Catatan perantauan (1)

Catatan perantauan (1)

Posted on July 9, 2009. Filed under: Catatanku |

BS, 090709
Di negara ini kutemukan perjuangan hakiki dalam ibadah.
Perjuangan hakiki menegakkan sholat, menjalankan shaum, menahan diri dari maksiat dan hal-hal yang dilarang Allah.  Perjuangan menjauhi syubhat dan mencari sesuatu yang dihalalkanNya. Disini kutemukan beratnya memperjuangkan identitas muslim dan keimanan, beratnya mempertahankan tauhid di tengah-tengah kemusyrikan dan kekafiran. Menentang arus yang berlawanan dengan keyakinan dan keimanan.

Di negara ini, seorang muslimah telah gugur sebagai syahidah. Terbunuh dalam mempertahankan hijabnya dan identitasnya sebagai muslimah. Walaupun ia tidak sedang berperang di medan pertempuran.

Ini menyadarkanku, bahwa perjuangan itu tidak kenal tempat dan waktu. Jihad tidak hanya berlaku untuk pejuang, tidak hanya berlaku untuk pendakwah, tidak hanya berlaku untuk muslim di negara tertindas.
Tapi jihad berlaku dimana saja, dan bagi siapa saja. Yaitu bagi yang sedang berjuang mempertahankan keimanan dan

keyakinannya, yang menentang arus menegakkah kalimah tauhid,  yang tidak ragu melawan tekanan dan penindasan dalam bentuk apapun, baik nyata maupun tersembunyi, baik secara fisik maupun mental. Yang tidak takut akan apapun dan siapapun yang mengancamnya, kecuali Allah. Yang tidak takut akan kesengsaraan kehidupan dunia, dengan akhirat sebagai penebusnya.

Walaupun kau bekerja dengan ilmu dunia, bukan ilmu agama, namun jika tetap berpegang teguh dengan amalan akhiratmu, tetap menjalankan syariat, mengamalkan amalan sunnah dan meminta syahid. Insya Allah, Allah pun
akan mengabulkan keinginanmu untuk mati sebagai syahid, walau dimanapun kau berada dan apapun yang kau kerjakan.

Ya Allah, aku tidak akan pernah menyesal dengan segala ketentuanmu. Aku hanya menyesal karena telah memutuskan tanpa melibatkanmu. Aku menyesal karena dengan sombongnya aku telah membuat pilihan tanpa berdoa sungguh-sungguh kepadamu. Ampunilah hambaMu ini Ya Allah.

Ya Allah ya robbi, maafkan kesalahanku dan kealpaanku yang selalu kuperbuat dalam kelemahanku.

Setiap kemaksiatan dan dosa sekecil apapun di dunia, akan ada balasannya. Namun dengan kasih sayang, Rahman dan RahimNya, Allah memberikan balasannya di dunia kepada orang yang beriman, agar kelak di akhirat ia terbebas dari pertanggungjawaban tersebut, sebab semua maksiatnya dan dosa-dosanya telah terbayar.
Dengan taubat dan istighfar tak kenal henti, insya Allah, Dia Yang Maha Penyayang akan mengurangi kadar balasan tersebut di dunia. Apakah itu dengan karunia sakit, musibah dan kesengsaraan, maupun bentuk-bentuk ujian lainnya.
Hanya saja, sekali lagi dengan rahman dan rahimnya, Allah tidak akan pernah membalas semua itu diluar dari kemampuan dan kekuatan kita dalam menanggungnya. Semua musibah dan cobaan yang diberikan
selalu terukur dengan kadar kemampuan hambaNya. Disitulah letak keadilan dan kasih sayang Allah. Karenanya, bersyukurlah selalu akan segala apa yang menimpa kita, apapun itu, sebab Allah merupakan pembuat rencana yang sempurna bagi siapa pun yang meyakini Allah. Dia memberikan kita sakit dan musibah agar dosa-dosa dan kemaksiatan yang telah kita perbuat selama ini berguguran dan menjadi penebus segala kesalahan kita selama di dunia. Karena itu, janganlah pernah bersedih dan berduka dengan segala kesengsaraanmu di dunia, sebab
dengan kesabaran dan ketawakalanmu, di akhirat kelak hisabmu akan lebih ringan. Lebih baik segala dosa-dosamu ditebus dengan kesengsaraan di dunia, daripada kau harus menanggungnya di alam kubur dan akhirat nanti. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang harus menebus dosa-dosanya di akhirat nanti..Na'udzubillahi min dzalik.

 

Comments

Popular posts from this blog

Hitung-hitungan Kalori

Menjelajah Dunia dengan Google

Kesempatan kuliah online di Al Madinah International University