula buah) yang akan cenderung ditimbun menjadi lemak tubuh.

Protein seperti daging (bagian yang berwarna merah), dada ayam, tahu-tempe, dan kacang kedelai memberikan 4 kalori per gram. Protein mampu bertahan di lambung selama 2-3 jam. Diet tinggi protein baik untuk memberi rasa kenyang lebih lama dan memberi nutrisi bagi otot tubuh serta membantu pemulihan setelah beraktifitas. Diet jenis ini sangat baik bagi mereka yang berjuang membakar lemak tubuh, disamping meningkatkan massa otot. Otot tersusun dari protein (amino). Bisa dikatakan otot adalah protein dan protein adalah otot. Diet yang mengurangi asupan makanan khususnya protein membuat berat tubuh menyusut karena massa otot menghilang. Tubuh akan terus mempertahankan diri dengan menggunakan protein otot sebagai energi. Hal ini mengakibatkan massa otot berkurang namun massa lemak cenderung tetap karena lemak harus dibakar dengan aktifitas.

Lemak seperti mentega, susu full cream (non skim), minyak goreng, dan daging bagian berwarna putih (gajih/tetelan) memberikan 9 kalori setiap gramnya. Lemak paling lama bertahan di lambung, yaitu 4 jam atau lebih. Inilah sebabnya makanan tinggi lemak cenderung memberikan rasa kenyang lebih lama namun semu karena sangat tinggi kalori. Asupan lemak harus diusahakan memiliki proporsi kecil (max 20%) dalam pola makan. Hindari mengolah makanan dengan menggoreng, karena minyak/margarin akan menimbun lemak dan kolesterol, juga hindari gorengan. Kuning telur juga perlu dikurangi (bukan dihindari). Bila dalam sehari mengkonsumsi 4 butir telur, maka cukup mengkonsumsi 1 butir kuning telurnya. Sisanya? Bisa untuk membuat kue. Dapat pula menyiasati dengan berbagi pola makan dengan mereka yang ingin menaikkan berat badan, jadi tidak ada yang mubazir.

Pola makan di atas hanyalah contoh kecil saja yang pada masing-masing individu dapat melakukan perancangan sendiri sesuai selera dan kebutuhan masing-masing. Hal yang penting adalah memastikan asupan protein yang baik (40-50%) dalam kebutuhan nutrisi sehari-hari. Tidak harus yang mahal seperti melulu makan daging atau susu hi-protein. Sumber protein seperti tahu-tempe dan ikan tidaklah terlalu memberatkan. Disamping hal tersebut, memilih konsumsi karbohidrat berserat tinggi juga baik dalam diet ini. Agar tidak menjadi momok dan bosan, pilihlah 'hari curang' untuk menyantap hidangan favorit dalam kewajaran, misal setiap dua pekan sekali.

Penurunan massa lemak tidak harus sangat drastis. Penurunan 1-2kg/bulan lebih dianjurkan agar tubuh mampu beradaptasi. Pada kasus tertentu, misal ingin menurunkan dari 105kg menjadi 75kg, maka dapat disesuaikan antara keinginan dan semangat. Kesabaran menjadi pegangan bagi keberhasilan dalam penurunan massa lemak.

Dengan mengikuti pola hidup sehat (olahraga teratur, pola makan sehat, dan istirahat cukup), disertai dengan semangat tinggi dan kesabaran, maka apa yang diharapkan akan terapai. Mesin pembakar lemak akan menjadi efektif bekerja sehingga tubuh tidak saja berkurang berat badan, namun juga meningkat staminanya. Dalam diri setiap insan, tubuh memiliki hak tersendiri yang harus dipertanggungjawabkan pada hari akhir kelak. Allahu a'lam. [andika]

Comments

Popular posts from this blog

Hitung-hitungan Kalori

Kesempatan kuliah online di Al Madinah International University

Database Kitab Hadist Bukhari Online : http://ummulhadits.org/