Siasat Jogging Minim Cedera

Siasat Jogging Minim Cedera
BEBAN: Pastikan lakukan peregangan di bagian kaki dengan memadai, hal itu berguna untuk mencegah cedera.

Olahraga jogging atau berlari bisa jadi sangat baik untuk jantung, menjaga berat badan ideal dan kesehatan mental. Namun, yang perlu diperhatikan adalah risiko yang ditimbulkan.

Para pelari rentan dengan patah tulang kering, tekanan pada tulang yang berlebih, otot yang tertarik, pergelangan kaki terkilir, nyeri di kaki bagian belakang, masalah dengan lutut serta pinggul dan bagian belakang tubuh.

Untuk mencegah cedera yang mungkin terjadi, pastikan Anda mengambil langkah-langkah pencegahan. Seperti menggunakan sepatu yang tepat, memperlambah langkah jika merasakan sakit dan mengukur intensitas lari dari lambat sehingga kemudian lebih cepat.

"Gejala yang dirasakan merupakan panduan yang tepat untuk berlari. Dengarkan tubuh Anda ketika merasakan ada sesuatu yang salah dan membutuhkan bantuan ahli," ujar Dr. Judith F. Baumhauer dari University of Rochester School of Medicine di News york dalam rilis dari American Orthopaedic Foot & Ankle Society.

Ada beberapa saran yang perlu Anda lakukan agar dapat mengambil manfaat joging secara maksimal sekaligus tetap menjaga keamanan, antara lain:

  • Beli sepatu khusus untuk joging. Sepatu semacam itu akan melindungi kaki dan pergelangan kaki saat berlari. Jika perlu gunakan bantalan tambahan yang dapat diperoleh di toko terdekat. Setelah sepatu digunakan sepanjang 400 mil atau sekitar 647, 73 kilometer, maka sebaiknya Anda menggantinya dengan yang baru.
  • Pastikan sepatu Anda nyaman di kaki, mengingat setiap kaki dan sepatu memiliki karakter yang berbeda. Pilih yang paling tepat.
  • Lakukan peregangan terutama pada otot betis dan paha atau dikenal dengan pemanasan untuk pelari. Jangan lupa untuk melakukan peregangan pada urat-urat di lutut. Seringkali bagian tubuh itu merupakan tempat yang paling banyak mengalami cedera.
  • Untuk pemanasan, Anda bisa memulai dengan berjalan, berlari lambat kemudian semakin cepat perlahan-lahan. Jangan lupa untuk melakukan peregangan kembali setelah selesai berlari.
  • Coba cari tempat berlari di tempat yang lebih lembut dibandingkan jalan aspal, misalnya lintasan khusus berlari. Jika Anda baru mulai berlari atau kembali dari absen berlari untuk beberapa waktu, maka lintasan semacam itu akan membantu mencegah Anda terpeleset.
  • Lintasan lari lebih baik dari treadmill. Alat tersebut dapat mengarahkan Anda pada cedera akibat tekanan berulang karena pelari tidak melakukan variasi saat melangkah.
  • Untuk para pemula atau yang baru memulai berlari kembali, sebaiknya selang seling hari untuk berlari. Hal itu diperlukan untuk mengistirahatkan otot.
  • Perhatikan postur tubuh saat berlari. Biarkan bagian bahu belakang dan tangan Anda sedikit menangkup. Mengepalkan jari tangan bisa bisa meningkatkan tegangan pada bahu dan lengan.
  • Pastikan siku Anda berada pada posisi 90 derajat pada posisit ubuh untuk memperoleh manfaat bagi tubuh bagian atas.
  • Jangan lupa untuk mengonsumsi vitamin D dan kalsium yang cukup. Jika kurang, maka dapat meningkatkan risiko cedera tulang karena tingginya beban pada kaki pelari. (healthday/rin)

Comments

Popular posts from this blog

Hitung-hitungan Kalori

Menjelajah Dunia dengan Google

Kesempatan kuliah online di Al Madinah International University