Posts

Manfaat Berpikir Positif dan Senyum

Sudah tidak diragukan lagi bahwa hanya dengan berpikir positif badan kita menjadi sehat, tidak sakit-sakitan, atau bahkan sukses dalam bisnis. Memang dengan berpikir positif urat-urat saraf kita menjadi tidak tegang, sehingga pikiran menjadi jernih, mudah memutuskan hal-hal yang penting. Selain berpikir positif, senyum juga sangat besar pengaruhnya terhadap diri kita. Saya sering menganjurkan teman-teman meluangkan waktunya untuk tersenyum. Orang yang sedih bisa gembira dengan senyum. Orang marah akan reda jika bisa tersenyum. Jika tidak bisa tersenyum, dipaksakan untuk tersenyum dengan cara menarik ujung bibir seperti orang yang sedang tersenyum. Dengan cara tersebut sudah terbukti mengendorkan urat saraf yang tegang. Dalam buku The Secret juga diungkapkan bahwa pikiran positif menjadi dasar utama dalam mencapai kesuksesan. Bahkan orang yang sakit pun akan sembuh hanya dengan berpikir positif. Tetapi mudahkah kita untuk berpikir positif? Pertanyaan tersebut tentu jawabanny...

Hitung-hitungan Kalori

Makan Biasa Aja, Tapi kok Tetep Gembrot??!! Sumber : www.info-sehat.com Hayooo... para eksekutif muda , hati-hati lingkar pinggang nya melar! Seringkali kita tidak sadar bahwa lifestyle kita telah terpengaruh dengan kesibukan di kantor. Tiba-tiba meeting dengan cemilan yang tidak sehat. Makan siang di mall atau pilihan makanan di food court banyak yang menggoda hati, dan akhirnya menu harian kita membuat ukuran lingkar pinggang menjadi heboh. Ayo mulai hitung kalori yang kita asup setiap hari! Begini... Anggap saja pagi-pagi karena tidak sempat makan nasi, kita hanya makan Mie Instant Rasa Ayam Bawang pakai telur (330 Kal + 70 Kal). Kemudian makan siang dengan melahap Nasi (242 Kal) dan Kari Ayam (460 Kal), minumnya Teh Manis (70 Kal). Sore-sore dan mendung dengan kerjaan menumpuk yang bikin ngantuk, kita minum kopi hangat (75 Kal). Saat meeting kadang disertai berbagai snack yang susah untuk ditolak, seperti kroket (68 Kal)...

Keberhasilan itu Milik Kita

Keberhasilan itu Milik Kita Oleh Dwi Asri Anggianasari Teman-teman pasti tahu kalau setiap orang pasti menginginkan hidupnya sukses gemilang, mampu menjawab rintangan yang menghadang, harga dirinya dihormati banyak orang, mendapatkan apa yang telah ia cita-citakan, dan sebuah kata "berhasil" menjadi name tag yang membanggakan. Iya! Semua orang juga tahu kalau semua orang ingin seperti itu (halah! Belibet!). Namun, apakah kita bisa? Jawabannya adalah SANGAT BISA. Eits, kenapa? Kok ragu? Nih yah, sebenarnya tidak ada batasan bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya. Yang menjadi tantangan adalah "how to learn" karena biar bagaimana pun "learn" adalah satu-satunya proses agar pemahaman seseorang menjadi naik satu level dan seterusnya. Terkadang banyak orang yang memaknai kata "belajar" (dibahasa Indonesia-kan aje) sebagai sebuah tekanan atau beban yang membuat ora...

Hikmah di tengah perjalanan 1

Kita sering salah menafsirkan ketentuan Allah. Jika kita belajar dari anak-anak, mereka juga tak bisa kita pahamkan, mengapa boleh ini itu, mengapa harus begini begitu, dst. Yang kita tau, mereka belum 'nyampe' pemikirannya seperti kita, sehingga segala daya upaya kita lakukan untuk menghindari mereka dari hal-hal yang membahayakan/merugikan atau menggiring mereka kepada hal-hal yang membaikkan dan menguntungkan mereka. Maka begitu pula seharusnya kita, berpikir bahwa kita juga bisa seprti anak-anak kecil itu, yang belum nyampe pemikirannya dibandingkan Allah, yang jauh lebih Maha Mengetahui akan keadaan makhluk-makhlukNya. Dengan konsep ini, seseorang tidak akan lagi sedetikpun terpikir untuk berprasangka buruk terhadap ketentuan Allah pada dirinya. Allah SWT berfirman: „Wa maa ashoobakum min hasanatin faminAllah wa maa ashoobakum min sayyi'atin famin nafsik" Karena itu pula, kenapa kita dianjurkan untuk senantiasa bertawakkal dan meminta tuntunan ...

Berteriak Bikin Anak Jadi Pembangkang

Image
Berteriak Bikin Anak Jadi Pembangkang Jakarta: Seringkali kita jadi lupa diri ketika berhadapan dengan anak-anak. Pada dasarnya kita menyadari sepenuhnya bahwa mereka adalah sosok yang masih sangat muda dan butuh pembinaan dan pembelajaran. Banyak hal yang mereka memang belum paham betul, sehingga seringkali terjadi kesalahan yang membuat kita jengkel. Kejengkelan tersebut terkadang membuat kita berapi-api dan tak dapat menahan emosi. Pada akhirnya Anda kerap meneriaki anak Anda ketika mereka tiba-tiba menangis, tidak mau makan, atau tak sengaja menjatuhkan barang kesayangan Anda. Suara Anda bertahap semakin tinggi ditambah rajukan anak Anda yang secara otomatis menekan gas emosi dalam otak Anda. Jika diingat lagi, tidak seharusnya kita berteriak dan bertindak seekstrim itu. Ada hal-hal bijak yang dapat dilakukan tanpa harus berteriak dan membuat anak mengerti hal mana yang baik dan yang kurang baik. Kita harus sepenuhnya menyadari bahwa teriakan pada anak memili...

Mengajak Anak-anak Suka Membaca

Sabtu, 24 Juli 2010 pukul 11:11 WIB Mengajak Anak-anak Suka Membaca Penulis : Febi Robianti Meskipun si kecil belum bisa membaca, tetapi kita bisa mengajarkan 'membaca' dan tentunya mencintai buku. Kemampuan dan kemauan membaca serta mencintai buku sangat penting ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini. Karena dengan kegiatan membaca bersama dengan anak merupakan kegiatan yang sangat penting untuk pembentukan dasar diri si kecil serta untuk keseluruhan proses belajar si anak nantinya. Sebaiknya membaca buku baru diajarkan ketika si anak masuk usia sekolah, tetapi kita dapat mulai mengajak anak untuk mencintai buku sejak dini melalui berbagai cara. Bagaimana caranya, berikut ini tips agar anak cinta buku : * Meminta si anak untuk "membaca" cerita. Cobalah untuk meminta si anak memilihkan buku cerita yang disukainya, kemudian biarkan dia 'membacakan' isinya untuk Anda. Biarlah dia bercerita sesuai apa yang ingin diceritakanny...

Sebuahtulisanyangsangatbermakna

Jangan Pernah Menyerah Jumat, 02/07/2010 14:00 WIB Oleh M. Arif As-Salman Senyumnya tulus. Kata-katanya bertenaga. Ia menatap hidup dengan penuh pengharapan. Seolah tak ada kata putus asa dalam kamus kehidupannya. Pemahamannya tentang Islam cukup mendalam. Sebelum bertindak ia akan berpikir berulang kali, menimbang segala sisi maslahat dan mudharatnya. Saya bersyukur bisa mengenal sosok itu. Saya merasa banyak tercerahkan dan terinspirasi oleh laki-laki itu. Baginya, hidup harus dijalani dengan penuh optimis. Tak boleh ada celah untuk pesimis. Jika hari ini cita-cita belum bisa diraih masih ada hari esok untuk berbuat. Begitulah, laki-laki itu selalu tampak mengembang senyum di setiap kali bertatap muka dengan orang lain. Sebagai seorang suami, ia merasa tanggung jawab yang ia emban bukan main-main. Amanah harus dijalankan sebagaimana mestinya. Saat saya tanya bagaimana ia mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yang semaki...