Posts

Showing posts from May, 2011

Balasan Nan Indah

Diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah Al Atsarydari kitab: 'Aasyiqun fi Ghurfatil 'amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al Arify.Abu Ibrahim bercerita:Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang. Di sana kutemukan sebuah kemah lawas… kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yg duduk di atas tanah dengan sangat tenang…Ternyata orang ini kedua tangannya buntung… matanya buta… dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Kulihat bibirnya komat-kamit mengucapkan beberapa kalimat..Aku mendekat untuk mendengar ucapannya, dan ternyata ia mengulang-ulang kalimat berikut: الحَمْدُ لله الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً .. الحَمْدُ للهِ الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَق تَفْضِيْلاً ..Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia… Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia…Aku heran mendengar ucapannya, lalu kuperhatikan keadaannya lebih jauh… ternyata sebagian…

Saat Sel Tubuh Menjadi Saksi

Saat Sel Tubuh Menjadi Saksi
Islamedia - Ini berita yang dimuat di detik.com tahun 2008, yang masih saya simpan dengan rapi karena sangat menarik.

Sonny Graham, setelah menderita penyakit jantung kronis mendapatkan donor transplantasi jantung dari Terry Cottle, pria 33 tahun yang tewas bunuh diri dengan menembak kepalanya. Operasi ini berjalan sukses, 12 tahun yang lalu.

Tak berapa lama, Graham menghubungi pihak badan donor organ, ia ingin mengucapkan terima kasih pada pihak keluarga donor. Dia lalu mendapatkan alamat keluarga Cottle. Graham menulis surat untuk janda Cottle, Cheryl (39). Tak berapa lama kemudian mereka saling jatuh cinta dan menikah pada tahun 2004. Mereka tinggal di Georgia, AS.

Dalam artikel di koran tahun 2006, Graham bercerita bahwa ia merasakan kedekatan instan yang tak biasa saat bertemu Cheryl.

”Saya seperti telah mengenalnya bertahun-tahun. Saya tak bisa memalingkan pandangan saya darinya. Saya terus menatapnya,” tutur Graham, 69 tahun.

Tapi sekarang, kehidup…

Putu Ayu

Hangat-hangat buat sarapan enak banget, apalagi sambil minum secangkir hot chocolate. Buat teman ngeteh sore-sore juga oke.

Bahan:
250 gram terigu protein sedang, ayak

125 gram gula pasir (silahkan ditambah klo suka lebih manis)
4 buitr telur
1 sdt cake emulsifier (SP/TBM/Ovalette) ~ Klo ga ada bisa diskip asal ngocok telurnya sampai benar-benar kental
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili bubuk

2 lembar daun pandan, sobek-sobek
200 ml santan sedang
1 sdt pasta pandan
Beberapa tetes pewarna hijau jika diperlukan (aku gak pakai)

Kelapa parut yang agak muda secukupnya (skitar 100 gram)
Sejumput garam
Sedikit vanili bubuk

1. Siapkan cetakan, olesi dengan sedikit minyak. Sisihkan.
2. Kukus kelapa parut dengan garam dan vanili bubuk. Angkat. Dinginkan.
3. Tata kelapa parut di dasar cetakan, tekan agar padat. Sisihkan.
4. Masak santan bersama daun pandan hingga panas cukup sekali mendidih saja. Matikan api. Buang daun pandannya. Dinginkan. Masukkan pasta pandan dan pewarna hijau. Aduk rata. Sisihkan…

JAUHILAH MAKSIAT WAHAI MUJAHID

JAUHILAH MAKSIAT WAHAI MUJAHID (nasehat dari hamba Allah yang faqir untuk para Mujahid penolong Sunnah dan Tauhid)
April 12, 2011 10:26 am
Oleh : Ustadz Fuadz Al Hazimi

DIENUL ISLAM ADALAH NASEHAT

Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Dienul Islam adalah Nasehat”. kami bertanya : “Milik (bagi) siapakah ya Rasulullah ?” Rasulullah menjawab : “Milik Allah, Kitab-Nya (Al Qur’an), Rasul-Nya dan juga kaum muslimin, baik para pemimpinnya maupun orang-orang awam”. (HR Bukhari Muslim)

Inilah yang diajarkan oleh Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam suri teladan kita, agar kita saling memberi nasehat menuju ketaqwaan dan kebajikan dan ini pula yang mendorong penulis untuk menyusun nasehat ini.

Semoga Allah mengampuni kelemahan penulis dan kekurangannya dalam memadukan antara ilmu dan amal, antara tulisan dan tindakan. Semoga nasehat ini bermanfaat bagi penulis dan keluarga khususnya, dan juga bagi kaum muslimin seluruhnya. Amien.

إِلَهِى لاَ تُعَذِّبْنىِ فإَِنِّى …