<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860</id><updated>2012-02-16T08:33:17.688+01:00</updated><category term='Taushiyah für mich'/><category term='Ghozwul Fikr'/><category term='Sport'/><category term='Kesehatan'/><category term='Sufiyyah'/><category term='Enterpreneurship'/><category term='Motivation'/><category term='Renungan'/><category term='Bujang Masak'/><category term='Fiqh Kontemporer'/><category term='IT'/><category term='Tazkiyatun Nafs'/><category term='Rumahku-Surgaku'/><category term='Ru&apos;yah'/><category term='Nasehat Pernikahan'/><category term='Inspiring Videoklip'/><category term='Palestinaku'/><category term='Studying Abroad'/><category term='Politics'/><category term='Tauhid'/><category term='Quran n Science'/><category term='Tips for Workers'/><category term='Mario Teguh'/><category term='Tulisanku'/><category term='Taushiyah Ulama'/><category term='Tips for Students'/><category term='Doa-Doa'/><category term='Anak n Parenting'/><category term='Video Tafsir Al Misbah'/><category term='Memahami Takdir'/><category term='Introspeksi'/><category term='Tips Kehamilan'/><category term='Peluang Beasiswa LN'/><category term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>Mein Leben und Ich</title><subtitle type='html'>the story is beginning...
created on Freitag, 02.10.2003, 4 the sake of my family and childrens.

In the name of Allah...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>450</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-6045855002678146643</id><published>2011-12-09T15:33:00.000+01:00</published><updated>2011-12-09T15:33:36.510+01:00</updated><title type='text'>Prevention Indonesia : Cara Cerdas untuk Hidup Sehat » Prevention » Nutrtion and Recipes » Power_foods » Daftar Makanan Pelangsing</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.preventionindonesia.com/article.php?name=%2Fdaftar-makanan-pelangsing&amp;amp;channel=nutrition_and_recipes%2Fpower_foods#.TuIcMnJtZUs.blogger"&gt;Prevention Indonesia : Cara Cerdas untuk Hidup Sehat » Prevention » Nutrtion and Recipes » Power_foods » Daftar Makanan Pelangsing&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-6045855002678146643?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.preventionindonesia.com/article.php?name=%2Fdaftar-makanan-pelangsing&amp;channel=nutrition_and_recipes%2Fpower_foods#.TuIcMnJtZUs.blogger' title='Prevention Indonesia : Cara Cerdas untuk Hidup Sehat » Prevention » Nutrtion and Recipes » Power_foods » Daftar Makanan Pelangsing'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/6045855002678146643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=6045855002678146643&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6045855002678146643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6045855002678146643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/12/prevention-indonesia-cara-cerdas-untuk.html' title='Prevention Indonesia : Cara Cerdas untuk Hidup Sehat » Prevention » Nutrtion and Recipes » Power_foods » Daftar Makanan Pelangsing'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-3710034063669393239</id><published>2011-07-10T13:03:00.001+02:00</published><updated>2011-07-10T13:03:45.750+02:00</updated><title type='text'>Rahasia Di Balik Kisruh Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:tahoma,new york,times,serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sekarang kita semua jadi lebih mengerti. Kenapa sebuah pertengkaran dan  kisruh di dalam rumah tangga bukan hanya sekedar pertengkaran tapi lebih  dari itu, ada peran Iblis dan para pengikutnya di sana."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-style: italic;"&gt;&lt;br&gt;&lt;p class="articleinfo"&gt; 		 				 				 						&lt;span class="created"&gt; 				04 May 2011			&lt;br&gt;&lt;span&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.cahayasiroh.com/"&gt;http://www.cahayasiroh.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt; 			 				 		&lt;/p&gt; 				 				 		&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Rahasia Di Balik Kisruh Rumah Tangga&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://www.cahayasiroh.com/images/stories/badaii.jpg" style="float: left; margin-left: 5px; margin-right: 5px;" border="0" height="129" width="172"&gt;Seberapa sering pertengkaran terjadi di dalam rumah tangga kita ?&lt;br&gt;Coba kita ingat-ingat kembali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah pertengkaran itu muncul hanya  karena masalah yang sepele ? Hmmm…pasti kita akan tersenyum karena  ternyata benar….kita pernah bertengkar dengan suami atau isteri kita  hanya karena masalah yang sangat sederhana. Mungkin para isteri pernah  merasa kesal luar biasa hanya karena dalam kelelahan seharian mengurus  rumah, sang suami sepulang dari kantor dalam kelelahannya meletakkan  baju kotor tidak pada tempatnya. Teguran isteri dengan nada kesal di  sambut pula oleh suami yang lelah dengan ucapan yang juga penuh dengan  nada kekesalan. Jadilah malam hingga pagi tiba menjadi waktu yang sangat  tidak menarik. Tidak ada obrolan segar dan senyum indah.. Tapi yang  terlihat adalah wajah tertekuk penuh kekesalan.&lt;/p&gt;    Terlalu banyak ya ??? Ya…, pernik-pernik rumah tangga seperti itu  membuat kehidupan ini bertambah indah. Tapi menjadi tidak sederhana  ketika efeknya membuat suami isteri tidak bicara lebih dari tiga hari  atau bahkan berminggu-minggu. Mau minta maaf….gengsi. Merasa diri yang  paling benar. Yah…biarin aja lah toh nanti seperti es yang akan mencair  seiring waktu. Hmmm….bisa jadi sih…tapi kalau masalah itu di masukkan ke  dalam freezer kebencian yang di bangun oleh syaithan ? Kebekuannya akan  panjang . &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalau sudah begini, suasana rumah tangga benar-benar  dalam kondisi rumit. Karena dampaknya akan di rasakan ke seluruh isi  rumah. Kalau memiliki anak, maka anak menjadi media komunikasi antara  suami dan isteri yang sedang berperang. Kalau suami ingin sesuatu kepada  isterinya maka dia akan panggil sang anak, " Kamu bilangin ke mama,  besok kita jadi pergi ke tempat nenek nggak ? " . Begitu di sampaikan ke  mamanya, si mama bilang, "Jadi, bilang ke papa berangkatnya jam 06.00  supaya gak macet di jalan. " . Si anak pun kembali ke papanya dan  menyampaikan apa yang ia terima dari sang mama. " Bilang sama mama, gak  bisa…kan mama tau kalau tiap ahad pagi papa itu ada pengajian di masjid  baru selesai jam 6.30 paling baru bisa berangkat jam 7.00 ".&amp;nbsp; Sambil  geleng-geleng si anak ke mamanya lagi menyampaikan apa yang baru ia  dengar dari sang papa. " Bilang sama papa….ketemu sama nenek itu gak  tiap hari….sebulan sekali juga nggak…tapi ngaji-kan tiap minggu…apa gak  bisa sekali ini pulang lebih cepat ?". Hmmm sampai di sang suami, suami  pun berkata, " Ya sudah kalau gak mau berangkat jam 7.00 gak usah aja  berangkat."….sang anak…," capek deh…"&lt;strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Proyek Rahasia Iblis dalam Kisruh Keluarga&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;Dalam  sebuah hadis disebutkan sesungguhnya iblis (raja setan) membangun  singgasananya di atas air kemudian mengutus bala tentaranya (untuk  menebar malapetaka dan dosa). Setan yang paling dekat kedudukannya  dengan iblis adalah yang paling hebat menimbulkan malapetaka di antara  manusia. Salah satu setan ber-kata, aku telah melakukan ini dan itu.  Iblis menjawab, kamu belum berbuat apa-apa. Setan lainnya melapor, aku  tidak biarkan manusia sampai aku ceraikan dia dan kelurganya. Maka Iblis  mendekatkan setan ini seraya berkata. kamu yang paling hebat.&lt;strong&gt; (HR Ahmad, Abd bin Hamid dan Muslim dan Jabir)&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pernah  tahu hadits di atas ? Ternyata hancurnya rumah tangga itu menjadi  target mega proyeknya Iblis. Sehingga berbagai macam cara akan di  upayakan untuk dapat merusak hubungan suami isteri. Dan menabur  benih-benih pertengkaran serta&amp;nbsp; kebencian di dalam rumah tangga. Bahkan  syaithan dan para pengikutnya pun&amp;nbsp; mengajarkan manusia sihir dengan  target yang sangat jelas, memisahkan suami dan isteri &lt;strong&gt;( QS Al Baqarah:102).&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Sekarang  kita semua jadi lebih mengerti. Kenapa sebuah pertengkaran dan kisruh  di dalam rumah tangga bukan hanya sekedar pertengkaran tapi lebih dari  itu, ada peran Iblis dan para pengikutnya di sana. &lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-3710034063669393239?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/3710034063669393239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=3710034063669393239&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/3710034063669393239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/3710034063669393239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/07/rahasia-di-balik-kisruh-rumah-tangga.html' title='Rahasia Di Balik Kisruh Rumah Tangga'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2972247094269279806</id><published>2011-07-05T17:13:00.000+02:00</published><updated>2011-07-05T17:13:34.707+02:00</updated><title type='text'>Rahazia Reseki :)</title><content type='html'>Rezeki sudah tertulis di lauhul mahfuz, jauh sebelum alam ini diciptakan.&lt;br /&gt;{Dalil? Quran &amp; Hadist}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membedakan antara Bill Gates yang penghasilannya 1 juta dolar per hari,&lt;br /&gt;dengan seorang ustadz di kampung yang hidup dari berdagang baju muslim?&lt;br /&gt;Apakah karena Bill Gates lebih pintar? klo lebih pintar, mengapa Prof. Hawking tidak lebih kaya dari Bill Gates? &lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;pertanyaan ini bisa diteruskan dgn parameter2 'dunia' yg lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jawaban sebenarnya adalah bahwa rezekinya memang sudah tertulis demikian oleh Allah. Bukan karena kepintarannya, bukan karena keahliannya, bukan karena kekuasaannya, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang akan menerima rezekinya secara penuh sblm ia menemui ajalnya (Dalil dlm Hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi buat apa kita berusaha? karena takdir itu tetap sesuai dengan hukum sebab akibat yang diciptakan oleh Allah. Karena Allah Maha Adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya masalahnya, manusia tidak akan pernah tau rezekinya sebelum itu terjadi.&lt;br /&gt;Artinya: Ia tidak akan tau bahwa rezekinya dapat 1 milyar, sebelum ia berusaha dan  bekerja untuk mendapatkan 1 milyar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, masalah kita yang 'sebenarnya' bukanlah disitu, teman. Bukan dari cara kita mengejar rezeki ataupun dari kepantasan kita mendapat rezeki itu 'saja', tapi dari cara kita mensyukuri rezeki itu. Kita sebetulnya cukup menjalani apa yang ada di hadapan kita dengan maksimal, ikhtiar sepenuhnya, krn yakin Allah akan menuntun manusia kepada rezeki yg dijatahkan untuknya. Kemudian menjalani sisanya dengan mensyukuri nikmat yg sudah ada, yang jauh lebih banyak diberikan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu bersyukur, mk Aku akan menambahnya. (Dalil Quran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, Kita justru lebih peduli (concern) pada rezeki kita-yg belum pasti-, dibanding mensyukuri rezeki yg sudah ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara bersyukur:&lt;br /&gt;* Mengakui ni'mat yg telah diberikan dan menyebut2nya (shg menambah iman).&lt;br /&gt;* Menggunakannya untuk "Ibadah", atau sebagai sarana ibadah.&lt;br /&gt;* Memanfatkannya untuk membantu orang lain&lt;br /&gt;That's it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat sepasang mata saja tidak akan sebanding dengan sholat 5 waktu yang selama ini kita kerjakan. Bukti sederhana: Kalau anak kita yg berumur 10 tahun sakit, kita mampu untuk berdoa berkali2 sepanjang hari dan berzikir berulang2 sepanjang waktu menyebut nama Allah. Ya Allah..Ya Allah..Astaghfirullah...La Ilaaha Illallah...dsb.&lt;br /&gt;Kita tidak peduli berapa banyak sudah kita berdoa, bersujud, berzikir, bermunajat meminta pertolongannya tanpa peduli siang ataupun malam, hanya untuk kesembuhan buah hati kita.&lt;br /&gt;Pertanyaannya: Kemana saja kita selama ini? selama 10 tahun ngapain aja?&lt;br /&gt;Kita rela menghabiskan seluruh waktu menyebut nama Allah, hanya ketika kita mendapatkan cobaan. Selain itu, apa yg kita lakukan? Itukah cara bersyukur yang baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika satu nikmat kecil saja -misalkan mata yg sakit- dicabut oleh Allah, kita sanggup melakukan apa saja dan sanggup beribadah lebih banyak dari biasanya, demi kembalinya nikmat tersebut. Itu sudah menunjukkan, bahwa ibadah kita selama ini tidak ada apa2nya dibandingkan nikmat sepasang mata. Dan itu baru satu contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan nikmat yang lain? bagaimana dengan anggota tubuh yang lain, sel-sel yang terkecil? Dan jutaan, milyaran nikmat yang lainnya yang tak terhitung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka apabila kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tdk akan dpt menghitungnya" (Dalil Quran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fa'tabiruu yaa ulil abshoor!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedicated to:&lt;br /&gt;*Allah SWT, Alhamdulillah atas hidayah pemahaman ini, ya Robb &lt;br /&gt;*Muhammad SAW, Allahumma sholli wa sallim 'alaa Muhammad!!&lt;br /&gt;*diilhami dari ceramah Ust. Yahya Ibrahim, Toronto, Kanada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2972247094269279806?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2972247094269279806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2972247094269279806&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2972247094269279806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2972247094269279806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/07/rahazia-reseki.html' title='Rahazia Reseki :)'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-6931008802152746409</id><published>2011-07-05T15:50:00.001+02:00</published><updated>2011-07-05T15:50:37.216+02:00</updated><title type='text'>Mengharap Mendapatkan Hidayah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0060bf;"&gt;&lt;header style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: tahoma,new york,times,serif;" id="detail" class="mb16"&gt; 								&lt;h2 style="auto 0"&gt;&lt;font size="2"&gt;Mengharap Mendapatkan Hidayah&lt;/font&gt;&lt;/h2&gt; 							&lt;/header&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; 							 							&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;section style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: tahoma,new york,times,serif;" id="sisip"&gt; 								&lt;div class="h28 l1"&gt; 									&lt;div class="left"&gt; 										 									&lt;/div&gt; 									 									&lt;div class="left"&gt; 										 									&lt;/div&gt;  									&lt;div class="left"&gt; 										&lt;font size="2"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; 									&lt;/div&gt; 									 									&lt;div class="right pt5 fs12"&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Senin, 04/07/2011 13:45 WIB&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 								&lt;/div&gt; 								&lt;div class="h28"&gt; 									&lt;div class="left w400"&gt; 										&lt;font size="2"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; 									&lt;/div&gt; 								&lt;/div&gt; 							&lt;/section&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; 							 							&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; 								&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: tahoma,new york,times,serif;" id="isi"&gt;  									&lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;em&gt;oleh&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;Syaikh Aid Abdullah al-Qarni&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;sumber:eramuslim&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;font size="2"&gt;  									&lt;br&gt;&lt;/font&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Seandainya Musa as mengatakan: "Tuhanku Maha Mengetahui". Tentulah  Firaun akan mengatakan: "Aku pun mengetahui". Karena predikat mengetahui  merupakan sifat yang dimiliki, baik orang Khaliq maupun oleh makhluk,  padadal Allah &lt;em&gt;Subhana wata'ala&lt;/em&gt; Mahabesar. Ternyata dalam jawabannya Musa as mengatakan:&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="2"&gt;قَالَ رَبُّنَا الَّذِي أَعْطَىٰ كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَىٰ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;em&gt;"Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk".&lt;/em&gt; (QS. Thaha [20] : 50)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Inilah yang dimaksud dengan hidayah bagi makhluk, hingga anda jumpai  orang kafir mendapat petunjuk untuk makan, mendapat petunjuk untuk  tidur, dan mendapat petunjuk untuk tertawa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Hidayah khusus adalah hidayah orang-orang mukmin. Kalangan ahlul ilmi  menyebutnya hidayah taufiq dan keberhasilan alias hidayah ke jalan yang  lurus.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="2"&gt;اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ&lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;em&gt;"Tunjukilah kami jalan yang lurus".&lt;/em&gt; (QS. Al-Fatihah [1] : 6)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Di antara tanda-tandanya ialah jalan ini dapat mengantarkan pelaku ke  tujuan, mendekatkannya ke tujuan, bersifat tertentu, dan dapat ditempuh  lagi mempunyai pemimpin. Petunjuk inilah yang kita minta dari Allah &lt;em&gt;Subhana wata'ala&lt;/em&gt; dengan gencar dan sangat di setiap raka'at. Semoga Allah menujuki kita ke jalan yang lurus.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Para ulama mengatakan bahwa di sini terdapat kesulitan untuk dipahami, karena &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;mengapa Nabi &lt;/span&gt;&lt;em style="text-decoration: underline;"&gt;Shallahu alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;  mengucapkan dalam doanya: "Ya Allah, tunjukkah aku"&lt;/span&gt;. Padahal Allah  telah memberinya petunjuk. Bahkan beliau sendiri adalah pemberi petunjuk  yang besar.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;em&gt;"Jika kami berada dalam kegelapan malam, sedangkan engkau adalah  iman (pemimpin) kami, maka cukuplah yang memberi semangat unta kendaraan  kami harumnya sebutanmu"&lt;/em&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Nabilah orang yang dijadikan perantara oleh Allah &lt;em&gt;Ta'ala&lt;/em&gt; untuk memberi petunjuk kepada hati manusia. Oleh karena itu, disebutkan dalam firman-Nya :&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="2"&gt;إِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus".&lt;/em&gt; (QS. As-Syura [42] : 52)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Jawaban pertama, Ibnu Taimiyah &lt;em&gt;rahimahumullah&lt;/em&gt; mengatakan bahwa Nabi &lt;em&gt;Shallahu alaihi wassalam&lt;/em&gt;  memohon petunjuk dari Allah, tiada lain karena petunjuk dari Allah,  tiada lain karena petunjuk punya tingkatan dan tingkatannya  masing-masing, dan yang tertinggi serta paling puncak diantaranya ialah  al wasilah yang sangat diinginkan oleh Nabi &lt;em&gt;Shallahu alaihi wassalam&lt;/em&gt; untuk dicapai dan dengan izin Allah beliau pasti akan sampai padanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Oleh karna itu, kita dianjurkan sesudah adzan mengucapkan do'a berikut:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;"Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna dan shalat yang  ditegakkan ini, berikanlah kepada Muhammad kedudukan al wasilah dan  keutamaan, dan tempatkanlah ia pada kedudukan terpuji yang telah Engkau  janjikan kepadanya". (HR. Bukhari)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Jawaban kedua, setiap hari seorang hamba akan makin bertambah hidayahnya dan Rasul &lt;em&gt;Shallahu alaihi wassalam&lt;/em&gt; meminta kepada Allah &lt;em&gt;Ta'ala&lt;/em&gt;  agar memberinya tambahan hidayah setiap saatnya, karena hidayah itu  terbagai-bagi dan bertingkat-tingkat sebagaimana yang telah disebutkan  sebelumnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Jawaban ketiga, jalan-jalan hidayah itu banyak sekai seperti bilangan nafas. Apabila Allah &lt;em&gt;Ta'ala&lt;/em&gt;  tidak memberi anda petunjuk setiap saat dan dalam semua aktivitas anda,  baik saat anda bergerak maupun diam, berarti anda tidak mendapat  petunjuk. Untuk itulah Nabi &lt;em&gt;Shallahu alaihi wassalam&lt;/em&gt; memohon kepada Tuhannya agar memberinya hidayah yang terus menerus bertambah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Adalah Nabi &lt;em&gt;Shallahu alaihi wa ssalam&lt;/em&gt; bila melakukan qiyam  pada malam harinya sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Shahih Muslim  melaluli hadist Aisyah beliau mengucapkan doa:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;"Ya Allah, Tuhan yang memiliki Jibril, Mikali, dan Israfil, pencipta  langit dan bumi, yang mengetahui semua yang ghaib da yagn nyata,  Engkaulah yang memutuskan diantara para hamba terhadap apa yang mereka  perselisihkan. Tunjukilah aku kepada hal yang benar dari apa yang  diperselisihkan itu dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk  kepada orang yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus".&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Allah pun memberi petunjuk, baik petunjuk yang khusus maupun yang umum, dan dengannya Allah memberi petunjuk kepada banyak umat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Perlu anda ketahui bahwa di sana ada dua macam hidayah lainnya, yaitu :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Pertama, hidayah yang bersifat goblal. Seseorang mendapat petunjuk  kepada agama Islam, rukun-rukun Islam, dan rukun-rukun iman, msalnya,  maka orang ini disebut telah mendapat petunjuk secara global. Contoh,  lainnya ialah orang-orang Arab pedalaman, orang-orang mukmin yang lalai,  dan aorang-orang awam yang tidak mengetahui agama Islam, mereka  mendapat petunjuk kepada Islam, tetapi hanya secara globalnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Kedua, hidayah terperinci, ialah hidayah orang-orang yang dikasihi  oleh Allah, seperti ulama yang mendalami agama Allah, yaitu merek ayang  mengetahui hukum-hukum Allah berikut dalil-dalilnya. Mereka mempunyai  pengetahuan yang detail tentangnya dan mereka menemukan rahasia-rahasia  syariat dan hikmat hikmahnya. Inilah yang disebut dengan hidayah yang  terperinci.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br&gt;Contoh lainnya, hanya milik Allah lah perumpaan yang tertinggi ialah  seorang lelaki melihat sebuah rumah, lalu ia mengetahui bagian luarnya,  pintu-pintu, dan jendela-jendelanya, serta mengetahui jalan masuk dan  jalan keluar nya. Orang ini telah mengetahui rumah itu dengan  pengetahuan secara global.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Berbeda halnya dengan pengetahuan yang terperinci, yaitu bila anda  mengetahui ukuran panjang dan lebarnya, mengetahui ketebalan temboknya,  ketinggiannya, bahan-bahan bangunannya, tempt masuk dan tempat keduanya,  pntu-pintu yang ada di dalam , dan semua perabotannya. Hal inilah yang  disebut dengan hidayah terperinci.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font size="2"&gt;Semoga anda tergolong orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah &lt;em&gt;Azza wa jalla&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Wallahu'alam&lt;/em&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; 								&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-6931008802152746409?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/6931008802152746409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=6931008802152746409&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6931008802152746409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6931008802152746409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/07/mengharap-mendapatkan-hidayah.html' title='Mengharap Mendapatkan Hidayah'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-8278800616954979377</id><published>2011-06-27T07:11:00.001+02:00</published><updated>2011-06-27T07:11:05.075+02:00</updated><title type='text'>Beramal Sebanyak Mungkin Atau Beriman Sebelum Beramal?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;Assalamu'Alaykum w.w.&lt;br&gt;Bismillahi walhamdulillaah, wash-shalaatu-wassalaamu 'ala Rosuulillah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Memulai hari di awal pekan ini, ada satu artikel menarik buat perenungan bersama.&lt;br&gt;Satu hal penting yang harus dipahami dgn benar, sebelum kita mengawali amal perbuatan kita, agar tidak sia-sia di mata Allah SWT. Apa itu? Jawabannya dibahas dengan lugas di sepanjang artikel dibawah ini.&lt;br&gt;Semoga tulisan ini bisa diambil manfaatnya. &lt;br&gt;Wallaahu a'lam bish-shawaab.&lt;br&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&lt;h2 style="auto 0"&gt;&lt;font size="3"&gt;Beramal Sebanyak Mungkin Atau Beriman Sebelum Beramal?&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;font style="font-weight: normal;" size="2"&gt;oleh: Ust. Ihsan Tandjung&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span  style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Di dalam Al-Qur'an seringkali Allah سبحانه و تعالى menyatakan bahwa  Allah سبحانه و تعالى pasti membalas seorang hamba sebagai ganjaran atas  amal-perbuatan yang telah dilakukannya. Perbuatan apapun, apakah berupa  sebuah amal baik maupun amal buruk, kedua-duanya pasti bakal diberi  ganjaran oleh Allah سبحانه و تعالى . &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيها جَزَاءً بِما كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya;  sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS Al-Ahqaf 14)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;فَأَعْرِضُوا عَنْهُمْ إِنَّهُمْ رِجْسٌ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu  adalah najis dan tempat mereka Jahanam; sebagai balasan atas apa yang  telah mereka kerjakan. (QS At-Taubah 95)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Di dalam surah Al-Ahqaf 14 Allah سبحانه و تعالى gambarkan balasan  atas amal-perbuatan baik yang mengantarkan pelakunya ke dalam surga. &lt;i&gt;Semoga kita termasuk ke dalam golongan tersebut&lt;/i&gt;.  Sedangkan di dalam surah At-Taubah 95 justeru sebaliknya, Allah سبحانه و  تعالى gambarkan mereka yang berbuat amal-perbuatan buruk sehingga  pelakunya diganjar dengan neraka Jahannam. &lt;i&gt;Wa na'udzubillaahi min dzaalika&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Jadi jelas sekali betapa pentingnya pilihan jenis amal-perbuatan apa  yang dilakukan seseorang sehingga ia berhak menerima balasan seperti apa  dari Allah سبحانه و تعالى . Maka alangkah naifnya bila ada seorang yang  mengaku muslim lalu ia tidak pernah merenungkan jenis amal apa yang ia  pilih, yang penting menurutnya adalah banyaknya amal. Lalu dia berusaha  mengisi waktunya dengan sebanyak mungkin amal. Lebih jauh lagi dia  bahkan memandang remeh orang lain yang dinilainya tidak banyak beramal.  Sehingga dengan mudah dia menstempel orang lain yang tidak sibuk beramal  seperti dirinya sebagai orang-orang yang hanya &lt;i&gt;NATO&lt;/i&gt; (no action,  talk only). Padahal Allah سبحانه و تعالى memperingatkan kita bahwa ada  sementara manusia di dunia ini yang mengira bahwa dirinya sudah banyak  berbuat kebaikan namun ternyata di dalam pandangan Allah سبحانه و تعالى  justeru mereka itulah orang-orang yang paling merugi.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأخْسَرِينَ أَعْمَالاالَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;font style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang  orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang  telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka  menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (QS Al-Kahfi 103-104)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Apakah faktor yang menyebabkan perbuatan yang mereka sangka baik itu justeru ternyata di mata Allah سبحانه و تعالى adalah &lt;i&gt;sia-sia dalam kehidupan di dunia&lt;/i&gt;? Lihatlah penjelasan Allah سبحانه و تعالى pada ayat berikutnya:&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلا نُقِيمُ لَهُمْ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;font style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًاذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Rabb mereka  dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia (Allah). Maka hapuslah  amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi  (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka  Jahanam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan  ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok." (QS Al-Kahfi  105-106)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Merekalah &lt;i&gt;orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia (Allah). &lt;/i&gt;Inilah  sebabnya..! Jadi, sebabnya terkait dengan masalah yang lebih  fundamental daripada urusan beramal, berbuat maupun bekerja. Urusannya  terkait dengan hadir-tidaknya iman di dalam dirinya. Iman terhadap  ayat-ayat Allah سبحانه و تعالى dan iman terhadap perjumpaan dengan Allah  سبحانه و تعالى di hari berbangkit kelak. Barangsiapa yang imannya tidak  hadir atau tidak sah, maka berarti ia kafir. Dan kekafiran inilah yang  menghapus semua amal kebaikan yang disangka pelakunya bahwa dia telah  berbuat sebaik-baiknya.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Iman merupakan prasyarat agar amal apapun yang dipilih seseorang  mendatangkan ganjaran kebaikan dari Allah سبحانه و تعالى . Tidak  hadirnya iman atau tidak sahnya iman seseorang bakal menghapuskan nilai  amal apapun yang telah dikerjakannya. Betapapun banyaknya amal orang  itu, namun jika tidak dilandasi oleh hadirnya iman yang benar, maka  niscaya merugilah orang itu kelak di akhirat. Sehingga Allah سبحانه و  تعالى berfirman: &lt;i&gt;Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. &lt;/i&gt;Alangkah  ruginya dia..! Bayangkan, amal yang banyak itu dihapus oleh Allah  سبحانه و تعالى . Tidak mendapatkan penilaian atau pengakuan dari Allah  سبحانه و تعالى barang sedikitpun. Di tempat lainnya Allah سبحانه و تعالى  berfirman mengenai amal kaum kafir itu:&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami  jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS Al-Furqan 23)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana." (QS An-Nur 39)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Bahkan lebih jauh lagi Allah سبحانه و تعالى berfirman: &lt;i&gt;Demikianlah  balasan mereka itu neraka Jahanam, disebabkan kekafiran mereka dan  disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai  olok-olok.&lt;/i&gt; Orang-orang itu dipastikan Allah سبحانه و تعالى bakal  dibalas dengan neraka Jahannam. Dan mereka diserupakan Allah سبحانه و  تعالى dengan orang-orang yang mengolok-olok ayat-ayat Allah سبحانه و  تعالى dan rasul-rasulNya.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Saudaraku, sungguh kita harus waspada terhadap masalah ini walupun  kita telah mengaku diri sebagai seorang muslim, seorang yang telah  berikrar syahadatain, seorang yang menganggap diri termausuk kaum  beriman. Sebab Allah سبحانه و تعالى bahkan menyatakan bahwa kebanyakan  orang yang menganggap dirinya beriman kepada Allah سبحانه و تعالى  ternyata terlibat dalam dosa syirik..!&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah,  melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan  lain)." (QS Yusuf 106)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Walau saat membahas ayat di atas Ibnu Katsir mengacu kepada kaum  musyrikin Quraisy di kota Mekkah pada masa jahiliah, namun Sayyid Qutb  di dalam kitab Fi Zhilalil Qur'an menulis:&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;Di sana ada juga syirik yang nyata dan tampak jelas. Yaitu  ketundukan kepada selain Allah سبحانه و تعالى dalam salah satu perkara  hidup, ketundukan kepada suatu hukum yang dijadikan keputusan dalam  segala urusan, ketundukan terhadap adat seperti pesta-pesta dan  festival-festival meriah yang tidak disyariatkan oleh Allah سبحانه و  تعالى , ketundukan dalam pakaian dan seragam yang bertentangan dengan  syariat Allah سبحانه و تعالى berkenaan dengan pembukaan aurat dimana  nash memerintahkan untuk menutupnya.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;Masalahnya, dalam perkara-perkara itu bisa melampaui batas  kesalahan dan dosa karena penentangan, ketika hal itu merupakan wujud  ketaatan, ketundukan dan kepasrahan kepada adat suatu masyarakat yang  dihormati padahal ia adalah bikinan manusia. Sementara itu, perintah  Allah سبحانه و تعالى Rabb manusia yang jelas dan bersumber dari-Nya  ditinggalkan dan diacuhkan. Pada saat itu perkara tersebut bukan lagi  hanya dosa dan kesalahan, tapi sudah menjadi syirik. Karena hal itu  merupakan ketundukan kepada selain Allah سبحانه و تعالى dalam  perkara-perkara yang menentang perintah-Nya. Dari sudut ini, perkara  menjadi sangat berbahaya.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;Ayat di atas mengenai sasaran orang-orang yang dihadapi rasulullah  صلى الله عليه و سلم di Jazirah Arab, dan mencakup sasaran orang-orang  lainnya di setiap zaman dan setiap tempat. (Tafsir Fi Zhilalil Qur'an-  jilid 7- Gema Insani- hlm 19)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Ketika Sayyid Qutb mengatakan "&lt;i&gt;Pada saat itu perkara tersebut bukan lagi hanya dosa dan kesalahan, tapi sudah menjadi syirik", &lt;/i&gt;maka&lt;i&gt; &lt;/i&gt;kita  yang hidup di era badai fitnah dewasa ini sepatutnya berhati-hati dan  merasa khawatir. Sebab di dalam Sistem Dajjal begitu banyak –kalau tidak  bisa dikatakan seluruhnya- aturan dan hukum yang diberlakukan bukan  bersumber dari hukum Allah سبحانه و تعالى melainkan hukum bikinan  manusia. Dan Allah سبحانه و تعالى menyatakan bahwa hukum di dunia ini  hanya ada dua macam, hukum Allah سبحانه و تعالى atau hukum thaghut.  Hukum Allah سبحانه و تعالى wajib ditegakkan dan ditaati, sedangkan hukum  thaghut wajib diingkari dan dijauhi. Demikian firman Allah سبحانه و  تعالى .&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ  آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ  أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا  بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلالا بَعِيدًا&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya  telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang  diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal  mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud  menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." (QS An-Nisa  60)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Mengomentari ayat di atas Ibnu Katsir menulis:&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;Ini merupakan pengingkaran Allah سبحانه و تعالى terhadap orang  yang mengaku beriman kepada apa yang diturunkan Allah سبحانه و تعالى  kepada RasulNya dan kepada para nabi yang mendahului Nabi kita. Walaupun  pengakuannya demikian, mereka tetap berhakim kepada selain Kitab dan  Sunnah. Demikian pula ayat ini mencela orang yang berpindah dari hukum  Allah سبحانه و تعالى dan RasulNya kepada kebatilan selain keduanya,  kebatilan itulah yang disebut thaghut di sini. Oleh karena itu Allah  سبحانه و تعالى berfirman "Mereka hendak berhakim kepada  thaghut".(Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir-jilid 1-Gema Insani-hlm 742-743)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Dewasa ini hukum Allah سبحانه و تعالى tidak dimuliakan, disucikan dan  ditinggikan. Yang dimuliakan adalah hukum bikinan manusia, aturan  nenek-moyang, adat-istiadat setempat atau deklarasi hak asasi manusia  dan sejenisnya. Apakah manusia modern mengira bahwa Allah سبحانه و تعالى  tidak sanggup merumuskan hukum yang memenuhi rasa keadilan seluruh umat  manusia? Sehingga mereka lebih memuliakan dan meyakini hukum produk  manusia yang dinilai adil, &lt;i&gt;up-to-date&lt;/i&gt; dan akomodatif untuk  menyerap aspirasi aneka jenis manusia di muka bumi? Jika demikian  adanya, sungguh keji logika manusia modern..! Mereka telah gagal  menangkap tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه و تعالى yang terus-menerus  menjamin rezeki segenap makhluk, baik manusia maupun hewan di langit dan  di bumi. Kok bisa mereka berprasangka bahwa Dzat yang seperti itu tidak  sanggup merumuskan hukum yang adil? Sementara manusia yang tidak  sanggup menjamin rezeki untuk dirinya sendiri saja kok malah diyakini  produk hukumnya dapat memenuhi rasa keadilan segenap manusia..! Pantas  Allah سبحانه و تعالى menantang manusia kafir itu dengan pertanyaan  berikut:&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah  yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?"  (QS Al-Maidah 50)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Berarti, sudah jelaslah, bahwa kata kuncinya terletak pada kata-kata "&lt;i&gt;bagi orang-orang yang yakin". &lt;/i&gt;Jika  sekedar mengandalkan pengakuan seseorang bahwa dirinya muslim atau  beriman, maka ini tidak menjamin. Tetapi diperlukan pembuktian lebih  lanjut. Pembuktian itulah yang menandakan hadir tidaknya keyakinan alias  iman. Sah atau tidaknya iman. Maka jika kita kembali kepada pembahasan  di awal mengenai "&lt;i&gt;orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam  kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat  sebaik-baiknya,"&lt;/i&gt; mereka adalah orang-orang yang boleh jadi secara  lisan mengaku muslim atau mengaku beriman, tetapi sejatinya di mata  Allah سبحانه و تعالى mereka adalah orang-orang yang kafir terhadap  ayat-ayat Allah سبحانه و تعالى .&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Mereka adalah orang-orang yang hanya sibuk memperbanyak amal namun  tidak merenungkan apakah tumpukan amalnya itu sudah benar-benar  dilandasi iman yang sah atau tidak. Benarkah mereka telah menjadikan  kalimat tauhid sebagai fondasi berbagai amal mereka? Atau mereka  sesungguhnya tidak pernah peduli apakah ketika beribadah kepada Allah  سبحانه و تعالى mesti disertai pengingkaran kepada thaghut? Atau mereka  mengira bahwa banyak beramal merupakan suatu perkara mulia yang pasti  bakal mendatangkan kebaikan dari Allah سبحانه و تعالى walaupun amal itu  berlandaskan penerimaan diri akan hukum thaghut? Sungguh jauh sekali  prasangka mereka dari kebenaran yang Allah سبحانه و تعالى terangkan di  dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Oleh karena itu dalam ayat berikutnya Allah سبحانه و تعالى menegaskan  bahwa orang-orang yang beramal sholeh dengan dilandasi iman yang benar  sajalah yang bakal dijamin memasuki surga Firdaus-Nya. Orang-orang yang  tidak saja sadar pentingnya beribadah kepada Allah سبحانه و تعالى tetapi  juga faham urgensi menjauhi dan mengingkari thaghut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;font style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;الْفِرْدَوْسِ نُزُلا خَالِدِينَ فِيهَا لا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلا&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;font style="font-family: tahoma,new york,times,serif;" size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi  mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di  dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya." (QS Al-Kahfi  106-107)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Saudaraku, beramal sholeh itu penting. Tetapi yang jauh lebih penting  lagi adalah beriman yang benar sebelum beramal. Sebab bila iman sudah  benar, maka sekecil dan sesedikit apapun amal seseorang, niscaya ia akan  memperoleh balasan yang baik dan berlipat dari Allah سبحانه و تعالى di  akhirat kelak. Namun sebaliknya, sebanyak apapun amal seseorang jika  tidak dilandasi oleh iman yang benar, niscaya ia akan merugi di akhirat  kelak. Sebab Allah سبحانه و تعالى tidak akan memberikan penilaian apapun  atas amal yang tidak berlandaskan iman yang benar tadi.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;Hidup di era penuh fitnah seperti saat ini banyak sekali ditemukan  ancaman terhadap eksistensi iman yang benar. Tawaran untuk mengingkari  Allah سبحانه و تعالى sangat banyak dan menggiurkan. Tawaran untuk  berkompromi bahkan bekerjasama dengan thaghut sungguh sangat ramai dan  menjanjikan keuntungan duniawi. Keadaan dunia dewasa ini sangat tepat  digambarkan oleh hadits Nabi صلى الله عليه و سلم berikut ini:&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;font style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;font style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" size="4"&gt; &lt;/font&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="4"&gt;وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: "Segeralah beramal sebelum  datangnya rangkaian fitnah seperti malam yang gelap gulita. Di pagi hari  seorang laki-laki dalam keadaan mukmin, lalu kafir di sore harinya. Di  sore hari seorang laki-laki dalam keadaan mukmin, lalu kafir di pagi  harinya. Dia menjual agamanya dengan barang kenikmatan dunia." &lt;/i&gt;&lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;i&gt;HR Muslim&lt;/i&gt;&lt;i&gt; - &lt;/i&gt;&lt;i&gt;169&lt;/i&gt;&lt;i&gt;) &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Shahih&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: verdana,helvetica,sans-serif;" class="ArabCenter"&gt;&lt;font size="5"&gt;اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لَا يَرْتَدُّ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: tahoma,new york,times,serif;"&gt;&lt;i&gt;"Ya Allah, aku meminta kepadamu keimanan yang tidak akan murtad."&lt;/i&gt; &lt;i&gt;(AHMAD - 4112)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-8278800616954979377?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/8278800616954979377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=8278800616954979377&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8278800616954979377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8278800616954979377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/06/beramal-sebanyak-mungkin-atau-beriman.html' title='Beramal Sebanyak Mungkin Atau Beriman Sebelum Beramal?'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2584609643642491291</id><published>2011-05-25T14:32:00.001+02:00</published><updated>2011-05-25T14:32:23.156+02:00</updated><title type='text'>Balasan Nan Indah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:verdana,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;p&gt;Diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah Al Atsary&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari kitab: 'Aasyiqun fi Ghurfatil 'amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al Arify.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu Ibrahim bercerita:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu  ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat tidak bisa pulang.  Di sana kutemukan sebuah kemah lawas… kuperhatikan kemah tersebut, dan  ternyata di dalamnya ada seorang tua yg duduk di atas tanah dengan  sangat tenang…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata orang ini kedua tangannya buntung…  matanya buta… dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Kulihat bibirnya  komat-kamit mengucapkan beberapa kalimat..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku mendekat untuk mendengar ucapannya, dan ternyata ia mengulang-ulang kalimat berikut:&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;الحَمْدُ  لله الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً ..  الحَمْدُ للهِ الَّذِي فَضَّلَنِي عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَق  تَفْضِيْلاً&lt;/font&gt; ..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia… Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku  heran mendengar ucapannya, lalu kuperhatikan keadaannya lebih jauh…  ternyata sebagian besar panca inderanya tak berfungsi… kedua tangannya  buntung… matanya buta… dan ia tidak memiliki apa-apa bagi dirinya…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuperhatikan  kondisinya sambil mencari adakah ia memiliki anak yg mengurusinya? atau  isteri yg menemaninya? ternyata tak ada seorang pun…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku beranjak mendekatinya, dan ia merasakan kehadiranku… ia lalu bertanya: "Siapa? siapa?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Assalaamu'alaikum… aku seorang yg tersesat dan mendapatkan kemah ini" jawabku, "Tapi kamu sendiri siapa?" tanyaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Mengapa kau tinggal seorang diri di tempat ini? Di mana isterimu, anakmu, dan kerabatmu? lanjutku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Aku seorang yg sakit… semua orang meninggalkanku, dan kebanyakan keluargaku telah meninggal…" jawabnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Namun  kudengar kau mengulang-ulang perkataan: "Segala puji bagi Allah yg  melebihkanku di atas banyak manusia…!! Demi Allah, apa kelebihan yg  diberikan-Nya kepadamu, sedangkan engkau buta, faqir, buntung kedua  tangannya, dan sebatang kara…?!?" ucapku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Aku akan menceritakannya kepadamu… tapi aku punya satu permintaan kepadamu, maukah kamu mengabulkannya?" tanyanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Jawab dulu pertanyaanku, baru aku akan mengabulkan permintaanmu" kataku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Engkau  telah melihat sendiri betapa banyak cobaan Allah atasku, akan tetapi  segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia… bukankah  Allah memberiku akal sehat, yg dengannya aku bisa memahami dan  berfikir…?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Betul" jawabku. lalu katanya: "Berapa banyak orang yang gila?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Banyak juga" jawabku. "Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia" jawabnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bukankah  Allah memberiku pendengaran, yg dengannya aku bisa mendengar adzan,  memahami ucapan, dan mengetahui apa yg terjadi di sekelilingku?"  tanyanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Iya benar", jawabku. "Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas orang banyak tsb" jawabnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Betapa banyak orang yang tuli tak mendengar…?" katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Banyak juga…" jawabku. "Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas orang banyak tsb", katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bukankah Allah memberiku lisan yg dengannya aku bisa berdzikir dan menjelaskan keinginanku?" tanyanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Iya benar" jawabku. "Lantas berapa banyak orang yg bisu tidak bisa bicara?" tanyanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Wah, banyak itu" jawabku. "Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas orang banyak tsb" jawabnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Bukankah  Allah telah menjadikanku seorang muslim yg menyembah-Nya… mengharap  pahala dari-Nya… dan bersabar atas musibahku?" tanyanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Iya  benar" jawabku. lalu katanya: "Padahal berapa banyak orang yg menyembah  berhala, salib, dan sebagainya dan mereka juga sakit? Mereka merugi di  dunia dan akhirat…!!"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Banyak sekali", jawabku. "Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas orang banyak tsb" katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pak  tua terus menyebut kenikmatan Allah atas dirinya satu-persatu… dan aku  semakin takjub dengan &amp;nbsp;kekuatan imannya. Ia begitu mantap keyakinannya  dan begitu rela terhadap pemberian Allah…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Betapa banyak  pesakitan selain beliau, yg musibahnya tidak sampai seperempat dari  musibah beliau… mereka ada yg lumpuh, ada yg kehilangan penglihatan dan  pendengaran, ada juga yg kehilangan organ tubuhnya… tapi bila  dibandingkan dengan orang ini, maka mereka tergolong 'sehat'. Pun  demikian, mereka meronta-ronta, mengeluh, dan menangis sejadi-jadinya…  mereka amat tidak sabar dan tipis keimanannya terhadap balasan Allah  atas musibah yg menimpa mereka, padahal pahala tersebut demikian besar…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku pun menyelami fikiranku makin jauh… hingga akhirnya khayalanku terputus saat pak tua mengatakan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Hmmm, bolehkah kusebutkan permintaanku sekarang… maukah kamu mengabulkannya?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Iya.. apa permintaanmu?" kataku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka  ia menundukkan kepalanya sejenak seraya menahan tangis.. ia berkata:  "Tidak ada lagi yg tersisa dari keluargaku melainkan seorang bocah  berumur 14 tahun… dia lah yg memberiku makan dan minum, serta mewudhukan  aku dan mengurusi segala keperluanku… sejak tadi malam ia keluar  mencari makanan untukku dan belum kembali hingga kini. Aku tak tahu  apakah ia masih hidup dan diharapkan kepulangannya, ataukah telah tiada  dan kulupakan saja… dan kamu tahu sendiri keadaanku yg tua renta dan  buta, yg tidak bisa mencarinya…"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka kutanya ciri-ciri anak tersebut dan ia menyebutkannya, maka aku berjanji akan mencarikan bocah tersebut untuknya…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku pun meninggalkannya dan tak tahu bagaimana mencari bocah tersebut… aku tak tahu harus memulai dari arah mana…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun  tatkala aku berjalan dan bertanya-tanya kepada orang sekitar tentang si  bocah, nampaklah olehku dari kejauhan sebuah bukit kecil yang tak jauh  letaknya dari kemah si pak tua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di atas bukit tersebut ada  sekawanan burung gagak yg mengerumuni sesuatu… maka segeralah terbetik  di benakku bahwa burung tersebut tidak lah berkerumun kecuali pada  bangkai, atau sisa makanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku pun mendaki bukit tersebut dan mendatangi kawanan gagak tadi hingga mereka berhamburan terbang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tatkala  kudatangi lokasi tersebut, ternyata si bocah telah tewas dengan badan  terpotong-potong… rupanya seekor serigala telah menerkamnya dan memakan  sebagian dari tubuhnya, lalu meninggalkan sisanya untuk burung-burung…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku lebih sedih memikirkan nasib pak tua dari pada nasib si bocah…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku pun turun dari bukit… dan melangkahkan kakiku dengan berat menahan kesedihan yg mendalam…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Haruskah kutinggalkan pak Tua menghadapi nasibnya sendirian… ataukah kudatangi dia dan kukabarkan nasib anaknya kepadanya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku berjalan menujuk kemah pak Tua… aku bingung harus mengatakan apa dan mulai dari mana?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu  terlintaslah di benakku akan kisah Nabi Ayyub 'alaihissalaam… maka  kutemui pak Tua itu dan ia masih dalam kondisi yg memprihatinkan seperti  saat kutinggalkan. Kuucapkan salam kepadanya, dan pak Tua yg malang ini  demikian rindu ingin melihat anaknya… ia mendahuluiku dengan bertanya:  "Di mana si bocah?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun kataku: "Jawablah terlebih dahulu… siapakah yg lebih dicintai Allah: engkau atau Ayyub 'alaihissalaam?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tentu Ayyub 'alaihissalaam lebih dicintai Allah" jawabnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Lantas siapakah di antara kalian yg lebih berat ujiannya?" tanyaku kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Tentu Ayyub…" jawabnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kalau  begitu, berharaplah pahala dari Allah karena aku mendapati anakmu telah  tewas di lereng gunung… ia diterkam oleh serigala dan dikoyak-koyak  tubuhnya…" jawabku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka pak Tua pun tersedak-sedak seraya  berkata: "Laa ilaaha illallaaah…" dan aku berusaha meringankan  musibahnya dan menyabarkannya… namun sedakannya semakin keras hingga aku  mulai menalqinkan kalimat syahadat kepadanya… hingga akhirnya ia  meninggal dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia wafat di hadapanku, lalu kututupi  jasadnya dengan selimut yg ada di bawahnya… lalu aku keluar untuk  mencari orang yg membantuku mengurus jenazahnya…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka  kudapati ada tiga orang yg mengendarai unta mereka… nampaknya mereka  adalah para musafir, maka kupanggil mereka dan mereka datang  menghampiriku…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kukatakan: "Maukah kalian menerima pahala  yg Allah giring kepada kalian? Di sini ada seorang muslim yg wafat dan  dia tidak punya siapa-siapa yg mengurusinya… maukah kalian menolongku  memandikan, mengafani dan menguburkannya?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Iya.." jawab mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka  pun masuk ke dalam kemah menghampiri mayat pak Tua untuk  memindahkannya… namun ketika mereka menyingkap wajahnya, mereka saling  berteriak: "Abu Qilabah… Abu Qilabah…!!"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata Abu  Qilabah adalah salah seorang ulama mereka, akan tetapi waktu silih  berganti dan ia dirundung berbagai musibah hingga menyendiri dari  masyarakat dalam sebuah kemah lusuh…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami pun menunaikan kewajiban kami atasnya dan menguburkannya, kemudian aku kembali bersama mereka ke Madinah…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malamnya  aku bermimpi melihat Abu Qilabah dengan penampilan indah… ia mengenakan  gamis putih dengan badan yg sempurna… ia berjalan-jalan di tanah yg  hijau… maka aku bertanya kepadanya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Hai Abu Qilabah… apa yg menjadikanmu seperti yg kulihat ini?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka jawabnya: "Allah telah memasukkanku ke dalam Jannah, dan dikatakan kepadaku di dalamnya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;( &lt;font size="3"&gt;سلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار&lt;/font&gt; )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam sejahtera atasmu sebagai balasan atas kesabaranmu… maka (inilah Surga) sebaik-baik tempat kembali&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kisah ini diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Hibban&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalam kitabnya: "Ats Tsiqaat" dengan penyesuaian.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;**Artikel ini didapat dari Notes seorang sahabat di Facebook, smg jadi buah amalan untuk setiap insan yg membacanya.**&lt;br&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Dan ketahuilah,engkau diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia fana ini. Untuk sirna, bukan  untuk abadi. Untuk mati, bukan untuk hidup selamanya. Bahwa posisimu adalah posisi berangkat untuk mengumpulkan bekal. Dan, bahwa engkau tengah berjalan menuju akhirat. Bahwa engkau tengah dikejar oleh kematian. Tidak ada makhluk yang dapat lari dari kematian. Karena itu, hati-hatilah selalu dengan kematian. Jangan sampai engkau dijemput kematian ketika engkau tengah dalam kondisi iman yang buruk." &lt;br&gt;(Ali bin Abi Thalib RA)&lt;br&gt;&lt;div&gt;-------------------------&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2584609643642491291?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2584609643642491291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2584609643642491291&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2584609643642491291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2584609643642491291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/05/balasan-nan-indah.html' title='Balasan Nan Indah'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-8606476549313106690</id><published>2011-05-20T00:35:00.001+02:00</published><updated>2011-05-20T00:38:07.485+02:00</updated><title type='text'>Saat Sel Tubuh Menjadi Saksi</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.islamedia.web.id/2011/05/saat-sel-tubuh-menjadi-saksi.html?sms_ss=blogger&amp;amp;at_xt=4dd59afadcb856e1%2C0"&gt;Saat Sel Tubuh Menjadi Saksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Islamedia - Ini berita yang dimuat di detik.com tahun 2008, yang masih saya simpan dengan rapi karena sangat menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sonny Graham, setelah menderita penyakit jantung kronis mendapatkan donor transplantasi jantung dari Terry Cottle, pria 33 tahun yang tewas bunuh diri dengan menembak kepalanya. Operasi ini berjalan sukses, 12 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama, Graham menghubungi pihak badan donor organ, ia ingin mengucapkan terima kasih pada pihak keluarga donor. Dia lalu mendapatkan alamat keluarga Cottle. Graham menulis surat untuk janda Cottle, Cheryl (39). Tak berapa lama kemudian mereka saling jatuh cinta dan menikah pada tahun 2004. Mereka tinggal di Georgia, AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel di koran tahun 2006, Graham bercerita bahwa ia merasakan kedekatan instan yang tak biasa saat bertemu Cheryl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya seperti telah mengenalnya bertahun-tahun. Saya tak bisa memalingkan pandangan saya darinya. Saya terus menatapnya,” tutur Graham, 69 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang, kehidupan Cheryl kembali mengalami tragedi. Graham yang telah menjadi suaminya, melakukan hal yang persis sama dilakukan mendiang suaminya dulu, Cottle. Graham tewas bunuh diri! Dengan pistol, dia menembak kepalanya sendiri, persis sama yang dilakukan Cottle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Graham sangat membingungkan teman-temannya. Mereka tidak melihat tanda2 depresi pada Graham sebelum kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ilmuwan, ada lebih 70 kasus yang dilaporkan dari pasien tranplantasi yang meniru sebagian kepribadian pendonor organ.&lt;br /&gt;So what?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan Graham meniru persis tindakan Cottle?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada sel-sel jantung yang dia dapat dari Cottle telah ada rekam jejak perilakunya dari awal hidup hingga akhir hayatnya, termasuk cara dia menghabisi nyawanya sendiri. Memori pada sel2 jantung ini yang tetap bekerja pada tubuh Graham, sehingga dia langsung mencintai Terry, menikahinya, lalu meninggal dengan cara yang persis sama seperti pemilik jantung aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sel tubuh kita ibarat hard disk yang merekam dengan baik semua ucapan, pikiran, perbuatan kita. Memori ini sudah tergores di sana, dan siap dipanggil kapan saja. Meskipun terdelete, mudah saja bagi ahli komputer untuk melacak bekas-bekas data yang sudah terlanjur masuk dalam hard disk, dengan bahasa simbol tertentu (yang saya sebagai orang awam programming tentu tak paham).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena sel tubuh kita itu mampu merekam jejak apapun yang mampu kita lakukan, maka, sangat logis untuk membayangkan anggota tubuh kita akan mudah saja, tidak keliru satu titik pun saat menjadi saksi tentang segala perbuatan yang pernah kita lakukan, nanti di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, memang keburukan, selalu meninggalkan bekas yang tak hilang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti riwayat yang terkenal tentang seorang sholeh dengan anaknya. Si anak yang bengal, membuat sang ayah bersedih hati. Setiap satu kemaksiatan yang dilakukan anaknya dia tancapkan paku di tembok rumahnya. Dia terus berdoa dan berupaya agar suatu saat anaknya bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, Allah membukakan pintu hati si anak. Dia mulai menginsyafi kesalahannya. Pelan-pelan dia mencoba memperbaiki diri dengan kebaikan, Sang ayah yang bahagia melihat perubahan perilaku anaknya, bertahap mencabuti paku di tembok. Setiap satu perbuatan baik dilakukan anaknya, dicabutlah 1 paku dari tembok. Begitu seterusnya, hingga paku-paku di tembok tercabuti semua, karena si anak banyak melakukan perbuatan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, meski paku telah tercabut semua, si anak tetap saja bersedih. Sang ayah yang heran  kenapa anaknya tetap saja bersedih, bertanya,”Bukankah seluruh paku telah tecabut semua anakku? Bukankah kebaikan yang kau tabung telah menghapus keburukan-keburukanmu dulu?”&lt;br /&gt;Si anak menjawab masgul, ”Betul ayah. Memang paku-paku keburukan itu telah tercabut semua. Namun lihatlah ayah, tembok bekas tempat tertancapnya paku2-paku tadi, kini menjadi berlubang-lubang, tidak mungkin bisa indah dan halus lagi seperti semula. Bekas kelakuan burukku, tak kan pernah terhapus, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayaaaahh.. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita tak menyadari hal ini? Bahwa keburukan tetap berbekas, sungguh pun usaha untuk menutupinya dengan kebaikan akan terus coba diupayakan? Apalagi jika tanpa ditutup dengan kebaikan, Astaghfirullah...., akan seperti apa persaksian untuk kita di hari pengadilan nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat saya dengan syair lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata - Chrisye:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang hari&lt;br /&gt;Mulut dikunci&lt;br /&gt;Kata tak ada lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tiba masa&lt;br /&gt;Tak ada suara&lt;br /&gt;Dari mulut kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata tangan kita&lt;br /&gt;Tentang apa yang dilakukannya&lt;br /&gt;Berkata kaki kita&lt;br /&gt;Kemana saja dia melangkahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu kita&lt;br /&gt;Bila harinya&lt;br /&gt;Tanggung jawab tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana&lt;br /&gt;Tangan kami&lt;br /&gt;Kaki kami&lt;br /&gt;Mulut kami&lt;br /&gt;Mata hati kami&lt;br /&gt;Luruskanlah&lt;br /&gt;Kukuhkanlah&lt;br /&gt;dijalan cahaya&lt;br /&gt;Sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon karunia&lt;br /&gt;Kepada kami&lt;br /&gt;Hamba-Mu yang hina&lt;br /&gt;Duhai, terbayang betapa malunya saat borok-borok diri dibuka satu-persatu di depan umat manusia sejagad. Tak cukup tangan dan kaki yang menjadi saksi dari kenistaan diri, tapi juga rambut, perut jemari, telinga,kuku.. .. semua anggota tubuh, hingga sel-sel yang bermilyar2 itu. Mereka dengan gemuruh akan berkata, bersumpah tentang apa yang telah mereka lakukan. Dan mulut pun terkunci tak mampu menyangkalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan yang berani menjamah atau mengambil sesuatu yang haram baginya, kaki yang berani melangkah ke tempat maksiat, telinga yang terbiasa mendengarkan gunjingan, gosip atau hiburan yang merusak hati, mata yang terbiasa melihat aurat orang lain diumbar, perut yang tidak lagi mampu menyeleksi mana makanan haram mana halal, jemari yang memberikan kesaksian palsu lewat tulisan atau tanda tangan, lintasan hati yang gak keruan atau menduakan cintaNya....semua! Semua bagian tubuh, hingga sel-sel tubuh yang terkecil sekalipun, akan berlomba-lomba memberikan kesaksiannya. Astaghfirullah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robbana dzolamnaa anfusana, wainlam taghfirlanaa&lt;br /&gt;watarhamnaa lanakuu nanna minal khoosiriin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Pamulang, 21 April 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukti Amini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-8606476549313106690?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.islamedia.web.id/2011/05/saat-sel-tubuh-menjadi-saksi.html?sms_ss=blogger&amp;at_xt=4dd59afadcb856e1%2C0' title='Saat Sel Tubuh Menjadi Saksi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/8606476549313106690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=8606476549313106690&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8606476549313106690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8606476549313106690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/05/islamedia-media-informasi-islami-saat.html' title='Saat Sel Tubuh Menjadi Saksi'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2988754537685613984</id><published>2011-05-16T07:50:00.000+02:00</published><updated>2011-05-16T07:50:22.036+02:00</updated><title type='text'>Putu Ayu</title><content type='html'>Hangat-hangat buat sarapan enak banget, apalagi sambil minum secangkir hot chocolate. Buat teman ngeteh sore-sore juga oke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;250 gram terigu protein sedang, ayak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;125 gram gula pasir (silahkan ditambah klo suka lebih manis)&lt;br /&gt;4 buitr telur&lt;br /&gt;1 sdt cake emulsifier (SP/TBM/Ovalette) ~ Klo ga ada bisa diskip asal ngocok telurnya sampai benar-benar kental&lt;br /&gt;1/4 sdt garam&lt;br /&gt;1/4 sdt vanili bubuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 lembar daun pandan, sobek-sobek&lt;br /&gt;200 ml santan sedang&lt;br /&gt;1 sdt pasta pandan&lt;br /&gt;Beberapa tetes pewarna hijau jika diperlukan (aku gak pakai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelapa parut yang agak muda secukupnya (skitar 100 gram)&lt;br /&gt;Sejumput garam&lt;br /&gt;Sedikit vanili bubuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siapkan cetakan, olesi dengan sedikit minyak. Sisihkan.&lt;br /&gt;2. Kukus kelapa parut dengan garam dan vanili bubuk. Angkat. Dinginkan.&lt;br /&gt;3. Tata kelapa parut di dasar cetakan, tekan agar padat. Sisihkan.&lt;br /&gt;4. Masak santan bersama daun pandan hingga panas cukup sekali mendidih saja. Matikan api. Buang daun pandannya. Dinginkan. Masukkan pasta pandan dan pewarna hijau. Aduk rata. Sisihkan.&lt;br /&gt;5. Kocok telur, gula pasir, cake emulsifier, garam dan vanili bubuk dengan mixer kecepatan sedang hingga MENGEMBANG, PUTIH, KENTAL dan KAKU.&lt;br /&gt;6. Masukkan terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk merata atau gunakan mixer kecepatan paling rendah.&lt;br /&gt;7. Masukkan larutan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan spatula karet dengan teknik aduk balik. Sampai benar-benar merata.&lt;br /&gt;8. Panaskan kukusan dengan api besar. Bungkus tutup kukusan dengan kain atau serbet yang bagus menyerap airnya.&lt;br /&gt;9. Masukkan adonan ke dalam cetakan yang sudah diberi kelapa parut. Tuang hingga hampir penuh (adonan cukup kental jadi gak akan meleber keluar cetakan kok)&lt;br /&gt;10. Kukus dengan api sedang selama 20 menit atau sampai matang. Angkat. Keluarkan dari cetakan. Sajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;- Agar kue mengembang sempurna dan empuk pengocokan telur harus sampai benar-benar KENTAL dan agak KAKU.&lt;br /&gt;- Klo ga punya cetakannya, berdayakan apa yang ada aja deh. Pake cetakan cup cake yang satuan juga oke. Mau dibikin di loyang yang besar juga oke, setelah matang tinggal dipotong-potong. Tapi klo di loyang besar jangan dituang terlalu tinggi nanti susah matang. Tuang setengah tinggi loyang aja.&lt;br /&gt;- Agar kue tidak menjadi kering, setelah matang dan didinginkan, simpan dalam wadah tertutup ata kemas dengan plastik makanan.&lt;br /&gt;source:http://ricke-ordinarykitchen.blogspot.com/2010/11/putu-ayu.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2988754537685613984?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2988754537685613984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2988754537685613984&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2988754537685613984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2988754537685613984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/05/putu-ayu.html' title='Putu Ayu'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-9197780559462229962</id><published>2011-05-09T15:25:00.000+02:00</published><updated>2011-05-09T15:25:07.732+02:00</updated><title type='text'>JAUHILAH MAKSIAT WAHAI MUJAHID</title><content type='html'>JAUHILAH MAKSIAT WAHAI MUJAHID (nasehat dari hamba Allah yang faqir untuk para Mujahid penolong Sunnah dan Tauhid)&lt;br /&gt;April 12, 2011 10:26 am&lt;br /&gt;Oleh : Ustadz Fuadz Al Hazimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    DIENUL ISLAM ADALAH NASEHAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dienul Islam adalah Nasehat”. kami bertanya : “Milik (bagi) siapakah ya Rasulullah ?” Rasulullah menjawab : “Milik Allah, Kitab-Nya (Al Qur’an), Rasul-Nya dan juga kaum muslimin, baik  para  pemimpinnya maupun orang-orang awam”. (HR Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang diajarkan oleh Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam suri teladan kita, agar kita saling memberi nasehat  menuju ketaqwaan dan kebajikan  dan ini pula yang mendorong penulis untuk menyusun nasehat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mengampuni kelemahan penulis dan kekurangannya dalam memadukan antara ilmu dan amal, antara tulisan dan tindakan. Semoga nasehat ini bermanfaat bagi penulis dan keluarga khususnya, dan juga bagi kaum muslimin seluruhnya. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِلَهِى لاَ تُعَذِّبْنىِ فإَِنِّى              مُقِرّاً بِالَّذِى قَدْ كاَنَ مِنِّى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَظُنُّ النّاَسُ بِى خَيْراً فَإِنِّى    لَشَرُّ الْخَلْقِ لَوْ لَمْ تَعْفُ عَنِّى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَماَ لِي حِيْلَةٌ إِلاَّ رَجاَئِيْ    وَعَفْوَكَ إِنْ عَفَوْتَ وَحُسْنَ ظَنِّي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah….  janganlah Engkau siksa diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena aku telah mengakui segala dosa-dosaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia menyangka diriku adalah orang baik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal akulah se buruk-buruk makhluk-Mu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Engkau tak  sudi Mengampuniku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi dayaku selain mengharap rahmat dan ampunan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta husnudzdzon akan belas kasih-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    IMAN ADALAH KEKUATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit dari kita yang merasa bahwa kekuatan fisik, besarnya jumlah pasukan dan canggihnya peralatan lah yang akan membuat kita menang atas musuh-musuh kita. Padahal fakta di medan jihad di berbagai belahan bumi Allah ini telah membuktikan bahwa semua itu tidak ada artinya sama sekali di depan para mujahidin yang hanya bersenjatakan perlengkapan seadanya, namun mereka memiliki kekuatan yang luar biasa : Iman dan Islam yang kuat menghunjam di dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Rawahah Rodhiyallohu ‘anhu , salah seorang shahabat pemberani yang syahid di perang Mu’tah mengingatkan kita dari mana sesungguhnya sumber kekuatan seorang mukmin dalam membela Dienul Islam dan menegakkan Syari’ah-Nya. Beliau berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita berjihad melawan musuh-musuh Allah bukan dengan mengandalkan kekuatan kita, bukan pula besarnya jumlah pasukan kita, kita berperang hanya berbekal Dienul Islam yang kita pegang  sekuat tenaga dan penuh keteguhan jiwa, dengan Islam itulah Allah telah memuliakan dan memenangkan kita semua”. [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat ini seharusnya menyadarkan kita agar kita benar-benar memegang kuat Dienul Islam serta menjaga  syari’ah Allah melebihi kuatnya seorang mujahid memegang erat senjatanya di kala perang berkecamuk. Manakala sedikit saja kita lengah dan terlena dalam memegang Dienul Islam, saat itu juga hilang segala harapan kita untuk mendapatkan pertolongan Allah, bahkan tak akan ada lagi asa yang tersisa untuk memperoleh kejayaan dan kemenangan. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan pertolongan-Nya hanya bagi mereka yang benar-benar taat  pada syari’ah-Nya, ikhlas dalam berjuang, memenuhi semua hal yang yang menjadi syarat-syarat datangnya pertolongan, berpegang teguh pada Dienul Islam dan hanya bertawakkal kepada-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (Dien)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (QS Al Hajj 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul Mukminin, Umar Bin Khattab Rodhiyallohu ‘anhu lebih takut terhadap maksiat yang dilakukan pasukannya dibandingkan dengan besarnya jumlah pasukan musuh. Sehingga beliau selalu mengingatkan pasukannya : “Jika kita tidak memperoleh kemenangan disebabkan ketaatan kita kepada Allah, pastilah musuh-musuh kita akan mengalahkan kita dengan kekuatan mereka”. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    BALASAN MAKSIAT DATANG SECEPAT KILAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit dari kita menyangka bahwa Allah akan memberikan toleransi kepada kita manakala kita bermaksiat kepada-Nya karena merasa bahwa kita telah sekian lama berkomitmen pada Syari’ah-Nya dan tidak pernah lelah sepanjang waktu berjuang dan beramal demi tegaknya Syari’ah Allah di bumi ini. Sedangkan maksiat yang kita lakukan itu hanyalah dosa kecil yang –kita sangka- pasti akan diampuni oleh Allah. Padahal yang sebenarnya terjadi tidaklah demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seorang mujahid telah menganggap remeh maksiat dan dosa yang dilakukannya atau menganggap dirinya mendapatkan toleransi untuk berada dalam wilayah syubhat, sesungguhnya ia akan mendapatkan balasan maksiat itu dari Allah dengan serta merta melebihi cepatnya balasan yang ditimpakan Allah kepada orang lain. Inilah yang tidak pernah terpikir dalam benak sebagian besar ikhwah mujahid dan para aktivis penegakan syari’ah di negeri ini. Mereka terlena dengan banyak perbuatan yang sia-sia, bersenda gurau terlalu berlebihan seakan-akan masalah dan problematika umat ini bisa diselesaikan dengan senda gurau, berlarut-larut dengan perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya, merasa dirinya atau jama’ahnya lah yang paling benar dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala kita bemaksiat kepada Allah, kita tidak pernah menyangka akan secepat kilat Allah membalas maksiat itu. Padahal jika kita memahami hakikat Dienul Islam, pastilah kita akan tahu bahwa Allah amat sangat “cemburu” Melihat hamba-hamba pilihan-Nya terlena dalam kemaksiatan dan syubhat, sehingga tanpa menunda waktu lagi Allah langsung mengingatkan mereka. Apalagi seharusnya mereka adalah orang-orang yang paling takut melakukan maksiat, paling jauh dari syubhat dan paling menghindari dosa-dosa, bahkan dosa kecil sekalipun. Karena mereka adalah orang-orang yang senantiasa mengingatkan ummat agar menjauhi maksiat dan dosa-dosa, tetapi mereka justru terlena dan berkubang di dalamnya. Maka wajar lah jika balasan Allah sangat cepat bahkan melebihi cepatnya balasan yang Allah timpakan kepada musuh-musuh Islam dan orang-orang yang melampaui batas dan kufur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang melakukan kejahatan (maksiat dan dosa), niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah”. (QS An Nisa’ 123)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para shahabat menyatakan bahwa inilah ayat Al Qur’an yang paling berat bagi mereka, sebagaimana diriwayatkan  oleh Ibnu Abi Hatim bahwa Aisyah mengatakan kepada Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam bahwa inilah ayat Al Qur’an yang terasa paling berat bagi dirinya. [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    DAMPAK MAKSIAT BAGI JIWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Jauzi menjelaskan tentang dampak maksiat bagi jiwa seseorang : “Dan di antara contoh keajaiban balasan maksiat di dunia adalah ketika saudara-saudara Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam mencelakakannya serta menjualnya dengan harga yang sangat rendah, tidak berapa lama Allah menghinakan mereka dengan menjadikan mereka  peminta-minta di hadapan Yusuf, orang yang telah mereka celakakan. Al Qur’an menceritakan kisah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata : Hai Al Aziz (Yusuf), kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah takaran untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah.” (QS Yusuf 88) [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian Allah butakan mata hatinya dan ia menjadi berat untuk tahajjud, serta matanya sulit menghayati ayat-ayat Al Qur’an dan menangisi dosa-dosa dan sebagainya, lalu Allah hilangkan kejernihan dan kepekaan jiwanya. Atau ia dengan gampang mengkonsumsi makanan yang berasal dari , (nurani) orang itu. Atau membiarkan mulutnya mengatakan ucapan-ucapan kasar, jorok, Kadangkala balasan itu bukan bersifat fisik seperti sakit, bangkrut, bencana alam dan sebagainya tetapi justru berupa balasan maknawi. Kita saksikan betapa banyak orang yang membiarkan matanya jelalatan memandang hal-hal yang diharamkan Allah, kemudian tanpa disadarinya Allah telah mencabut cahaya-Nya dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula dampak yang tidak kalah berbahaya, yaitu dengan menjadikannya bergelimang maksiat, karena dosa kecil atau maksiat yang diremehkannya telah menyebabkan dirinya terseret ke jurang kemaksiatan lainnya. Sesungguhnya maksiat yang dilakukan oleh seseorang setelah ia melakukan satu maksiat adalah balasan Allah atas maksiat yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula orang yang merasa bahwa setelah ia melakukan maksiat ternyata tidak terjadi sesuatu pun pada dirinya, harta dan keluarganya. Sesungguhnya ia tidak sadar bahwa kelalaiannya akan balasan dari Allah adalah balasan atas dosa-dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa seorang pendeta Bani Israil pernah bermunajat kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah betapa banyak aku telah bermaksiat kepada-Mu namun Engkau tidak sedikit pun menimpakan balasan atas diriku”. Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi yang diutus saat itu : “Katakan kepadanya : “Betapa besarnya balasan yang telah Aku timpakan kepadamu, sedangkan engkau tidak menyadarinya. Bukankah Aku telah mengharamkan bagimu manisnya beribadah kepada-Ku, sehingga engkau tak pernah lagi merasakan nikmatnya bermunajat kepada-Ku”. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda’ Radhiyallohu ‘anhu berkata : “Hindarkan diri kalian dari kebencian orang-orang mukmin terhadap kalian. Tahukah kalian apa sebabnya ? Sesungguhnya jika seorang hamba Allah telah banyak berbuat maksiat kepada Rabb nya, maka Allah akan melontarkan kebencian-Nya ke dalam hati orang-orang mukmin (agar mereka benci terhadap orang itu) dengan tanpa disadari orang itu” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada yang bertanya kepada Wuhaib bin Al Warad, seorang ulama salaf : “Apakah orang yang banyak maksiat dapat merasakan nikmatnya ibadah ? beliau menjawab : “Jangankan yang banyak bermaksiat, bahkan yang baru berniat untuk bermaksiat saja tidak akan merasakan nikmatnya ibadah” [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    MAKSIAT SESEORANG, BERDAMPAK BAGI KAUM MUSLIMIN SECARA KESELURUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya , dampak dari maksiat yang dilakukan oleh seseorang, bukan hanya ditimpakan Allah atas dirinya saja, tetapi juga kepada seluruh jama’ah, tandzim dan bahkan kepada  seluruh kaum muslimin. Ujian dan cobaan yang Allah timpakan kepada suatu tandzim, bukan tidak mungkin adalah sebagai akibat dari maksiat  yang dilakukan oleh segelintir orang. Semakin besar maksiat dan dosa yang dilakukan, akan semakin besar pula balasan yang Allah timpakan kepada mereka. Lebih-lebih jika yang melakukan maksiat itu adalah mereka yang diberi amanah sebagai pemimpin, atau yang dipercaya menjadi teladan bagi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang sangat jarang disadari sebagai maksiat yang tidak kecil adalah sikap kita membiarkan kemungkaran terjadi di depan mata kita yang justru dilakukan oleh saudara kita sesama aktifis Jihad. Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan peliharalah dirimu dari pada bencana yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. (QS Al Anfal 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Uhud telah memberikan pelajaran yang amat sangat berharga kepada kita, bahwa maksiat yang dilakukan oleh sebagian kecil kaum muslimin telah menyebabkan bencana pada seluruh umat Islam. Betapa dahsyatnya dampak yang Allah perlihatkan kepada kita atas ketidak patuhan para pemanah yang diperintahkan oleh Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam agar tetap pada posisi mereka di atas bukit Uhud walau apapun yang terjadi di medan tempur di bawah mereka. Meskipun jumlah mereka tidak lebih dari 4 persen dari seluruh pasukan Islam, lihatlah dampak maksiat mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh puluh shahabat pilihan gugur syahid, tubuh mereka dicincang-cincang, perut mereka dirobek-robek bahkan jantung Hamzah bin Abdul Muthallib dicabut dari tubuhnya yang suci. Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam robek pipinya dan patah beberapa giginya terkena anak panah musuh. Namun meskipun demikian Allah telah mengampuni mereka semua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa’at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu (agar tetap pada posisi mereka) dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai (harta rampasan perang). Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka (Maksudnya: kaum muslimin tidak berhasil mengalahkan mereka) untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman”. (QS Ali Imran 152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al Bashri : “Bagaimana mungkin Allah akan memaafkan mereka, sedangkan perbuatan mereka telah mengakibatkan gugurnya 70 orang shahabat ?”. Beliau menjawab : “Kalau bukan karena ampunan Allah, pastilah Allah telah membinasakan mereka semuanya tanpa tersisa”. [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak dan balasan yang Allah timpakan kepada kaum muslimin bukan karena mereka semua bermaksiat kepada-Nya tetapi hanya karena segelintir saja dari mereka yang bermaksiat. Ternyata balasan yang Allah berikan sungguh luar biasa. Sehingga kalau bukan karena Maha Pengampun nya Allah, pastilah mereka akan dibinasakan seluruhnya tanpa tersisa (700 orang shahabat seluruhnya, bukan hanya 70 orang saja.. !!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan dan gugurnya banyak shahabat seperti di perang Uhud terulang kembali pada perang Hunain. Saat itu jumlah pasukan muslimin jauh lebih banyak dibandingkan jumlah pasukan musuh. Sehingga sebagian mereka begitu yakin akan memenangkan pertempuran karena tidak berimbangnya kekuatan. Mereka lupa bahwa kemenangan-kemenangan yang mereka dapatkan dalam berbagai pertempuran semata-mata karena pertolongan Allah, bukan karena yang lain. Saking yakinnya, sampai-sampai di antara mereka ada yang berkata :  “Saat ini tidak mungkin kita dapat dikalahkan karena jumlah kita begitu besar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terjadilah peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya pada perang Uhud. Bumi yang luas seakan menjadi sempit bagi kaum muslimin, pasukan yang besar seakan tidak berarti apapun dan para shahabat pun berguguran syahid satu demi satu, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai kaum mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) akan perang Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai”. (QS At Taubah 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau shahabat yang begitu berhati-hati terhadap syubhat dan sangat kuat memegang syari’ah-Nya pun dapat terpeleset dalam maksiat seperti ini lalu bagaimanakah dengan kita yang setiap hari bergelimang dosa bergulat dengan maksiat ? Allahul Musta’an, hanya kepada Allah lah kita sepantasnya memohon perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    BERBANGGA  DENGAN KELOMPOK : BENCANA SEBELUM DATANGNYA BENCANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS Al Anfal 46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya (Dien tauhid) ini, adalah Dien kamu semua, Dien yang satu, dan Aku adalah Rabb-mu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan Dien mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)”. (QS Al Mukminun 52 -53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Atsir menyebutkan dalam Al Kamil Fit Tarikh tentang peristiwa yang memilukan hati berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada tahun 548 Hijriyyah, pasukan kerajaan Prancis mengepung kota Asqalan, Mesir selama 40 hari 40 malam, namun ternyata penduduk kota itu tetap sabar dan istiqomah menjaga setiap sudut benteng sehingga pasukan Prancis tidak mampu menembus sejengkal pun pintu gerbang kota itu. Bahkan karena putus asa, pasukan Prancis mulai kehilangan semangat tempur mereka sehingga ketika hal itu diketahui oleh pasukan muslim, mereka pun segera mengatur strategi untuk menyergap musuh yang berkemah di perbatasan kota Asqalan. Atas pertolongan Allah, pasukan Prancis dapat dipukul mundur keluar jauh dari kota. Namun ketika mereka bergegas hendak meninggalkan Asqalan, mendadak datang berita dari mata-mata mereka bahwa kaum muslimin di dalam kota Asqalan sedang bertikai sesama mereka, hingga terjadi pertumpahan darah dan tidak sedikit yang tewas karenanya. Sungguh menyedihkan, kaum muslimin justru saling bertikai hanya gara-gara masing-masing kelompok merasa paling berjasa dala006D memukul mundur pasukan Prancis. Mereka merasa bahwa kemenangan ini adalah atas jasa kelompok mereka sedang kelompok lain hanya diam saja demikian pula yang lain merasa sebaliknya. Terjadilah perang saudara antara kaum muslimin di kota Asqalan dan akhirnya……. dengan mudah pasukan Prancis menaklukkan kota itu dan menjajahnya hingga berabad-abad”. [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai bashiroh (nurani)”. (QS Al Hasyr 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    NASEHAT PARA SHAHABAT  RODHIYALLOHU ‘ANHUM TENTANG MAKSIAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ali Bin Abi Thalib Rodhiyallohu ‘Anhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua yang halal (mubah) di dunia ini, kelak di akhirat akan diperhitungkan hisabnya, sedangkan yang haram, pasti akan mendapatkan azab atasnya”. [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang halal (mubah) pun kelak akan dihitung oleh Allah, Sang Maha Pembalas amal dan dosa, lalu bagaimana pula dengan yang syubhat apalagi yang haram dari ucapan kita, tingkah laku kita, makanan, minuman, pakaian dan rizki yang kita peroleh ? Padahal menghadapi audit dari manusia saja banyak orang sudah ketakutan akan terbongkar kecurangannya, apalagi di hadapan Yang Maha Melihat, Yang Maha Mengetahui. Allahul Mus’taan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Abdullah Bin Abbas Rodhiyallohu ‘anhuma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang yang berbuat dosa, janganlah engkau merasa aman dari dosa-dosamu. Ketahuilah bahwa akibat dari dosa yang engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dari dosa dan maksiat  itu sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah bahwa hilangnya rasa malu kepada malaikat yang menjaga di kiri kananmu saat engkau melakukan dosa dan maksiat, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat  itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya ketika engkau tertawa saat melakukan maksiat sedangkan engkau tidak tahu apa yang akan Allah lakukan atas kamu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat  itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kegembiraanmu saat engkau melakukan maksiat yang menurutmu menguntungkanmu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat  itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kesedihanmu saat engkau tidak bisa melakukan dosa dan maksiat yang biasanya engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dosanya dosanya dari dosa dan maksiat  itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah bahwa perasaan takut aib dan maksiatmu akan diketahui orang lain, sedangkan engkau tidak pernah merasa takut dengan Pandangan dan Pengawasan Allah, adalah jauh lebih besar dosanya dari aib dan maksiat  itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahukah engkau apa dosa Nabi Ayyub sehingga Allah mengujinya dengan sakit kulit yang sangat menjijikkan selama bertahun-tahun, ditinggalkan keluarganya dan habis harta bendanya ? Ujian Allah itu hanya disebabkan karena seorang miskin yang didzalimi datang meminta bantuan kepadanya, tetapi Nabi Ayyub tidak membantunya”. [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Abu Darda’ Rodhiyallohu ‘anhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat beliau menderita sakit sebelum beliau wafat, para shahabat beliau menjenguknya seraya bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Abu Darda’ sakit apa yang engkau rasakan saat ini ? Beliau menjawab : “aku merasakan sakit yang amat sangat akibat dosa-dosaku”. Para shahabat beliau bertanya lagi : “Lalu apa yang engkau inginkan saat ini ?” Beliau menjawab : “Hanya ampunan dari Rabb ku yang aku harapkan saat ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda’ Rodhiyallohu ‘anhu salah seorang shahabat yang terkenal sangat zuhud terhadap dunia dan sangat takut berbuat maksiat, merasa kesakitan di saat sakaratul maut akibat dosa-dosanya dan hanya satu yang diharapkannya yaitu maghfiroh dari Allah, lalu bagaimana dengan kita yang tidak pernah melakukan muhasabah (introspeksi) terhadap semua dosa dan kesalahan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Syidad Bin Aus Rodhiyallohu ‘anhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubadah bin Nasyi meriwayatkan : “Suatu hari aku menemui Ubadah Bin Aus di tempat ia biasa sholat, aku dapati ia sedang menangis tersedu-sedu. Lalu aku bertanya : “Wahai Abu Abdurrahman, apa yang telah membuatmu menangis ?”. Beliau menjawab : “Aku menangis karena teringat hadits Rasulullah, suatu hari aku bersama beliau, tiba-tiba aku lihat perubahan raut  wajah beliau, lalu aku bertanya : “Ya Rasulullah, apa yang membuatmu mengerutkan wajahmu ?”. “Aku takut terhadap perkara yang akan terjadi pada ummatku sepeninggalku”. Jawab Rasulullah. “Apakah perkara itu ya Rasulullah ?”. “Syirik dan syahwat yang tersembunyi (kecil)”. Jawab beliau. Lalu aku bertanya lagi : “Ya Rasulullah, apakah umatmu akan berbuat syirik sepeninggalmu ?”. “Wahai Syidad, mereka mungkin tidak menyembah matahari, bulan, berhala atau batu, tetapi mereka memamerkan amal ibadah mereka di hadapan manusia (riya’)”. Aku bertanya : “Ya Rasulullah, apakah riya’ termasuk syirik ? “Ya”, jawab beliau. “Lalu apakah yang dimaksud dengan syahwat yang tersembunyi”, tanyaku lagi. “Yaitu ketika seseorang telah berniat puasa sunnah di pagi hari, lalu di siang hari ia melihat berbagai macam godaan syahwat dunia (makan, minum, jima’ dsb –pen-)  lalu ia membatalkan puasanya. (Hadits Hasan Shahih Riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riya’ dan syahwat kecil telah membuat Syidad bin Aus Rodhiyallohu ‘anhu menangis tersedu-sedu, sedangkan kita justru sebaliknya, ghibah, namimah (adu domba) fitnah, dusta dan maksiat lainnya malah membuat kita tertawa-tawa gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Umar Bin Khattab Rodhiyallohu ‘anhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bermuhasabah lah kalian (menghitung-hitung kesalahan dan dosa) sebelum datang yaumul hisab (hari perhitungan amal), timbanglah amal kalian sebelum ditimbang Allah, dan bersiap-siaplah kalian akan datangnya hari di mana semua perbuatan akan diperlihatkan dan tidak ada satu pun yang tersembunyi, lalu beliau membaca ayat “Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabb-mu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah)”. (QS Al Haqqah 18) [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Umar selalu memukul-mukul badannya setiap kali beliau mengingat dosa-dosanya. [10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    CUKUPLAH SAKARATUL MAUTNYA RASULULLAH SEBAGAI IBROH BAGI KITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Aisyah Rodhiyallohu ‘anha bahwa menjelang wafatnya, Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam meletakkan tangannya ke dalam bejana yang diisi air lalu diusapkan ke wajahnya seraya bersabda : “La Ilaaha Illallah, sungguh setiap kematian akan merasakan pedihnya sakaratul maut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah Rodhiyallohu ‘anha mengatakan : “Sungguh aku belum pernah menyaksikan orang merasakan kesakitan melebihi rasa sakit yang dialami Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wasallam di saat sakaratul maut beliau”. (HR Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah) [11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kekasih Allah -yang atas izin Allah beliau akan memberikan syafa’at udzma kepada seluruh ummat manusia, yang di tangannya kunci surga, yang ma’shum dan diampuni seluruh dosa yang telah lalu dan yang akan datang- merasakan sakitnya sakaratul maut, bahkan belum pernah ada rasa sakit yang dilihat oleh Aisyah melebihi rasa sakit yang dialami Rasulullah saat maut menjemput beliau, lalu bagaimana dengan kita ? Hamba yang lemah, sombong dan bergelimang dengan dosa ini ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ وَحَبِيْبِناَ وأُسْوَتِناَ وَعَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ، عَدَدَ خَلْقِكَ وَرِضَى نَفْسِكَ، وَزِنَةَ عَرْشِكَ، وَمِدَاد كَلِمَاتِك، وَسَلِّمَ تَسْليِْماً كَثيِْراً.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah limpahkanlah sholawat atas pemimpin kami, kekasih kami, teladan kami, hamba dan Rasul-Mu Muhammad sebanyak makhluk ciptaan-Mu, sebesar Ridho-Mu (kepadanya), sholawat yang menjadi hiasan Arsy-Mu, dan sebanyak limpahan kasih sayang-mu dalam tanda-tanda kebesaran-Mu, dan limpahkanlah keselamatan yang tiada batasnya atas beliau”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلَّلهُمَّ إِلَيْكَ نَشْكُو ضُعْفَ قُوَّتِناَ.. وَقِلَّةَ حِيْلَتِناَ.. وَهَوَانَناَ عَلىَ النَّاسِ.. أَنْتَ رَبُّ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَأَنْتَ رَبُّناَ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, hanya kepada-Mu kami mengadukan lemahnya kekuatan kami, sedikitnya daya upaya kami dan betapa rendahnya kami di hadapan manusia (karena dosa-dosa kami). Engkaulah Rabb orang-orang yang teraniaya, Engkaulah Rabb kami dan Engkaulah Yang Maha Pengasih di antara yang mereka-mereka yang mengasihi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maha Suci Engkau Ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada Ilaah yang berhak diibadahi kecuali Engkau, aku memohon ampunan dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Allah akhir Dzulhijjah 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hamba yang lemah yang mencintai saudara-saudaranya karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Izzuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOOTNOTES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]  Shoidul Khotir Halaman 73&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]  Hilyatul Au;iya’ karangan Al Hafidz Abu Nuaim Al Ishfahani Juz 10 halaman 168&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]  Hilyatul Au;iya’ karangan Al Hafidz Abu Nuaim Al Ishfahani Juz 1 halaman 215&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]  Fathul Bari, Kitabul Iman : Ibnu Rajab juz 1/23, Hilyatul Auliya’ Juz 8 hal 144, Syu’abul Iman Al Baihaqi juz 5 hal 447&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]  Risalah Ila Kulli Man Ya’malu Lil Islam : DR. Najih Ibrahim, Mimbar Tauhid Wal jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]  Disarikan dari Al Kamil Fit Tarikh Ibnul Atsir juz 4 halaman 363&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]  Tafsir Ar Razi juz 12 hal 332&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]  Suwar min Hayatis Shohabah jilid 3 hal 60 – 61&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]  Tafsir Ibnu Katsir juz I hal 134&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10]  Tafsit At Tasturi juz I hal 210&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11]  Fathul Baari juz 12 hal 261&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-9197780559462229962?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/9197780559462229962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=9197780559462229962&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/9197780559462229962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/9197780559462229962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/05/jauhilah-maksiat-wahai-mujahid.html' title='JAUHILAH MAKSIAT WAHAI MUJAHID'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-4153582436689912443</id><published>2011-03-18T14:52:00.001+01:00</published><updated>2011-03-18T14:52:10.402+01:00</updated><title type='text'>Sukses yg tertunda</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;div class="entry"&gt; 					&lt;p&gt;Jangan Pernah mencemaskan tertundanya kesuksesanmu dibandingkan  orang lain karena pembangunan sebuah piramida membutuhkan lebih banyak  waktu ketimbang bangunan biasa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~ &lt;strong&gt;Anonim&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah sedang memperhatikanmu, perlihatkan dan berikan Dia usahamu yang terbaik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;alani hidup yang kamu impikan. Mimpi tidak cuma untuk diimpikan melainkan juga diwujudkan. &lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;MIMPILAH BESAR, DAPATKAN HIDUP BESAR! &lt;/p&gt;&lt;p&gt;~ &lt;strong&gt;Antonio Talbert&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;I never knew my best until I gave my all&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold; text-decoration: underline;"&gt;What is succes?&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="entry"&gt; 					&lt;p&gt;&lt;em&gt;Succes is the maximum utilization of the ability that you have&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sukses adalah pemanfaatan maksimum atas kemampuan yang kamu miliki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~ &lt;strong&gt;Zig Ziglar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="entry"&gt; 					&lt;p&gt;&lt;em&gt;Use incredible thoughts to manifest an incredible life. Your  life will follow your thoughts. If you think it, and believe it, then  you will see it.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gunakan pikiran -pikiran luar biasa untuk mewujudkan hidup yang luar  biasa. Hidupmu akan mengikuti pikiranmu. Jika kamu memikirkannya, dan  meyakininya, maka kamu akan melihatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~&lt;strong&gt;Hooman Hamzelhloui&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Believe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;small&gt;&lt;/small&gt;  				&lt;div class="entry"&gt; 					&lt;p&gt;If you believe it's too difficult, it will be. If you believe  it's possible,it will be. If you want it to be, you need to believe.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~ &lt;strong&gt;Colin Mathieson&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold; text-decoration: underline;"&gt;Champion&lt;/span&gt;&lt;div class="entry"&gt; 					&lt;p&gt;If you're going to be champion, you must be willing to pay a greater price than your opponent.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~&amp;nbsp; &lt;strong&gt;Bud Wilkinson&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="entry"&gt; 					&lt;p&gt;Although I've made a million mistakes in my life, I've learnt a  million and one lessons. There is nothing one can do than jsut strive  and make the best out of everything in life.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;~ &lt;strong&gt;Mark Phillip&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="font-weight: bold; text-decoration: underline;"&gt;&lt;small&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Mengubah diri&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/h3&gt;  				&lt;div class="entry"&gt; 					&lt;h3&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Renungkanlah betapa sukarnya mengubah diri Anda, dan  Anda akan  mengerti betapa kecilnya peluang yang Anda miliki untuk  mencoba mengubah  orang lain&lt;/span&gt;.&lt;/small&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;~ &lt;strong&gt;Jacob M.Braude&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; 				&lt;/div&gt; 				&lt;/div&gt; 				&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://katakatalucu.com/awal-sebuah-cinta" rel="bookmark" title="Permanent Link to Awal Sebuah Cinta"&gt;Awal Sebuah Cinta&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt; 				&lt;small&gt;&lt;/small&gt;  				&lt;div class="entry"&gt; 					&lt;h3&gt;&lt;small&gt;Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai  menjadi  dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang  kita  inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri  yang  kita temukan di dalam dirinya. &lt;/small&gt;&lt;/h3&gt; 				&lt;/div&gt; 				&lt;/div&gt; 				&lt;/div&gt; 				&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; 				&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;              &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-4153582436689912443?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/4153582436689912443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=4153582436689912443&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/4153582436689912443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/4153582436689912443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/03/sukses-yg-tertunda.html' title='Sukses yg tertunda'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-721155837483119725</id><published>2011-03-10T19:02:00.001+01:00</published><updated>2011-03-10T19:05:30.926+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taushiyah Ulama'/><title type='text'>Giving and Investing in the Hereafter</title><content type='html'>&lt;object classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" height="26" width="640"&gt;&lt;param value="true" name="allowfullscreen"/&gt;&lt;param value="always" name="allowscriptaccess"/&gt;&lt;param value="high" name="quality"/&gt;&lt;param value="true" name="cachebusting"/&gt;&lt;param value="#000000" name="bgcolor"/&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.archive.org/flow/flowplayer.commercial-3.2.1.swf" /&gt;&lt;param value="config={'key':'#$aa4baff94a9bdcafce8','playlist':[{'url':'GivingAndInvestingInTheHereafter.mp3','autoPlay':false}],'clip':{'autoPlay':true,'baseUrl':'http://www.archive.org/download/GivingAndInvestingInTheHereafter/'},'canvas':{'backgroundColor':'#000000','backgroundGradient':'none'},'plugins':{'audio':{'url':'http://www.archive.org/flow/flowplayer.audio-3.2.1-dev.swf'},'controls':{'playlist':false,'fullscreen':false,'height':26,'backgroundColor':'#000000','autoHide':{'fullscreenOnly':true},'scrubberHeightRatio':0.6,'timeFontSize':9,'mute':false,'top':0}},'contextMenu':[{},'-','Flowplayer v3.2.1']}" name="flashvars"/&gt;&lt;embed src="http://www.archive.org/flow/flowplayer.commercial-3.2.1.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="640" height="26" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" cachebusting="true" bgcolor="#000000" quality="high" flashvars="config={'key':'#$aa4baff94a9bdcafce8','playlist':[{'url':'GivingAndInvestingInTheHereafter.mp3','autoPlay':false}],'clip':{'autoPlay':true,'baseUrl':'http://www.archive.org/download/GivingAndInvestingInTheHereafter/'},'canvas':{'backgroundColor':'#000000','backgroundGradient':'none'},'plugins':{'audio':{'url':'http://www.archive.org/flow/flowplayer.audio-3.2.1-dev.swf'},'controls':{'playlist':false,'fullscreen':false,'height':26,'backgroundColor':'#000000','autoHide':{'fullscreenOnly':true},'scrubberHeightRatio':0.6,'timeFontSize':9,'mute':false,'top':0}},'contextMenu':[{},'-','Flowplayer v3.2.1']}"&gt; &lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Summary of Lecture: (it's still in editing session, coming soon)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-721155837483119725?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.archive.org/details/GivingAndInvestingInTheHereafter' title='Giving and Investing in the Hereafter'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/721155837483119725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=721155837483119725&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/721155837483119725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/721155837483119725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/03/giving-and-investing-in-hereafter.html' title='Giving and Investing in the Hereafter'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-7942126272772762651</id><published>2011-03-06T22:16:00.001+01:00</published><updated>2011-03-06T22:16:47.512+01:00</updated><title type='text'>Tradisi Warisan Keilmuwan Al-azhar “Menyorot Talaqqi Lebih Dekat”</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;Ide Pemikiran untuk menulis ini muncul ketika aku mengikuti talaqqi  Qawa'idh Fiqhiyah dengan DR. 'Athiyah abd al-maujud menggunakan kitab &lt;em&gt;Al-Asybah wa AnNazhair&lt;/em&gt;  di madhyafah. Dipermulaan kitab ini didahului dengan biografi penulis  yaitu Imam Jalaluddin As-Suyuti&amp;nbsp; (baca: imam pembesar dalam mazhab  Syafi'i). Paragraf demi paragraf, alinea demi alinea&amp;nbsp; kubaca hingga  sampailah pada perjalanannya menuntut ilmu. Imam Suyuti menguasai  berbagai disiplin ilmu yang diserap lansung dari Pakar keilmuwan  tersebut. Aku terkagum, keilmuwan yang sangat kuat, kokoh dan&amp;nbsp; memukau  hasil bentukkan Talaqqi warisan ulama yang melintasi berbagai zaman dan  peradaban. Hingga sampai detik ini warisan itu dapat sedikit kurasakan. 	 						 			 				 			 			 						 			  &lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Talaqqi dan urgensinya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui mafhum  talaqqi dan apa hukum talaqqi bagi penuntut ilmu. Talaqqi merupakan  konsep belajar (baca:&lt;em&gt; ta'allum&lt;/em&gt;) dengan para ulama atau &lt;em&gt;ahlul 'ilm&lt;/em&gt; secara langsung (baca: &lt;em&gt;face to face&lt;/em&gt;). &amp;nbsp;Adapun hukumnya bagi penuntut ilmu adalah wajib. Dalam Al-qur'an ditegaskan: "…&lt;em&gt;bertanyalah Ahl Az-Zikr jika kamu tidak mengetahui."&lt;/em&gt; &lt;a href="file:///C:/Users/hadiza/Downloads/Tradisi%20warisan%20keilmuwan%20Al.doc#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Rosulullah bersabda : "&lt;em&gt;Orang 'Alim dan Muta'allim (penuntut ilmu) itu sama (berkongsi) dari sudut kebaikan.&lt;/em&gt;"&lt;a href="file:///C:/Users/hadiza/Downloads/Tradisi%20warisan%20keilmuwan%20Al.doc#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; "&lt;em&gt;Jadilah  orang yang berilmu ('Alim), atau orang yang belajar (muta'allim) atau  (sami)'orang yang mendengar (dalam majlis ilmu tersebut)&lt;/em&gt;".&lt;a href="file:///C:/Users/hadiza/Downloads/Tradisi%20warisan%20keilmuwan%20Al.doc#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi apapun ilmu yang di pelajari maka wajib memiliki guru yang ahli  dalam ilmu tersebut, terlebih ilmu agama. Karena ditakutkan akan terjadi  kesalahpahaman dalam memahami buku karangan seorang ulama, apalagi buku  karangan ulama terdahulu (baca: turats), sehingga berkata dengan hawa  nafsu, sesat dan menyesatkan. Bahkan bisa menjadi fitnah bagi si  pengarang buku disebabkan salah tafsir si pembaca. Seperti aroma yang  tercium&amp;nbsp; dalam keblingeran memahami islam dan teks-teks Al-qur'an dan  Sunnah &lt;em&gt;ala&lt;/em&gt; kaum &lt;strong&gt;&lt;em&gt;sepilis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (baca:  sekularis,pluralis,liberalis) yang menjilat hasil pemahaman orientalis  yang tidak mempelajari islam dengan metode talaqqi. Dan ini yang sedang  menjangkiti sebagian institusi-institusi pendidikan islam di Indonesia  dan Negara lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Metode talaqqi merupakan metode yang sangat urgen dalam pentransferan  ilmu agama. Karena islam tidak disampaikan secara sembarangan dan  asal-asalan. Al-qur'an turun berangsur-angsur, bertahap, tidak langsung  turun dalam bentuk Mushaf. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun talaqqi pada  malaikat Jibril pada fase kenabian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tradisi isnad dan ijazah dalam Talaqqi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu ciri dalam metode pengajaran talaqqi adalah &lt;em&gt;sanad&lt;/em&gt;. Pada asalnya, istilah &lt;em&gt;sanad &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;isnad &lt;/em&gt;hanya digunakan dalam bidang ilmu hadith (&lt;em&gt;Mustolah Hadith&lt;/em&gt;) yang merujuk kepada hubungan antara perawi dengan perawi sebelumnya pada setiap tingkatan yang berakhir kepada Rasulullah -&lt;em&gt;Shollallahu 'alaihi wasallam&lt;/em&gt;- pada matan hadithnya (&lt;em&gt;chain of narration&lt;/em&gt;). Namun, jika kita merujuk kepada lafadz &lt;em&gt;Sanad&lt;/em&gt; itu sendiri dari segi bahasa, maka penggunaannya sangat luas. Dalam &lt;em&gt;Lisan Al-Arab&lt;/em&gt; misalnya disebutkan:&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"&lt;em&gt;Isnad dari sudut bahasa terambil dari fi'il "asnada" (yaitu  menyandarkan) seperti dalam perkataan mereka: Saya sandarkan perkataan  ini kepada si fulan. Artinya, menyandarkan sandaran, yang mana ia  diangkatkan kepada yang berkata. Maka menyandarkan perkataan berarti  mengangkatkan perkataan (mengembalikan perkataan kepada orang yang  berkata dengan perkataan tersebut)&lt;/em&gt;".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, metode &lt;em&gt;isnad&lt;/em&gt; tidak terbatas pada bidang ilmu hadits.  Karena tradisi pewarisan atau transfer keilmuwan islam dengan metode  sanad telah berkembang ke berbagai bidang keilmuwan. Dan yang paling  kentara adalah &lt;em&gt;sanad talaqqi&lt;/em&gt; dalam aqidah dan mazhab fikih yang  sampai saat ini di lestarikan oleh ulama dan universitas Al-azhar  Asy-Syarif. Hal inilah yang mengapa Al-azhar menjadi sumber ilmu  keislaman selama berabad-abad. Karena manhaj yang di gunakan adalah  manhaj shahih talaqqi yang memiliki sanad yang jelas dan sangat  sistematis. Sehingga sarjana yang menetas dari Al-azhar adalah tidak  hanya ahli akademis semata tapi juga &lt;em&gt;alim&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sanad ini sangat penting, dan merupakan salah satu kebanggaan islam  dan umat. Karena sanad inilah Al-qur'an dan sunah Nabawiyah terjaga dari  distorsi kaum kafir dan munafik. Karena sanad inilah warisan nabi tak  dapat diputar balikkan. Ibnul Mubarak berkata &lt;em&gt;:"Sanad merupakan  bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa  berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya.&lt;/em&gt;"&lt;a href="file:///C:/Users/hadiza/Downloads/Tradisi%20warisan%20keilmuwan%20Al.doc#_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Dikatakan juga: &lt;em&gt;"permisalan  orang yang ingin mengetahui perkara agamanya tanpa sanad, seperti orang  yang menaiki suthuh (baca: atap atau bagian atas) sebuah rumah tanpa  tangga"&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain sanad, ciri dalam manhaj pengajaran talaqqi adalah &lt;em&gt;ijazah&lt;/em&gt;.  Ijazah ada yang secara tertulis dan ada yang hanya dengan lisan.  Memberikan ijazah sangat penting. Menimbang agar tak terjadinya penipuan  dan dusta dalam penyandaran seseorang. Apalagi untuk zaman sekarang  yang penuh kedustaan, ijazah secara tertulis wajib hukumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tradisi ijazah ini pernah dipraktekkan oleh Nabi SAW ketika  memberikan ijazah (baca: secara lisan) kepada beberapa Sahabat ra. dalam  keahlian tertentu. Seperti keahlian sahabat di bidang Al-Qur'an.  Rosulullah SAW bersabda :&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maksudnya: "&lt;em&gt;Ambillah Al-Qur'an dari empat orang. Yaitu, dari  Abdillah ibn Mas'ud r.a., Saidina Salim r.a., Saidina Mu'az r.a. dan  Saidina Ubai bin Ka'ab r.a.&lt;/em&gt;".&lt;a href="file:///C:/Users/hadiza/Downloads/Tradisi%20warisan%20keilmuwan%20Al.doc#_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Dan masih banyak contoh lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keunggulan Talaqqi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut beberapa keunggulan jika aktif talaqqi:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bertemu dengan para ulama yang rabbani dan mendapatkan kesempatan  menghadiri riyaadhul jannah (baca: taman-taman surga) dan berkahnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menguasai bahasa arab lebih baik dan mengetahui maksud  istilah-istilah yang biasa digunakan oleh para ulama zaman dahulu dan  sekarang, sehingganya tidak salah dalam memahami ilmu syariat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terbangunnya sebuah malakah ilmiah (intellectual quotient) yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperpendek waktu dalam belajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membantu dalam pendidikan formal di kampus.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;hr size="1"&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hadiza/Downloads/Tradisi%20warisan%20keilmuwan%20Al.doc#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; QS. AN-Nahl : 43 &lt;p&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hadiza/Downloads/Tradisi%20warisan%20keilmuwan%20Al.doc#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Hadith riwayat Imam Abu Umar An-Namri Al-Qurtubi dengan sanadnya dalam kitab &lt;em&gt;Jami'e Bayan Al-Ilm wa Fahdlihi&lt;/em&gt;:&lt;em&gt; &lt;/em&gt;1/69-71&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hadiza/Downloads/Tradisi%20warisan%20keilmuwan%20Al.doc#_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Hadith riwayat Imam Al-Baihaqi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hadiza/Downloads/Tradisi%20warisan%20keilmuwan%20Al.doc#_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 no:32&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="file:///C:/Users/hadiza/Downloads/Tradisi%20warisan%20keilmuwan%20Al.doc#_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Hadith riwayat Al-Bukhari dan Muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penulis: Muhammad Rakhmat Alam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mahasiswa Univ. &amp;nbsp;Al-azhar, jurusan Syari'ah wal Qonun&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;              &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-7942126272772762651?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/7942126272772762651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=7942126272772762651&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7942126272772762651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7942126272772762651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/03/tradisi-warisan-keilmuwan-al-azhar.html' title='Tradisi Warisan Keilmuwan Al-azhar “Menyorot Talaqqi Lebih Dekat”'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2064217088176478929</id><published>2011-03-06T21:55:00.001+01:00</published><updated>2011-03-06T21:55:03.748+01:00</updated><title type='text'>Jangan pernah bergantung pada makhluk</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;Alhamdulillah ya Allah, hari ini telah Kau berikan banyak hikmah kepadaku:&lt;br&gt;&lt;br&gt;- Tugas seorang yg beriman adalah, wajib berikhtiar sekuat yang ia mampu, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Ia harus punya keyakinan yg penuh (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;complete trust&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;to Allah&lt;/span&gt;) akan segala kekuasan dan kasih sayang Allah SWT kepada orang2 yang bertawakkal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;- Di tengah2 kesulitan hambaNya, Allah SWT akan menunjukkan kepadanya siapa saudaranya yg benar2 seorang mukmin, yg yakin akan janji2 Allah SWT, dan siapa yang dalam hatinya masih ada keraguan akan kekuasaan Allah SWT atau masih ada tanda kemunafikan dalam dirinya (Wal 'iyaadzu billaah).&lt;br&gt;&lt;br&gt;- Selalu berprasangka baik dengan saudaramu yang mukmin, walau apapun yang  terjadi, karena mencintai saudaramu yang mukmin, tanpa syarat, adalah salah satu ciri mukmin yang hakiki (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;real moslem&lt;/span&gt;).&lt;br&gt;&lt;br&gt;- Selama seorang Hamba yakin seyakin-yakinnya kepada Allah SWT, Allah SWT akan selalu memberikannya jalan keluar. &lt;br&gt;Apa sulitnya bagi Allah SWT untuk memilihkan salah satu diantara makhluk2Nya, sebagai perantara pertolonganNya, untuk menjadi jalan keluar bagi hambaNya yang lain?&lt;br&gt;Maka jgn pernah berharap kepada seorang makhlukpun, sekecil apapun itu, karena hanya kepada Allah-lah seorang mukmin harus bergantung sepenuhnya. &lt;br&gt;Dan jangan pernah putus harapan kepada Allah SWT!!&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;              &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2064217088176478929?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2064217088176478929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2064217088176478929&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2064217088176478929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2064217088176478929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/03/jangan-pernah-bergantung-pada-makhluk.html' title='Jangan pernah bergantung pada makhluk'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-1388785617901710622</id><published>2011-02-21T13:25:00.001+01:00</published><updated>2011-02-21T13:25:04.398+01:00</updated><title type='text'>Manfaat Berpikir Positif dan Senyum</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="post-content"&gt;         &lt;p&gt;Sudah tidak diragukan lagi bahwa hanya dengan berpikir positif badan kita menjadi sehat, tidak sakit-sakitan, atau bahkan sukses dalam bisnis. Memang dengan berpikir positif urat-urat saraf kita menjadi tidak tegang, sehingga pikiran menjadi jernih, mudah memutuskan hal-hal yang penting. Selain berpikir positif, senyum juga sangat besar pengaruhnya terhadap diri kita. Saya sering menganjurkan teman-teman meluangkan waktunya untuk tersenyum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-193"&gt;&lt;/span&gt;Orang yang sedih bisa gembira dengan senyum. Orang marah akan reda jika bisa tersenyum. Jika tidak bisa tersenyum, dipaksakan untuk tersenyum dengan cara menarik ujung bibir seperti orang yang sedang tersenyum. Dengan cara tersebut sudah terbukti mengendorkan urat saraf yang tegang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam buku The Secret juga diungkapkan bahwa pikiran positif menjadi dasar utama dalam mencapai kesuksesan. Bahkan orang yang sakit pun akan sembuh hanya dengan berpikir positif. Tetapi mudahkah kita untuk berpikir positif?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan tersebut tentu jawabannya akan berbeda-beda tergantung siapa yang menjawab. Ketika saya belum mengenal seseorang, saya akan mudah untuk berpikir positif, tetapi ketika saya sudah mengenal sampai kulit-kulitnya, agak susah untuk berpikir positif. Contohnya ketika salah seorang teman mempunyai kebiasaan suka membuang sampah sembarangan, atau setiap kali ada dia tempatnya menjadi kotor, saya akan sulit sekali berpikiran bahwa dia adalah orang yang selalu menjaga kebersihan. Tetapi saya mengakalinya dengan berkata dalam hati "Oo mungkin dia belum tahu pentingnya kebersihan".&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang lebih saya tidak suka dan sulit sekali berpikir positif adalah ketika melihat orang yang suka mengeluh. Sedikit-sedikit mengeluh. Menghadapi masalah kecil terasa besar, dan seakan-akan sudah tidak ada jalan keluarnya. Jika melihat orang seperti ini cepat-cepat saya tinggal pergi, takut terkena virus mengeluhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, dengan berpikir positif dan senyum, hati menjadi tenang, pikiran menjadi jernih, saraf tidak tegang, dan bekerja akan menjadi lebih lagi. Mari kita mulai hari-hari dengan berpikir positif dan senyum serta syukur!&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-1388785617901710622?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/1388785617901710622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=1388785617901710622&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1388785617901710622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1388785617901710622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/02/manfaat-berpikir-positif-dan-senyum.html' title='Manfaat Berpikir Positif dan Senyum'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-1076105581271703522</id><published>2011-02-21T13:06:00.001+01:00</published><updated>2011-02-21T13:06:23.424+01:00</updated><title type='text'>Hitung-hitungan Kalori</title><content type='html'>&lt;font style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);" size="5"&gt;Makan Biasa Aja, Tapi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kok&lt;/span&gt; Tetep Gembrot??!!&lt;br&gt;&lt;font style="font-style: italic;" size="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.info-sehat.com"&gt;www.info-sehat.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="FI"&gt;Hayooo... para &lt;a style="color: rgb(204, 0, 0);" href="http://www.info-sehat.com/news.php?nid=459" target="_blank"&gt;eksekutif muda&lt;/a&gt;, hati-hati &lt;a style="color: rgb(204, 0, 0);" href="http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=1161" target="_blank"&gt;lingkar pinggang&lt;/a&gt;nya melar! Seringkali kita tidak sadar bahwa &lt;i style=""&gt;lifestyle       &lt;/i&gt;kita telah terpengaruh dengan kesibukan di kantor. Tiba-tiba &lt;i style=""&gt;meeting &lt;/i&gt;dengan &lt;a style="color: rgb(204, 0, 0);" href="http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=830" target="_blank"&gt;cemilan&lt;/a&gt; yang tidak sehat. Makan siang di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mall&lt;/span&gt; atau pilihan makanan di &lt;i style=""&gt;food court &lt;/i&gt;banyak yang menggoda hati, dan akhirnya menu harian kita membuat ukuran lingkar pinggang menjadi heboh. Ayo mulai hitung &lt;a style="color: rgb(204, 0, 0);" href="http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=1014" target="_blank"&gt;kalori&lt;/a&gt; yang kita asup setiap hari!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="FI"&gt;Begini... Anggap saja pagi-pagi karena tidak sempat makan nasi, kita hanya makan &lt;i style=""&gt;Mie Instant Rasa Ayam Bawang pakai telur &lt;/i&gt;(330 Kal + 70 Kal). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="SV"&gt;Kemudian makan siang dengan melahap &lt;i style=""&gt;Nasi &lt;/i&gt;(242 Kal) dan       &lt;i style=""&gt;Kari Ayam &lt;/i&gt;(460 Kal), minumnya       &lt;i style=""&gt;Teh Manis &lt;/i&gt;(70 Kal). Sore-sore dan mendung dengan kerjaan menumpuk yang bikin ngantuk, kita minum &lt;i style=""&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 0, 0);" href="http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=829" target="_blank"&gt;kopi&lt;/a&gt; hangat &lt;/i&gt;(75 Kal). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="SV"&gt;Saat       &lt;i style=""&gt;meeting &lt;/i&gt;kadang disertai berbagai &lt;i style=""&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 0, 0);" href="http://www.info-sehat.com/news.php?nid=395" target="_blank"&gt;snack&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;yang susah untuk ditolak, seperti &lt;i style=""&gt;kroket &lt;/i&gt;(68 Kal) dan &lt;i style=""&gt;lemper &lt;/i&gt;(95 Kal). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="SV"&gt;Pulang kantor, mampir ke supermarket untuk belanja, sekalian jajan satu porsi &lt;i style=""&gt;siomay &lt;/i&gt;(85 Kal) dan sekaleng       &lt;i style=""&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 0, 0);" href="http://www.info-sehat.com/news.php?nid=476" target="_blank"&gt;soda&lt;/a&gt;       &lt;/i&gt;(145 Kal).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="SV"&gt;Setelah selesai macetnya, kemudian pulang ke rumah. Menu untuk makan malam hari adalah sepiring &lt;i style=""&gt;Nasi Putih &lt;/i&gt;(242 Kal), 3 tusuk &lt;i style=""&gt;Satai Kambing &lt;/i&gt;(353 Kal) dan &lt;i style=""&gt;Tenggiri Bakar plus Sambal Terasi &lt;/i&gt;(129 Kal) hasil masakan ibu. Sehabis itu, pastinya tidak langsung tidur, tapi nonton TV dulu sambil makan &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="SV"&gt;es krim cokelat &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="SV"&gt;(270 Kal).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="SV"&gt;Nah, dihitung-hitung kalau setiap hari rata-rata menu kita adalah seperti itu, maka kalori yang masuk ke tubuh kita bisa sampai....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Mie Instant Rasa Awam Bawang (1 bungkus)        &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;330 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Telur (1 buah)&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;                                                               70 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Nasi Putih (1 piring)                                                     242 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Kari Ayam (1 porsi)                                                     460 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Teh Manis (1 gelas) &lt;span style=""&gt;                                                    &lt;/span&gt;70 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Kopi Instan (1 cangkir) &lt;span style=""&gt;                                              &lt;/span&gt;75 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Kroket (1 buah) &lt;span style=""&gt;                                                           &lt;/span&gt;68 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Lemper&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;(1 buah) &lt;span style=""&gt;                                                               &lt;/span&gt;95 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Siomay Ayam (3 buah) &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                            &lt;/span&gt;85 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Soda (1 kaleng) &lt;span style=""&gt;                                                      &lt;/span&gt;          145 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Nasi Putih (1 piring) &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                             &lt;/span&gt;         242 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Satai Kambing (3 tusuk) &lt;span style=""&gt;                                                 &lt;/span&gt;353 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IT"&gt;Tenggiri Bakar + Terasi&lt;span style=""&gt;                                             &lt;/span&gt;      129 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;Es Krim Cokelat&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                      &lt;/span&gt;         270 Kalori&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: rgb(153, 51, 153); background-color: rgb(255, 204, 153); font-weight: bold;" lang="FI"&gt;&lt;font size="3"&gt;Total = 2.634 Kalori&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="FI"&gt;Padahal untuk seorang perempuan yanga tinggi badannya 160-an cm, berat badan 55 kg, dan umur sekitar 28-29 tahun, seharusnya kalori yang masuk hanya 1.742 kalori. Nah... kalau setiap hari begini, maka lingkar pinggang bisa melar dan badan gampang sakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;span style="font-family: Verdana; color: black;" lang="FI"&gt;Ayo mulai kita perhatikan asupan makanan kita. Semoga artikel ini bisa menjadi &lt;i style=""&gt;wake-up call&lt;/i&gt;. Kasih tahu juga teman-teman kita yang belum sadar dengan &lt;i style=""&gt;lifestyle&lt;/i&gt;-nya yang kurang sehat seperti diatas! Ayo selamatkan lingkar pinggangmu!!!&lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font style="font-weight: bold;" size="5"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; color: rgb(102, 102, 204);" lang="FI"&gt;Perkasa = Apa Yang Anda Makan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt; &lt;span style="font-family: Verdana; color: rgb(102, 102, 204);" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;font style="color: rgb(102, 102, 204);" size="3"&gt; Ditulis pada  &lt;span class="postdate"&gt;Maret 16, 2008&lt;/span&gt; oleh magusni&lt;/font&gt;&lt;br&gt;&lt;font style="font-style: italic; color: rgb(255, 102, 102);" size="2"&gt;Sumber : &lt;a href="http://magusni.wordpress.com"&gt;magusni.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;br&gt; &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia,times new roman,times,serif;" class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Dalam banyak penelitian, sel lemak diketahui menghasilkan sekitar 55 bahan. Beberapa bersifat merugikan fungsi tubuh. Hasilnya, pada orang yang mengalami obesitas, hormon seks cenderung rendah.&lt;span id="more-7"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; Salah satu cara mengatasi kondisi ini adalah mengurangi asupan kalori. Diet bisa dilakukan dengan mengurangi sekitar 10 persen jumlah kalori dari total kebutuhan. Secara umum dibutuhkan sekitar 40 kilokalori per kilogram berat badan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Contoh : Untuk berat badan 85 kg, dibutuhkan 3400 kilokalori, Jika sehari makan 3000 kilokalori, berat badan tak akan naik. Jika dikurangi 500 - 1000 kilokalori per-hari, berat badan akan turun 1-2 kg per-minggu. Untuk itu perlu belajar menghitung tiap satuan makanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut ini adalah daftar kalori yang terkandung dalam setiap 100 gram buah-buahan:&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Pisang ½ buah 109 kalori&lt;br&gt; Tomat 1 buah 80 kalori&lt;br&gt;  Longan 12 butir 75 kalori&lt;br&gt; Leci 5 ½ butir 67 kalori&lt;br&gt; Anggur 12 butir 60 kalori&lt;br&gt; Apel 2/3 butir 55 kalori&lt;br&gt; Buah Kiwi 1 buah 54 kalori&lt;br&gt; Semangka 1 potong 33 kalori&lt;br&gt; Pepaya 1/6 buah 30 kalori&lt;br&gt; Melon 3/10 buah 18 kalori&lt;br&gt;  Plum 2/3 buah 44 kalori .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa jenis makanan sehari-hari kalorinya sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(102, 102, 204); font-weight: bold;"&gt;Pempek Kapal Selam 100 gr 190 kalori&lt;br&gt; Siomay 170 gr 162 kalori&lt;br&gt;  Soto Kudus 100 gr 38 kalori&lt;br&gt; Rujak Cingur 100 gr 153 kalori&lt;br&gt; Ketoprak 1 porsi 153 kalori&lt;br&gt; Juice Tomat tanpa gula 1 gelas 67 kalori&lt;br&gt; Juice Belimbing 1 gelas 51 kalori&lt;br&gt; Ayam Goreng Texas 100 gr 338 kalori&lt;br&gt;  Bihun Goreng 200 gr 308 kalori&lt;br&gt; Soto Betawi 100 gr 135 kalori&lt;br&gt; Cheese Burger 1 buah 300 kalori&lt;br&gt; Ketupat Tahu 1 porsi 250 kalori&lt;br&gt; Es Cendol 1 gelas 275 kalori&lt;br&gt; Milk Shake 1 gelas 350 kalori&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nasi uduk+Empal goreng+Emping+Tempe goreng+1 gelas jeruk panas = 1.475 kalori&lt;br&gt;  Makanan Padang+Ayam gulai+Rendang = 1.000 kalori&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian semoga bermanfaat, diunduh dari segala sumber.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-1076105581271703522?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/1076105581271703522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=1076105581271703522&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1076105581271703522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1076105581271703522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/02/hitung-hitungan-kalori.html' title='Hitung-hitungan Kalori'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-1360985608157155316</id><published>2011-02-01T15:11:00.001+01:00</published><updated>2011-02-01T15:11:33.449+01:00</updated><title type='text'>Keberhasilan itu Milik Kita</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;&lt;h2 id="title" class="judul"&gt;Keberhasilan itu Milik Kita&lt;/h2&gt;  			&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;  				                                 &lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Dwi Asri Anggianasari&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  				&lt;p&gt;Teman-teman pasti tahu kalau setiap orang pasti menginginkan  hidupnya sukses gemilang, mampu menjawab rintangan yang menghadang,  harga dirinya dihormati banyak orang, mendapatkan apa yang telah ia  cita-citakan, dan sebuah kata "berhasil" menjadi name tag yang  membanggakan. Iya! Semua orang juga tahu kalau semua orang ingin seperti  itu (halah! Belibet!). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, apakah kita bisa? Jawabannya adalah SANGAT BISA. Eits, kenapa?  Kok ragu? Nih yah, sebenarnya tidak ada batasan bagi seseorang untuk  mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya. Yang menjadi tantangan adalah  "how to learn" karena biar bagaimana pun "learn" adalah satu-satunya  proses agar pemahaman seseorang menjadi naik satu level dan seterusnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkadang banyak orang yang memaknai kata "belajar" (dibahasa  Indonesia-kan aje) sebagai sebuah tekanan atau beban yang membuat orang  tersebut menjadi enggan atau terpaksa melakukannya. Padahal, perlu  diketahui bahwa proses belajar yang paling sulit telah kita lewati lho.  Apaan tuh? BELAJAR MEMBACA. Lalu untuk apalagi kita merasa tertekan atau  beban padahal proses belajar tersulit sudah kita lewati dan berbuah  kesuksesan? Maka, jangan ragu untuk mengatakan,"keberhasilan ini  milikku!"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masih ragu juga? Oke, dijelasin lagi. Teman-teman, inget kagak waktu  kita belajar jalan? (rame-rame jawab: kagak!). Tanya deh sama nyak-babe  kita, waktu kita belajar jalan (usia 1-2 tahun) berapa kali kita  terjatuh (nyak-babe ngitungin kagak yak?) atau coba deh kita lihat  anak-anak kecil yang lagi belajar jalan. Gedubrak… nangis (atau nggak,  mata berkaca-kaca, bibir manyun dan bergetar)… bangun… gedubrak… nangis  lagi (kali ini jidat mulai berkerut tanpa sedang berpikir)… bangun  (sayup-sayup terdengar suara ibunda, ayahanda dan kakanda yang berteriak  "Ayo, De! Jalan! Ayo Sini!")… lalu dengan sekuat tenaga kakinya terayuh  melangkah, walau hanya satu kaki yang berhasil dan itupun hanya  berjarak 5 senti saja, tapi riuh tepuk tangan penonton heboh luar biasa,  tak ketinggalan siulan bersahut-sahutan dari arah belakang (emang lagi  manggung!). Terus tuh anak kecil seneng deh! Nyoba jalan lagi deh! Nah,  itu maksudnya! Keberhasilan bakal jadi milik kita kalau "How to Learn"  kita tidak kenal putus asa! &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teman-teman tahu nggak kenapa anak kecil yang belajar jalan tetap  mencoba lagi dan lagi walaupun sudah "gagal" dan "gagal" mulu  sebelumnya? Karena mereka tidak mengenai konsep kegagalan! Sebagai  tambahannya, ada orang-orang di sekitar mereka yang ikut mendukung apa  yang mereka kerjakan dan memberikan reward atau respon yang baik ketika  keberhasilan-keberhasilan itu telah mereka raih (yah, tepuk tangan dan  siul-siulan tadi). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;So, bagi teman-teman yang ingin berhasil dalam mencapai suatu yang  telah dicita-citakan, salah satu kuncinya adalah "ubahlah" konsep  kegagalan (kalau disuruh ngelupain rasanya sulit, begitu memilukan  dihati… hiks) menjadi konsep yang dapat membakar semangat kita. Kalau  menurut Bobbi Deporter dan Mike Hernacki dalam salah satu bukunya,  kegagalan adalah sebuah umpan balik yang membawa pada sebuah  keberhasilan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau menurut saya, kegagalan berarti mendapatkan sebuah kunci baru  untuk membuka pintu keberhasilan karena dengan kegagalan kita jadi tahu  bahwa cara lama yang kita gunakan sebelumnya kurang masih kurang tepat.  Kalau menurut kamu kegagalan itu apa? Ayo, ciptakan konsep kegagalan  dengan caramu sendiri, asal dapat membuat semangatmu berkobar lagi.  Sebenarnya, yang penting itu ikhtiar terus lalu bertawakal! Pan Allah  nggak akan merubah nasib suatu kaum kalau mereka tidak merubahnya  sendiri. Maka, jangan ragu lagi untuk mengatakan, "keberhasilan ini  milikku!"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, kalau sudah tidak ragu lagi bahwa keberhasilan itu milikmu. Ada  beberapa hal yang perlu dipahami sebelum beranjak pergi membuat strategi  keberhasilan. Nyang pertama, perlu diketahui bahwa emosi positif dapat  menjadi motor mesin keberhasilan kita. Kenape bisa begono? Karena emosi  positif mendorong kearah kekuatan otak, terutama bagian otak terpenting  dalam mempertahankan hidup kita, yaitu Sistem Limbik atau otak mamalia  karena bagian otak ini salah satunya berfungsi adalah sebagai pengendali  emosi. Ini menjadi salah satu alasan mengapa emosi yang baik cenderung  diikuti oleh kondisi kesehatan yang baik pula. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, lanjut lagi nih, emosi positif yang mendorong kearah kekuatan  otak mengarah kepada keberhasilan kemudian mengarah lagi kepada  kehormatan diri yang tinggi dan pada akhirnya kembali mengarah kepada  emosi positif (kalau digambarin, kayak siklus). Makanya kagak heran jika  kita sudah di"cap" jago bahasa inggris atau suatu pelajaran lain di  kelas, biasanya emosi positif kita muncul, yaitu berupa percaya diri dan  menjadikan kita lebih semangat untuk belajar pelajaran itu lebih giat  lagi agar keberhasilan yang sudah kita capai tetap dapat kita  pertahankan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lanjut nih, hal kedua yang perlu kita pahami adalah motivasi (niat)  itu sangat perlu. Kekuatannya besar lho karena motivasi ini mengarahakan  kita pada tujuan yang hendak kita capai, bahkan lebih jauh lagi, yaitu  apa manfaatnya jika tujuan itu sudah tercapai. Prinsipnya begini,  "segala sesuatu yang ingin kita kerjakan harus menjanjikan manfaat kita,  entah itu barang yang sifatnya dapat dilihat ataupun tidak (pahala kan  tidak terlihat yak!). jika tidak, kita tidak akan termotivasi untuk  melakukannya. Jadi mau-gak mau, kita musti pinter-pinter mencari (atau  bahkan menciptakan) apa manfaat dari apa yang akan kita perjuangkan.  Misalnya, para aktivis dakwah nggak kenal kata lelah ngajakin  temen-temennya untuk ngaji. Kenapa? Karena mereka termotivasi oleh suatu  hal yang menjanjikan. Bedanya (dan ini adalah yang hebatnya), hal yang  menjanjikan itu tidak hanya bermanfaat bagi dirinya (bahkan kalau  dihitung secara materi, pengorbanan yang mereka keluarkan tidak selalu  dibalas sama sesuatu yang terlihat) tapi lebih kepada manfaat bagi umat  Islam. Mereka mempunyai visi mulia kedepan: kebangkitan Islam. Dua kata  ini yang menjadi motivasi besar mereka dalam mencapai keberhasilan  tersebut. Subhanallah, yak, ditengah-tengah masyarakat dunia yang  kebanyakkan lebih mementingkan diri mereka sendiri, ada segelintir orang  yang melakukan suatu hal baik untuk orang lain dan yang mereka harapkan  hanya ridha dari Sang Pencipta saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;So, tunggu apa lagi! Ayo mulai dari sekarang, kita rumuskan  strategi-strategi jagoan kita supaya kita berhasil dalam mencapai  cita-cita yang udah kita rencanakan! Asal niatnya lurus hanya untuk  Allah, yak, insya Allah Barakah!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;…maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.  Ibrahim berkata, "tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat  Rabb-nya, kecuali orang-orang yang sesat."&lt;/em&gt; (QS. Al-Hijr : 55-56)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jakarta, diawal bulan 8 tahun dua-ribu-8&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang pemimpin haruslah seorang pemimpi karena ia harus mampu berimajinasi jauh kedepan tentang apa yang ia perjuangkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://keanggian.wordpress.com/2009/06/25/keberhasilan-ini-milikku/"&gt;keanggian.wordpress.com/2009/06/25/keberhasilan-ini-milikku/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;              &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-1360985608157155316?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/1360985608157155316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=1360985608157155316&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1360985608157155316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1360985608157155316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2011/02/keberhasilan-itu-milik-kita.html' title='Keberhasilan itu Milik Kita'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2148807077801715165</id><published>2010-12-14T16:03:00.001+01:00</published><updated>2010-12-14T16:03:25.259+01:00</updated><title type='text'>Hikmah di tengah perjalanan 1</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;   	 	 	 	&lt;style type="text/css"&gt;p { margin-bottom: 0.21cm; }&lt;/style&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Kita sering salah menafsirkan ketentuan Allah. Jika kita belajar dari anak-anak, mereka juga tak bisa kita pahamkan, mengapa boleh ini itu, mengapa harus begini begitu, dst. Yang kita tau, mereka belum 'nyampe' pemikirannya seperti kita, sehingga segala daya upaya kita lakukan untuk menghindari mereka dari hal-hal yang membahayakan/merugikan atau menggiring mereka kepada hal-hal yang membaikkan dan menguntungkan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Maka begitu pula seharusnya kita, berpikir bahwa kita juga bisa seprti anak-anak kecil itu, yang belum nyampe pemikirannya dibandingkan Allah, yang jauh lebih Maha Mengetahui akan keadaan makhluk-makhlukNya. Dengan konsep ini, seseorang tidak akan lagi sedetikpun terpikir untuk berprasangka buruk terhadap ketentuan Allah pada dirinya. Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;„Wa maa ashoobakum min hasanatin faminAllah wa maa ashoobakum min sayyi'atin famin nafsik"&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Karena itu pula, kenapa kita dianjurkan untuk senantiasa bertawakkal dan meminta tuntunan dari Allah, agar segala yang kita lakukan tetap berada dalam jalan yang Ia ridhoi, sebab hanya Dia yang tahu apa yang sesungguhnya terbaik buat kita. Sebab seringkali, pada saat ini kita belum tau apa yang dimaksud dari kehendak Allah terhadap kita, tapi suatu waktu nanti kita akan diberikan pemahaman, kenapa sesuatu itu ditentukan Allah yang terbaik buat kita. Sebagaimana seorang anak, saat dia besar dan dewasa, barulah dia menyadari dan mengerti, kenapa ayah dan ibunya melarang ini itu, atau menyuruh ini itu. Dia baru memahami bahwa ayah dan ibunya selalu ingin yang terbaik buatnya. Padahal Allah SWT lebih sayang pada hambaNya melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Maka selama kita belum mengerti, kenapa kita dilarang ini itu, atau disuruh ini itu, dan kenapa kita diberi sesuatu atau diambil sesuatu dari kita, maka dalam pandangan Allah kita belum 'dewasa', walaupun umur kita di dunia sudah begitu banyaknya. Ada orang yang diambil kesehatannya, ada orang yang diberi musibah dan kesulitan secara tiba-tiba, ada orang yang kehilangan harta dan semua titipan Allah hanya dalam waktu sekejap. Semua bisa terjadi jika Allah berkehendak untuk sesuatu yang terbaik buat hambaNya. Banyak dari kita lebih sering mengeluh dan menyalahkan keputusan dan ketentuan Allah tanpa berusaha memahami sesuatu dibaliknya. Bahkan terkadang, mereka yang usianya lebih muda dari kita, bisa jadi lebih dewasa dalam pandangan Allah, karena kedalaman ilmu dan pemahamannya tentang segala ketentuan Allah, begitu pula pemahaman tersebut tergambar dalam perilaku hidupnya, serta sikap dan gerak geriknya sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Kebaikan yang dilakukan hanya untuk Allah, tidak pernah memandang sedikitpun kepada apa yang dilakukan oleh manusia, bahkan sekalipun balasannya berupa keburukan. Ia selalu melihat dan mengharap hanya kepada keridhoan Allah, tanpa sedikitpun mamandang kepada balasan manusia. Jika manusia membalas dengan kebaikan ataupun pujian, itu hanya karena keutamaan/fadhilah yang Allah limpahkan kepadaNya. Semuanya tetap kembali kepada Allah sebagai pemilik segala kebaikan. Terkadang seseorang sampai berniat untuk tidak melanjutkan untuk melakukan suatu kebaikan hanya karena menerima balasan yang tidak ia harapkan dari manusia. Padahal, pada awalnya ia bersungguh-sungguh meniatkan kebaikan itu lillah, hanya untuk mendapatkan keridhoan Allah. Bisa jadi, Allah ingin mengujinya. Apakah betul niatnya untuk mendapatkan keridhoan Allah, ataukah untuk manusia?Bukankan Allah Maha pembolak balik hati manusia?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Allah yang menciptakan mausia dan seluruh makhluk di alam ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Tidak mungkin Allah tidak bisa menguasai dan mengatur seluruh makhlukNya tersebut, termasuk manusia. Maka, Allah bisa saja membuat manusia seluruhnya taat dan tunduk padaNya, sebagaimana ia membuat seluruh malaikat yang diciptakannya selalu patuh pada perintahNya. Tentu saja, Allah juga bisa berkehendak untuk memasukkan seluruh manusia ke JannahNya. Pada intinya, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Serumit apapun pikiran manusia, tetap ada yang lebih tinggi. Jawabnya singkat dan mudah: Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Terkadang manusia berlindung dibalik kata 'harus ikhtiar', untuk menutupi kekurangyakinannya kepada Allah. Sebaliknya, terkadang manusia juga berlindung dibalik kata 'tawakkal' untuk menutupi kekuranggigihannya atau kekurangmaksimalannya dalam berikhtiar.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Rule: Manusia tidak boleh bersandar kepada ikhtiarnya, ia tetap harus bersandar kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Ikhtiar yang dilakukannya, diniatkan dalam rangka ibadah kepada Allah semata dan mengharapkan ridha dari Allah, karena ikhtiar itu sendiri ibadah, yang diperintahkan oleh Allah SWT. „Wa qul i'maluu fasayarAllaahu 'amalakum".&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Ia tetap berikhtiar dengan segenap potensi yang diberikan oleh Allah, tapi tetap hatinya bersandar kepada Allah, bahwa hanya dengan izin Allah-lah ia sanggup berikhtiar dan hanya dengan kehendak Allah pula, ia berhasil atau gagal. Dengan demikian, ia tak pernah takut dengan resiko apapun. Ia juga tidak pernah berbangga dengan keberhasilan atau prestasi yang diraihnya. Berhasil ataupun gagal baginya sama saja. Yang ia takutkan dan khawatirkan adalah, cuma satu, jika Allah tidak ridho dengan dirinya, dengan ikhtiarnya, dan dengan apa yang dilakukannya. Sebab itu berarti sia-sia saja, tidak akan menjadi tabungannya di akhirat, hanya sebatas di dunia saja, lalu lenyap seiring berakhirnya dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Jadi segala puncak aktivitas, puncak ikhtiar dan tujuannya beramal dalam hidup ini hanyalah keridhoan Allah. Setiap waktu dan setiap detik selalu tersambung hatinya dengan Allah. Tak pernah ia berpikir tentang respon dan reaksi manusia. Manusia baginya hanyalah wasilah (perantara) yang juga disediakan Allah kepadanya  untuk membantunya beramal dan berikhtiar sesuai kehendak Allah.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Allahu ghooyatunaa...Rasulullah SAW qudwatuna, Quran dustuuruna...Al Jihaadu wal mautu fii sabiilillahi akbaru hammina.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Wallaahu a'lam bis shawaab.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Perjalanan Göttingen-Braunschweig,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;14 Desember 2010&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2148807077801715165?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2148807077801715165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2148807077801715165&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2148807077801715165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2148807077801715165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/12/hikmah-di-tengah-perjalanan-1.html' title='Hikmah di tengah perjalanan 1'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2230363572090205965</id><published>2010-10-10T12:02:00.001+02:00</published><updated>2010-10-10T12:02:33.024+02:00</updated><title type='text'>Berteriak Bikin Anak Jadi Pembangkang</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.zonaindo.com/2010/09/berteriak-bikin-anak-jadi-pembangkang.html"&gt;Berteriak Bikin Anak Jadi Pembangkang&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_J-0St2WBwnQ/TICZsJiR85I/AAAAAAAANms/gxiPeeux_Ro/s1600/yelling_dailymail.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_J-0St2WBwnQ/TICZsJiR85I/AAAAAAAANms/gxiPeeux_Ro/s320/yelling_dailymail.jpg" border="0" height="180" width="320"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Jakarta: &lt;/b&gt;Seringkali  kita jadi lupa diri ketika berhadapan dengan anak-anak. Pada dasarnya  kita menyadari sepenuhnya bahwa mereka adalah sosok yang masih sangat  muda&lt;br&gt; &lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt; dan butuh pembinaan dan pembelajaran. Banyak hal  yang mereka memang belum paham betul, sehingga seringkali terjadi  kesalahan yang membuat kita jengkel.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kejengkelan tersebut terkadang membuat kita berapi-api dan tak dapat  menahan emosi. Pada akhirnya Anda kerap meneriaki anak Anda ketika  mereka tiba-tiba menangis, tidak mau makan, atau tak sengaja menjatuhkan  barang kesayangan Anda. Suara Anda bertahap semakin tinggi ditambah  rajukan anak Anda yang secara otomatis menekan gas emosi dalam otak  Anda.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Jika diingat lagi, tidak seharusnya kita berteriak dan bertindak  seekstrim itu. Ada hal-hal bijak yang dapat dilakukan tanpa harus  berteriak dan membuat anak mengerti hal mana yang baik dan yang kurang  baik. Kita harus sepenuhnya menyadari bahwa teriakan pada anak memiliki  potensi yang sangat besar untuk memicu hal yang lebih buruk terjadi.  Mengapa kita harus berhenti berteriak pada anak-anak kita?&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;b&gt;1. Teriakan Anda membuat anak jadi rendah diri&lt;/b&gt;&lt;br&gt; Banyak orang tua kebingungan sendiri ketika melihat anaknya yang pendiam  dan tak mau bermain dengan teman sebayanya. Kesalahan bukan pada si  anak, dan sebenarnya tak ada anak yang murni bersifat pendiam. Kitalah  para orang tua yang membentuk watak pendiam mereka. Karena apa? karena  semua teriakan yang kita lontarkan setiap hari kepada mereka. Parahnya  teriakan kita ini dapat menekan rasa percaya diri mereka, menyebabkan  kebodohan, anak jadi rendah diri, tertutup atau secara esktrim mereka  nakal luar biasa.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;b&gt;2. Teriakan Anda membuat Anak semakin bandel&lt;/b&gt;&lt;br&gt; Melanjutkan dari poin pertama tadi yang mengatakan bahwa mereka bisa  jadi diam atau malah nakal luar biasa, memang begitulah kenyataannya.  Anak adalah pengamat yang cerdas dan teliti. Mereka merekam hampir semua  kejadian yang Ada. Saat mereka melakukan kenakalan dan Anda hanya  mencoba mengingatkan mereka dengan berteriak, masalah tidak akan  selesai, dan mereka tak kan pernah bisa belajar dari hal itu. Lama  kelamaan mereka akan menyepelekan teriakan Anda, dan akhirnya mereka  berpikir bahwa "mama hanya bisa berteriak saja, jadi tak apa jika aku  nakal, paling-paling mama akan berteriak lagi." Wah gawat bukan jika ini  yang tercetus di dalam pikiran mereka. Anak Anda takkan jadi baik,  malah mereka semakin nakal.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;b&gt;3. Anak-anak belajar untuk membalas teriakan Anda&lt;/b&gt;&lt;br&gt; Orang tua adalah pengajar pertama dan utama dari anak. Mereka belajar  semua hal penting di dalam kehidupan melalui kehidupan keluarga. Untuk  itu Anda harus lebih berhati-hati dalam bertindak. Segala sesuatu sikap  kita adalah teladan bagi mereka. Jadi jika kita berteriak ketika mereka  nakal, maka mereka akan membalas teriakan Anda juga.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span style="font-weight: bold; text-decoration: underline;"&gt;4. Anak-anak belajar menjadi pembangkang&lt;/span&gt;&lt;br&gt; Dengan adanya teriakan Anda ketika mereka bandel, bukannya jera dan  perubahan sikap yang mereka tunjukkan. Anak-anak malah akan menjadi  pembangkang. Bagi mereka teriakan Anda menunjukkan kemenangan di sisi  mereka. Mereka akan semakin puas ketika Anda berteriak lebih keras. Dan  ini berarti kekalahan di pihak Anda, karena Anda tak mampu mengatasi  tingkah laku anak Anda sendiri.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;b&gt;5. Teriakan adalah hal biasa&lt;/b&gt;&lt;br&gt; Semakin banyak intensitas Anda berteriak, ini akan menjadi kebiasaan  bagi anak-anak. Dan mereka tak akan lagi takut dan hormat pada Anda.  Bayangkan jika anak Anda tidak patuh pada Anda, bagaimana dengan masa  depannya nanti?&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masih berminat berteriak pada anak Anda di rumah? Sebaiknya tidak jika  Anda ingin masa depan cerah menaungi anak Anda kelak. Jangan lupa,  dahulu Anda juga pernah menjadi anak-anak. Berikan yang terbaik pada  mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2230363572090205965?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2230363572090205965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2230363572090205965&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2230363572090205965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2230363572090205965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/10/berteriak-bikin-anak-jadi-pembangkang.html' title='Berteriak Bikin Anak Jadi Pembangkang'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_J-0St2WBwnQ/TICZsJiR85I/AAAAAAAANms/gxiPeeux_Ro/s72-c/yelling_dailymail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-5261489716364591857</id><published>2010-10-07T22:28:00.001+02:00</published><updated>2010-10-07T22:28:36.291+02:00</updated><title type='text'>Mengajak Anak-anak Suka Membaca</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;&lt;p&gt; 		&lt;font class="kecil"&gt;Sabtu, 24 Juli 2010 pukul 11:11 WIB 		&lt;/font&gt; 	&lt;/p&gt;  	&lt;h3&gt;Mengajak Anak-anak Suka Membaca&lt;/h3&gt;  	&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Penulis  : &lt;a href="http://kotasantri.com/santri/vbmaya"&gt;Febi Robianti&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  	&lt;p&gt;Meskipun si kecil belum bisa membaca, tetapi kita bisa  mengajarkan 'membaca' dan tentunya mencintai buku. Kemampuan dan kemauan  membaca serta mencintai buku sangat penting ditanamkan pada anak-anak  sejak usia dini. Karena dengan kegiatan membaca bersama dengan anak  merupakan kegiatan yang sangat penting untuk pembentukan dasar diri si  kecil serta untuk keseluruhan proses belajar si anak nantinya. Sebaiknya  membaca buku baru diajarkan ketika si anak masuk usia sekolah, tetapi  kita dapat mulai mengajak anak untuk mencintai buku sejak dini melalui  berbagai cara. Bagaimana caranya, berikut ini tips agar anak cinta buku :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Meminta si anak untuk "membaca" cerita. Cobalah untuk meminta si  anak memilihkan buku cerita yang disukainya, kemudian biarkan dia  'membacakan' isinya untuk Anda. Biarlah dia bercerita sesuai apa yang  ingin diceritakannya. Jangan melontarkan kritikan, misalnya kita  membetulkan ceritanya yang berbeda dengan apa yang ada di buku tersebut.  Kritikan kita tersebut dapat mematikan semangatnya untuk merangkai  sebuah cerita menurut versinya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Bermain tebak-tebakan cerita. Ketika kita membacakan sebuah cerita  pada anak, berhentilah pada satu titik tertentu dimana cerita itu akan  mengarah ke satu arah, kemudian tanyakan apa yang terjadi dengan tokoh  utamanya pada anak. Dan biasakan si kecil untuk mengarang kelanjutan  ceritanya sendiri dengan tebakan-tebakannya. Dengan cara ini dia akan  terbiasa untuk mengarang sebuah cerita sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Membacakan cerita secara berkala. Sediakan waktu secara tertentu  untuk membacakan cerita yang menarik untuk anak. Misalnya, sebelum tidur  atau diwaktu santai. Carilah cerita yang menyenangkan dan bacakan  dengan cara yang menarik. Jika memungkin, buatlah alat peraga yang  sederhana untuk menunjang cerita tersebut, seperti mainannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Memberi buku-buku cerita yang menarik. Berikan dan pilihlah  buku-buku buat anak yang menarik baginya seperti buku dengan banyak  gambar dan sedikit tulisan, serta warna-warna yang menarik, hal ini akan  lebih menarik bagi balita. Juga pilihlah buku yang terbuat dari kertas  karton tebal tahan air bagi bayi maupun anak batita, agar tidak mudah  rusak jika dibuka-buka maupun dimainkannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Dengan mengajak bermain huruf dan angka. Ajaklah si kecil untuk  bermain huruf dan angka, seperti meminta dia untuk mencari dua kartu  dengan angka atau huruf yang sama bentuknya. Atau pasanglah kertas  bertuliskan nama-nama benda pada benda yang ada di sekitarnya. Dengan  permainan-permainan yang sederhana ini merupakan upaya awal kita  memperkenalkan anak untuk belajar membaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Membuat perpustakaan mini. Buatlah sebuah perpustakaan mini yang  sederhana serta ciptakan suasana yang nyaman. Misalnya, menyediakan area  khusus dengan karpet atau berbagai bantalan di dekat lemari atau rak  tempat si kecil dapat menyimpan buku-bukunya. Upayakan agar rak mudah  dijangkau oleh anak, dan tidak membahayakannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Membacakan apa saja. Cobalah untuk membacakan dia apa saja, tidak  hanya buku cerita. Bacakan apa saja yang dapat kita baca dengan suara  yang dia bisa dengar. Misalnya ketika kita membaca resep makanan yang  kita buat, atau amplop surat yang kita terima, coba baca agar dia juga  mendengar. Baca bagian-bagian yang mudah dimengerti saja oleh dia.  Seperti, nama dan alamat pengirim surat atau nama-nama sayuran, makanan,  buah. Selain itu, tunjuk tulisan apa saja yang terpampang ketika ada di  jalan dan bacakan dengan keras juga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Memperlihatkan asyiknya membaca. Tunjukkan betapa asyiknya kita  membaca berbagai buku kepada anak. Agar si anak tahu bahwa membaca itu  sangat menyenangkan. Dengan membaca, kita mengetahui berbagai hal di  berbagai tempat, tanpa perlu pergi ke tempat tersebut. Coba untuk  perlihatkan berbagai buku yang menggambarkan beragam hal, seperti negara  lain dan segala keunikannya, atau berbagai macam flora dan fauna.  Ceritakan pada anak inti dari buku-buku yang kita baca, tentu saja  sesuaikan dengan kemampuan pemahaman anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Ciptakan suatu tokoh. Carilah serial cerita yang sangat disukai  oleh anak, tokoh yang menggambarkan untuk berbuat kebaikan atau  mengamalkan kebaikan. Agar si anak pun tertarik untuk membaca bukunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Membuat buku cerita bersama. Ajarkan si kecil untuk menceritakan  setiap gambar yang dia buat, kemudian tulis cerita tersebut di bawah  gambarnya. Kemudian kumpulkan setiap lembar gambar tersebut menjadi  semacam buku atau di jilid. Jika dia sudah terbiasa, mintalah dia untuk  membuat gambar yang berseri. Dan cobalah untuk membaca buku ceritanya  itu bersamanya.&lt;/p&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;              &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-5261489716364591857?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/5261489716364591857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=5261489716364591857&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/5261489716364591857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/5261489716364591857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/10/mengajak-anak-anak-suka-membaca.html' title='Mengajak Anak-anak Suka Membaca'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-873311033275978559</id><published>2010-10-07T22:09:00.000+02:00</published><updated>2010-10-07T22:11:00.201+02:00</updated><title type='text'>Sebuahtulisanyangsangatbermakna</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;&lt;h2 id="title" class="judul"&gt;Jangan Pernah Menyerah&lt;/h2&gt;  			&lt;div id="tanggal" class="margin-10-10"&gt;Jumat, 02/07/2010 14:00 WIB&lt;a class="text-link" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/oase-iman/m-arif-as-salman-jangan-pernah-menyerah.htm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;  				                                 &lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;M. Arif As-Salman&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  				&lt;p&gt;Senyumnya tulus. Kata-katanya bertenaga. Ia menatap hidup dengan  penuh pengharapan. Seolah tak ada kata putus asa dalam kamus  kehidupannya. Pemahamannya tentang Islam cukup mendalam. Sebelum  bertindak ia akan berpikir berulang kali, menimbang segala sisi maslahat  dan mudharatnya. Saya bersyukur bisa mengenal sosok itu. Saya merasa  banyak tercerahkan dan terinspirasi oleh laki-laki itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginya, hidup harus dijalani dengan penuh optimis. Tak boleh ada  celah untuk pesimis. Jika hari ini cita-cita belum bisa diraih masih ada  hari esok untuk berbuat. Begitulah, laki-laki itu selalu tampak  mengembang senyum di setiap kali bertatap muka dengan orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai seorang suami, ia merasa tanggung jawab yang ia emban bukan  main-main. Amanah harus dijalankan sebagaimana mestinya. Saat saya tanya  bagaimana ia mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin  membengkak, ia menjawab dengan senyumnya yang khas, "Selama kita  berusaha, insya Allah, akan dibukakan jalan oleh Allah."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, sebelum menikah, ia sering mengajak saya berbagi ilmu dan  pengalaman hidup. Sehingga dari seringnya interaksi itu, saya menggali  banyak ilmu darinya. Dan itu berlansung sampai hari ini. Saya mengenal  ia seorang yang cukup cerdas dan memiliki wawasan yang luas. Walau dari  sisi akademis, ia bukan termasuk yang cemerlang, yang bisa menyelesaikan  kuliah S.2 tepat waktu, tapi itu tidak mengurangi rasa simpati dan  kagum saya padanya. Saat ini ia tengah menempuh studi S.2 di sebuah  Universitas ternama di Kairo. Untuk mencukupi kebutuhan hidup  sehari-hari, ia harus mengorbankan waktu yang seharusnya digunakan untuk  belajar dengan bekerja setiap harinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat saya tanya, apakah ia tidak mendapat kiriman dari kampung, ia  menjawab, "Abang malu meminta pada orang tua. Selagi masih bisa, abang  tidak ingin memberatkan orang tua di rumah. Apalagi kondisi orang tua  juga susah dan terkadang kekurangan."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ah, seandainya ia tak terkendala dari sisi ekonomi, saya yakin kuliah  S.2-nya tak akan macet, ia akan menyelesaikannya tepat waktu dengan  hasil yang cemerlang. Tapi, semua sudah ditentukan oleh Sang Maha  Pengatur. Sebagai hamba kita harus menjalaninya dengan penuh kelapangan  dada dan tersenyum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisahnya mengingatkan saya dengan beberapa sosok lain yang saya  kenal. Kisah-kisah mereka begitu menggugah. Pengorbanan mereka  begitu  menyentuh hati saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Cinta itu dibuktikan dengan pengorbanan. Jangan mudah katakan cinta, jika belum berani berkorban."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara kisah cinta tersebut adalah, seorang suami yang mengalah  merawat anak demi kelancaran dan kesuksesan studi istrinya. Atau istri  yang mengalah tidak kuliah agar ia maksimal dalam merawat dan mendidik  anak. Setelah sang suami menyelesaikan kuliah barulah istri melanjutkan  kuliahnya. Jika mereka mengikuti sebuah idealisme, tentu mereka tidak  akan mau mengorbankan cita-cita itu. Tapi demi sebuah kemaslahatan yang  lebih besar dan untuk kebaikan pendidikan anak, mereka rela untuk  menunda meraih cita-cita. Disitu pulalah nilai sebuah perjuangan dan  pengorbanan yang kelak berbuah manis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dinatara mereka, mungkin dulu adalah orang-orang yang cemerlang di  langit prestasi. Nama mereka menjadi sebutan banyak orang. Dipuja dan  dimuliakan, namun kini itu semua seolah redup dan hilang. Orang tak lagi  mendengar nama mereka. Tak lagi menyebut nama mereka. Bahkan  orang-orang sudah melupakan diri mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, mereka mungkin begitu ingin ideal setelah menikah. Urusan  menjadi mudah, kuliah lancar dan masa depan cerah. Tapi, setelah mereka  memasuki gerbang pernikahan mereka baru menyadari bahwa ujian kehidupan  dimulai, perjuangan dan pengorbanan mereka akan dilihat dan dinilai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa banyak orang mungkin yang sukses membubuhkan nilai-nilai  cemerlang di atas kertas. Namun keilmuwan, sikap, kata-kata dan  interaksinya dengan orang banyak justru menjatuhkan nilai pribadinya. Ia  tak dihargai bahkan dilecehkan. Pengakuan di atas kertas belum mampu  membuktikan hakikat dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, mereka mungkin begitu berharap setelah menikah studi mereka  akan lancar tanpa terkendala sedikitpun. Semua bayang-bayang yang  enak-enak muncul dalam benak fikiran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi, saat mereka dalam suasana ujian, Allah berkehendak istri mereka  hamil. Dan sebagai seorang suami yang paham akan kondisi istri,  suamilah lah yang bertugas untuk mengurus rumah, memasak, mencuci sampai  kondisi istri memungkinkan untuk mengerjakan tugas-tugas rumah. Betapa  sulitnya untuk bisa belajar dengan tenang saat perut terasa tidak  nyaman, bahkan hanya gara-gara mencium sesuatu yang menusuk di hidung,  istri merasa mual dan ingin muntah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti yang pernah saya alami saat istri saya hamil sewaktu masa  ujian. Belajar  tidak bisa focus dan tenang, karena perut yang selalu  terasa mual. Begitu juga saat dalam perjalanan ke kuliah untuk mengikuti  ujian, terasa mual dan bahkan mau muntah di jalan. Dan saat duduk di  ruang ujianpun demikian, kondisi perut yang tidak nyaman membuat fokus  menjadi berkurang atau hilang. Atau disaat masa-masa ujian Allah  mentakdirkan sang istri harus melahirkan. Sehingga persiapan ujian  menjadi berantakan. Atau saat masa ujian, tiba-tiba si kecil terkena  demam dan pada saat bersamaan suami-istri ujian, maka satu pihak, suami  atau istri harus mengorbankan diri tidak ikut ujian. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Beruntung jika dalam hal biaya ada orang tua, keluarga, dan kerabat yang  mau menanggung, membiayai setiap bulan. Saat butuh, tinggal telpon  orang tua minta dikirimkan uang sehingga tidak perlu pontang-panting,  mondar-mandir, pusing-pusing untuk memenuhi berbagai kebutuhan  sehari-hari. Sedangkan mereka yang tidak pernah sama sekali mendapatkan  kiriman dari orang tua atau mertua, tidak mendapatkan beasiswa dan  bantuan, kalaupun dapat tidak seberapa, harus mengorbankan banyak waktu,  tenaga, dan fikiran untuk mencari uang, demi mencukupi kebutuhan  keluarga. Terkadang berangkat kerja pagi dan pulang di sore atau malam  hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lantas apakah keadaan ini membuat mereka menyesal dengan pilihan  mereka menikah saat kuliah? Saya perhatikan, tidak ada sedikitpun  goresan kesedihan dan penyesalan di wajah dan dalam rangkaian kata-kata  mereka. Bahkan mereka sangat bahagia dan  selalu tersenyum, bersemangat  dan penuh optimis menjalani hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadz Ahmad yang setiap hari membuat bakwan, lalu mengantarkan ke  rumah makan, selalu tampak tegar dan bersemangat. Bang Arjun yang setiap  hari, di pagi harinya bekerja mencuci mobil dan sore harinya keliling  dari rumah ke rumah untuk menjual kebutuhan sehari-hari seperti tahu,  tempe, srei, toge, kerupuk dllnya selalu tampak gigih dan bersemangat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah mereka juga tidak ingin sukses seperti yang lain? Saya yakin,  mereka juga ingin sukses di bangku kuliah. Ingin mendapatkan nilai-nilai  cemerlang, namun kondisi yang mereka hadapi saat ini belum memudahkan  langkah mereka mewujudkan keinginan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan Ustadz Abdul Wahid, salah seorang kandidat Master di sebuah  Universitas ternama, rela bekerja menjadi cleaning service di KBRI demi  mencukupi kebutuhan keluarga. Ada juga yang berkeja di rumah makan  sebagai tukang masak setiap hari, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 4  sore atau dari jam 3 siang sampai jam 12 malam. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Kalau mereka hanya duduk di rumah, menunggu rezki turun dari langit,  menunggu seseorang datang di pintu rumah lalu menyodorkan sebuah amplop  berisi berlembar-lembar uang dollar, tentu kondisi mereka tak akan  berubah. Karena rezki itu tidak akan datang dengan angan-angan dan  kemalasan, tapi harus dengan bergerak, berusaha dan bekerja keras.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang mereka tidak mendapatkan nilai-nilai istimewa di atas kertas.  Tidak mendapatkan angka 8, 9 atau 10 di bangku kuliah. Bahkan mereka  dinobatkan sebagai orang-orang yang gagal dalam studi. Tak punya  prestasi yang bisa dibanggakan. Tapi dalam kehidupan lain, di dunia yang  lain, nilai mereka begitu tinggi dan berharga. Bahkan mungkin  mengalahkan orang-orang yang berprestasi di bangku kuliah. Jika  orang-orang itu mendapatkan nilai dengan cara belajar yang tekun,  menghafal dan menguasai teori keilmuwan, maka mereka telah menerapkan  dalam keseharian mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana mereka bersabar menjalani hidup di tengah himpitan sulitnya  ekonomi, di tengah beragam permasalahan, di tengah beragam  desakan-desakan kebutuhan, bagaimana perjuangan mereka dalam mendidik  istri dan anak serta memelihara keluarga dari api neraka, dstnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di mata dan dalam hati orang-orang yang mencintai mereka, mereka  memiliki nilai yang begitu berharga. Nilai kesabaran, nilai pengorbanan  dan kerja keras serta nilai keuletan mereka. Di mata istri dan anak-anak  mereka. Di mata Allah, Rasul, dan orang-orang mukmin yang mengenal  mereka. Yang menyadari dan merasakan hasil  pengorbanan mereka untuk  keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nilai ketaatan mereka pada Allah, nilai shalat 5 waktu berjamaah,  nilai membaca dan mengamalkan al-Quran, nilai mencintai Rasul dan  mengamalkan sunnah beliau, nilai mendidik istri, mendidik anak, nilai  bekerja untuk menafkahi keluarga, nilai pengorbanan waktu, fikiran dan  tenaga, dll-nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga tulisan ini mampu mengetuk hati kita untuk tidak membiarkan  rasa pesimis hinggap dalam diri dengan kondisi yang saat ini dihadapi.  Yakinlah kesulitan itu akan berlalu, masa-masa susah itu tidak akan  sia-sia jika kita lewati dengan jiwa perkasa dan hati yang teguh.  Bahkan, kita akan menjadi orang-orang yang matang dan bijak melebihi  usia kita. Kita hanya perlu menghadapinya dengan jernih dan hati yang  mantap. Apa yang dulu yang pernah kita cita-citakan dalam hidup,  yakinlah bahwa suatu saat nanti kita pasti bisa meraihnya. Percayalah  akan kemampuan diri kita. Kita hanya perlu bersabar menjalani untuk  sampai pada  tujuan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya mereka juga mampu seperti yang lain, yang sukses dalam  studi. Hanya saja kondisi mereka saat ini tidak mempermudah jalan mereka  kesana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi percayalah, jika hari ini kita belum bisa meraihnya, yakinkan  diri bahwa esok kita pasti bisa meraihnya. Jika esok belum dapat diraih,  jangan pesimis, selama kita masih hidup, selama kemauan itu masih kita  jaga dan pertahankan, insya Allah suatu hari nanti, kita akan tampil  juga di puncak kegemilangan seperti yang pernah kita dambakan dulu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah ungkapan bertenaga semoga bisa memompa semangat kita, "Selama  cita-cita dan kemauan keras untuk mencapainya masih Anda jaga, yakin dan  percayalah bahwa suatu hari nanti cita-cita itu akan berada dalam  genggaman Anda."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;NB: Tulisan ini terinspirasi dari pertemuan penulis dengan seorang  senior kemaren sore saat berkunjung ke rumah beliau. Sebuah pertemuan  yang berkesan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalam,&lt;br&gt; marif_assalman@yahoo.com  &lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-873311033275978559?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/873311033275978559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=873311033275978559&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/873311033275978559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/873311033275978559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/10/sebuahtulisanyangsangatbermakna.html' title='Sebuahtulisanyangsangatbermakna'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-3918275484329571386</id><published>2010-09-22T13:17:00.001+02:00</published><updated>2010-09-22T13:17:16.137+02:00</updated><title type='text'>Makanan Terbaik Bagi Penderita Alergi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://murtaqicomunity.wordpress.com/2010/07/02/makanan-terbaik-bagi-penderita-alergi/"&gt;Makanan Terbaik Bagi Penderita&amp;nbsp;Alergi&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;  		&lt;p class="info"&gt; 		   		&lt;em class="date"&gt;2 Juli, 2010&lt;/em&gt;    		    		   		&lt;/p&gt;  		&lt;p&gt;&lt;a href="http://murtaqicomunity.files.wordpress.com/2010/07/jeruk.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1102" title="jeruk" src="http://murtaqicomunity.files.wordpress.com/2010/07/jeruk.jpg?w=150&amp;amp;h=108" alt="" height="108" width="150"&gt;&lt;/a&gt;Alergi  merupakan masalah kesehatan yang cukup banyak diderita orang. Alergi  dialami sepanjang yang disebakan oleh berbagai sebab seperti bulu hewan,  debu, kutu atau tungau, suhu dingin dan sebab lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Reaksi alergi yang ditimbulkan tersebut sangat menyiksa dan membuat  rasa tidak nyaman bagi penderitanya, apalagi jika penderita harus  mengalami mata merah, berair, hidung pilek tersumbat, atau bersin-bersin  tanpa henti sepanjang hari. Salah satu cara untuk mengurangi tingkat  keparahan akibat alergi adalah&lt;span id="more-1101"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;dengan  meningkatkan kekebalan tubuh dengan makan manakan penambah daya tahan  tubuh. Makanan-makanan tersebut adalah makanan yang banyak mengandung  vitamin C, magnesium, beta-carotene, dan quercetin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Vitamin C&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak lama vitamin C telah terbukti dapat mengurangi produksi dari  histamine dalam tubuh sehingga dapat mengurangi kejadian-kejadian alergi  secara langsung. Vitamin C merupakan antihistamin alami yang sangat  bagus bagi penderita alergi. Ia dapat membantu memulihkan gejala-gejala  alergi dan mencegah terjadinya reaksi peradangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber-sumber vitamin C dapat diperoleh diantaranya dari &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;rose hip,  acerola, brokoli, paprika hijau dan merah, pepaya, melon, lemon, guava,  leci, tauge, blackcurrant, redcurrant, strawbery, kiwi, jeruk, kentang,  dan kubis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Quercetin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Quercetin kaya akan bioflavonoid yang dapat mengurangi reaksi alergi  dengan memberikan efek antihistamin. Selain itu, quercetin juga dapat  mengurangi terjadinya inflamasi. Dari hasil studi di laboratorium  menunjukan bahwa quercetin banyak memiliki propertianti-inflamasi dan  juga antioksidan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahan makanan yang banyak mengandung zat quercetin adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;apel,  grapefruit (jeruk besar), anggur, pear, banyam, kale, kubis, tomat,  brokoli, serta sayur-sayuran berwarna hijau lainnya, bawang bombay&lt;/span&gt;  (terutama bawang bombay merah, bagian yang paling banyak mengandung  quercetin adalah lembaran cincin terluarnya). Sebagai tambahan&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; jahe&lt;/span&gt; juga  merupakan antihistamin alami dan dapat memberi efek dekongestan. Jahe  dapat memberikan sedikit efek pemulihan dari gejala-gejala alergi karena  ia dapat mengurangi rasa sesak dengan melebarkan selang branchial yang  menyempit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Beta-Carotene&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beta-carotene merupakan bentuk awal dari vitamin A. jika  dikonversikan menjadi vitamin A, ia akan membantu meningkatkan kekebalan  tubuh dan menjaga sistem pernafasan bekerja secara optimal. Selain itu,  zat tersebut merupakan antioksidan yang sangat kuat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buah-buahan dan sayuran berwarna kuning hingga jungka merupakan  sumber yang paling kaya akan Beta-Carotene. Bahan makanan yang kaya akan  Beta-Carotene antara lain &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;ubi merah (jalar/rambat), pepaya, kale,  bayam, wortel, mangga, yam, winter squash (sejenis labu), collard greens  (sejenis kale dengan bentuk daun yang lebih halus), dan kebanyakan  sayuran hijau lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Magnesium&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ion-ion magnesium merupakan bahan esensial dalm semua sel yang hidup.  Fungsi utamanya berperan dalam manipulasi substansi-substansi  polyphospate biologis seperti ATP (Adenosine triphosphate, yaitu sejenis  nukleotid yang terlibat dalam proses pembentukan energi dalam sel),  DNA, dan RNA. Ratusan enzim membutuhkan ion magnesium untuk dapat  berfungsi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Magnesium dapat menahan tahap acidic dalam raksi alergi. Sebagian  pihak bahkan menduga bahwa defisiensi magnesium dapat memicu pelepasan  hestamine. Selain itu, magnesium mampu mengurangi menyempitnya saluran  pernafasan dalam penyakit asma dengan merelaksasikan otot-otot disekitar  selang bronchial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahan makanan yang banyak mengandung magnesium diantaranya &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;almond,  bayam, alpokat, tiram, rempah-rampah, sereal, kopi, kakao, the, kacang  tanah, dan soba&lt;/span&gt;. Sayuran berdaun hijau seperti bayam juga sangat kaya  akan magnesium karean ia mengandung klorofil yang kaya akan magnesium.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Alergi merupakan kejadian yang muncul akibat dari menurunya  kekebalan tubuh manusia. Dengan meningkatnya kekebalan tubuh tersebut  diharapakan munculnya gejala alergi tersebut akan hilang dengan  sendirinya.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Dari berbagai sumber)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-3918275484329571386?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/3918275484329571386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=3918275484329571386&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/3918275484329571386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/3918275484329571386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/09/makanan-terbaik-bagi-penderita-alergi.html' title='Makanan Terbaik Bagi Penderita Alergi'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-1522738844151443175</id><published>2010-09-22T12:59:00.001+02:00</published><updated>2010-09-22T12:59:48.974+02:00</updated><title type='text'>Bahaya Tidur Dengan Lampu Menyala</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://murtaqicomunity.wordpress.com/2010/02/18/bahaya-tidur-dengan-lampu-menyala/"&gt;Bahaya Tidur Dengan Lampu&amp;nbsp;Menyala&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;  		&lt;p class="info"&gt; 		   		&lt;em class="date"&gt;18 Februari, 2010&lt;/em&gt;    		    		   		&lt;/p&gt;  		&lt;p&gt;&lt;a href="http://murtaqicomunity.files.wordpress.com/2010/02/sleep-clild.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-880" title="sleep clild" src="http://murtaqicomunity.files.wordpress.com/2010/02/sleep-clild.jpg?w=119&amp;amp;h=105" alt="" height="105" width="119"&gt;&lt;/a&gt;Tidur  merupakan kebutuhan alami tubuh yang musti di penuhi. Dengan tidur  metabolisme tubuh kita akan ditata kembali. Dengan tidur yang  berkualitas sel-sel dalam tubuh kita akan melakukan regenerasi untuk  mengganti sel-sel tubuh yang mati. Namun demikian banyak dari kita yang  belum memperhatikan cara tidur yang baik. Ada sebagian orang yang merasa  tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap gulita.  Padahal tidur dalam kondisi lampu menyala dapat &amp;nbsp;menyebabkan munculnya  berbagai penyakit. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa anak-anak  yang tidur dengan lampu menyala beresiko&lt;strong&gt;&lt;span id="more-867"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; mengidap leukemia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam  menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu  toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan  dapat menghentikan produksi zat melatonin. Tubuh memerlukan zat kimia  untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan  menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian  tersebut mengatakan bahwa"Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu  selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian  dan produksi zat melatonin menurun". Dari hasil penelitian diketahui  bahwa jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat  dalam kurun 40 tahun terakhir.&amp;nbsp; Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun  didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang  meninggal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia yang diadakan di  London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama  memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak  pernah memakai lampu waktu tidur. Hal ini menekan produksi melatonin  dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam &amp;nbsp;s/d jam 8 pagi. Penelitian  terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah  terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker  payudara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada kenyataannya, orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin  memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker.&amp;nbsp;Oleh karena itu, para  orang tua disarankan untuk menggunakan bola lampu yang suram berwarna  merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Dari berbagai sumber)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-1522738844151443175?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/1522738844151443175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=1522738844151443175&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1522738844151443175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1522738844151443175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/09/bahaya-tidur-dengan-lampu-menyala.html' title='Bahaya Tidur Dengan Lampu Menyala'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2744294879677645371</id><published>2010-09-22T12:41:00.001+02:00</published><updated>2010-09-22T12:41:26.362+02:00</updated><title type='text'>Berdagang, Jalan Menjadi Pewirausaha</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;&lt;h2 class="contentheading"&gt; 			Berdagang, Jalan Menjadi Pewirausaha	&lt;/h2&gt;      &lt;div align="justify"&gt;Banyak pengusaha besar (konglomerat) di Indonesia  pada mulanya berkarier sebagai pedagang atau penjual. Liem Sio Liong (Om  Liem), ketika pertama berbisnis di Indonesia dan menginjakkan kaki  pertama di Semarang dari China Daratan, awalnya juga mulai berdagang  dengan kebutuhan pokok di Jawa tengah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;William Suryajaya, pendiri  Astra, bisnis awalnya adalah pedagang dan pemasok kebutuhan beberapa  instansi pemerintah. Awalnya mereka tidak punya produk buatan sendiri.  Keluarga Katuari pendiri Group Wing awalnya juga pedagang sabun sebelum  sukses membangun industri sabun sendiri.&lt;br&gt;  &lt;br&gt;Namun banyak orang bingung ketika hendak memulai jadi pewirausaha (&lt;em&gt;entrepreneur&lt;/em&gt;). Belum apa-apa, mereka sudah membayangkan yang berat-berat, seperti harus punya modal dan bisa membuat produk sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalau  memulai usaha harus memikirkan tingkatan seperti itu memang berat.  Banyak orang yang tidak tahu bahwa sesungguhnya berdagang adalah langkah  bagus untuk memulai usaha.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berdagang prosesnya lebih mudah, kita  tidak perlu memikirkan produksi. Yang kita perlu pikirkan hanya  pemasaran. Kita membeli produk dari pihak tertentu dan kemudian  menjualnya ke pihak lain dengan harga yang lebih tinggi agar mendapatkan  margin untung. Berdagang, adalah media pembelajaran &lt;em&gt;entrepreneur&lt;/em&gt; yang sangat baik dan sederhana yang akan mengajari kita untuk membedakan mana biaya modal dan mana untung.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kuncinya  kita cukup dengan cara menjual lebih tinggi barang dagangan kita,  dibanding harga beli plus biaya transpor. Kita bisa mengoptimalkan  keuntungan dari aspek tempat dan waktu. Misal semangka yang di  Yogyakarta atau Jawa Tengah harganya rendah, tapi karena faktor tempat,  saat dijual ke Jakarta, harganya bisa dua kali lipat. Kalau kita menjual  semangka tersebut satu truk, laba bersihnya bisa Rp 1 juta per sekali  kirim.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Demikian juga kedelai, tempurung kelapa, bawang merah, dan  lain-lain yang di daerah tertentu amat murah, di tempat lain harganya  bisa berlipat-lipat. Di Brebes bawang merah cuma Rp 8 ribu/kg, dibawa ke  Jakarta yang hanya enam jam perjalanan, harganya sudah dua kali lipat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidak  usah jauh-jauh, Anda bisa saja beli pakaian jadi di Pasar Tanah Abang,  Pasar Pagi (Mangga Dua) atau Pasar Cipulir yang harganya cuma Rp 20 ribu  per potong, begitu barang tersebut ada di sekitar Anda harganya bisa Rp  50 ribu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pedagang juga bisa mencari benefit dari waktu. Ketika  musim padi kita beli gabah sebanyak-banyaknya karena harga murah. Lalu  kita simpan di gudang 3-4 bulan, sekalian mengeringkan gabah, lalu kita  giling dan dijual di saat musim non-panen. Harga di saat non-panen  biasanya lebih mahal. Di saat panen bahkan sering barang dibuang-buang,  namun di saat tidak panen barang itu menjadi bernilai. Anda mau mencoba  menjadi pedagang? (*/S-1)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber : Harian Media Indonesia; Selasa, 7 April 2009&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;              &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2744294879677645371?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2744294879677645371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2744294879677645371&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2744294879677645371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2744294879677645371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/09/berdagang-jalan-menjadi-pewirausaha.html' title='Berdagang, Jalan Menjadi Pewirausaha'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-8426129926422123976</id><published>2010-09-22T11:47:00.001+02:00</published><updated>2010-09-22T11:47:11.020+02:00</updated><title type='text'>Tips Mendirikan BMT yang Untung</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://infoindonesia.wordpress.com/2008/04/23/tips-mendirikan-bmt-yang-untung/" rel="bookmark" title="Tips Mendirikan BMT yang&amp;nbsp;Untung"&gt;Tips Mendirikan BMT yang&amp;nbsp;Untung&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;  				&lt;div class="postinfo"&gt; Posted on &lt;span class="postdate"&gt;April 23, 2008&lt;/span&gt; by Admin	 				&lt;/div&gt;  				  					&lt;p&gt;&lt;a href="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2008/04/ad_art_bmt_amanah.doc"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Banyak kita baca di media massa BMT (Baitul Maal wa tamwil) yang merugi dan berguguran. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Itu  selain karena pengurus kurang profesional dan amanah juga karena  strategi yang digunakan keliru. Misalnya pinjaman diberikan untuk  pinjaman konsumtif seperti kredit motor. Padahal harusnya untuk pinjaman  produktif sehingga bagi hasil bisa berjalan dan dinikmati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Selain  itu pola Grameen Bank yang berhasil memberikan pinjaman tanpa agunan  tapi tingkat pengembaliannya tinggi juga bisa ditiru. GB hanya  memberikan pinjaman tanpa agunan pada kelompok yang terdiri dari 5  orang. Pinjaman pertama untuk 2 orang. Setelah lunas pinjaman diberikan  pada 2 orang berikutnya. Setelah lunas lagi baru diberikan pada yang  terakhir. Setiap peminjam harus menabung sejumlah kecil uang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Berikut  bagi pengalaman yang diberikan oleh pak Ediyus di Riau yang berhasil  mengembangkan BMT dari modal Rp 100 juta hingga menjadi Rp 3 milyar!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span id="more-92"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;BMT  secara badan hukum harus berbentuk koperasi, dalam prakteknya BMT  di-awasi oleh PINBUK, sebagaimana juga koperasi pada umumnya, maka para  pendiri diperbolehkan mempunyai hak-hak khusus. Mungkin untuk kriteria  pendirian lebih baik bertanya langsung pada PINBUK, karena pada  prinsipnya PINBUK tsb sama setiap daerahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dalam  AD/ART, sebaiknya kita harus benar-benar membuat batasan tegas agar BMT  tsb benar-benar berjalan sesuai dengan Syari'ah, biasanya poin yang  sangat rentan adalah masalah bentuk-bentuk dan tatacara peminjaman,  serta kemana dana yang dipinjamkan tsb digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Juga  untuk mengantisipasi masuknya ide sekuler, maka pada AD/ART nya BMT  yang akan dirikan, sebaiknya dibuat dipasal tentang hak suara… yaitu hak  suara antara Anggota Istimewa dan Anggota Biasa… anggota Istimewa tadi  yaitu para pendiri dan atau yang memiliki dana yang besar di BMT,  memiliki hak suara lebih…. nah, jika ada anggota baru mau memasukan dana  yang cukup signifikan, maka perlu persetujuan Anggota Istimewa tadi…&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dan  jangan lupa untuk menambahkan bahwa ide/usulan dari anggota, baru akan  dijalankan setelah mendapat legalisasi dari dewan syariah…. dewan  syariah biasanya terdiri dari alim ulama yang mengerti tentang bisnis  Islami….&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Karena  berbentuk koperasi, tentunya modal awal BMT tidaklah besar, maka  sebaiknya BMT didirikan disekitar pasar, karena sektor inilah yang  paling menunjang pertumbuhan BMT.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kita bisa memberikan  pinjaman dengan sistem mudharabah pada pedagang kecil, yang insya ALLAH  bisa dihitung keuntungannya harian, jadi mereka bisa setor harian.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Lagi  pula BMT juga bisa mengeliminisir ijon atau rentenir. SubhanaLLAH, BMT  Bina-Swadaya yang berada di Duri-RIAU, yang tadinya hanya bermodal  sekitar 100Juta, saat ini sudah mengelola sekitar 3-milyar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sebaiknya  BMT diarahkan pada pinjaman produktif, ketimbang konsumtif, banyak  kegagalan terjadi ketika BMT tsb diawali dengan kegiatan konsumtif  seperti pendanaan pembelian barang (sepeda motor, HP, perabot, dll),  karena harta-harta yang dibelikan tsb kemungkinan besar tidak menghasil  nilai tambah dari segi ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Lain  halnya dengan pinjaman produktif, pihak BMT bisa memberikan pasal,  untuk memberi-hak pada BMT untuk ikut campur-tangan dalam proses usaha,  agar usaha tadi tidak jatuh.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Tentunya BMT harus  mengeluarkan ekstra effort untuk melakukan pembinaan mereka, namun hal  tsb-lah nilai plus BMT, sehingga insya ALLAH kedepannya BMT bisa  mencetak pribadi-pribadi muslim yang mandiri yang cekatan dalam  berbisnis. Dan bisa mengangkat martabat mustahik menjadi muzakki, insya  ALLAH.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Hmmm,  mungkin segini dulu Akhi…. Afwan jika uraiannya kurang nyambung, jika  ada pertanyaan lanjutan silahkan, insya ALLAH jika ana bisa menjawab  akan ana jawab, jika tidak akan ana refer ke-teman yang lebih ahli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Wassalaammu'alaykum wa rahmatuLLAHI wa barakatuh,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ediyus Hz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://infoindonesia.files.wordpress.com/2008/04/ad_art_bmt_amanah.doc"&gt;Contoh AD/ART BMT&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Contoh Pola Bagi Hasil BMT dengan Pedagang/Pengusaha&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pinjaman modal ke tukang sayur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pinjaman Rp 100.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penjualan= Rp 150.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Biaya bahan baku dan operasional: Rp 100.000 (komponen biaya dimusyawarahkan antara pedagang dengan BMT)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Untung = Rp 50.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bagi hasil antara pedagang dengan BMT = 80:20&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pinjaman  Rp 100.000 adalah modal yang harus dikembalikan selama 20 hari sebesar  Rp 5.000/hari. Selama belum lunas, Bagi hasil terus berlaku sebelum  peminjam dinyatakan default/tak mampu bayar (misalnya setahun). Bagi  yang pinjaman macet karena malas/curang tidak akan dapat pinjaman lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Jadi bagi hasilnya dari keuntungan Rp 50.000, pedagang dapat Rp 40.000 dan BMT dapat Rp 10.000.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Selain itu BMT dapat pengembalian modal Rp 5.000/hari hingga modalnya kembali semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dalam 20 hari penerimaan BMT adalah Rp 15.000 x 20 = Rp 300.000&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Meski  dalam kurang sebulan BMT mendapat lebih dari 300%, tapi ini bukan  rentenir. Ini bagi hasil. Jika merugi, maka diteliti kerugiannya apakah  karena force majeur atau hanya karena malas. Kerugian karena malas hanya  ditanggung oleh pedagang sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ini  beda dengan Bank yang meski mungkin lebih kecil, tapi jika tidak  dilunasi, untung/rugi, maka pinjamannya akan terus berbunga sehingga  seluruh harta bisa disita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Semoga  lembaga Micro Finance seperti BMT yang tidak mencekik/tapi  menguntungkan ini bisa berkembang sehingga lebih banyak lagi UKM yang  bisa didanai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Konsultasi Pendirian BMT dengan pak Ediyus dan ibu Meidianawati&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Rumah  dekat pasar, ini sudah menjadi modal awal yang sangat menentukan.BMT  itu badan-hukumnya adalah koperasi, dan pengelolaannya sama persis  dengan koperasi, cuma dikelola dengan cara syari'ah…. Yaitu  menghilangkan sistem bunga. Cara pendiriannya yaitu via PINBUK.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;BMT ini bisa saja dijalankan dulu, dan setelah itu melapor ke PINBUK….. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Namun sebaiknya melapor dulu ke PINBUK baru jalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tentunya sebelum pendirian perlu ada AD/ART-nya, perlu ada nama-nama pendirinya, dan modal awalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pendiri: minimal 20-orang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Modal awal: minimal 20Juta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Saran:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sebaiknya  jangan ada modal yang dominan, misalnya dari 20juta ada seorang yang  memasukan modal 15juta…. Dikhawatirkan jika ada gesekan dengan pemodal  besar tadi, lalu modal dicabut, maka kolaps lah BMT tsb. Sebaiknya  distribusi modal rata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Modal  bisa saja terdiri dari uang tunai, atau harta lain yang dinilai dengan  setara uang, misalnya: rumah sepupu Mba' Meidy tsb, jika disetuju  menjadi kantor BMT, bisa dinilai dengan uang seharga 5 juta modal untuk  pemakaian selama 10 tahun…. Dst&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Masalah pengelelolaan:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dana yang akan diputar:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;berasal dari Modal pendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;berasal dari simpanan anggota (tabungan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;berasal dari syarikah (saham)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kerjasama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Murabahah: jual beli kredit, dalam hal ini BMT sebagai pihak penjual&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Mudharabah: pendanaan, cara ini dengan cara bagi hasil dari usaha, dimana BMT hanya sebagai pihak penyedia dana saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Musyarakah: BMT dan pengusaha bersekutu dalam menjalankan usaha, termasuk modal dan tenaga manajemen usaha tsb&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ijaroh: Jasa/sewa, yaitu BMT membantu seseorang menyewakan fasilitas, seperti ruko, mobil dll&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kardul  hasan: dana sosial yang akan digunakan untuk membantu orang-orang yang  kemalangan, ini murni bersifat bantuan, biasanya dana ini terkumpul dari  zakat para pengusaha yang berkerjasama dengan BMT, infaq, sadaqoh dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;BMT  yang berada disekitar pasar biasanya akan sering menggunakan sistem  Mudharabah…. insya ALLAH sistem tsb lebih menguntungkan bagi pedagang  ketimbang meminjam pada rentenir…. Umum-nya pedagang kecil tsb, memiliki  resiko kecil untuk rugi, makanya sistem ini sangat menguntungkan bagi  BMT dan insya ALLAH sangat dominan membuat BMT maju…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Mungkin itu saja sekelumit, jika ada pertanyaan insya ALLAH diskusi kita akan berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Wassalaam.wr.wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ediyus Hz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;.&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-8426129926422123976?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/8426129926422123976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=8426129926422123976&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8426129926422123976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8426129926422123976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/09/tips-mendirikan-bmt-yang-untung.html' title='Tips Mendirikan BMT yang Untung'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-1339823776370736443</id><published>2010-09-16T10:00:00.001+02:00</published><updated>2010-09-16T10:00:04.868+02:00</updated><title type='text'>Wanita Paling Ramai Masuk Neraka?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://shuhaizad.blogspot.com/2010/04/tertulis-dalam-kitab-ihya-ulumuddin.html"&gt;Wanita Paling Ramai Masuk Neraka?&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ncdK3Kg2A2g/S8U55fgBIRI/AAAAAAAAAD4/j_oNYFgV2Ss/s1600/wanitasolehah2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 178px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ncdK3Kg2A2g/S8U55fgBIRI/AAAAAAAAAD4/j_oNYFgV2Ss/s200/wanitasolehah2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459833783127712018" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tertulis dalam kitab &lt;span style="text-decoration: underline; font-weight: bold;"&gt;Ihya' Ulumuddin karangan Imam al-Ghazali,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Telah bersabda Rasulullah SAW yang maksudnya:&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br&gt;"Telah  aku lihat di dalam neraka pada malam mi'raj, maka aku nampak kebanyakan  isinya perempuan." Maka kataku daripada sahabatnya: "Kerana apa begitu  ya Rasulullah?" Maka sabdanya: " Sebab pun perempuan-perempuan itu  banyak mereka itu mengutuk menghamun, sangat pelucah mulutnya tidak mahu  sabar atas satu perkara melainkan apabila tak kena apa suatu perkara di  dalam hatinya daripada perbuatan siapa-siapa juga, maka lekas ia  mengutuk memaki, bukanlah ia diam atau berkata dengan perkataan baik."  Dan satu lagi: "Tidak mengatakan ada apa-apa kebaikan dan kemanfaatan  suaminya, iaitu jikalau diberi oleh suami akan isterinya nafkah dan  kiswah dan tempat tinggal yang sekadar upayanya, dan bermesra manis  tidak sentiasa bengkeng, dan mambaikkan tadbir baginya oleh suaminya,  maka semuanya itu dikatakannya tidak ada apa baik suaminya, dan tidak  sekali-kali dikenangnya dan syukur ia atas sekalian perkara itu, jauh  sekali dipujinya dengan kerana banyak perempuan-perempuan itu demikian  banyaklah pula mereka itu masuk neraka."&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Usamah bin Zaid menceritakan, bahawa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br&gt;"Aku  berdiri di atas syurga, kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah  golongan miskin dan orang kaya tertahan di luar pintu syurga kerana  dihisab. Selain daripada itu ahli neraka diperintahkan masuk ke dalam  neraka, dan aku berdiri di atas pintu neraka, ku lihat kebanyakan yang  masuk ke dalam neraka adalah perempuan."&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud&lt;span style="font-style: italic;"&gt;:&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;"Aku  lihat api neraka, tidak pernah aku melihatnya seperti hari ini, kerana  ada pemandangan yang dahsyat di dalamnya aku saksikan kebanyakan ahli  neraka adalah perempuan."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Rasulullah SAW ditanya, mengapa ya Rasulullah? Baginda SAW menjawab&lt;span style="font-style: italic;"&gt;:&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;"Perempuan  mengkufurkan suaminya dan mengkufurkan ihsannya, Jika engkau membuat  baik kepadanya seberapa banyak pun dia belum berpuas hati dan cukup."  (Hadis riwayat Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dalam hadis daripada Jabir bin Abdullah, katanya&lt;span style="font-style: italic;"&gt;:&lt;br&gt;"Aku  hadir bersama-sama Rasulullah mengerjakan sembahyang pada hari raya  (selepas sembahyang dan berkhutbah). Baginda kemudian pergi (ke barisan  belakang) hingga sampai ke tempat kaum perempuan. Lalu Baginda  menasihati dan mengingatkan mereka, serta Baginda (menggalakkan mereka  bersedekah), sabdanya: "(Bersedekahlah kamu kerana sesungguhnya  kebanyakan kamu menjadi kayu bakaran api neraka."&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Rasulullah bersabda&lt;span style="font-style: italic;"&gt;:&lt;br&gt;"Wahai  kaum perempuan, bersedekah dan banyakkan beristighfar kerana  sesungguhnya aku mengetahui (bahawa) kamu golongan yang banyak sekali  antara ahli neraka."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seorang perempuan yang bijak antara mereka  berkata: "Ya Rasulullah mengapa kami menjadi golongan yang banyak sekali  antara ahli neraka?" Baginda menjawab: ""(Kerana) kamu selalu mengutuk  dan memaki-hamun dan kamu pula tidak mengenang budi suami dan (selain  itu) aku tidak melihat golongan yang kurang akal dan kurang pula (amal)  agamanya serta besar pula pengaruhnya kepada orang lelaki bijak bestari  (sekalipun) – selain daripada kamu."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perempuan itu bertanya lagi katanya: "Ya Rasulullah apa maksudnya: (Kaum perempuan) kurang akal dan kurang (amal) agama itu?"&lt;br&gt;Baginda  menjawab: "Mengenai kurang akal, maka (ketika menjadi saksi): Saksi dua  perempuan, (hanya) menyamai saksi seorang lelaki; maka inilah (tanda)  kurang akal.&lt;br&gt;Dan seseorang perempuan pula akan tinggal beberapa hari dengan tidak mengerjakan&lt;br&gt;sembahyang  (kerana kedatangan haid) dan dia pula ada kalanya tidak berpuasa pada  Ramadan (kerana kedatangan haid juga) maka ini dan (tanda yang  menunjukkan kaum perempuan) kurang amal agamanya (berbanding dengan kaum  lelaki)."&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apa yg aku nk  kongsi kat sini adalah peringatan..Hadis2 ini bukan utk melemahkan lg  wanita tetapi sebagai peringatan dan panduan..Jelas disebut ramai wanita  yg masuk neraka kerana byaknya sbb yg memudahkan mereka masuk  neraka..oleh itu kaum wanita perlu mengambil peringatan dari Rasullullah  dan mengargai peringatan yg diberi..&lt;br&gt;Kaum lelaki juga tidak lepas  dari tangungjwab melihat peringatan ini..kerana antara sbb2 lelaki masuk  neraka juga adalah dari kaum hawa ini..&lt;br&gt;Ingat ..&lt;br&gt;"tercipta mereka dari rusuk lelaki..&lt;br&gt;bukan dari kaki utk kita alasi..&lt;br&gt;tercipta mereka dari rusuk lelaki..&lt;br&gt;bukan dari kepala utk disanjung2..&lt;br&gt;tercipta mereka dari rusuk lelaki..&lt;br&gt;dekat dibahu utk dilindung..&lt;br&gt;dan dekat juga dihati utk dikasihi.."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Peranan lelaki amat besar kerana kaum wanita mungkin menjadi penghalang tatkala kaki lelaki ingin menyentuh pintu syurga..&lt;br&gt;&lt;br&gt;Wasalam..&lt;br&gt;hanya menyampai..bukan blagak pandai.. &lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;"Dan ketahuilah,engkau diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia fana ini. Untuk sirna, bukan untuk abadi. Untuk mati, bukan untuk hidup selamanya. Bahwa posisimu adalah posisi berangkat untuk mengumpulkan bekal. Dan, bahwa engkau tengah berjalan menuju akhirat. Bahwa engkau tengah dikejar oleh kematian. Tidak ada makhluk yang dapat lari dari kematian. Karena itu, hati-hatilah selalu dengan kematian. Jangan sampai engkau dijemput kematian ketika engkau tengah dalam kondisi iman yang buruk." (Ali bin Abi Thalib) Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah. Allah SWT punya rencana dan tujuan berbeda bagi setiap orang. Maka jangan pernah menyesali hidup yang saat ini kita jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-1339823776370736443?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/1339823776370736443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=1339823776370736443&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1339823776370736443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1339823776370736443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/09/wanita-paling-ramai-masuk-neraka.html' title='Wanita Paling Ramai Masuk Neraka?'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ncdK3Kg2A2g/S8U55fgBIRI/AAAAAAAAAD4/j_oNYFgV2Ss/s72-c/wanitasolehah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-6876027194902299144</id><published>2010-09-16T09:50:00.001+02:00</published><updated>2010-09-16T09:50:53.837+02:00</updated><title type='text'>Sebab Apa Wanita Ramai Masuk NERAKA...?????</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#0000ff;"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 class="uiHeaderTitle"&gt;Sebab Apa Wanita Ramai Masuk NERAKA...?????&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix"&gt;&lt;div class="mbs uiHeaderSubTitle lfloat fsm fwn fcg"&gt;by &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/PaPa-N-MaMa/118320104846794"&gt;PaPa N MaMa&lt;/a&gt; on Wednesday, July 28, 2010 at 1:43am&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;br&gt; Sahabat yang dirahmati Allah, &lt;br&gt; Suatu pe...rkara yang pasti bahawa Syurga dan Neraka adalah dua tempat  balasan yang Allah s.w.t. ciptakan. Syurga diciptakanNya sebagai tempat  tinggal yang abadi bagi kaum Muslimin dan Muslimat dan Neraka sebagai  tempat tinggal bagi kaum Musyrikin, Musyrikat dan pelaku dosa yang Allah  s.w.t. telah melarang darinya. Setiap Muslim yang mengerti keadaan  Syurga dan Neraka tentunya sangat berharap untuk dapat menjadi penghuni  Syurga dan terhindar jauh dari Neraka, inilah fitrah.  &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Membicarakan tentang nNeraka dan penghuninya, yang mana majoriti  penghuninya adalah wanita kerana sebab-sebab yang akan dijelaskan nanti. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Sebelum kita mengenal wanita-wanita penghuni Neraka alangkah baiknya  jika kita menoleh kepada peringatan-peringatan Allah s.w.t. di dalam Al  Quran tentang Neraka dan azab yang tersedia di dalamnya dan perintah  untuk menjaga diri daripadanya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Allah s.w.t. berfirmanyang bermaksud : &lt;br&gt; "Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api  Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya  malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah  terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan  apa yang diperintahkan." &lt;br&gt; (Surah At Tahrim ayat 6) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Imam At-Tobari (rahimahu 'Llah) menyatakan di dalam tafsirnya :  "Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri  mereka dari Neraka." &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Ibnu Abbas r.a juga mentafsirkan ayat ini : "Beramallah kamu dengan  ketaatan kepada Allah, takutlah kamu untuk bermaksiat kepadaNya dan  perintahkan keluarga kamu untuk berzikir, nescaya Allah menyelamatkan  kamu dari Neraka." &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Masih banyak tafsir para sahabat dan ulama lainnya yang menganjurkan  kita untuk menjaga diri dan keluarga dari Neraka dengan mengerjakan  amalan soleh dan menjauhi maksiat kepada Allah s.w.t. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Di dalam surah lainnya Allah s.w.t. berfirmanyang bermaksud : &lt;br&gt; "Peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir."  &lt;br&gt; (Surah Al Baqarah ayat 24) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Sahabat yang dimuliakan, &lt;br&gt; Begitu pula dengan ayat-ayat lainnya yang juga menjelaskan keadaan Neraka dan perintah untuk menjaga diri daripadanya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Kedahsyatan dan kengerian Neraka juga dinyatakan Rasulullah s.a.w di  dalam hadis yang sahih dari Abu Hurairah r.a bahawasanya baginda  bersabdayang bermaksud : &lt;br&gt; "Api kamu yang dinyalakan oleh anak cucu Adam ini hanyalah satu bahagian dari 70 bahagian Neraka Jahanam." &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Jikalau api dunia saja dapat menghanguskan tubuh kita, bagaimana dengan  api Neraka yang panasnya 70 kali ganda dibandingkan dengan panas api  dunia? Semoga Allah S.W.T. menyelamatkan kita dari api Neraka.  &lt;br&gt;  &lt;br&gt; WANITA PENGHUNI NERAKA &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Mengenai hal ini, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud : &lt;br&gt; "Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya  adalah fuqara' (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka  aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita."  &lt;br&gt; (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Hadis ini menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah  s.a.w tentang penghuni Syurga yang majoritinya adalah fuqara (para fakir  miskin) dan Neraka yang majoriti penghuninya adalah wanita. Tetapi  hadis ini tidak menjelaskan sebab-sebab yang menyebabkan mereka  dimasukkan ke dalam Neraka dan menjadi majoriti penghuninya, namun  demikian sebab-sebab tersebut disebutkan dalam hadis lainnya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Di dalam kisah solat gerhana matahari, Rasulullah s.a.w. dan para  sahabatnya melakukan solat gerhana padanya dengan solat yang panjang ,  Rasulullah s.a.w melihat Syurga dan Neraka. Ketika beginda melihat  Neraka beginda bersabda kepada para sahabatnya: &lt;br&gt;  &lt;br&gt; " … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan  seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum  wanita. Para sahabat pun bertanya : "Mengapa (demikian) wahai  Rasulullah?" Baginda s.a.w menjawab : "Kerana kekufuran mereka."  Kemudian ditanya lagi : "Apakah mereka kufur kepada Allah?" Baginda  menjawab : "Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap  kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang  di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu  pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : 'Aku tidak  pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.' " (Hadis Riwayat Imam  Al-Bukhari) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Dalam hadis yang lain, Rasulullah s.a.w menjelaskan tentang wanita penghuni Neraka, baginda bersabda : &lt;br&gt;  &lt;br&gt; " … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka  telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka kerana sombong dan  berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka  seakan-akan seperti bunggul unta. Mereka tidak masuk Syurga dan tidak  mendapatkan wanginya Syurga padahal wanginya boleh didapati dari jarak  perjalanan sekian dan sekian." &lt;br&gt; (Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Dari Imran bin Husain dia berkata, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud : &lt;br&gt; "Sesungguhnya penduduk Syurga yang paling sedikit adalah wanita." &lt;br&gt; (Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Imam Qurthubi (rahimahu 'Llah) menjelaskan maksud hadis di atas dengan pernyataannya :  &lt;br&gt;  &lt;br&gt; "Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Syurga adalah hawa nafsu  yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada  kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat kerana kurangnya  akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan  kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.  Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum  lelaki dari akhirat disebabkan adanya hawa nafsu dalam diri mereka,  kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka  dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap  agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat."  &lt;br&gt; (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tazkirah halaman 369) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Jika kita perhatikan keterangan dan hadith di atas dengan insaf, nescaya  kita akan dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam  Neraka bahkan menjadi majoriti penghuniya dan yang menyebabkan mereka  menjadi golongan minoriti dari penghuni Syurga. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; 1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya : &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Rasulullah s.a.w menjelaskan hal ini pada sabda baginda di atas tadi.  Kekufuran seumpama ini terlalu banyak kita dapati di tengah-tengah  keluarga kaum muslimin, iaitu seorang isteri yang mengingkari  kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan  sikap suami yang tidak sesuai dengan kehendak isteri sebagaimana kata  pepatah,'panas setahun dihapus oleh hujan sehari'. Padahal yang harus  dilakukan oleh seorang isteri ialah bersyukur terhadap apa yang  diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan suami  kerana Allah s.w.t. tidak akan melihat isteri seumpama ini sebagaimana  dijelaskan Rasulullah s.a.w : &lt;br&gt;  &lt;br&gt; "Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya." &lt;br&gt; (Hadis Riwayat Nasaie) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Hadis di atas adalah peringatan keras bagi kaum wanita muslimah yang  menginginkan keredhaan Allah s.w.t. dan SyurgaNya. Maka tidak layaklah  bagi wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan  suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak  mengadukan hal-hal kekurangan yang tidak sepatutnya untuk  diperbesar-besarkan. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Jika sedemikian keadaannya, maka sangat tidak sesuai sekali jika wanita  yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan  Rasulullah s.a.w sebagai majoriti kaum yang masuk ke dalam Neraka  walaupun mereka tidak kekal didalamnya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Cukup sekiranya isteri-isteri Rasulullah s.a.w dan para sohabiyah  sebagai suri tauladan bagi isteri-isteri kaum muslimin dalam mensyukuri  kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; 2. Durhaka Terhadap Suami &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Kedurhakaan yang dilakukan seorang isteri terhadap suaminya pada umumnya  berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai pada kehidupan  masyarakat kaum Muslimin. Tiga bentuk kedurhakaan itu adalah : &lt;br&gt;  &lt;br&gt; 1. Derhaka dengan ucapan. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; 2. Derhaka dengan perbuatan. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; 3. Derhaka dengan ucapan dan perbuatan. &lt;br&gt;  &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Bentuk pertama ialah seorang isteri yang biasanya berucap dan bersikap  baik kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya, tiba-tiba  berubah sikap dengan berbicara kasar dan tidak segera memenuhi panggilan  suaminya. Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa  tidak senang atau lambat mendatangi suaminya. Kederhakaan seperti ini  sering dilakukan seorang isteri ketika ia lupa atau memang sengaja  melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Termasuk bentuk kederhakaan ini ialah apabila seorang isteri  membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau  keluarganya tanpa sebab yang dibenarkan oleh syara'. Atau ia menuduh  suaminya dengan tuduhan-tuduhan yang bermaksud untuk menjatuh dan  merosak kehormatannya sehingga suaminya dipandang hina di mata orang  lain. Begitu juga apabila seorang isteri meminta talak atau di khulu'  (dicerai) tanpa sebab syar'i. Atau ia mendakwa telah dianiaya atau  dizalimi suaminya atau lain-lainnya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Permintaan cerai biasanya di awali dengan pertengkaran antara suami dan  isteri kerana ketidakpuasan isteri terhadap kebaikan dan usaha suami.  Atau yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya kerana  suaminya berusaha mengamalkan syari'at-syari'at Allah s.w.t. dan  sunnah-sunnah Rasulullah s.a.w. Sungguh hina sekali apa yang dilakukan  isteri seperti ini terhadap suaminya.  &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Ingatlah sabda Rasulullah s.a.w : &lt;br&gt; "Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar'ie) maka haram baginya mencium wangi Syurga." &lt;br&gt; (Hadis Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi ) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Bentuk kederhakaan kedua yang dilakukan para isteri terjadi apabila  seorang isteri tidak mahu melayani keperluan batiniyah suaminya atau  bermuka masam ketika melayaninya atau menghindari suami ketika hendak  disentuh dan dicium atau menutup pintu ketika suami hendak mendatanginya  dan yang seumpamanya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Termasuk dari bentuk ini ialah apabila seorang isteri keluar rumah tanpa  izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya.  Tindakan ini sebenarnya adalah seakan-akan seorang isteri lari dari  rumah suaminya tanpa sebab syar'ie. Demikian pula jika isteri enggan  untuk bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati  suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi  dari anggota tubuhnya (aurat), menerima tetamu tanpa izin suaminya,  berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau  atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan  mahramnya dan yang lain-lain. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Begiti juga apabila seorang isteri tidak mau berdandan atau  mempercantikkan diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan  hal-hal itu, melakukan puasa sunat tanpa izin suaminya, meninggalkan  hak-hak Allah seperti solat atau puasa Ramadhan. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Maka setiap isteri yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti tersebut  adalah isteri yang durhaka terhadap suami dan telah melakukan maksiat  kepada Allah s.w.t. Jika kedua bentuk kederhakaan ini dilakukan  sekaligus oleh seorang isteri maka ia dikatakan sebagai isteri yang  derhaka dengan ucapan dan perbuatannya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Sungguh rugi wanita yang melakukan kederhakaan ini. Mereka lebih memilih  jalan ke Neraka daripada jalan ke Syurga kerana memang biasanya wanita  yang melakukan kederhakaan-kederhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan  kesenangan dunia yang menipu. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Jalan menuju Syurga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga yang indah,  melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui  oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah.  Tetapi ingatlah di hujung jalan ini ada Syurga yang Allah sediakan untuk  hamba-hambaNya yang sabar menempuhnya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Ketahuilah pula bahawa jalan menuju ke Neraka memang indah, penuh dengan  syahwat dan kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk  menjalaninya. Tetapi ingat dan sedarlah bahawa Neraka menanti  orang-orang yang menjalani jalan ini dan tidak mahu berpaling darinya  semasa ia hidup di dunia. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Hanya wanita yang bijaksanalah yang mahu bertaubat kepada Allah s.w.t.  dan meminta maaf kepada suaminya dari kederhakaan-kederhakaan yang  pernah ia lakukan. Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar  dalam mentaati perintahnya. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; 3. Tabarruj &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan  perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang wajib ditutupnya  dari pandangan lelaki bukan mahramnya.  &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah s.a.w tentang wanita-wanita  yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang disebabkan pakaian yang mereka  pakai tipisnya, berseluar ketat menampakkan bahagian-bahagian tubuh  tertentu, tidak menutup aurat sepertimana yang berlaku di dalam  masyarakat kita. Sebagaimana yang dihuraikan oleh Ibnul 'Abdil Barr  rahimahu 'Llah ketika menjelaskan sabda Rasulullah s.a.w tersebut. Ibnul  'Abdil Barr menyatakan :  &lt;br&gt;  &lt;br&gt; "Wanita-wanita yang dimaksudkan Rasulullah s.a.w adalah yang memakai  pakaian yang tipis yang menampakkan tubuhnya atapun yang menunjukkan  bentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita  yang berpakaian pada zahirnya dan telanjang pada hakikatnya … ."  &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Mereka adalah wanita-wanita yang suka dan amat gembira apabila berjaya  menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah s.w.t. telah melarang hal  ini dalam firmanNya yang bermkasud : &lt;br&gt;  &lt;br&gt; "Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka." &lt;br&gt; (Surah An Nur ayat 310) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Imam Az-Zahabi rahimahu 'Llah menyatakan di dalam kitab Al Kabair : &lt;br&gt; "Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat  ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang dipakai oleh mereka,  memakai minyak wangi dengan yang seumpanya jika mereka keluar rumah … ." &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Dengan perbuatan seperti ini bererti mereka secara tidak langsung  menyeret kaum lelaki ke dalam Neraka, kerana pada diri kaum wanita  terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat yang dapat menggoncang  keimanan yang kukuh sekalipun, apa lagi iman yang lemah yang tidak  dikuatkan dengan ilmu Al Qur'an dan As Sunnah. Rasulullah sendiri  menyatakan di dalam hadis yang sahih bahwa : &lt;br&gt;  &lt;br&gt; " Fitnah yang paling besar yang paling ditakutkan atas kaum lelaki adalah fitnahnya wanita." &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Sahabat yang dirahmati Allah, &lt;br&gt; Sejarah sudah membuktikan bahawa betapa banyak tokoh-tokoh dunia yang  tidak beriman kepada Allah s.w.t. hancur hanya disebabkan pujuk-rayu  wanita. Bahkan berapa banyak persaudaraan di antara kaum muslimin  terputus hanya disebabkan wanita. Berapa banyak anak yang menderhaka  kepada ibunya demi mencari cinta seorang wanita, dan masih banyak lagi  gejala-gejala lainnya yang dapat membuktikan bahawa wanita seumpama  mereka ini memang layak untuk tidak mendapatkan wanginya Syurga. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu menjerumuskan kaum  lelaki ke dalam lembah dosa yang hina, terlebih lagi jika mereka  bersolek dan menampakkan tubuh mereka kepada kaum lelaki. Tidak  menghairankan lagi jika di sana-sini terjadi jenayah dan kezaliman  terhadap kaum wanita, kerana yang demikian adalah hasil perbuatan mereka  sendiri. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang disaran oleh  Islam yang akan menyelamatkan kaum wanita dari dosa di dunia ini dan  azab di akhirat kelak. Jangan diikut pemikiran sekular pemimpin-pemimpin  wanita Islam yang cuba mempertikaikan hukum-hukum Allah dan  mempertikaikan hak-hak wanita yang telah dinyatakan di dalam al-Qur'an. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud : &lt;br&gt; "Dan tinggallah kamu di rumah-rumah kamu dan janganlah kamu bertabarruj  dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu." &lt;br&gt; (Surah Al Ahzab ayat 33) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Masih banyak sebab-sebab lainnya yang menyebabkan wanita menjadi  penghuni majoriti Neraka. Tetapi cukuplah dengan tiga sebab ini sahaja  yang dijelaskan di sini kerana memang tiga perkara inilah yang sering  kita dapati di dalam kehidupan masyarakat kita. &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Rasulullah s.a.w pernah menerangkan satu amalan yang dapat menyelamatkan  kaum wanita dari azab Neraka. Ketika beginda selesai berkhutbah hari  raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah s.w.t. dan  anjuran untuk mentaatiNya. Baginda pun bangkit mendatangi kaum wanita,  baginda menasihati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat  kemudian baginda bersabda : &lt;br&gt;  &lt;br&gt; "Bersedekahlah kamu semua. Kerana kebanyakan kamu adalah kayu api Jahanam!" &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita  lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya : "Mengapa  demikian, wahai Rasulullah?"  &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Baginda menjawab : "Kerana kamu banyak mengeluh dan kamu kufur terhadap suami!" (Hadis Riwayat Al- Bukhari) &lt;br&gt;  &lt;br&gt; Bersedekahlah kerana sedekah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kaum  wanita dari azab Neraka. Semoga Allah s.w.t. menyelamatkan kita dari  azab-Nya. Amin&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;"Dan ketahuilah,engkau diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia fana ini. Untuk sirna, bukan untuk abadi. Untuk mati, bukan untuk hidup selamanya. Bahwa posisimu adalah posisi berangkat untuk mengumpulkan bekal. Dan, bahwa engkau tengah berjalan menuju akhirat. Bahwa engkau tengah dikejar oleh kematian. Tidak ada makhluk yang dapat lari dari kematian. Karena itu, hati-hatilah selalu dengan kematian. Jangan sampai engkau dijemput kematian ketika engkau tengah dalam kondisi iman yang buruk." (Ali bin Abi Thalib) Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah. Allah SWT punya rencana dan tujuan berbeda bagi setiap orang. Maka jangan pernah menyesali hidup yang saat ini kita jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-6876027194902299144?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/6876027194902299144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=6876027194902299144&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6876027194902299144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6876027194902299144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/09/sebab-apa-wanita-ramai-masuk-neraka.html' title='Sebab Apa Wanita Ramai Masuk NERAKA...?????'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-3023043348648243191</id><published>2010-09-06T11:49:00.001+02:00</published><updated>2010-09-06T11:49:25.953+02:00</updated><title type='text'>Ada Lho Kiat Mengupayakan Anak Perempuan, Mau Tahu?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;div class="judul-brita"&gt; 				&lt;h2&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/09/06/133813-ada-lho-kiat-mengupayakan-anak-perempuan-mau-tahu"&gt;Ada Lho Kiat Mengupayakan Anak Perempuan, Mau Tahu?&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt; 				&lt;span class="date"&gt;Senin, 06 September 2010, 16:02 WIB&lt;/span&gt;&lt;br&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div&gt; 				&lt;div class="changefont" align="right"&gt; 					&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/09/06/133813-ada-lho-kiat-mengupayakan-anak-perempuan-mau-tahu#" rel="small"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/img/text01.jpg" alt="Smaller" title="Smaller" height="15" width="15"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; 					&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/09/06/133813-ada-lho-kiat-mengupayakan-anak-perempuan-mau-tahu#" rel="reset"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/img/text02.jpg" alt="Reset" title="Reset" height="15" width="15"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; 					&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/09/06/133813-ada-lho-kiat-mengupayakan-anak-perempuan-mau-tahu#" rel="large"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/img/text03.jpg" alt="Larger" height="15" width="15"&gt;&lt;/a&gt; 				&lt;/div&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div class="arial13"&gt; 								 									&lt;div class="img-detail-berita"&gt; 						&lt;div class="img-source"&gt;CORBIS&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/balita_perempuan_berbaris_ilustrasi_100906160206.jpg" alt="Ada Lho Kiat Mengupayakan Anak Perempuan, Mau Tahu?" title="Balita perempuan berbaris (Ilustrasi)" height="260" width="360"&gt;&lt;br&gt; 						&lt;div class="img-title"&gt;Balita perempuan berbaris (Ilustrasi)&lt;/div&gt; 											&lt;/div&gt; 								&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Anak memang  mutlak pemberian Tuhan dan manusia tak bisa menentukan bakal mendapat  anak lelaki atau perempuan. Namun, bukan berarti manusia tak bisa  berupaya. Bagi yang mengidamkan kelahiran anak perempuan,mungkin anda  bisa menerapkan tips sederhana berikut, konsumsilah&amp;nbsp; buah nanas dan  hindari mengkonsumsi buncis dan keju. Tips tersebut merupakan kesimpulan  riset tentang pengaruh makanan selama hamil dalam menentukan jenis  kelamin si jabang bayi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kombinasi makanan, waktu berhubungan  suami istri dan mengecat warna kamar menjadi merah jambu merupakan kunci  rahasia mendapatkan anak perempuan," ungkap peneliti seperti dikutip  dari dailymail, Ahad (5/9). Selain itu, peneliti juga menyarankan kepada  calon ibu untuk tidak mengkonsumsi makanan kaya kalium seperti ikan  Teri, daging, Salmon, udang, nasi, keju, kentang, daging olahan, roti  dan kue kering. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebaliknya, mereka disarankan untuk mengkonsumsi  makanan yang kaya Kalsium dan Magnesium seperti yogurt, keju keras,  bayam, tahu, kacang almond, sereal, brokoli dan jeruk. Riset yang  digagas tim riset Universitas Maastricht Belanda ini juga menyarankan  jika calon ibu yang mengharapkan kelahiran anak perempuan untuk  menghindari berhubungan suami istri menjelang atau setelah ovulasi. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebelumnya,  tim riset melibatkan 172 perempuan Eropa Barat dengan rentang uia 23-42  tahun. Semua partisipan merupakan perempuan dengan garis keturunan  didominasi laki-laki dan menginginkan kelahiran perempuan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Selama  mengikuti riset setiap calon ibu diperintahkan peneliti untuk  mengurangi garam dan mengkonsumsi susu sehari. Mereka juga diperintahkan  untuk mengkonsumsi raoti, sayuran, buah-buahan, daging, nasi dan pasta.  Sayangnya, banyak patisipan yang gugur selama riset lantaran mereka  melanggar aturan riset seperti berhubungan suami istri. Dari 172  partisipan hanya tersisa 21 perempuan. Dari 21 perempuan itu, 16  diantaranya melahirkan anak perempuan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Hasil riset ini  menunjukan diet yang baik digabungkan dengan metode waktu menyebabkan  calon ibu memiliki anak perempuan demikian besar. Dari hasil analisa  peneliti terungkap faktor makanan merupakan unsur yang paling menonjol.  "Hasil ini menunjukan tingkat keberhasilan yang cukup besar ketika dua  metode digabungkan dan diterapkan secara benar," papar peneliti.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara  itu, dalam riset sebelumnya terungkap sperma yang membawa gen perempuan  lebih kuat, bertahan lama, ringan, dan cepat. Sedangkan pada sperma  pembawa gen laki-laki memiliki karakter sebaliknya. Karena itu, peneliti  menyarankan pasangan untuk tidak berhubungan suami istri ketika masa  ovulasi. Hal itu dikarenakan sperma yang diproduksi dominan dengan gen  laki-laki.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Percobaan yang digagas di Belanda merupakan riset  pertama yang melibatkan manusia secara langsung. Pada riset sebelumnya,  tes banyak dilakukan pada hewan seperti cacing laut, peternakan sapi  perah, babi, dan tikus. Kesimpulan saat itu menyatakan calon ibu yang  melahirkan anak laki-laki kebanyakan mengkonsumsi makanan berupa kalium  dan natrium.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-3023043348648243191?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/3023043348648243191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=3023043348648243191&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/3023043348648243191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/3023043348648243191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/09/ada-lho-kiat-mengupayakan-anak.html' title='Ada Lho Kiat Mengupayakan Anak Perempuan, Mau Tahu?'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-7991363960596317424</id><published>2010-09-02T16:51:00.001+02:00</published><updated>2010-09-02T16:51:31.883+02:00</updated><title type='text'>Menimang Bayi Terlalu Keras Bisa Sebabkan Perdarahan Otak</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;div class="judul-brita"&gt; 				&lt;h2&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/07/19/125336-menimang-bayi-terlalu-keras-bisa-sebabkan-perdarahan-otak"&gt;Menimang Bayi Terlalu Keras Bisa Sebabkan Perdarahan Otak &lt;/a&gt;&lt;/h2&gt; 				&lt;span class="date"&gt;Senin, 19 Juli 2010, 08:23 WIB&lt;/span&gt;&lt;br&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div&gt; 				&lt;div class="changefont" align="right"&gt; 					&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/07/19/125336-menimang-bayi-terlalu-keras-bisa-sebabkan-perdarahan-otak#" rel="small"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/img/text01.jpg" alt="Smaller" title="Smaller" width="15" height="15"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; 					&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/07/19/125336-menimang-bayi-terlalu-keras-bisa-sebabkan-perdarahan-otak#" rel="reset"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/img/text02.jpg" alt="Reset" title="Reset" width="15" height="15"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; 					&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/07/19/125336-menimang-bayi-terlalu-keras-bisa-sebabkan-perdarahan-otak#" rel="large"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/img/text03.jpg" alt="Larger" width="15" height="15"&gt;&lt;/a&gt; 				&lt;/div&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div class="arial13"&gt; 								 									&lt;div class="img-detail-berita"&gt; 						&lt;div class="img-source"&gt;&lt;span&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.mychildhealth.net"&gt;www.mychildhealth.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; 						&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100719082252.jpg" alt="Menimang Bayi Terlalu Keras Bisa Sebabkan Perdarahan Otak " title="Ilustrasi" width="360" height="260"&gt;&lt;br&gt; 						&lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt; 											&lt;/div&gt; 								&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA--Menimang bayi  berujung pada penjara. Itulah yang dialami Devagirii, seorang ayah  berusia 30 tahun warga Singapura. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Demi menenangkan bayinya yang  menangis keras, ia mengayunkan anaknya ke atas-ke bawah beberapa kali  sampai bayinya berhenti menangis. Namun tindakan yang dilakukan tanggal  10 Juni lalu itu diduga menyebabkan cidera otak yang menyebabkan bayinya  menghembuskan nafas terakhir beberapa hari setelah dirawat di rumah  sakit. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut situs &lt;em&gt;AsiaOne&lt;/em&gt;, apa yang menimpa anak  Devagirii lazim disebut sebagai Sindrom bayi terguncang (Shaken baby  syndrome/SBS) dalam dunia kedokteran. Hal ini terjadi bila bayi atau  anak terguncang keras, bahkan untuk sesingkat waktu lima detik saja. Hal  ini terutama terjadi pada bayi dan balita di bawah dua tahun, meski tak  menutup kemungkinan juga dapat terjadi pada mereka hingga lima tahun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam  artikel yang merupakan rangkuman pendapat sejumlah pakar, termasuk  dalam SBS adalah menimang dalam gendongan, yaitu mengguncang bayi  mondar-mandir, tanpa dukungan ke kepala atau leher.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut  mereka, ruang antara otak dan tengkorak pada bayi adalah besar.  Guncangan atau getaran keras akan membuat otak "memantul" dalam  tengkorak.Bila hal itu dilakukan berulang, akan menyebabkan perdarahan  yang pada gilirannya, pembekuan darah yang terjadi akan menekan otak.  Pada kasus yang parah, bayi itu bisa mati, tulis &lt;em&gt;AsiaOne&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-7991363960596317424?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/7991363960596317424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=7991363960596317424&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7991363960596317424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7991363960596317424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/09/menimang-bayi-terlalu-keras-bisa.html' title='Menimang Bayi Terlalu Keras Bisa Sebabkan Perdarahan Otak'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-7937939147791368584</id><published>2010-08-31T12:38:00.001+02:00</published><updated>2010-08-31T12:38:24.175+02:00</updated><title type='text'>Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;div style="" class="judul-brita"&gt; 				&lt;h2 style=""&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/pernik/10/08/26/131986-izrail-bilang-ini-ramadhan-terakhirku"&gt;Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt; 				&lt;span class="date"&gt;Kamis, 26 Agustus 2010, 14:40 WIB&lt;/span&gt;&lt;br&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div&gt; 				&lt;div style="" class="changefont" align="right"&gt; 					&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/pernik/10/08/26/131986-izrail-bilang-ini-ramadhan-terakhirku#" rel="small"&gt;&lt;img style="" src="http://www.republika.co.id/files/img/text01.jpg" alt="Smaller" title="Smaller" height="15" width="15"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; 					&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/pernik/10/08/26/131986-izrail-bilang-ini-ramadhan-terakhirku#" rel="reset"&gt;&lt;img src="http://www.republika.co.id/files/img/text02.jpg" alt="Reset" title="Reset" height="15" width="15"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; 					&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/pernik/10/08/26/131986-izrail-bilang-ini-ramadhan-terakhirku#" rel="large"&gt;&lt;img style="" src="http://www.republika.co.id/files/img/text03.jpg" alt="Larger" height="15" width="15"&gt;&lt;/a&gt; 				&lt;/div&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div style="" class="arial13"&gt; 								 									&lt;div style="" class="img-detail-berita"&gt; 						&lt;div class="img-source"&gt;Penerbit Republika&lt;/div&gt; 						&lt;img style="" src="http://static.republika.co.id/images/ilustrasi_100826144010.jpg" alt="Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku" title="Ilustrasi" height="260" width="360"&gt;&lt;br&gt; 						&lt;div class="img-title"&gt;Ilustrasi&lt;/div&gt; 											&lt;/div&gt; 								&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p style=""&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Mari sejenak berandai-andai. Suatu hari menjelang bulan Ramadhan malaikat Izrail mendatangi kita untuk menyampaikan kabar bahwa pada awal bulan Syawal tahun ini ia akan datang untuk mencabut nyawa kita, kira-kira apa dampak yang akan timbul pada diri kita? &lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya yakin kita akan memanfaatkan sisa usia yang ada untuk melakukan segala hal yang produktif. Kita akan awali Ramadhan dengan menyungkur sujud kepada-Nya, menangisi segala khilaf dan dosa yang telah kita kerjakan di masa lalu. Kita akan mendatangi orang-orang yang pernah kita sakiti dan dzalimi. Kita akan berusaha sekuat tenaga untuk menuntaskan segala tanggungan di dunia, baik utang-utang yang belum terbayar, amanah-amanah yang masih menjadi beban, maupun tugas dan kewajiban yang belum ditunaikan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Bayangkan jika Izrail memberitahu bahwa Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, saya yakin kita sudah tidak akan tertarik lagi untuk mengisi hari dengan lelapnya tidur. Kita tidak akan mengeluhkan beratnya puasa di siang Ramadhan. Kita akan melakukan sholat terawih, tahajud, taubat, serta qiyamul lail yang lain dengan khusyu. Kita akan mengiringi tiap hembusan nafas dengan dzikir, menemani detakan jantung dengan istighfar. Ah, jika saja Izrail memberitahu kapan ia akan datang menjemput nyawa, kita bisa mempersiapkan diri agar akhir usia kita bisa husnul khatimah. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Umur manusia memang misteri. Kita tidak tahu kapan usia kita berakhir. Namun terkadang kita lupa bahwa Allah menjadikan usia kita sebagai misteri justru agar kita bisa mendayagunakan pikir, bahwa kita bisa mati kapan saja. Dan betapa bodohnya ketika kita tahu bahwa kematian bisa datang kapan pun, namun masih saja dengan tenang mengerjakan kemaksiatan dan pekerjaan yang sia-sia dalam hidup. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Mengingat kematian adalah salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas hidup kita. Rasulullah pernah mewanti-wanti, "Perbanyaklah mengingat perusak kelezatan-kelezatan, yaitu kematian. Tidaklah seorang hamba mendatangi kubur melainkan kubur itu berkata, 'Aku adalah rumah yang asing, aku adalah rumah yang sendirian, aku adalah rumah dari tanah, aku adalah rumah yang penuh ulat'".&amp;nbsp; &lt;br&gt;&lt;br&gt;Selamat men-deadline Ramadhan kita. Ramadhan adalah bulan tempat rahmat, maghfirah, serta kasih sayang Allah berlimpah. Alangkah rugi manusia yang tidak mampu memanfaatkannya. Mari mengisi Ramadhan ini dengan amalan terbaik kita. Semoga Ramadhan kita tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Karena mungkin inilah Ramadhan terakhir dalam hidup kita.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;/div&gt; 			 				&lt;span class="abu-tebal"&gt;Red:&lt;/span&gt; &lt;span class="abu-tipis"&gt;irf&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;"Dan ketahuilah,engkau diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia fana ini. Untuk sirna, bukan untuk abadi. Untuk mati, bukan untuk hidup selamanya. Bahwa posisimu adalah posisi berangkat untuk mengumpulkan bekal. Dan, bahwa engkau tengah berjalan menuju akhirat. Bahwa engkau tengah dikejar oleh kematian. Tidak ada makhluk yang dapat lari dari kematian. Karena itu, hati-hatilah selalu dengan kematian. Jangan sampai engkau dijemput kematian ketika engkau tengah dalam kondisi iman yang buruk." (Ali bin Abi Thalib) &lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-7937939147791368584?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/7937939147791368584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=7937939147791368584&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7937939147791368584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7937939147791368584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/izrail-bilang-ini-ramadhan-terakhirku.html' title='Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-8627642039733227013</id><published>2010-08-30T05:25:00.000+02:00</published><updated>2010-08-30T05:25:09.326+02:00</updated><title type='text'>Take It Or Lose It</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://asistenvb.blogspot.com/2010/07/take-it-or-lose-it.html"&gt;Take It Or Lose It&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i529.photobucket.com/albums/dd340/klard1219/contrengmaut.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://i529.photobucket.com/albums/dd340/klard1219/contrengmaut.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="color: black; font-family: Tahoma; font-size: 11px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul-berita" style="color: red; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: bold; text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="text-content" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam  sebuah kelas pelatihan, saya mengambil selembar kertas polos kemudian  menggunting-guntingnya menjadi beberapa bagian. Ada guntingan besar ada  juga yang kecil. Tapi jumlahnya sengaja saya buat tak sama dengan jumlah  peserta dalam kelas itu, dua puluh orang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian  saya meminta kepada peserta untuk mengambil masing-masing satu  guntingan kertas yang tersedia di meja depan. "Silahkan ambil satu!"  demikian instruksi yang saya berikan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dapat  diduga, ada yang antusias maju dengan gerak cepat dan mengambil  bagiannya, ada yang berjalan santai, ada juga yang meminta bantuan  temannya untuk mengambilkan. Dua tiga orang bahkan terlihat bermalasan  untuk mengambil, mereka berpikir toh semuanya kebagian guntingan kertas  tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hasilnya? Empat orang terakhir tak  mendapatkan guntingan kertas. Delapan orang pertama ke depan mendapatkan  guntingan besar-besar, yang berjalan santai dan yang meminta diambilkan  harus rela mendapatkan yang kecil.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu saya  katakana kepada mereka, "inilah hidup. Anda ambil kesempatan yang  tersedia atau Anda akan kehilangan kesempatan itu. Anda tak  melakukannya, akan banyak orang lain yang melakukannya".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pagi  ini di kereta saya mendapati seorang wanita hamil yang berdiri agak  jauh. Saya sempat berpikir bahwa orang yang paling dekat lah yang  `wajib' memberinya tempat duduk. Tapi sedetik kemudian saya bangun dan  segera memanggil ibu itu untuk duduk. Ini perbuatan baik, jika saya tak  mengambil kesempatan ini orang lainlah yang melakukannya. Dan belum  tentu esok hari saya masih memiliki kesempatan seperti ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Soal  rezeki misalnya, saya percaya ia tak pernah datang sendiri menghampiri  orang-orang yang lelap tertidur meski matahari sudah terik. "Bangun  pagi, rezekinya dipatok ayam tuh!" Orang tua dulu sering berucap seperti  itu. Dan entah kenapa hingga detik ini saya tak pernah bisa menyanggah  ucapan orangtua perihal rezeki itu. Saya percaya bahwa orang-orang yang  lebih cepat berupaya meraihnya lah yang memiliki kesempatan untuk  mendapatkan rezeki yang lebih banyak. Sementara mereka yang  bersantai-santai atau bahkan bermalas-malasan, terdapat kemungkinan  kehabisan rezeki.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Contoh kecil, datanglah  terlambat dari jam kantor Anda yang semestinya. Perusahaan tidak hanya  akan mengurangi gaji Anda akibat keterlambatan Anda, bahkan kinerja Anda  dianggap minus dan itu mempengaruhi penilaian perusahaan terhadap Anda.  Bisa jadi Anda tidak mendapatkan promosi tahun ini, sementara rekan  Anda yang tak pernah terlambat lebih berpeluang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya  sering mendengar teman saya berkomentar negatif tentang apa yang  dikerjakan orang lain, "Ah, kalau cuma tulisan begini sih saya juga bisa  melakukannya" atau "Saya bisa melakukan yang lebih baik dari orang  itu". Kepadanya saya katakan, saya yakin Anda bisa melakukannya.  Masalahnya, sejak tadi saya hanya melihat Anda terus berbicara dan tak  melakukan apa pun. Sementara orang-orang di luar sana langsung berbuat  tanpa perlu banyak bicara. Buktikan, jika Anda sanggup! Terus berbicara  dan mengomentari hasil kerja orang lain tidak akan membuat Anda diakui  keberadaannya. Hanya orang-orang yang berbuatlah yang diakui  keberadaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepada peserta di kelas  pelatihan tersebut saya jelaskan, simulasi tadi juga berlaku untuk  urusan ibadah. Saya tidak berhak mengatakan bahwa orang yang lebih tepat  waktu akan mendapatkan pahala lebih besar, karena itu hak Allah dan  juga tergantung dengan kualitas ibadahnya itu sendiri. Tapi bukankah  setiap orang tua akan lebih menyukai anaknya yang tanggap dan cepat  menghampiri ketika dipanggil ketimbang anak lainnya yang menunda-nunda?  Jika demikian, buatlah Allah suka kepada Anda. Karena suka mungkin saja  awal dari cinta. Semoga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bayu Gautama&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.gawtama.blogspot.com/" style="color: #0066ff; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;www.gawtama.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Little-Death-Dixie-ebook/dp/B003STDO4O?ie=UTF8&amp;amp;tag=meinl-20&amp;amp;link_code=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" imageanchor="1" target="_blank"&gt;&lt;img alt="A Little Death In Dixie" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;amp;ServiceVersion=20070822&amp;amp;ID=AsinImage&amp;amp;WS=1&amp;amp;Format=_SL160_&amp;amp;ASIN=B003STDO4O&amp;amp;tag=meinl-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=meinl-20&amp;amp;l=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B003STDO4O" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Suburbs-Arcade-Fire/dp/B003O85W3A?ie=UTF8&amp;amp;tag=meinl-20&amp;amp;link_code=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" imageanchor="1" target="_blank"&gt;&lt;img alt="The Suburbs" src="http://ws.amazon.com/widgets/q?MarketPlace=US&amp;amp;ServiceVersion=20070822&amp;amp;ID=AsinImage&amp;amp;WS=1&amp;amp;Format=_SL160_&amp;amp;ASIN=B003O85W3A&amp;amp;tag=meinl-20" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=meinl-20&amp;amp;l=bil&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B003O85W3A" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-8627642039733227013?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/8627642039733227013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=8627642039733227013&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8627642039733227013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8627642039733227013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/take-it-or-lose-it.html' title='Take It Or Lose It'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-1667309509243118544</id><published>2010-08-27T06:29:00.001+02:00</published><updated>2010-08-27T06:29:15.765+02:00</updated><title type='text'>Jangan Tak Acuhkan Bayi Anda</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;h1&gt;&lt;font size="5"&gt;Jangan Tak Acuhkan Bayi Anda 				&amp;nbsp; 		&lt;/font&gt;&lt;/h1&gt; 		 		 	  &lt;span style="font-weight: bold; font-size: 11px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;h6&gt;27/08/2010 07:20&amp;nbsp;|&amp;nbsp;Info Kesehatan&lt;/h6&gt; 			&lt;strong&gt;Liputan6.com, London:&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Para  peneliti Kanada menemukan bahwa bayi yang tidak mendapat perhatian dari  ibunya hanya selama dua menit, merasa cemas akan kembali tidak diacuhkan  ibunya sehari setelah kejadian itu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Tingkat hormon stres &lt;em&gt;kortisol&lt;/em&gt; melonjak saat mereka diacuhkan  oleh sang ibu, dan bahkan sehari kemudian mereka khawatir hal serupa  akan terjadi lagi. Para peneliti Kanada mengundang 30 ibu dan bayi ke  laboratorium mereka dan membagi mereka dalam dua kelompok, untuk  menyelidiki apakah bayi berusia enam bulan mampu mengantisipasi masalah.  &lt;br&gt; &lt;br&gt; Bayi-bayi itu didudukkan pada kursi mobil dan para ibu bermain dengan  mereka dan berbicara kepada mereka seperti biasa. Permainan mereka  kemudian diselingi dengan dua menit dimana para ibu menatap kepala anak  mereka, menjaga wajah para ibu tanpa emosi. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Sehari kemudian, para ibu membawa anak mereka kembali ke laboratorium. Tingkat &lt;em&gt;kortisol &lt;/em&gt;diukur beberapa kali pada dua hari itu. Jumlah &lt;em&gt;kortisol &lt;/em&gt;meningkat saat para bayi diacuhkan. &lt;em&gt;Kortisol &lt;/em&gt;itu  kemudian menurun, sebelum meningkat lagi saat bayi-bayi itu dibawa  kembali ke laboratorium, meskipun mereka tidak diacuhkan pada hari  kedua. Bayi-bayi yang masuk dalam kelompok kedua melalui proses yang  sama, tetapi tanpa diacuhkan pada setiap waktu, dan tingkat hormon  mereka sedikit meningkat.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Profesor Jay Belsky dari Birbeck College, Universitas London, mengatakan  faktor seperti depresi bisa mempengaruhi hubungan antara ibu dengan  bayinya dan mengirim tingkat &lt;em&gt;kortisol&lt;/em&gt; melonjak sepanjang waktu. Seringnya bayi diacuhkan bisa meningkatkan hormon &lt;em&gt;kortisol&lt;/em&gt;  yang pada akhirnya dapat merendahkan sistem kekebalan bayi, sementara  pola asuh yang bermasalah mungkin juga berarti anak-anak menjadi kurang  sempurna daripada orangtua sendiri. (DA/Ant)&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;"Dan ketahuilah,engkau diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia fana ini. Untuk sirna, bukan untuk abadi. Untuk mati, bukan untuk hidup selamanya. Bahwa posisimu adalah posisi berangkat untuk mengumpulkan bekal. Dan, bahwa engkau tengah berjalan menuju akhirat. Bahwa engkau tengah dikejar oleh kematian. Tidak ada makhluk yang dapat lari dari kematian. Karena itu, hati-hatilah selalu dengan kematian. Jangan sampai engkau dijemput kematian ketika engkau tengah dalam kondisi iman yang buruk." (Ali bin Abi Thalib) Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah. Allah SWT punya rencana dan tujuan berbeda bagi setiap orang. Maka jangan pernah menyesali hidup yang saat ini kita jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-1667309509243118544?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/1667309509243118544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=1667309509243118544&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1667309509243118544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1667309509243118544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/jangan-tak-acuhkan-bayi-anda.html' title='Jangan Tak Acuhkan Bayi Anda'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-6344856573325151539</id><published>2010-08-25T16:20:00.001+02:00</published><updated>2010-08-25T16:20:56.235+02:00</updated><title type='text'>Susu Formula Berisiko Menyebabkan Otak tak Berkembang</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;div class="judul-brita"&gt; 				&lt;h2&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/08/23/131365-susu-formula-berisiko-menyebabkan-otak-tak-berkembang"&gt;Susu Formula Berisiko Menyebabkan Otak tak Berkembang&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt; 				&lt;span class="date"&gt;Senin, 23 Agustus 2010, 12:30 WIB&lt;/span&gt;&lt;br&gt; 			&lt;/div&gt; 			&lt;div&gt; 				&lt;div class="changefont" align="right"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arial13"&gt;&lt;div class="img-detail-berita"&gt;&lt;img src="http://static.republika.co.id/images/susu_formulailustrasi_100823123023.jpg" alt="Susu Formula Berisiko Menyebabkan Otak tak Berkembang" title="Susu formula/ilustrasi." height="260" width="360"&gt;&lt;br&gt; 						&lt;div class="img-title"&gt;Susu formula/ilustrasi.&lt;/div&gt; 											&lt;/div&gt; 								&lt;div id="newstext"&gt;&lt;p&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pemberian susu formula pada bayi baru lahir ternyata memberi risiko yang tak ringan. Otak bayi berpotensi tidak berkembang akibat terlalu banyak mengkonsumsi susu formula. &lt;br&gt;&lt;br&gt;''Risiko sistem jaringan otak tidak terbangun sebesar 20 persen,'' kata Penasihat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DKI Jakarta, Sri Purwanti Hubertin, Senin (23/8).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hubertin mengatakan bahwa kandungan susu formula tidak sebaik kandungan nutirisi yang terdapat di dalam air susu ibu (ASI). Dia mencontohkan taurin, asam amino rantai panjang, untuk proses maturasi otak banyak terdapat di ASI dan hanya sedikit terkandung pada susu sapi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Protein whey yang mudah diserap oleh usus bayi dan digunakan 100 persen oleh tubuh ada pada ASI. 65 Persen protein ASI berjenis whey sedangkan pada susu formula kandungan protein whey maksimal hanya 20 persen dan sisanya protein casein. Whey protein diketahui mengandung enzim, hormon, antibodi, faktor pertumbuhan, dan pembawa zat gizi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam sebuah artikel Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) disebutkan susu formula lebih banyak mengandung protein casein hingga 80 persen yang sulit dicerna usus bayi yang pada akhirnya dibuang oleh bayi. Pembuangan protein casein tersebut lewat ginjal. Sehingga ginjal bayi sudah dipaksa untuk membuang casein. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Ginjal bayi yang sudah bekerja membuang protein casein, dikatakan Hubertin, menjadi salah satu pemicu banyak kasus gagal ginjal terjadi pada anak. Ia mencontohkan saat ini anak usia 14-15 tahun ada yang sudah menderita gagal ginjal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;''Risiko lain dari konsumsi susu formula adalah mudahnya terjadi pengapuran pada pembuluh darah,'' kata Hubertin. Karena lemak di dalam ASI selain sebagai nutrisi juga membentuk enzim penghancur lemak yang tidak diperlukan tubuh. Pada susu formula enzim penhancur tidak terbentuk sehingga lemak berdiam di dalam tubuh yang menyebabkan pengapuran pada pembuluh darah. ''Yang terlihat saat ini banyak orang stroke muda. Salah satu penyebabnya adalah pengapuran yang terjadi pada pembuluh darah,'' tutur dia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Beberapa risiko tersebut menyebabkan pemberian ASI sangat penting bagi bayi baru lahir. Ibu harus paham betapa pentingnya ASI bagi bayi. Namun Hubertin menyayangkan masih banyak petugas kesehatan maupun fasilias kesehatan yang belum menyadari pentingnya ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sehingga mereka kurang mendorong pemberian ASI pada bayi baru lahir.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; 			&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-6344856573325151539?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/6344856573325151539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=6344856573325151539&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6344856573325151539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6344856573325151539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/susu-formula-berisiko-menyebabkan-otak.html' title='Susu Formula Berisiko Menyebabkan Otak tak Berkembang'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-8721927004760881308</id><published>2010-08-25T15:39:00.001+02:00</published><updated>2010-08-25T15:39:39.110+02:00</updated><title type='text'>Catatan perantauan (1)</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt; 		 		  		&lt;div id="content_wrapper"&gt; 			&lt;div id="content"&gt; 			 							 				&lt;h1 id="post-21"&gt;&lt;a href="http://robbaniyyun.wordpress.com/2009/07/09/catatan-perantauan-1/" rel="bookmark" title="Permanent link to Catatan perantauan&amp;nbsp;(1)"&gt;Catatan perantauan&amp;nbsp;(1)&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt; 				&lt;p class="author"&gt;Posted on &lt;em&gt;July 9, 2009&lt;/em&gt;. Filed under: &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/catatanku/" title="View all posts in Catatanku" rel="category tag"&gt;Catatanku&lt;/a&gt; |  &lt;/p&gt;  				&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;BS, 090709&lt;br&gt; Di negara ini kutemukan perjuangan hakiki dalam ibadah.&lt;br&gt; Perjuangan hakiki menegakkan sholat, menjalankan shaum, menahan diri dari maksiat dan hal-hal yang dilarang Allah.&amp;nbsp; Perjuangan menjauhi syubhat dan mencari sesuatu yang dihalalkanNya. Disini kutemukan beratnya memperjuangkan identitas muslim dan keimanan, beratnya mempertahankan tauhid di tengah-tengah kemusyrikan dan kekafiran. Menentang arus yang berlawanan dengan keyakinan dan keimanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di negara ini, seorang muslimah telah gugur sebagai syahidah. Terbunuh dalam mempertahankan hijabnya dan identitasnya sebagai muslimah. Walaupun ia tidak sedang berperang di medan pertempuran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini menyadarkanku, bahwa perjuangan itu tidak kenal tempat dan waktu. Jihad tidak hanya berlaku untuk pejuang, tidak hanya berlaku untuk pendakwah, tidak hanya berlaku untuk muslim di negara tertindas.&lt;br&gt; Tapi jihad berlaku dimana saja, dan bagi siapa saja. Yaitu bagi yang sedang berjuang mempertahankan keimanan dan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;keyakinannya, yang menentang arus menegakkah kalimah tauhid,&amp;nbsp; yang tidak ragu melawan tekanan dan penindasan dalam bentuk apapun, baik nyata maupun tersembunyi, baik secara fisik maupun mental. Yang tidak takut akan apapun dan siapapun yang mengancamnya, kecuali Allah. Yang tidak takut akan kesengsaraan kehidupan dunia, dengan akhirat sebagai penebusnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Walaupun kau bekerja dengan ilmu dunia, bukan ilmu agama, namun jika tetap berpegang teguh dengan amalan akhiratmu, tetap menjalankan syariat, mengamalkan amalan sunnah dan meminta syahid. Insya Allah, Allah pun&lt;br&gt; akan mengabulkan keinginanmu untuk mati sebagai syahid, walau dimanapun kau berada dan apapun yang kau kerjakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya Allah, aku tidak akan pernah menyesal dengan segala ketentuanmu. Aku hanya menyesal karena telah memutuskan tanpa melibatkanmu. Aku menyesal karena dengan sombongnya aku telah membuat pilihan tanpa berdoa sungguh-sungguh kepadamu. Ampunilah hambaMu ini Ya Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya Allah ya robbi, maafkan kesalahanku dan kealpaanku yang selalu kuperbuat dalam kelemahanku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap kemaksiatan dan dosa sekecil apapun di dunia, akan ada balasannya. Namun dengan kasih sayang, Rahman dan RahimNya, Allah memberikan balasannya di dunia kepada orang yang beriman, agar kelak di akhirat ia terbebas dari pertanggungjawaban tersebut, sebab semua maksiatnya dan dosa-dosanya telah terbayar.&lt;br&gt; Dengan taubat dan istighfar tak kenal henti, insya Allah, Dia Yang Maha Penyayang akan mengurangi kadar balasan tersebut di dunia. Apakah itu dengan karunia sakit, musibah dan kesengsaraan, maupun bentuk-bentuk ujian lainnya.&lt;br&gt; Hanya saja, sekali lagi dengan rahman dan rahimnya, Allah tidak akan pernah membalas semua itu diluar dari kemampuan dan kekuatan kita dalam menanggungnya. Semua musibah dan cobaan yang diberikan&lt;br&gt; selalu terukur dengan kadar kemampuan hambaNya. Disitulah letak keadilan dan kasih sayang Allah. Karenanya, bersyukurlah selalu akan segala apa yang menimpa kita, apapun itu, sebab Allah merupakan pembuat rencana yang sempurna bagi siapa pun yang meyakini Allah. Dia memberikan kita sakit dan musibah agar dosa-dosa dan kemaksiatan yang telah kita perbuat selama ini berguguran dan menjadi penebus segala kesalahan kita selama di dunia. Karena itu, janganlah pernah bersedih dan berduka dengan segala kesengsaraanmu di dunia, sebab&lt;br&gt; dengan kesabaran dan ketawakalanmu, di akhirat kelak hisabmu akan lebih ringan. Lebih baik segala dosa-dosamu ditebus dengan kesengsaraan di dunia, daripada kau harus menanggungnya di alam kubur dan akhirat nanti. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang harus menebus dosa-dosanya di akhirat nanti..Na'udzubillahi min dzalik. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-8721927004760881308?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/8721927004760881308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=8721927004760881308&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8721927004760881308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8721927004760881308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/catatan-perantauan-1.html' title='Catatan perantauan (1)'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-6925773825475967091</id><published>2010-08-25T15:38:00.001+02:00</published><updated>2010-08-25T15:38:58.325+02:00</updated><title type='text'>buat sang istri..</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt; 		 		  		&lt;div id="content_wrapper"&gt; 			&lt;div id="content"&gt; 			 							 				&lt;h1 id="post-14"&gt;&lt;a href="http://robbaniyyun.wordpress.com/2009/07/03/buat-sang-istri/" rel="bookmark" title="Permanent link to buat sang&amp;nbsp;istri.."&gt;buat sang&amp;nbsp;istri..&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt; 				&lt;p class="author"&gt;Posted on &lt;em&gt;July 3, 2009&lt;/em&gt;. Filed under: &lt;a href="http://en.wordpress.com/tag/idee/" title="View all posts in Idee" rel="category tag"&gt;Idee&lt;/a&gt; |  &lt;/p&gt;  				&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Jadilah seorang suami yang 'penyayang' dan 'bertanggung jawab'.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berusahalah untuk selalu merapikan rumah, krn ia senang dengan kerapian dan kebersihan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika ia mengatakan sesuatu yang 'mengejutkan', itu berarti sebaliknya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berusahalah selalu tampil rapi dan wangi, agar ia merasa bangga menjadi istrimu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan potong pembicaraannya, dengarkanlah keluh kesahnya dan curahan hatinya, &amp;nbsp;karena itu akan membuat hatinya lebih lega daripada sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Segeralah penuhi permintaannya jika itu untuk sesuatu yang baik untuknya dan jelaskan dengan jujur dan detil, jika permintaannya tidak bisa kau penuhi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berusahalah selalu jujur dalam menyampaikan segala sesuatu padanya, karena ia sangat tidak suka dengan orang yang tidak jujur&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadilah suami yang selalu membelanya dan menunjukkan mana yang baik untuknya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rajinlah selalu dan bersemangat dalam setiap aktivitasmu, karena ia suka dengan suami yang rajin dan gigih dalam menyambut rezeki Allah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usahakanlah untuk selalu hadir setiap ia membutuhkanmu, karena ia sangat senang jika engkau selalu ada saat ia memerlukanmu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;to be continued..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inspired from : I'm not single (Malay) &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-6925773825475967091?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/6925773825475967091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=6925773825475967091&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6925773825475967091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6925773825475967091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/buat-sang-istri.html' title='buat sang istri..'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-8809720977968430375</id><published>2010-08-24T16:53:00.001+02:00</published><updated>2010-08-24T16:53:38.039+02:00</updated><title type='text'>Hadits-hadits tentang sabar</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;h2&gt;Hadits-hadits tentang&amp;nbsp;sabar&lt;/h2&gt; &lt;span class="submitted"&gt;21 Juli 2010 — Faturohman &lt;/span&gt;  &lt;div class="content"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt;&lt;br&gt; وعَنْ أبي سعيد سعد بن مالك بن سنان الخدري رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أن ناسا مِنْ الأنصار سألوا رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فأعطاهم، ثم سألوه فأعطاهم حتى نفد ما عنده، فقال لهم حين أنفق كل شيء بيده: &amp;lt;ما يكن عندي مِنْ خير فلن أدخره عَنْكم، ومن يستعفف يعفه اللَّه، ومن يستغن يغنه اللَّه، ومن يتصبر يصبره اللَّه، وما أعطي أحد عطاء خيرا وأوسع مِنْ الصبر&amp;gt; مُتَّفّقٌ عَلَيْهِ&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu Said yaitu Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu 'anhuma bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta – sedekah – kepada Rasulullah s.a.w., lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda: "Apa saja kebaikan – yakni harta – yang ada di sisiku, maka tidak sekali-kali akan kusimpan sehingga tidak kuberikan padamu semua, tetapi oleh sebab sudah habis, maka tidak ada yang dapat diberikan. Barangsiapa yang menjaga diri – dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah – kaya hati dan jiwa – dan barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas – kegunaannya – daripada karunia kesabaran itu." (Muttafaq 'alaih)&lt;span id="more-1112"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt;&lt;br&gt; وعَنْ أبي يحيى صهيب بن سنان رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: &amp;lt;عجبا لأمر المؤمن! إن أمره كله له خير وليس ذلك لأحد إلا للمؤمِنْ: إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له، وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له&amp;gt; رَوَاهُ مُسْلِمٌ&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu Yahya, yaitu Shuhaib bin Sinan r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: "Amat menakjubkan sekali keadaan orang mu'min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seseorangpun melainkan hanya untuk orang mu'min itu belaka, yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, iapun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya, sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran – yakni yang merupakan bencana – iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya." (Riwayat Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt;&lt;br&gt; وعَنْ أنس رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال: مر النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَلَى امرأة تبكي عند قبر فقال: &amp;lt;اتقي اللَّه واصبري&amp;gt; فقالت: إليك عني فإنك لم تصب بمصيبتي. ولم تعرفه، فقيل لها إنه النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم. فأتت باب النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فلم تجد عنده بوابين فقال: لم أعرفك! فقال: &amp;lt;إنما الصبر عند الصدمة الأولى&amp;gt; مُتَّفّقٌ عَلَيْهِ&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Anas r.a., katanya: "Nabi s.a.w. berjalan melalui seorang wanita yang sedang menangis di atas sebuah kubur. Beliau bersabda: "Bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah!" Wanita itu berkata: "Ah, menjauhlah daripadaku, kerana Tuan tidak terkena mushibah sebagaimana yang mengenai diriku dan Tuan tidak mengetahui mushibah apa itu." Wanita tersebut diberitahu – oleh sahabat beliau s.a.w. – bahwa yang diajak bicara tadi adalah Nabi s.a.w. Ia lalu mendatangi pintu rumah Nabi s.a.w. tetapi di mukanya itu tidak didapatinya penjaga-penjaga pintu. Wanita itu lalu berkata: "Saya memang tidak mengenai Tuan – maka itu maafkan pembicaraanku tadi." Kemudian beliau s.a.w. bersabda: "Hanyasanya bersabar – yang sangat terpuji – itu ialah di kala mendadaknya kedatangan mushibah yang pertama." (Muttafaq 'alaih)&lt;br&gt; Dalam riwayat Muslim disebutkan: "Wanita itu menangisi anak kecilnya – yang mati."&lt;br&gt; Keterangan:&lt;br&gt; Maksud "Mendadaknya kedatangan mushibah yang pertama," bukan berarti ketika mendapatkan mushibah yang pertama kali dialami sejak hidupnya, tetapi di saat baru terkena mushibah itu ia bersabar, baik mushibah itu yang pertama kalinya atau keduanya, ketiganya dan selanjutnya. Jadi kalau sesudah sehari atau dua hari baru ia mengatakan: "Aku sekarang sudah berhati sabar tertimpa mushibah yang kemarin itu," maka ini bukannya sabar pada pertama kali, sebab sudah terlambat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt;&lt;br&gt; وعَنْ أبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قال: &amp;lt;يقول اللَّه تعالى: ما لعبدي المؤمِنْ عندي جزاء إذا قبضت صفيه مِنْ أهل الدنيا ثم احتسبه إلا الجنة&amp;gt; رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasululiah s.a.w. bersabda: "Allah Ta'ala berfirman:&lt;br&gt; "Tidak ada balasan bagi seseorang hambaKu yang mu'min di sisiKu, di waktu Aku mengambil – mematikan – kekasihnya dari ahli dunia, kemudian ia mengharapkan keridhaan Allah, melainkan orang itu akan mendapatkan syurga." (Riwayat Bukhari)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt;&lt;br&gt; وعَنْ أبي سعيد وأبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما عَنْ النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قال: &amp;lt;ما يصيب المسلم مِنْ نصب ولا وصب، ولا هم ولا حزن، ولا أذى ولا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر اللَّه بها مِنْ خطاياه&amp;gt; مُتَّفّقٌ عَلَيْهِ&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Tidak suatupun yang mengenai seseorang muslim – sebagai mushibah – baik dari kelelahan, tidak pula sesuatu yang mengenainya yang berupa kesakitan, juga kesedihan yang akan datang ataupun yang lampau, tidak pula yang berupa hal yang menyakiti – yakni sesuatu yang tidak mencocoki kehendak hatinya, ataupun kesedihan – segala macam dan segala waktunya, sampaipun sebuah duri yang masuk dalam anggota tubuhnya, melainkan Allah menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab apa-apa yang mengenainya-yakni sesuai dengan mushibah yang diperolehnya- itu." (Muttafaq 'alaih)&lt;br&gt; Keterangan:&lt;br&gt; Kesakitan apapun yang diderita oleh seseorang mu'min, ataupun bencana dalam bentuk bagaimana yang ditemui olehnya itu dapat membersihkan dosa-dosanya dan berpahalalah ia dalam keadaan seperti itu, tetap bersabar dan tabah. Sebaliknya jikalau tidak sabar dan uring-uringan serta mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, maka bukan pahala yang didapatkan, tetapi makin menambah besarnya dosa. Oleh sebab itu jikalau kita tertimpa oleh kesakitan atau malapetaka, jangan sampai malahan melenyapkan pahala yang semestinya kita peroleh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt;&lt;br&gt; وعَنْ أبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: &amp;lt;من يرد اللَّه به خيرا يصب مِنْه&amp;gt; رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;strong&gt;وضبطوا &amp;lt;يصب&amp;gt; بفتح الصاد وكسرها&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa oleh Allah dikehendaki akan memperoleh kebaikan, maka Allah akan memberikan mushibah padanya-baik yang mengenai tubuhnya, hartanya ataupun apa-apa yang menjadi kekasihnya." (Riwayat Bukhari)&lt;br&gt; Para ulama mencatat: Yushab, boleh dibaca fathah shadnya dan boleh pula dikasrahkan, (lalu dibaca yushib)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt;&lt;br&gt; وعَنْ أنس رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: &amp;lt;لا يتمنين أحدكم الموت لضر أصابه، فإن كان لا بد فاعلا فليقل: اللَّهم أحيني ما كانت الحياة خيرا لي، وتوفني إذا كانت الوفاة خيرا لي&amp;gt; مُتَّفّقٌ عَلَيْهِ&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Janganlah seseorang dari engkau semua itu mengharap-harapkan tibanya kematian dengan sebab adanya sesuatu bahaya yang mengenainya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat demikian maka hendaklah mengatakan: "Ya Allah, tetapkanlah aku hidup selama kehidupanku itu masih merupakan kebaikan untukku dan matikanlah aku apabila kematian itu merupakan kebaikan untukku." (Muttafaq 'alaih)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt;&lt;br&gt; وعَنْ أنس رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: &amp;lt;إذا أراد اللَّه بعبده خيراً عجل له العقوبة في الدنيا، وإذا أراد اللَّه بعبده الشر أمسك عَنْه بذنبه حتى يوافى به يوم القيامة&amp;gt; وقال النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: &amp;lt;إن عظم الجزاء مع عظم البلاء، وإن اللَّه تعالى إذا أحب قوما ابتلاهم، فمن رضي فله الرضا، ومن سخط فله السخط&amp;gt; رَوَاهُ الْتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Anas r.a., berkata: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jikalau Allah menghendaki kebaikan pada seseorang hambaNya, maka ia mempercepatkan suatu siksaan – dari dosa yang diperbuatnya – sewaktu dunia, tetapi jikalau Allah menghendaki keburukan pada se-seorang hambaNya, maka orang itu dibiarkan sajalah dengan dosanya, sehingga nanti akan dipenuhkan balasan – siksaannya – hari kiamat."&lt;br&gt; Dan Nabi s.a.w. bersabda – juga riwayat Anas r.a.: "Sesungguhnya besarnya balasan – pahala – itu menilik besarnya bala' yang menimpa dan sesungguhnya Allah itu apabila mencintai sesuatu kaum, maka mereka itu diberi cobaan. Oleh sebab itu barangsiapa yang rela – menerima bala' tadi, ia akan memperoleh keridhaan dari Allah dan barangsiapa yang uring-uringan maka ia memperoleh kemurkaan Allah pula."&lt;br&gt; Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini Hadits hasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt;&lt;br&gt; وعَنْ معاذ بن جبل رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قال: &amp;lt;من كظم غيظا وهو قادر عَلَى أن ينفذه دعاه اللَّه سبحانه عَلَى رؤوس الخلائق يوم القيامة حتى يخيره مِنْ الحور العين ما شاء&amp;gt; رَوَاهُ أبو داود والْتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ&lt;br&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Mu'az bin Anas r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang menahan marahnya padahal ia kuasa untuk meneruskannya – melaksanakannya – maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengundangnya di hadapan kepala – yakni disaksikan -sekalian makhluk pada hari kiamat, sehingga disuruhnya orang itu memilih bidadari-bidadari yang jeli – indah – matanya dengan sesuka hatinya."&lt;br&gt; Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;              &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-8809720977968430375?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/8809720977968430375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=8809720977968430375&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8809720977968430375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8809720977968430375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/hadits-hadits-tentang-sabar.html' title='Hadits-hadits tentang sabar'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-5152463185132100834</id><published>2010-08-24T16:52:00.001+02:00</published><updated>2010-08-24T16:52:25.704+02:00</updated><title type='text'>Anak Yatim</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;Berbahagialah orang-orang yang di rumahnya terdapat anak yatim karena Rasulullah memberikan jaminan &lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama, memiliki pahala yang setaraf dengan jihad.&lt;/span&gt; &lt;br&gt;Rasulullah Saw. pernah bersabda, "Barang siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan bangun pada malam hari dan puasa pada siang harinya, dan bagaikan orang yang keluar setiap pagi dan sore menghunus pedangnya untuk berjihad di jalan Allah. Dan kelak di surga bersamaku bagaikan saudara, sebagaimana kedua jari ini, yaitu jari telunjuk dan jari tengah." (H.R. Ibnu Majah)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua, mendapat perlindungan di hari kiamat.&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;Rasulullah Saw. bersabda, "Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran, di hari kiamat Allah Swt. tidak akan mengazab orang yang mengasihi anak yatim, dan bersikap ramah kepadanya, serta bertutur kata yang manis. Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan memaklumi kelemahannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diberikan Allah kepadanya." (H.R. Thabrani)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga, masuk surga dengan mudah&lt;/span&gt;. &lt;br&gt;Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa yang memelihara anak yatim di tengah kaum muslimin untuk memberi makan dan minum, maka pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali jika ia telah berbuat dosa yang tidak dapat diampuni." (H.R. Tirmidzi)&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;              &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-5152463185132100834?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/5152463185132100834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=5152463185132100834&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/5152463185132100834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/5152463185132100834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/anak-yatim.html' title='Anak Yatim'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-7959498387065159241</id><published>2010-08-24T16:50:00.001+02:00</published><updated>2010-08-24T16:50:21.092+02:00</updated><title type='text'>hadist</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; color: rgb(0, 0, 0); font-size: medium;"&gt;&lt;strong&gt;ومن يستعفف يعفه اللَّه، ومن يستغن يغنه اللَّه، ومن يتصبر يصبره اللَّه، وما أعطي أحد عطاء خيرا وأوسع مِنْ الصبر&amp;gt; مُتَّفّقٌ عَلَيْهِ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;Barangsiapa yang menjaga diri – dari meminta-minta pada orang lain, maka akan diberi rezeki kepuasan oleh Allah dan barangsiapa yang merasa dirinya cukup maka akan diberi kekayaan oleh Allah – kaya hati dan jiwa – dan barangsiapa yang berlaku sabar maka akan dikarunia kesabaran oleh Allah. Tiada seorangpun yang dikaruniai suatu pemberian yang lebih baik serta lebih luas – kegunaannya – daripada karunia kesabaran itu." (Muttafaq 'alaih)&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-7959498387065159241?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/7959498387065159241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=7959498387065159241&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7959498387065159241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7959498387065159241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/hadist.html' title='hadist'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2622449681191814255</id><published>2010-08-11T19:20:00.001+02:00</published><updated>2010-08-11T19:20:28.225+02:00</updated><title type='text'>Kembangkan Kecerdasan Berbahasa Anak</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;h1&gt;Kembangkan Kecerdasan Berbahasa Anak&lt;/h1&gt;                 &lt;h5 class="waktu"&gt;Selasa, 7 Juli 2009 | 15:31 WIB&lt;/h5&gt;                                  &lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_10"&gt;&lt;!-- s: images --&gt;   				  		&lt;div class="img310"&gt;&lt;img alt="" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/05/27/0900576p.jpg"&gt;&lt;/div&gt;   				  		&lt;div class="font10 c_abu " align="right"&gt;Shutter Stock&lt;/div&gt;   				  		&lt;!-- e: images --&gt;   				  		&lt;div class="c_abu font11 pt_5"&gt;   						Ajari anak mencintai buku.   				  		&lt;/div&gt;   				          &lt;!-- s: terkait --&gt;             				             				&lt;!-- e: terkait --&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt;  - Bahasa adalah alat komunikasi manusia di muka bumi ini. Jadi, betapa  penting kemampuan bahasa ini, tak terkecuali bagi anak. Itulah mengapa,  kemampuan bahasa harus sudah diajarkan padanya sejak dini, khususnya  bahasa ibu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Edward Andriyanto Soetardhio, M.Psi., dari  Fakultas Psikologi UI,&amp;nbsp; perkembangan bahasa setiap anak intinya  sama—bahkan pada anak dengan bisu dan tuli—hingga tahap &lt;em&gt;cooing&lt;/em&gt;. Jangan salah, anak bisu tuli pun akan mengalami tahap &lt;em&gt;babbling&lt;/em&gt;,  hanya saja lebih terlambat daripada anak normal. Masuk tahap  selanjutnya, anak bisu tuli tidak bisa mengikuti, yaitu berceloteh  hingga mampu mengucapkan suku kata yang menggunakan konsonan dengan  kombinasi vokal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau tahap alamiah bahasa akan dilalui anak  normal, namun—sekali lagi—kita tetap mesti memberikan stimulasi agar  anak bisa menapaki jenjang perkembangan bahasanya dengan benar dan  sesuai dengan tahapannya. Nah, berikut ini tip-tip mengembangkan  kemampuan/kecerdasan bahasa anak berdasarkan tahapan usianya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Usia bayi&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;1.  Ajak bayi untuk banyak berbicara. Aturlah nada bicara&amp;nbsp;Anda supaya  rendah dan lembut, sehingga tidak mengagetkan si kecil. Tatap wajah si  bayi, dan ucapkan kata-kata dengan jelas alias tidak bergumam.&lt;br&gt;2.  Lakukan aktivitas bervariasi untuk merangsang kecerdasan bayi, entah  dengan bermain, bernyanyi, dan sebagainya. Yang harus diingat, dalam  sebuah aktivitas sangat mungkin beberapa kecerdasan ikut terstimulasi. &lt;br&gt;3. Berikan mainan yang menstimulasi kecerdasannya seperti mainan yang dapat mengeluarkan suara. &lt;br&gt;4.  Di usia 9 bulan pilihkan juga buku cerita dengan cerita menarik dan  gambar yang besar. Kenalkan juga semua hal yang dilihat bayi di buku  cerita, lakukan secara berulang-ulang sehingga kosakata yang dikenalnya  semakin bertambah.&lt;br&gt;5. Kenalkan juga anggota tubuh si kecil seperti  tangannya, hidung, mata, dan anggota tubuh lainnya. Bimbing bayi agar  mengenali anggota tubuhnya tersebut. Mulailah dengan anggota tubuh  orangtua dulu seperti hidung, selanjutnya tunjuk juga hidung bayi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br&gt;6.  Meski belum bisa berbicara, mulai usia sekitar 9 bulanan bayi dapat  melakukan perintah sederhana seperti melempar bola, mengambil mainan  dalam jangkauannya, dan lain-lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Usia batita&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;1.  Si kecil mulai berbicara dengan menggunakan satu kata atau lebih.  Tetapi saat berbicara suaranya&amp;nbsp;masih cadel. Nah, orangtua harus segera  memberikan stimulasi yang benar yaitu memperbaiki cara berbicara anak  dengan menggunakan bahasa yang dipahami orang lain. Ketika anak berkata,  "Ma… num" (maksudnya, minta minum), segera luruskan, "Oh, Adek mau  minum." &lt;br&gt;2. Sering-seringlah mengajaknya ngobrol. Semakin banyak  waktu yang digunakan untuk berbicara bersama, akan semakin banyak  kosakata anak.&lt;br&gt;3. Lakukan stimulasi lewat bercerita. Rangsang anak  dengan apa yang ada di buku cerita. "Ini ada gambar binatang berleher  panjang dan berkaki empat, namanya apa ya…? Betul, jerapah." Dengan cara  itu, kosakata anak ikut bertambah. &lt;br&gt;4. Berikan instruksi sederhana, "Yuk, kita lipat kertasnya." Cara ini selain melatih bahasa, juga mengasah motorik halusnya. &lt;br&gt;5. Bermain pura-pura atau peran juga dapat dikenalkan, entah bermain masak-masakan, dokter-dokteran, bertelepon, dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Usia prasekolah&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;1. Berikan dua perintah sederhana, "Ambil bola dan tendang ke gawang."&amp;nbsp; &lt;br&gt;2. Bermain tebak-tebakan, "Binatang yang hidup di air apa, ya?"&lt;br&gt;3.  Minta anak menceritakan pengalamannya di sekolah, namun jangan  sekali-kali memotong cerita anak. Simak dan perhatikan baik-baik apa  yang diceritakan. Bangun suasana gembira saat bercerita.&lt;br&gt;4. Bila anak berkata tidak jelas, minta dia mengulangi kata itu sehingga ia dapat mengucapkannya dengan jelas.&lt;br&gt;5. Ajarkan anak menyanyi. Untuk permulaan, kenalkan dengan lagu pendek yang sederhana. Bila memungkinkan, iringi dengan musik. &lt;br&gt;6.  Berikan kesempatan kepada anak untuk memilih dan mengambil keputusan,  misal, saat membeli mainan atau buku. Setelah membeli, minta pendapat  anak tentang barang yang baru dibelinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Usia sekolah&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;1.  Ajari anak mencintai buku. Caranya, ajak anak ke perpustakaan, toko  buku, pameran, dan sebagainya. Dorong anak untuk membeli buku  kesukaannya, lakukan diskusi kecil tentang buku yang baru dibelinya.  Selain kosakata bertambah, lewat buku, kemampuan kognitif anak juga  turut terasah.&lt;br&gt;2. Minta anak menceritakan pengalamannya di sekolah.  Selain bercerita secara langsung, kemukakan pengalaman itu dalam catatan  hariannya. &lt;br&gt;3. Minta anak membuat puisi, cerita pendek, dan lain-lain. &lt;br&gt;4.  Bila anak terlihat berbakat, jangan ragu untuk memasukkannya ke  kegiatan yang sesuai dan ikut pentas, entah pentas seni (membaca puisi)  di sekolah, ikut komunitas dongeng, belajar menulis, dan lain-lain.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Gazali Solahuddin)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2622449681191814255?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2622449681191814255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2622449681191814255&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2622449681191814255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2622449681191814255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/kembangkan-kecerdasan-berbahasa-anak.html' title='Kembangkan Kecerdasan Berbahasa Anak'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-8485176939729531529</id><published>2010-08-11T19:19:00.001+02:00</published><updated>2010-08-11T19:19:32.322+02:00</updated><title type='text'>Ajarkan Anak Bicara Baik</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt; 	 		&lt;!-- judul halaman:s --&gt;	             &lt;!--&lt;h2 class="jud_hlt_2"&gt;&lt;a href="news_feat.php"&gt;NEWS &amp;amp; FEATURES&lt;/a&gt; / HEALTH CONCERN - ARTIKEL&lt;/h2&gt;--&gt;             &lt;!-- judul halaman:e --&gt;          	&lt;!-- info dokter:s --&gt;                         &lt;!-- info dokter:e --&gt;          	&lt;!-- isi artikel:s --&gt;       	 	             	            	&lt;h1&gt;Ajarkan Anak Bicara Baik&lt;/h1&gt;                 &lt;h5 class="waktu"&gt;Rabu, 2 September 2009 | 12:11 WIB&lt;/h5&gt;                                  &lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_10"&gt;&lt;!-- s: images --&gt;   				  		&lt;div class="img310"&gt;&lt;img alt="" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/07/29/1750247p.jpg"&gt;&lt;/div&gt;   				  		&lt;div class="font10 c_abu " align="right"&gt;Shutter Stock&lt;/div&gt;   				  		&lt;!-- e: images --&gt;   				  		&lt;div class="c_abu font11 pt_5"&gt;   						Ajarkan anak bicara baik untuk masa depannya.    				  		&lt;/div&gt;   				          &lt;!-- s: terkait --&gt;             				             				&lt;!-- e: terkait --&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com - &lt;/strong&gt;Berpuasa  tak sekadar menahan lapar, tetapi juga menjaga diri dari perilaku  tercela. Bahkan, berbuat baik di bulan Ramadhan telah dijanjikan pahala  yang berlipat ganda oleh Tuhan. Sehingga, tak heran setiap orang akan  berlomba memperbaiki sikap dan perilakunya di bulan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbuat  baik juga bisa dilakukan lewat mulut. Menjaga perkataan, memberi  semangat, mengucapkan kata-kata yang menentramkan hati, menginspirasi  dalam mencari jalan keluar, hingga sekadar memberi senyum yang  menyenangkan kepada orang-orang di sekitar, merupakan perbuatan yang  mendatangkan pahala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, apa jadinya bila niat berbuat baik ini  terhalang bau mulut tak sedap. Menjaga kesehatan mulut dan perilaku,  penting dimiliki di bulan yang penuh rahmat ini. Nah, berikut kiat dari  sejumlah pakar agar si kecil memiliki mulut yang baik di sepanjang bulan  yang baik ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menjaga perkataan&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Ungkapan  "anak-anak adalah peniru yang baik" sebaiknya perlu diperhatikan para  orangtua. Terutama pada anak-anak usia di bawah 6 tahun (usia pra  sekolah), yang belum paham betul sikap yang ditirunya di lingkungan.  Seringkali mereka menirukan perkataan maupun perilaku yang kurang baik,  hingga menyakiti orang di sekitarnya. Dan orangtua pun merasa kecewa  dengan perilaku anaknya ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Titi P. Natalia, staf  pengajar program Magister Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta,  ketika menemui anak mengatakan hal kurang baik, orangtua jangan  buru-buru menganggapnya nakal dan berperilaku negatif. Sebaiknya  tanyakan alasan dan pemahamannya akan perkataan yang baru saja  diucapkannya. Anak yang berkata kurang baik belum tentu bermaksud  seperti apa yang dikatakannya. Bisa jadi ia sekadar menirukan perkataan  orang dewasa, tayangan teve, siaran radio, teman bermain, atau sumber  lain, tanpa paham maksud yang sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika demikian, jangan  mengisolasi anak dari pengaruh buruk lingkungan. Bekali dengan pemahaman  dan logika berpikir yang baik, akan lebih efektif dilakukan. Sehingga,  sekalipun ia berinteraksi dengan lingkungan yang memberi pengaruh buruk,  ia tak akan begitu saja mengikuti dan menjadikannya kebiasaan. "Biar  bagaimana pun, kita tak bisa mengubah begitu saja lingkungan di sekitar  anak. Di mana pun anak bergaul, akan selalu ada anak-anak yang baik dan  kurang baik," ujar Titi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menanamkan perilaku baik kepada  anak, tentu harus dimulai dari kebiasaan dalam keluarga. Seperti  hubungan ibu dan ayah yang baik, pendidikan moril dan agama yang baik,  merupakan modal awal bagi anak untuk punya perilaku dan perkataan yang  baik sehari-hari. Tanamkan pemahaman, anak-anak memang sedang dalam  proses belajar dan beradaptasi. Sehingga, seburuk apapun perilakunya,  selalu masih ada peluang untuk diperbaiki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Jangan buru-buru  menghardik atau memarahi anak yang tiba-tiba mengumpat. Apalagi  melarangnya bermain dengan teman yang membuatnya belajar mengumpat.  Justru itu akan membuatnya menutup diri dan mengulangnya di lain hari,"  Titi mengingatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Alam bawah sadar&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Menurut  Titi, jika si kecil bicara kurang baik, sebaiknya orangtua segera  memanggil dan bertanya dengan lembut, "Sayang, kamu tadi bicara apa,  sih?" Selanjutnya klarifikasi apakah ia benar-benar paham arti kata yang  diucapkannya atau tidak. Biarkan ia mengungkapkan pemahaman yang  dimiliki atas perkataan itu. Jika ia tak paham, beri penjelasan dan  alasannya mengapa itu tak baik diucapkan. Lalu, akhiri dengan, "Kalau  begitu, lain kali jangan diucapkan, ya!" Yang penting, jangan  bosan-bosan mengingatkan anak. Menanamkan perilaku positif juga bisa  dilakukan lewat alam bawah sadar anak. Misalnya, saat ia tidur bisikkan,  "Adik nanti bicara yang baik, ya!" Atau, "Adik pasti bisa bicara manis,  kan?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ulangi terus kebiasaan ini setiap hari. Jika sudah terekam  baik di alam bawah sadarnya, ia akan mengubah perilakunya secara  bertahap menjadi lebih baik. "Alam bawah sadar ini memang lebih banyak  jadi pengontrol perilaku sehari-hari," ungkap Titi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika anak suka  membantah saat dinasihati, ada baiknya orangtua mengintrospeksi pola  komunikasi dengan anak yang selama ini diterapkan. Menurut Titi, anak  yang suka membantah bukan karakter dasar anak. Kondisi itu tercipta dari  perlakuan yang diberikan orang dewasa terhadapnya. Perlakuan yang kerap  mengabaikan, menghakimi, menyalahkan anak, dan lainnya inilah yang  memicu anak jadi pembantah. Sehingga, sebelum disalahkan, ia memilih  membantah terlebih dulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila orangtua menganggap tak punya  masalah dengan perilaku itu, bisa jadi hal ini dilakukan orang dewasa  lain yang ikut andil dalam pengasuhan anak. Cari tahu dan beritahu orang  lain di rumah yang ikut berinteraksi dengan anak tentang cara  menasehati si kecil dengan baik. &amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang penting, beri contoh baik  kepada anak dengan perilaku terpuji sehari-hari. Sesekali ajak anak  bersedekah, membantu orang kurang mampu, memperhatikan anak yang  nasibnya kurang beruntung. Ini akan memperkaya jiwa empati dan membuat  anak punya rasa toleransi lebih besar kepada sesamanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;(Laili Damayanti/NOVA)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-8485176939729531529?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/8485176939729531529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=8485176939729531529&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8485176939729531529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/8485176939729531529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/ajarkan-anak-bicara-baik.html' title='Ajarkan Anak Bicara Baik'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2067616049098850668</id><published>2010-08-11T19:17:00.001+02:00</published><updated>2010-08-11T19:17:13.372+02:00</updated><title type='text'>Anak Ceriwis Tanda Cerdas?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;h1&gt;Anak Ceriwis Tanda Cerdas?&lt;/h1&gt;                 &lt;h5 class="waktu"&gt;Kamis, 3 Juni 2010 | 10:17 WIB&lt;!-- e: terkait --&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kompas.com &lt;/strong&gt;—  Suka bercakap-cakap atau ceriwis merupakan salah satu pertanda  kecerdasan karena berarti anak mampu menyerap informasi secara verbal,  memahami, menarik kesimpulan, dan mengungkapkannya lewat keterampilan  berbahasa yang baik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti dikatakan Ceti Prameswari, MPsi,  sejatinya kelancaran anak berbicara dimulai pada usia 2 tahun. Di usia  ini ia sudah bisa merangkai kata menjadi kalimat sederhana, kosakatanya  semakin bertambah, dan penguasaannya terus berkembang. Apalagi jika  lingkungan memberi stimulasi yang memadai.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seiring dengan  pertambahan usia, kemampuan anak semakin meningkat. Ia pun menjadi lebih  ceriwis. Lebih lanjut, anak jadi ceriwis karena ia merasakan kesenangan  saat bereksplorasi dengan lingkungan, baik itu orang baru, hal-hal  baru, maupun pengetahuan baru, dan sebagainya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain itu, anak  juga banyak bicara dengan tujuan mendapatkan perhatian lingkungan. Dia  belajar dari pengalamannya, dengan banyak bicara, orang jadi  memerhatikannya karena dianggap menarik atau lucu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Yang jelas,  anak-anak yang senang bicara dan bercerita biasanya senang berinteraksi  dan berani mengungkapkan apa yang mereka pikirkan, rasakan, dan inginkan  kepada orang lain," kata Ceti. Mereka memiliki potensi untuk bergaul  dan mengembangkan relasi interpersonal yang lebih luas dibanding dengan  anak-anak yang kurang terbuka dan kurang aktif bicara.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;"Dan ketahuilah,engkau diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia fana ini. Untuk sirna, bukan untuk abadi. Untuk mati, bukan untuk hidup selamanya. Bahwa posisimu adalah posisi berangkat untuk mengumpulkan bekal. Dan, bahwa engkau tengah berjalan menuju akhirat. Bahwa engkau tengah dikejar oleh kematian. Tidak ada makhluk yang dapat lari dari kematian. Karena itu, hati-hatilah selalu dengan kematian. Jangan sampai engkau dijemput kematian ketika engkau tengah dalam kondisi iman yang buruk." (Ali bin Abi Thalib) Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah. Allah SWT punya rencana dan tujuan berbeda bagi setiap orang. Maka jangan pernah menyesali hidup yang saat ini kita jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2067616049098850668?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2067616049098850668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2067616049098850668&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2067616049098850668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2067616049098850668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/anak-ceriwis-tanda-cerdas.html' title='Anak Ceriwis Tanda Cerdas?'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-9039884967511704088</id><published>2010-08-11T18:54:00.002+02:00</published><updated>2010-08-11T18:55:01.941+02:00</updated><title type='text'>10 Cara "Memperkuat" Otak</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;h1&gt;10 Cara "Memperkuat" Otak&lt;/h1&gt;                 &lt;h5 class="waktu"&gt;Selasa, 10 Agustus 2010 | 08:20 WIB&lt;/h5&gt;                                  &lt;div class="pt_10"&gt; 				  &lt;img alt="" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/08/10/0850549620X310.jpg" width="650"&gt; 				&lt;/div&gt; 				&lt;div class="font10 c_abu " align="right"&gt;Shutterstock&lt;/div&gt;&lt;div class="c_abu font11 pt_5"&gt;               Aktivitas memotong rumput juga bermanfaat bagi otak. Aroma  rumput yang baru dipotong mempengaruhi otak, terutama pada wilayah  emosi dan memori.             &lt;/div&gt;                             &lt;!-- e: images --&gt;             &lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_5"&gt;               &lt;!-- s: terkait --&gt;               &lt;div class="pd_5 hl_1 c_orange"&gt;&lt;strong&gt;TERKAIT:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; 					&lt;div class="list_4 hl_1 c_blue_kompas pb_10 bl_1"&gt; 					&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://health.kompas.com/read/2010/08/03/17014992/Mari.Memahami.Memori"&gt;Mari Memahami Memori&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://health.kompas.com/read/2010/07/29/15460650/Agar.Otak.Tetap.Berbobot"&gt;Agar Otak Tetap Berbobot&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://health.kompas.com/read/2010/07/26/10291914/Memahami.Fungsi.Otak.Kanan.dan.Kiri"&gt;Memahami Fungsi Otak Kanan dan Kiri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://health.kompas.com/read/2010/07/23/16323385/Mari.Merangsang.Potensi.Otak"&gt;Mari Merangsang Potensi Otak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://health.kompas.com/read/2010/07/05/10250596/7.Rahasia.Otak.Pria"&gt;7 Rahasia Otak Pria&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; 					&lt;/div&gt;               &lt;!-- e: terkait --&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA,&amp;nbsp; KOMPAS.com -&lt;/strong&gt;  Menjadi orang pintar ternyata bukan hal yang terjadi karena spontan.  Selain faktor genetik ada beberapa cara yang digunakan agar kecerdasan  Anda meningkat. Bila penasaran, Anda dapat mengikuti 10 langkah  alternatif yang disarankan berikut ini :&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;1. Olahraga&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Dipercaya  dapat meningkatkan kapasitas otak selama beberapa tahun, namun para  ilmuwan menemukan bukti baru yang menunjukkan hubungan latihan dengan  kesehatan fisik dan mental.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sebuah studi dari Universitas  Cambridge menyatakan joging beberapa kali dalam seminggu dapat  merangsang otak. Dengan berjalan selama beberap hari, ratusan ribu  sel-sel otak baru akan tumbuh&amp;nbsp; yang akan berefek pada pembentukan dan  ingatan akan kenangan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sehingga dapat meningkatkan kemampuan  untuk mengingat kenangan tanpa kebingungan pada tugas-tugas kognitif dan  bisa memerlambat kerusakan mental di usia tua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Baru-baru ini,  para ilmuwan juga menemukan bahwa olahraga juga mampu melepaskan protein  yang bernama "noggin". Protein itu akan bertindak sebagai agen-kontra  terhadap protein lain, seperti protein tulang morfogenetik. Sehingga  merangsang peningkatan pembagian sel batang otak, otak tetap gesit dan  aktif seiring bertambahnya usia. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Penelitian juga menunjukkan  menguatnya produksi "noggin" dapat mencegah penyakit otak yang berkaitan  dengan usia seperti Alzheimer.&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;2. Tidur Siang &lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Ilmuwan  menduga bahwa tidur siang memiliki dampak signifikan pada kapasitas  memori otak. Penelitian terakhir menemukan bahwa tidur selama satu jam  di sore hari meningkatkan daya kerja otak dan secara dramatis  meningkatkan kemampuannya untuk mempelajari fakta-fakta baru dan tugas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidur  setelah makan siang juga berfungsi sebagai bantuan regeneratif, yang  memungkinkan otak untuk menjaga agar memori tetap tersimpan sementara  informasi baru masuk.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Para peneliti menemukan, mereka yang tetap  terjaga sepanjang hari cenderung lebih sulit&amp;nbsp; mempelajari tugas baru,  sehingga para ahli berasumsi bahwa dampak jangka panjang dari tidur  siang adalah mencegah penyakit mental degeneratif.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;3. Makanan Kaya Magnesium&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Makanan  kaya magnesium seperti bayam dan brokoli dipercaya bisa meningkatkan  memori dan kekuatan otak makanan. Penelitian terbaru, yang diterbitkan  dalam &lt;em&gt;Journal Neuron&lt;/em&gt; menemukan, peningkatan magnesium di otak dapat membantu proses belajar baik orang usia muda dan tua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;4. Berjemur&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Para  ilmuwan telah menemukan bahwa berjemur bisa meningkatkan kecerdasan  Anda dan mencegah demensia. Asupan vitamin D bisa didapat dari berjemur,  tapi vitamin D juga dapat ditemukan dalam minyak minyak ikan. Yang  dapat meningkatkan kemampuan menjaga otak tetap aktif dalam kondisi  puncak seperti usia Anda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain itu, dalam &lt;em&gt;Journal of Neurology&lt;/em&gt;  menemukan bahwa hubungan antara peningkatan asupan vitamin D berdampak  pada pengolahan informasi yang lebih cepat terutama pada pria berusia  lebih dari 60 tahun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;5. Memotong rumput&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Para  peneliti menyatakan, bahan kimia yang ditemukan saat menyabit rumput  tidak hanya dapat mengurangi stres dan membuat orang lebih bahagia, tapi  juga bisa mencegah penurunan mental pada usia tua.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ilmuwan  Australia mengklaim bahwa aroma rumput yang baru dipotong langsung  bekerja pada otak, terutama pada wilayah emosi dan memori. Bahkan saat  ini sudah dikeluarkan parfum yang beraroma rumput yang dipotong yang  dapat digunakan untuk menciptkan rasa rileks dan merangsang otak  individu sekitarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;6. Seks dan Cokelat&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Buku  karangan Simon Wootton dan Terry Horne telah mengklaim bahwa  mengonsumsi dark chocolate meningkatkan seks, dan mengikuti tradisi  Skandinavia, yang memilih memiliki daging dingin untuk sarapan dapat  meningkatkan kekuatan otak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Buku ini, menganalisis bagaimana  diet, lingkungan dan stres mempengaruhi kapasitas mental. Mereka  menegaskan,&amp;nbsp; kapasitas otak selalu dipertimbangkan dari segi genetis,  padahal itu sebenarnya ditentukkan gaya hidup.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selain itu, bahan  dari cokelat hitam berpengaruh dalam proses melakukan hubungan seks,  sementara energi yang didapat dari&amp;nbsp; daging dingin dapat menstimulasi  otak dan mencegah kerusakan mental karena usia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;7. Mempelajari musik sedari muda&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Sebuah  studi menunjukkan bahwa anak-anak muda yang mengambil pelajaran musik  menunjukkan perkembangan otak yang lebih maju dan memori meningkat  dibandingkan dengan mereka yang tidak mengambil musik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Anak-anak  yang dilatih musik ditemukkan&amp;nbsp; lebih baik dalam tes memori yang  berhubungan dengan keterampilan kecerdasan umum seperti membaca, memori  verbal, matematika, dan IQ. Para ilmuwan yang melakukan penelitian ini  mengindikasikan musik yang berpotensi dapat meningkatkan kecerdasan pada  anak-anak dari usia empat tahun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;8. Berbicara dengan bayi Anda&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Para  ahli menyatakan bahwa ibu yang berbicara dengan bayi dapat membantu  otak anak mereka berkembang lebih baik. Peneliti dari Northwestern  University di Illinois menemukan bahwa kata-kata memainkan peran penting  dalam perkembangan otak anak-anak bahkan sebelum mereka mulai  berbicara.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Studi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan  dapat mengkategorikan kata-kata sesuai dengan representasi gambar  mereka pada usia dini dapat memebnatu perkembangan otak anak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;9. Bermain tetris&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Sebuah  studi yang dilakukan ilmuwan Amerika menemukan bahwa teka-teki klasik  (permainan tetris) mungkin juga memiliki dampak positif pada kekuatan  otak Anda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hasil riset menunjukkan walaupun permainan ini relatif  sederhana dibandingkan dengan permainan komputer yang canggih saat ini,  latihan yang teratur dapat meningkatkan daya pikir. Setelah bermain  selama setengah jam setiap hari selama periode tiga bulan, otak  mengalami 'perubahan struktural' di daerah yang terkait dengan gerakan,  berpikir kritis, penalaran, bahasa dan pengolahan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;10. "Thinking Cap&lt;/strong&gt;"&lt;br&gt;Saat  ini, para ilmuwan telah mengembangkan sebuah produk bernama "Thinking  Cap" yang diharapkan perangkat ini mampu meningkatkan kemampuan otak  untuk belajar. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Para peneliti dari University of British  Colombia, Vancouver, memulai proyek ini setelah menemukan bahwa  kemampuan otak untuk mempelajari tugas baru&amp;nbsp; meningkat secara signifikan  ketika sebuah getaran magnetik diarahkan ke korteks premotor, daerah  otak yang persis di belakang dahi. Teknik ini dapat digunakan tidak  hanya untuk meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga untuk  membantu mereka yang kesulitan belajar.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-9039884967511704088?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/9039884967511704088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=9039884967511704088&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/9039884967511704088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/9039884967511704088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/10-cara-memperkuat-otak.html' title='10 Cara &quot;Memperkuat&quot; Otak'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-5398932344308152437</id><published>2010-08-11T18:54:00.001+02:00</published><updated>2010-08-11T18:54:04.644+02:00</updated><title type='text'>Brokoli Panggang Keju</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;div class="font26 c_dapur pb_10 menusifr2"&gt;Brokoli Panggang Keju&lt;/div&gt; 							&lt;div class="left" style="padding-right: 10px;"&gt;   							                              &lt;div style="width: 298px; padding: 0px 0px 5px;"&gt;                                &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/03/1927285p.JPG" border="0" width="298"&gt;                                 &lt;/div&gt;                                                                                                                      &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font: 9px arial; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://female.kompas.com/read/xml/2009/11/03/19274799/brokoli.panggang.keju#" style="font: 9px arial; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;Ferdiansyah/Tabloid Nakita&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;                                     &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font: 11px arial; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Brokoli Panggang Keju&lt;/div&gt;                                   &lt;/div&gt;                                                                                                                              																								 							  							                              							                            &lt;div style="border-bottom: 1px solid rgb(238, 238, 238); border-top: 1px solid rgb(238, 238, 238); padding: 10px 0pt; margin-bottom: 20px; height: 25px;"&gt;                                 &lt;div class="artikelkiriman"&gt;                                                                             &lt;a href="http://www.tabloid-nakita.com/" target="_blank"&gt;                                             &lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/logo/logo_nakita.gif" border="0"&gt;                                         &lt;/a&gt;                                                                     &lt;/div&gt;                                                              &lt;/div&gt;                                                                                                                                             &lt;/div&gt; 							&lt;div class="font11 c_dapur pb_5"&gt;Selasa, 3/11/2009 | 19:27 WIB&lt;/div&gt; 							  							&lt;p&gt;Bahan:&lt;br&gt;2 bh wortel, potong serong&lt;br&gt;1 btr telur ayam&lt;br&gt;1 sdm minyak zaitun&lt;br&gt;200 gr brokoli, cincang&lt;br&gt;1/2 sdt garam&lt;br&gt;1 sdm susu tinggi kalsium&lt;br&gt;2 sdm&amp;nbsp; keju parmesan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara membuat:&lt;br&gt;1.&amp;nbsp;Campur semua bahan, tuang ke dalam pinggan tahan panas.&lt;br&gt;2.&amp;nbsp;Panggang hingga matang.&lt;br&gt;3.&amp;nbsp;Sajikan sebagai sayuran istimewa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk 4 porsi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nilai gizi per porsi:&lt;br&gt;Energi: 129 Kkal&lt;br&gt;Protein: 7,5 gr&lt;br&gt;Lemak: 7,1 gr&lt;br&gt;Karbohidrat: 9,2 gr&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Resep: Hindah Muaris, pemerhati kulinologi&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-5398932344308152437?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/5398932344308152437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=5398932344308152437&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/5398932344308152437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/5398932344308152437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/brokoli-panggang-keju.html' title='Brokoli Panggang Keju'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-7924257497003027237</id><published>2010-08-11T18:53:00.001+02:00</published><updated>2010-08-11T18:53:15.350+02:00</updated><title type='text'>Orangtua Tak Sabar, Anak Susah Pintar</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:12pt;color:#000000;"&gt;&lt;h1&gt;Orangtua Tak Sabar, Anak Susah Pintar&lt;/h1&gt;                 &lt;h5 class="waktu"&gt;Senin, 2 Agustus 2010 | 10:05 WIB&lt;/h5&gt;                                  &lt;div class="pt_10"&gt; 				  &lt;img alt="" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/04/26/1343331620X310.jpg" width="650"&gt; 				&lt;/div&gt; 				&lt;div class="font10 c_abu " align="right"&gt;shutterstock&lt;/div&gt;&lt;div class="c_abu font11 pt_5"&gt;               Ilustrasi             &lt;/div&gt;                             &lt;!-- e: images --&gt;             &lt;div class="right w310 pl_10 pb_10 pt_5"&gt;               &lt;!-- s: terkait --&gt;&lt;br&gt;&lt;!-- e: terkait --&gt;             &lt;/div&gt;&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;—  Rasa tidak sabar dan kesal kerap melanda orangtua ketika mengajari  anaknya belajar. Namun, implikasi rasa kesal dan tidak sabar tersebut  ternyata mampu memicu anak menjadi stres. Akibatnya, anak semakin tidak  mampu menyerap informasi yang diberikan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ketika tubuh sedang  stres, ada hormon yang dikeluarkan dan dilepaskan dalam aliran darah.  Itu yang disebut hormon kortisol atau hormon stres. Hormon ini memiliki  efek negatif terhadap kesehatan, seperti mengurangi kemampuan kognitif  dan menekan fungsi normal dari tiroid. Karena itu, jangan heran ketika  kita (orangtua) makin tidak sabar mengajari, anak justru makin bengong  dan tidak bisa menjawab," kata psikolog Sani B Hermawan, Sabtu  (31/7/2010) di sela-sela acara Smart Parents Conference Jakarta.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurut  Sani, jika anak berada dalam situasi tertekan, anak tidak bisa menyerap  karena ketakutan. "Hormon itu kan bergiliran kerjanya. Kalau anak  stres, maka ada hormon yang menghambat karena ada hormon lain yang  muncul sehingga membuat anak tidak dapat menyerap informasi karena  kepekaannya menghilang," kata Sani.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika anak diajar dengan  bentakan dan hukuman (kalau salah, anak disuruh berdiri atau tidak boleh  makan), proses penyerapan informasi anak justru menjadi tidak berhasil.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Prosesnya sederhana seperti ketika anak dikejar anjing, maka  yang saat itu jalan adalah emosi (rasa takut), bukan logika. Dengan  demikian, logika menjadi tidak muncul. Sementara, emosi dan logika  berperan penting dalam pembentukkan sikap. Kalau rasa takut muncul, maka  akan menghambat logika rasa ingin tahu," kata Sani.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oleh karena  itu, Sani menyarankan para orangtua agar menciptakan suasana belajar  yang menyenangkan. Dengan begitu, anak-anak akan tertarik, ingin tahu,  dan ingin mencoba-coba. &lt;br&gt;&lt;br&gt;"Daya serap anak meningkat ketika ia merasa senang dan aman. Kalau anak itu senang, &lt;em&gt;gate &lt;/em&gt;(pintu gerbang) di otaknya akan terbuka sehingga informasi juga mudah masuk," kata Sani.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;"Dan ketahuilah,engkau diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia fana ini. Untuk sirna, bukan untuk abadi. Untuk mati, bukan untuk hidup selamanya. Bahwa posisimu adalah posisi berangkat untuk mengumpulkan bekal. Dan, bahwa engkau tengah berjalan menuju akhirat. Bahwa engkau tengah dikejar oleh kematian. Tidak ada makhluk yang dapat lari dari kematian. Karena itu, hati-hatilah selalu dengan kematian. Jangan sampai engkau dijemput kematian ketika engkau tengah dalam kondisi iman yang buruk." (Ali bin Abi Thalib) Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah. Allah SWT punya rencana  dan tujuan berbeda bagi setiap orang. Maka jangan pernah menyesali hidup yang saat ini kita jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-7924257497003027237?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/7924257497003027237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=7924257497003027237&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7924257497003027237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7924257497003027237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/orangtua-tak-sabar-anak-susah-pintar.html' title='Orangtua Tak Sabar, Anak Susah Pintar'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-5464191311785400432</id><published>2010-08-03T15:53:00.001+02:00</published><updated>2010-08-03T15:53:21.408+02:00</updated><title type='text'>Bebas Keuangan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;h2 id="title" class="judul"&gt;Bebas Keuangan&lt;/h2&gt;  			&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;  				                                 &lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Muhammad Rizqon&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  				&lt;p&gt;Kesulitan hidup yang menghimpit, sering menjadikan hati terasa sempit. Dalam kondisi hati yang sempit seperti itu, alternatif solusi yang biasanya muncul adalah mengerucut pada hal-hal yang bersifat materialis dan mengabaikan hal-hal bersifat spiritualis. Faktor keuangan menjadi alasan yang mengemuka, sedangkan faktor keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT menjadi faktor yang kurang dominan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pikiran orang kebanyakan, uang adalah penghalang mental (mental block) dan sedikit sekali orang membebaskan diri dari faktor uang dalam mencapai keinginan atau tujuan tertentu. Orang yang membebaskan faktor uang, disamping dianggap sebagai tidak realistis, mereka juga dipastikan tersingkir dari percaturan hidup yang bernuansa materialisme, baik di bidang ekonomi atau politik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun apakah semuanya berlaku demikian? Ternyata tidak. Suatu hari di Bandung, saya berjumpa seorang sahabat yang unik. Dia begitu yakin akan kekuasaan dan kemahabesaran Allah. Uang memang diakuinya sebagai SALAH SATU cara mencapai tujuan, bukan sebagai cara UTAMA atau DOMINAN. Ia menggarisbawahi bahwa kita jangan sampai terbelenggu olehnya, terjebak olehnya, sehingga kita menjadikan dia sebagai Tuhan. Bagaimanapun, semua keberhasilan atau tercapainya tujuan itu diperoleh atas IZIN ALLAH.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu kekuatan yang lebih patut dijadikan sandaran utama kehidupan, yang dengan menyakininya maka semua penghalang-penghalang dalam kehidupan menjadi tidak begitu bernilai, adalah Allah SWT, yang dengan kekuasaan-Nya mampu mewujudkan apa saja yang dikehendak-Nya (KUN FAYAKUN).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu ketika saya bertamu ke seorang sahabat yang menginap di hotel karena sedang mengikuti pelatihan. Saya diajak ke restoran hotel, lalu ia menawarkan saya minuman/makanan. Kami pun mengambil daftar menu yang terhidang di meja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia berujar kepada saya sambil membaca daftar menu, "Pak, silahkan mau minum/makan apa." Saya yang mengetahui kondisi finansial sahabat saya itu, otomatis memilih-milih menu yang ringan dan tidak memberatkan dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun di luar dugaan ia mengatakan, "Pak, lihat sisi kirinya aja. Abaikan sisi kanannya."  &lt;br&gt; Kesanya dia mencoba bercanda dengan harga didaftar menu yang mahal-mahal (yang tercantum disisi kanan daftar). Saya diminta fokus kepada menu bukan kepada harga. Kami pun tersenyum dan tertawa kecil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia lantas bercerita tentang penghalang mental sebagaimana saya ungkap di atas. Dia kini berusaha menjadi orang yang "Bebas Keuangan", yang berarti berusaha membebaskan faktor uang ketika ia berkeinginan atau ingin meraih tujuan tertentu. Dan ia bertutur banyak hal yang ia alami ternyata bisa dicapai tanpa harus serba uang. Subhanallah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kini saya memiliki dua makna tentang bebas keuangan. Pertama, orang yang selalu tercukupi kebutuhan finansialnya karena ia memiliki banyak investasi, baik berupa kepemilikan saham, obligasi, emas, deposito, harta produktif, bisnis pribadi, dan lain-lain. Orang type ini adalah orang kaya, dan dengan perangkat investasinya kekayaannya selalu bertambah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, adalah orang biasa, bahkan tidak memiliki kekayaan yang berarti. Tetapi ia memiliki investasi amal kebaikan yang luar biasa. Atau ia memiliki kekayaan, tetapi ia hanya mengambil seperlunya untuk dirinya, sisanya diinfaqkan di jalan Allah SWT. Ajaibnya, jika ia memiliki kebutuhan akan uang, ada saja jalan bagi dirinya untuk mendapatkannya. Dia tidak memiliki jaminan aset tetapi ia memiliki jaminan amal sholeh dan janji Allah SWT yang akan memudahkan urusan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. (QS Ath Thalaaq 65: 3-4).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejarah mencatat bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat adalah generasi yang bebas keuangan. Rasulullah SAW tiada pernah menyimpan harta dalam rumahnya. Para sahabat utama, meskipun ia adalah pengusaha kaya, adalah yang paling ringan sedekahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hikmah yang bisa kita ambil, kita memang tidak menafikan harta dalam kehidupan di dunia ini. Ia boleh diimpikan dan dikejar. Bahkan mayoritas dari 10 sahabat yang dijamin Allah masuk surga adalah sahabat yang kaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya saja persepsi kita boleh jadi tidak seperti mereka, dan ini yang perlu dirubah. Harta adalah sarana bukan tujuan. Harta bukanlah untuk ditimbun tanpa manfaat atau dimubazirkan. Harta harus dioptimalkan sebagai sarana (leverage) untuk beramal kebaikan yang lebih sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini selaras dengan firman Allah SWT: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS Al Qashash 28:77).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahua'lamu bishshawaab (rizqon_ak@eramuslim.com)&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;              &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-5464191311785400432?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/5464191311785400432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=5464191311785400432&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/5464191311785400432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/5464191311785400432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/bebas-keuangan.html' title='Bebas Keuangan'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-7449040992208950012</id><published>2010-08-03T15:50:00.001+02:00</published><updated>2010-08-03T15:50:31.151+02:00</updated><title type='text'>Laki-laki Mesjid</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;h2 id="title" class="judul"&gt;Laki-laki Mesjid&lt;/h2&gt;  			&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;  				                                 &lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Toko Masisir&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  				&lt;p&gt;Senyum, itulah sedekah yang selalu saya dapatkan setiap kali bertemu dengannya. Seolah senyum itu tak pernah bosan bertengger di bibirnya. Seakan senyum itu tak pernah redup dari pancaran wajahnya. Ia tampak indah dan memikat. Mampu merasuk ke jiwa dan mengaduk-aduk rasa. Ia bisa membangkitkan kerinduan untuk bersua. Oh, betapa indahnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya selalu terkenang padanya. Sikapnya yang ramah, tutur kata yang lembut dan sopan, menjadi magnet kuat yang membuat saya ingin selalu dekat dengannya. Beberapa hari tak bertemu ada kerinduan di relung hati untuk bertatap muka walau sekedar melihat senyum itu, sekedar ingin merasakan getaran ketulusan itu.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya diam-diam menggelarinya laki-laki mesjid. Seorang laki-laki yang begitu mencintai masjid dengan sepenuh jiwanya. Laki-laki yang kesehariannya lebih suka berada dalam masjid. Sebelum azan berkumandang ia telah melangkah ke mesjid. Setiba di dalam mesjid ia dirikan sunah tahiyyatul mesjid lalu duduk membaca al-Quran. Begitulah setiap harinya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya seringkali kalah dengan laki-laki itu, terkadang saya menjadi malu padanya. Selalu saja ketika tiba di mesjid ia tengah shalat sunnah atau membaca al-Qur`an di shaf pertama. Jika saya beralasan keterlambatan saya karena sudah berkeluarga dan punya anak, iapun juga sudah berkeluarga dan sebentar lagi akan punya anak. Saya jadi teringat kisah perlombaan Umar Ra. dan Abu Bakar Ra. dalam kebaikan, dimana dalam setiap kesempatan Abu Bakar Ra. selalu mengungguli Umar. Abu Bakar selalu bergerak lebih cepat dan awal dari Umar.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dalam kisahnya, Umar Ra. bercerita, "Suatu ketika Rasulullah Saw. memerintahkan untuk bersedekah, waktu itu saya memiliki sedikit harta kekayaan. Saya merenung, setiap saat Abu Bakar membelanjakan lebih dari apa yang telah saya belanjakan di jalan Allah. Saya berharap dengan karunia Allah, semoga saya dapat membelanjakan lebih darinya kali ini, karena saat itu saya mempunyai dua harta kekayaan untuk saya belanjakan. Saya pulang ke rumah dengan perasaan gembira sambil membayangkan buah pikiran saya tadi. Segala yang ada di rumah, saya ambil setengahnya."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Rasulullah Saw. bersabda, "Apa ada yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, wahai Umar?"&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya menjawab, "Ya, ada yang saya tinggalkan, wahai Rasulullah!"&lt;br&gt; Rasulullah bertanya lagi, "Seberapa banyak yang telah kamu tinggalkan?"&lt;br&gt; Jawab saya, "Saya telah tinggalkan setengahnya."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Tidak berapa lama kemudian Abu Bakar datang dengan membawa seluruh harta bendanya. Saya mengetahui bahwa beliau telah membawa seluruh miliknya. Begitulah pembicaraan yang saya dengar antara beliau dengan Rasulullah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Rasulullah bertanya, "Apakah yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar?" Abu Bakar menjawab dengan penuh tenang, "Saya meninggalkan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Sejak saat itu, saya mengetahui bahwa sekali-kali saya tidak dapat melebih Abu Bakar," kata Umar Ra. menutup kisahnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya mencoba membandingkan antara laki-laki itu dengan pemuda-pemuda lain, yang lebih suka berada di internet dan rumah. Yang tak pernah datang ke mesjid, atau hanya kadang-kadang dan itupun sering terlambat. Begitu jauh perbedaan antara keduanya. Antara orang-orang yang larut dalam urusan dunia dan lupa ada kewajiban yang harus ditunaikan kepada Allah dengan orang-orang yang selalu mengingat Tuhan-nya di kala pagi dan petang.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Jika si fulan tahan berlama-lama, berjam-jam di ruangan internet, maka laki-laki itu tahan berjam-jam di rumah Allah. Jika si fulan lain tahan berjam-jam main game, maka laki-laki itu seolah tak pernah bosan membaca al-Quran. Jika pemuda lain asyik bermesraan dengan wanita yang belum halal baginya, maka laki-laki itu pun merasakan kemesraan dengan wanita yang telah Allah halalkan untuknya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saya sering merasa iri pada laki-laki itu. Iri pada kebaikan dan keistiqamahannya. Merasa iri dengan senyum yang selalu mengembang di wajahnya. Iri pada keteguhannya menjaga shalat 5 waktu tepat waktu di shaf pertama. Saya ingin mengetahui, apakah yang menjadi rahasia keteguhannya untuk istiqamah dalam kebaikan tersebut. Adakah kekuatan maha dahsyat yang telah mempengaruhi jiwanya? Hanya Allah yang tahu, sayapun belum sempat bertanya padanya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sungguh laki-laki itu telah menjadi inspirasi dan motivasi bagi saya dalam kebaikan. Dekat dengannya mampu mencerahkan hati, menjernihkan pikiran dan jiwa. Bergaul dengannya memberikan pada saya mutiara-mutiara keimanan dan kebaikan. Subhanallah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; tokomasisir@yahoo.com&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-7449040992208950012?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/7449040992208950012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=7449040992208950012&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7449040992208950012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/7449040992208950012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/laki-laki-mesjid.html' title='Laki-laki Mesjid'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-4800086524490935559</id><published>2010-08-03T15:15:00.001+02:00</published><updated>2010-08-03T15:15:15.633+02:00</updated><title type='text'>8 Tanda Pria Punya Masa Depan Cerah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;a href="http://anasarema.blogspot.com/2010/07/8-tanda-pria-punya-masa-depan-cerah.html"&gt;8 Tanda Pria Punya Masa Depan Cerah&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XchaRGOEXkM/TFMtL5xMJXI/AAAAAAAABuo/2YBXouZfbgI/s1600/8pria.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img bx="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_XchaRGOEXkM/TFMtL5xMJXI/AAAAAAAABuo/2YBXouZfbgI/s200/8pria.jpg" height="151" width="200" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;1. Punya tujuan hidup&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, "Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir."&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;2. Mandiri&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;3. Hobi menolong&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;4. Bersahabat dan berwawasan&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;5. "Family man"&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;6. Memiliki investasi&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;7. Realistis dan lurus&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;8. Optimistis dan positif&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata "tidak bisa" atau "malas deh melakukannya". Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-4800086524490935559?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/4800086524490935559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=4800086524490935559&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/4800086524490935559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/4800086524490935559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/8-tanda-pria-punya-masa-depan-cerah.html' title='8 Tanda Pria Punya Masa Depan Cerah'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XchaRGOEXkM/TFMtL5xMJXI/AAAAAAAABuo/2YBXouZfbgI/s72-c/8pria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2846131094522464370</id><published>2010-08-03T15:10:00.001+02:00</published><updated>2010-08-03T15:10:02.009+02:00</updated><title type='text'>Trik Bangun tidur sesuai waktu yg diinginkan.</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://bloggersz3d.blogspot.com/2010/07/trik-bangun-tidur-sesuai-waktu-yg.html"&gt;Trik Bangun tidur sesuai waktu yg diinginkan.&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;1. sebelum tidur, pikirkan jam berapa anda mau bangun..&lt;br&gt; 2. sebelum tidur pukul bantal anda sesuai dengan jam yang anda inginkan untuk bangun sambil mengucapkan keinginan tersebut. &lt;br&gt; contoh: jika anda ingin bangun jam 2 malam..pukul bantal 2  x sebelum tidur sambil mengucapkan "bangunkan gw jam 2" &lt;br&gt; Atau klo anda ingin bangun jam 2.30 ...pukul bantal 2 x, kemudian pukul bantal setengah dari tangan anda mengayun (jangan sampai kena bantal)...kalau anda memukul bantal itu berarti satu kali..jika setengah berarti anda pukul setengah tetapi tidak mengenai bantal.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2846131094522464370?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2846131094522464370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2846131094522464370&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2846131094522464370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2846131094522464370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/trik-bangun-tidur-sesuai-waktu-yg.html' title='Trik Bangun tidur sesuai waktu yg diinginkan.'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-295713936659643352</id><published>2010-08-03T15:01:00.001+02:00</published><updated>2010-08-03T15:01:27.527+02:00</updated><title type='text'>Jangan Lepaskan Kendalinya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;center&gt;&lt;h4&gt;Jangan Lepaskan Kendalinya&lt;/h4&gt;&lt;/center&gt;&lt;!--&lt;img src=images/berita/&gt;--&gt;&lt;strong&gt;Oleh:  Muhammad Nursani&lt;/strong&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Tak ada salahnya, kita urai kembali kenangan dengan bulan Ramadhan. Ini penting, ketika sebagian kita mungkin mampu melakukan shalat malam hampir setiap pergiliran hari. Mampu bangun diwaktu sahur menyongsong fajar. Ketika diantara kita ternyata, bisa menyempatkan diri shalat berjamaah dimasjid, lebih banyak ketimbang dibulan-bulan sebelumnya. mampu lebih memperhatikan masalah keakhiratan, dan hadir di majelis dzikir. Mampu berinfaq dan bersedekah lebih banyak. Mampu lebih banyak berdzikir dan membaca Al-Qur'an. Mampu memelihara lidah, memelihara nafsu, memelihara diri dari dosa.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Benarkah demikian saudaraku?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bagaimana dengan kita? Atau mungkin memang, kita telah berusaha mengisi Ramadhan dengan amal-amal kita. Tetapi, kita tahu banyak sekali kekurangan kita. Kemalasan kita lebih banyak dari ketaatan kita. Kealpaan kita lebih besar dari dzikir kita. Lidah-lidah kita lebih banyak bergunjing, memaki, atau mengeluarkan kata-kata yang tidak patut ketimbang membaca Al-Qur'an, menyebut Asma Allah, atau menghibur hamba-hamba-Nya. Telinga kita, mata kita lebih banyak digunakan dalam kerangka yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Seluruh anggota badan lebih cepan memenuhi perintah hawa nafsu daripada menjemput panggilan Allah SWT. Meski ketika itu kita berada dibulan penuh rahmat dan maghfirah?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saudaraku,&lt;br&gt; Bagaimanapun sekarang bulan penuh rahmat dan ampunan itu telah lewat. Bulan turunnya Al-Qur'an yang penuh barakah dan ampunan itu telah lewat. Bulan turunnya Al-Qur'an yang penuh barakah dan limpahan pahala itu telah pergi. Meninggalkan kita disini, memulai hari demi hari, sendiri. Semoga Allah senantiasa menghimpun kita dalam kasih sayang-Nya. Jangan tinggalkan rutinitas ibadah yang pernah kita lakukan di bulan Ramadhan. Sebab, perbedaan antara seorang yang shaadiq (benar) dengan orang yang kaadzib (bohong) menurut Imam Athaillah dalam kitab Al-Hikam, adalah "Apabila engkau ingin mengetahui perbedaan antara shaadiq dengan yang kaadzib, maka lihatlah ciri-cirinya. Ciri orang yang Shaadiq adalah ia beramal terus menerus karena Allah dalam berbagai situasi dan kondisi. Sementara orang yang kaadzib adalah beramal satu atau dua hari , lalu jika berduyun-duyun orang datang menyambutnya maka ia teruskan amalnya. Tapi jika tidak, iapun meninggalkan amalnya." &lt;br&gt; &lt;br&gt; Saudaraku,&lt;br&gt; Mari syukuri limpahan pertolongan dan bantuan Allah SWT kepada kita hingga saat ini. Kita berusaha memiliki bekal mengendalikan nafsu makan dan minum selama satu bulan. Tujuannya tentu agar kita siap hidup dalam keadaan lapar, tapi pada kemampuan kita mengatur nafsu makan dan minumnya. Sementara ketidakmampuan mengendalikan nafsu makan dan minum, banyak menyebabkan orang melakukan kemaksiatan dan dosa.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kita juga telah berusaha mengendalikan nafsu istirahat dan tidur. Tujuannya, tentu bukan agar kita sedikit atau tidak tidur. Tappi agar kita mampu mengatur tidur sehingga tidak dikalahkan oleh rasa kantuk saat menjalankan kewajiban. "Membiasakan diri untuk tidak tidur bukan tujuan, tapi agar seseorang bisa menguasai dan mengendalikan tidurnya, sehingga ketika menunaikan kewajiban tidak dilalaikan oleh tidurnya," demikian ujar Ibnu Ataillah rahimahullah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Terkadang. Ada orang yang jarang tidur tapi ternyata ia tak mampu bangun shalat subuh diawal waktu. Ada juga orang yang tampak sering tidak tidur tapi juga kerap tidak dapat bangun sebelum fajar untuk istighfar dan tahajud. Begitulah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kita juga telah berusaha mengendalikan nafsu syahwat dibulan Ramadhan. Bukan untuk menghilangkan nafsu syahwat, tapi gara dalam diri kita muncul kemampuan mengontrol dan menahan nafsu syahwat. Sebab ketidakmampuan mengendalikan dan mengontrol nafsu syahwat akan benyak menenggelamkan orang dalam kubangan dosa yang sangat menggelisahkan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Berdoa dan perbanyaklah berdoa saudaraku.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kita sangat membutuhkan bantuan dan kekuatan dari Allah SWT dalam menjalani semuanya. Sejauhmana kadar perasaan kita dalam membutuhkan Allah, sejauh itulah jenjang kedekatan kita kepada Allah. Perasaan butuh kepada Allah bergerak paralel dengan jenjang kedekatan seorang hamba kepada-Nya. Setiap kali rasa fakir dan kebutuhan kepada Allah semakin kuat, setiap itu pula bertambah perasaan kita terhadap makna Laa haula walaa quwwata illa billah. Tidak ada daya untuk menghindar dari maksiat terhadap Allah kecuali dengan pertolongan Allah. Tidak ada daya untuk tetap taat kepada Allah, kecuali dengan pertolongan-Nya. Tidak ada gerak, tidak ada diam kecuali dengan pertolongan Allah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mari lebih mendekat kepada Allah dengan memperbanyak berdoa. Doa adalah bentuk praktis dari rasa membutuhkan. Doa adalah suasana jiwa paling puncak dari seseorang yang meyakini bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi Yang Menguasai. Hanya Allah sajalah yang bisa membimbing dan memberi kekuatan batin untuk kita sehingga tetap sabar menunaikan berbagai kewajiban dalam hidup.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Ya Allah, para pengemis telah berhenti di pintu-Mu. Orang-orang fakir tengah berlindung di hadapan-Mu. Perahu orang-orang miskin tengah berlabuh pada tepian lautan kemurahan-Mu dan keluasan-Mu, berharap dapat singgah di halaman kasih-Mu dan anugerahmu. Tuhanku jika dibulan yang mulia ini, Engkau hanya menyayangi orang yang menjalankan puasa dan shalat malamnya dengan penuh keikhlasan, maka siapa lagi yang akan menyayangi pendosa yang kurang beribadat, yang tenggelam dalam lautan dosa dan kemaksiatan."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Ya Allah, jika Engkau hanya mengasihi orang-orang yang taat, maka siapa lagi yang akan mengasihi orang yang durhaka. Sekiranya Engkau hanya akan menerima orang-orang yang banyak amalnya saja, maka siapa lagi yang akan menerima orang yang sedikit amalnya. Ilahi, beruntunglah orang-orang yang berpuasa. Berbahagialah orang-orang yang shalat malam. Selamat sejahteralah orang-orang yang ikhlas. Sedangkan kami hanyalah hamba-hamba-Mu yang berlumuran dosa. Sayangiolah kami dengan kasih sayang-Mu. Bebaskan kami dari api neraka dengan maaf-Mu, Wahai yang paling Pengasih dari segala yang mengasihi."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saudaraku.&lt;br&gt; Kendali hawa nafsu yang kita pernah berusaha untuk memilikinya jangan dilepas, hawa nafsu itu ada kendalinya, jangan biarkan ia lepas. Ingat selalu perkataan seorang salafushalih, "Pangkal segala maksiat, kelalaian, dan syahwat adalah ridha terhadap nafsu. Sedangkan sumber ketaatan, kesadaran dan meninggalkan hal-hal yang dilarang adalah tidak adanya keridhaan terhadap nafsu."[] &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;die&lt;/strong&gt; *Majalah Tarbawi*&lt;br&gt; Edisi 50 Th. 4/2 Januari 2003&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-295713936659643352?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/295713936659643352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=295713936659643352&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/295713936659643352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/295713936659643352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/jangan-lepaskan-kendalinya.html' title='Jangan Lepaskan Kendalinya'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-3168062493196425839</id><published>2010-08-03T15:00:00.001+02:00</published><updated>2010-08-03T15:00:30.668+02:00</updated><title type='text'>Mana Sabar Yang Paling Utama</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;center&gt;&lt;h4&gt;Mana Sabar Yang Paling Utama&lt;/h4&gt;&lt;/center&gt;&lt;!--&lt;img src=images/berita/&gt;--&gt;Kesabaran yang berhubungan dengan taklif dalam mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan lebih utama dibandingkan kesabaran dalam menerima takdir. Karena kesabaran ini merupakan tanda kuat untuk me-ngerjakan kebaikan dan keburukan, oleh orang mukmin dan kafir. Namun bagaimanapun kesabaran terhadap takdir sudah seharusnya dipraktekkan oleh seorang hamba, baik itu secara terpaksa ataupun pilihan penuh.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kesabaran dalam mengerjakan perintah dan meninggal¬kan larangan adalah kesabaran mengikui ajaran para nabi. Golongan paling mulia adalah yang paling sabar dalam mengikuti risalah nabinya. Namun semua ragam sabar bila diletakkan dalam konteks yang tepat niscaya punya nilai tersendiri. Kesabaran untuk meninggalkan perbuatan haram jika diletakkan di tempatnya cukup utama, kesabaran untuk taat kalau diletakkan di tempatnya juga cukup baik.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kalau ditanyakan kepada anda: sabar mana yang paling dicintai oleh Allah: kesabaran mengerjakan perintahNya ataukah kesabaran meninggalkan laranganNya?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Jawabnya: ini adalah sebuah permasalahan yang masih diperdebatkan oleh para ulama sendiri. Sebagian ulama berpendapat: "Kesabaran meninggalkan perbuatan haram lebih utama. Karena lebih berat clan susah. Mengingat pula, perbuatan baik itu biasanya banyak yang dikerjakan oleh orang baik dan orang sesat. Dan tidak ada yang bisa berlaku sabar untuk meninggalkan perbuatan haram kecuali orang¬orang yang jujur dan tulus."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mereka menegaskan lagi: "Kesabaran meninggalkan perbuatan haram adalah kesabaran melawan hawa nafsu. Ini lebih berat dan utama".&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mereka mengatakan: "Karena meninggalkan perbuatan yang disukai dan hasil dorongan hawa nafsu merupakan bukti kecintaan seseorang kepada dirinya sendiri dan ketidakcintaannya kepada hawa nafsunya. Ini sama sekali berbeda dengan mengerjakan sesuatu yang memang sudah disenangi oleh dirinya, rasanya tidak seberapa berat".&lt;br&gt; &lt;br&gt; Bagi mereka, citra diri dan kemuliaan hati seorang hamba tergantung sepenuhnya pada kesabaran jenis. Karena itu Imam Ahmad pernah berkata: "Kemuliaan hati adalah kalau seseorang mampu meninggalkan apa yang disukainya karena takut kepada Allah. Karena itu citra diri dan kemuliaan hati seorang hamba tergantung sepenuhnya ` pada kesabaran jenis ini".&lt;br&gt; &lt;br&gt; Di mata mereka, tidak aneh kalau ada orang yang bersabar dalam mengerjakan perintah. Karena memang kebanyakan perintah Allah itu disukai oleh hati dan akal budi yang sehat. Mengingat dalam perintah tersebut ter-kandung muatan keadilan, kebaikan, keikhlasan dan ke¬bajikan. Ini adalah sebuah hal yang sangat disukai oleh jiwa yang bersih.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Akan tetapi yang punya nilai lebih adalah kalau sese¬orang bisa sabar meninggalkan semua perbuatan haram yang kebanyakan memang sangat digemari jiwa. Seseorang&lt;br&gt; &lt;br&gt; bisa meninggalkan perbuatan yang disukainya di dunia ini untuk mendapatkan kesenangan lainnya di akhirat. Sementara orang yang mampu menahan jiwanya dari gemerlap duniawi, maka ini adalah sebuah tindakan yangbertentangan dengan tabiat hatinya, dan sungguh sangat berat.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mereka menyatakan, sesungguhnya semua perbuatan haram mempunyai empat faktor pendorong: manusia, setan, hawa nafsu dan dunia. Dia tidak akan bisa berhasil kecuali dengan memerangi empat pasukan ini. Ini adalah langkah yang tidak mudah dilakukan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mereka menegaskan, kalau seseorang sanggup me¬ninggalkan perbuatan haram, itu sama halnya dengan ke-mampuan menahan syahwat dan kesenangannya. Orang yang bisa mengerem diri, padahal ada faktor pendorong yang kuat untuk melakukannya dan kemudian dia tidak melakukannya, itu merupakan pekerjaan yang sangat susah dan berat.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Karena itu, semua pintu menuju perbuatan terlarang tertutup sudah, dan pintu mengerjakan perintah Allah itu hanya pada level sebatas kemampuan manusia. Sebagai mana Rasulullah saw bersabda: "Kalau aku sudah memerintah¬kan kalian mengerjakan sesuatu, maka kerjakanlah sebisa kalian. Dan kalana aku sudah melarang knlian mengerjakan sesuatu, maka jauhilah secara mutlak."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dari sini jelas sudah bahwa pintu larangan itu lebih sempit daripada pintu perintah Allah. Sama sekali tidak ada toleransi terhadap perbuatan maksiat. Padahal ada toleransi dalam pelaksanaan perintah bagi mereka yang lemah dan udzur.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mereka menyatakan, sebab itu kebanyakan hukuman hudud (hukum pidana Islam) itu diterapkan karena pe-langgaran berbagai hal yang dilarang, bukannya meninggal kan berbagai perintah dari Allah. Sesungguhnya Allah sama sekali tidak menetapkan adanya hukuman bagi mereka yang tidak mengerjakan perintahNya. Mari kita teliti lagi, perintah Allah yang paling besar adalah shalat, telah terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang apakah orang yang meninggalkan shalat itu bisa dikenakan hukuman had ataukah tidak?&lt;br&gt; &lt;br&gt; Demikianlah sebagian argumen dari para ulama yang menilai bahwa kesabaran dalam meninggalkan larangan Allah itu lebih utama derajatnya. Sementara itu ulama lain-nya menyatakan, kesabaran mengerjakan perintah Allah itu lebih utama daripada sabar dalam meninggalkan semua larangan-Nya. Karena, mengerjakan perintah itu lebih di¬sukai Allah daripada meninggalkan laranganNya. Kesabaran dalam mengerjakan sesuatu yang dicintai Allah itu tentunya lebih utama dan baik. &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;strong&gt;die&lt;/strong&gt; "Kemuliaan Sabar dan Keagungan Syukur"&lt;br&gt; Ibn Al-Qayyim Al-Jauziyah&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-3168062493196425839?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/3168062493196425839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=3168062493196425839&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/3168062493196425839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/3168062493196425839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/mana-sabar-yang-paling-utama.html' title='Mana Sabar Yang Paling Utama'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-821081271403653865</id><published>2010-08-03T14:56:00.001+02:00</published><updated>2010-08-03T14:56:24.671+02:00</updated><title type='text'>Kedahsyatan Efek Berbaik Sangka</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jika kita mempersangkakan bahwa ada banyak kebaikan yang telah Allah sediakan untuk kita dari takdir-Nya itu, akan benarlah persangkaan kita&lt;/span&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;center&gt;&lt;h4&gt;Kedahsyatan Efek Berbaik Sangka&lt;/h4&gt;&lt;/center&gt;&lt;!--&lt;img src=images/berita/&gt;--&gt;Selain doa dan ikhtiar, ada amalan lain yang juga bisa mengantarkan proses 'perubahan takdir'. Amalan itu adalah amalan hati, yaitu selalu berbaik sangka (husnuzhan) dengan semua keputusan Allah SWT. Berbaik sangka merupakan produk dari olahan kekuatan iman. Tidak mungkin seseorang memiliki kemuliaan akhlak berupa husnuzhan, jika tidak yakin dengan segala sesuatu yang sudah diputuskan Allah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Seseorang yang mengaku beriman sadar benar bahwa dari setiap peristiwa maka Allah telah mentransformasikan mutiara hikmah untuk manusia. Yakni, sesuatu yang berharga yang hilang milik orang beriman (al-Hikmatu zhalatul mu'minin). Artinya, kejadian yang menimpa kita, pasti ada kadar atau nilai berharga yang sudah dipersiapkan untuk kita. Namun, sementara ini belum ditemukan. Karena itulah, kata Imam Ali karramallahu wajhah, ''Jika kita menemukannya, segeralah diambil; fain wajadaha akhadzaha.''&lt;br&gt; &lt;br&gt; Pertanyaannya, bagaimana bisa mengambil barang berharga itu, sementara kita sulit untuk mendeteksinya. Di sinilah peranan amalan hati, yaitu husnuzhan. Jika kita mempersangkakan bahwa ada banyak kebaikan yang telah Allah sediakan untuk kita dari takdir-Nya itu, akan benarlah persangkaan kita.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Karena itu, bagaimana rupa takdir kita ke depan, turut ditentukan dari persangkaan kita terhadap-Nya. Simak Hadis Qudsy berikut, Anaa 'inda zhanni 'abdi bih, wa Ana ma'aka idza da'awtani, "Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku tentang Aku. Dan aku bersamamu jika memohon kepada-Ku."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dengan demikian, husnuzhan bisa mengantarkan seseorang meraih apa yang diharapkan. Kalaulah saat ini kita sedang berduka karena kegagalan, bersegeralah husnuzhan bahwa akan ada kebaikan setelah kegagalan itu. Yakinlah bahwa takdir kita ke depan pasti dipenuhi dengan takdir kesuksesan. Tetaplah optimis. Selama hari masih menjelang, kesempatan meninggalkan kegelapan malam masih selalu terbuka. Dan, kita akan berada di jalur siang yang terang benderang.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Keberuntungan orang yang husnuzhan, tak hanya didapatkan di dunia ini, tapi juga di akhirat kelak. Rasul menyebut orang yang husnuzhan sebagai pemegang kunci surga. Dalam sebuah taklim di hadapan para sahabatnya, Rasul mengatakan bahwa sebentar lagi akan masuk seorang yang kelak akan memegang kunci surga. Semua sahabat terpana. Sampai seorang Umar bin Khattab 'iri' dengan penyematan istilah tersebut. Tidak lama kemudian masuklah orang yang dimaksud.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Orang ini penampilannya biasa-biasa saja. Tidak ada ciri khusus. Karena penasaran, Umar meminta izin untuk menginap di rumah orang tersebut. Tiga hari Umar RA menginap di rumah orang ini. Namun, dia tidak menemukan amalan khusus orang tersebut.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ketika Umar bertanya, apa rahasianya. Orang itu menjawab, "Ibadah dan amalanku sebenarnya biasa saja, wahai Umar. Hanya selama hidupku, aku diajari oleh ibuku untuk tidak punya perasaan buruk sangka terhadap apa pun dan siapa pun. Barangkali itulah amalan yang dimaksud Rasulullah SAW."&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/07/06/123391-kedahsyatan-efek-berbaik-sangka"&gt;&lt;strong&gt;http://www.republika.co.id&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;  &lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-821081271403653865?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/821081271403653865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=821081271403653865&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/821081271403653865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/821081271403653865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/08/kedahsyatan-efek-berbaik-sangka.html' title='Kedahsyatan Efek Berbaik Sangka'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-6433095036039983632</id><published>2010-07-05T02:33:00.001+02:00</published><updated>2010-07-05T02:33:24.576+02:00</updated><title type='text'>Jangan Pernah Menyerah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;h2 id="title" class="judul"&gt;Jangan Pernah Menyerah&lt;/h2&gt;  			&lt;div id="tanggal" class="margin-10-10"&gt;Jumat, 02/07/2010 14:00 WIB | &lt;a class="text-link" href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/send/m-arif-as-salman-jangan-pernah-menyerah"&gt;email&lt;/a&gt;  | &lt;a class="text-link" href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/cetak/m-arif-as-salman-jangan-pernah-menyerah"&gt;print&lt;/a&gt;  | &lt;a class="text-link" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/oase-iman/m-arif-as-salman-jangan-pernah-menyerah.htm"&gt;share&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;  				                                 &lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;M. Arif As-Salman&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  				&lt;p&gt;Senyumnya tulus. Kata-katanya bertenaga. Ia menatap hidup dengan  penuh pengharapan. Seolah tak ada kata putus asa dalam kamus  kehidupannya. Pemahamannya tentang Islam cukup mendalam. Sebelum  bertindak ia akan berpikir berulang kali, menimbang segala sisi maslahat  dan mudharatnya. Saya bersyukur bisa mengenal sosok itu. Saya merasa  banyak tercerahkan dan terinspirasi oleh laki-laki itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginya, hidup harus dijalani dengan penuh optimis. Tak boleh ada  celah untuk pesimis. Jika hari ini cita-cita belum bisa diraih masih ada  hari esok untuk berbuat. Begitulah, laki-laki itu selalu tampak  mengembang senyum di setiap kali bertatap muka dengan orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai seorang suami, ia merasa tanggung jawab yang ia emban bukan  main-main. Amanah harus dijalankan sebagaimana mestinya. Saat saya tanya  bagaimana ia mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin  membengkak, ia menjawab dengan senyumnya yang khas, "Selama kita  berusaha, insya Allah, akan dibukakan jalan oleh Allah."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, sebelum menikah, ia sering mengajak saya berbagi ilmu dan  pengalaman hidup. Sehingga dari seringnya interaksi itu, saya menggali  banyak ilmu darinya. Dan itu berlansung sampai hari ini. Saya mengenal  ia seorang yang cukup cerdas dan memiliki wawasan yang luas. Walau dari  sisi akademis, ia bukan termasuk yang cemerlang, yang bisa menyelesaikan  kuliah S.2 tepat waktu, tapi itu tidak mengurangi rasa simpati dan  kagum saya padanya. Saat ini ia tengah menempuh studi S.2 di sebuah  Universitas ternama di Kairo. Untuk mencukupi kebutuhan hidup  sehari-hari, ia harus mengorbankan waktu yang seharusnya digunakan untuk  belajar dengan bekerja setiap harinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat saya tanya, apakah ia tidak mendapat kiriman dari kampung, ia  menjawab, "Abang malu meminta pada orang tua. Selagi masih bisa, abang  tidak ingin memberatkan orang tua di rumah. Apalagi kondisi orang tua  juga susah dan terkadang kekurangan."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ah, seandainya ia tak terkendala dari sisi ekonomi, saya yakin kuliah  S.2-nya tak akan macet, ia akan menyelesaikannya tepat waktu dengan  hasil yang cemerlang. Tapi, semua sudah ditentukan oleh Sang Maha  Pengatur. Sebagai hamba kita harus menjalaninya dengan penuh kelapangan  dada dan tersenyum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisahnya mengingatkan saya dengan beberapa sosok lain yang saya  kenal. Kisah-kisah mereka begitu menggugah. Pengorbanan mereka  begitu  menyentuh hati saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"Cinta itu dibuktikan dengan pengorbanan. Jangan mudah katakan cinta,  jika belum berani berkorban."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara kisah cinta tersebut adalah, seorang suami yang mengalah  merawat anak demi kelancaran dan kesuksesan studi istrinya. Atau istri  yang mengalah tidak kuliah agar ia maksimal dalam merawat dan mendidik  anak. Setelah sang suami menyelesaikan kuliah barulah istri melanjutkan  kuliahnya. Jika mereka mengikuti sebuah idealisme, tentu mereka tidak  akan mau mengorbankan cita-cita itu. Tapi demi sebuah kemaslahatan yang  lebih besar dan untuk kebaikan pendidikan anak, mereka rela untuk  menunda meraih cita-cita. Disitu pulalah nilai sebuah perjuangan dan  pengorbanan yang kelak berbuah manis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dinatara mereka, mungkin dulu adalah orang-orang yang cemerlang di  langit prestasi. Nama mereka menjadi sebutan banyak orang. Dipuja dan  dimuliakan, namun kini itu semua seolah redup dan hilang. Orang tak lagi  mendengar nama mereka. Tak lagi menyebut nama mereka. Bahkan  orang-orang sudah melupakan diri mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, mereka mungkin begitu ingin ideal setelah menikah. Urusan  menjadi mudah, kuliah lancar dan masa depan cerah. Tapi, setelah mereka  memasuki gerbang pernikahan mereka baru menyadari bahwa ujian kehidupan  dimulai, perjuangan dan pengorbanan mereka akan dilihat dan dinilai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa banyak orang mungkin yang sukses membubuhkan nilai-nilai  cemerlang di atas kertas. Namun keilmuwan, sikap, kata-kata dan  interaksinya dengan orang banyak justru menjatuhkan nilai pribadinya. Ia  tak dihargai bahkan dilecehkan. Pengakuan di atas kertas belum mampu  membuktikan hakikat dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, mereka mungkin begitu berharap setelah menikah studi mereka  akan lancar tanpa terkendala sedikitpun. Semua bayang-bayang yang  enak-enak muncul dalam benak fikiran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi, saat mereka dalam suasana ujian, Allah berkehendak istri mereka  hamil. Dan sebagai seorang suami yang paham akan kondisi istri,  suamilah lah yang bertugas untuk mengurus rumah, memasak, mencuci sampai  kondisi istri memungkinkan untuk mengerjakan tugas-tugas rumah. Betapa  sulitnya untuk bisa belajar dengan tenang saat perut terasa tidak  nyaman, bahkan hanya gara-gara mencium sesuatu yang menusuk di hidung,  istri merasa mual dan ingin muntah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti yang pernah saya alami saat istri saya hamil sewaktu masa  ujian. Belajar  tidak bisa focus dan tenang, karena perut yang selalu  terasa mual. Begitu juga saat dalam perjalanan ke kuliah untuk mengikuti  ujian, terasa mual dan bahkan mau muntah di jalan. Dan saat duduk di  ruang ujianpun demikian, kondisi perut yang tidak nyaman membuat fokus  menjadi berkurang atau hilang. Atau disaat masa-masa ujian Allah  mentakdirkan sang istri harus melahirkan. Sehingga persiapan ujian  menjadi berantakan. Atau saat masa ujian, tiba-tiba si kecil terkena  demam dan pada saat bersamaan suami-istri ujian, maka satu pihak, suami  atau istri harus mengorbankan diri tidak ikut ujian. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Beruntung jika dalam hal biaya ada orang tua, keluarga, dan kerabat yang  mau menanggung, membiayai setiap bulan. Saat butuh, tinggal telpon  orang tua minta dikirimkan uang sehingga tidak perlu pontang-panting,  mondar-mandir, pusing-pusing untuk memenuhi berbagai kebutuhan  sehari-hari. Sedangkan mereka yang tidak pernah sama sekali mendapatkan  kiriman dari orang tua atau mertua, tidak mendapatkan beasiswa dan  bantuan, kalaupun dapat tidak seberapa, harus mengorbankan banyak waktu,  tenaga, dan fikiran untuk mencari uang, demi mencukupi kebutuhan  keluarga. Terkadang berangkat kerja pagi dan pulang di sore atau malam  hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lantas apakah keadaan ini membuat mereka menyesal dengan pilihan  mereka menikah saat kuliah? Saya perhatikan, tidak ada sedikitpun  goresan kesedihan dan penyesalan di wajah dan dalam rangkaian kata-kata  mereka. Bahkan mereka sangat bahagia dan  selalu tersenyum, bersemangat  dan penuh optimis menjalani hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadz Ahmad yang setiap hari membuat bakwan, lalu mengantarkan ke  rumah makan, selalu tampak tegar dan bersemangat. Bang Arjun yang setiap  hari, di pagi harinya bekerja mencuci mobil dan sore harinya keliling  dari rumah ke rumah untuk menjual kebutuhan sehari-hari seperti tahu,  tempe, srei, toge, kerupuk dllnya selalu tampak gigih dan bersemangat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah mereka juga tidak ingin sukses seperti yang lain? Saya yakin,  mereka juga ingin sukses di bangku kuliah. Ingin mendapatkan nilai-nilai  cemerlang, namun kondisi yang mereka hadapi saat ini belum memudahkan  langkah mereka mewujudkan keinginan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan Ustadz Abdul Wahid, salah seorang kandidat Master di sebuah  Universitas ternama, rela bekerja menjadi cleaning service di KBRI demi  mencukupi kebutuhan keluarga. Ada juga yang berkeja di rumah makan  sebagai tukang masak setiap hari, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 4  sore atau dari jam 3 siang sampai jam 12 malam. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Kalau mereka hanya duduk di rumah, menunggu rezki turun dari langit,  menunggu seseorang datang di pintu rumah lalu menyodorkan sebuah amplop  berisi berlembar-lembar uang dollar, tentu kondisi mereka tak akan  berubah. Karena rezki itu tidak akan datang dengan angan-angan dan  kemalasan, tapi harus dengan bergerak, berusaha dan bekerja keras.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang mereka tidak mendapatkan nilai-nilai istimewa di atas kertas.  Tidak mendapatkan angka 8, 9 atau 10 di bangku kuliah. Bahkan mereka  dinobatkan sebagai orang-orang yang gagal dalam studi. Tak punya  prestasi yang bisa dibanggakan. Tapi dalam kehidupan lain, di dunia yang  lain, nilai mereka begitu tinggi dan berharga. Bahkan mungkin  mengalahkan orang-orang yang berprestasi di bangku kuliah. Jika  orang-orang itu mendapatkan nilai dengan cara belajar yang tekun,  menghafal dan menguasai teori keilmuwan, maka mereka telah menerapkan  dalam keseharian mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana mereka bersabar menjalani hidup di tengah himpitan sulitnya  ekonomi, di tengah beragam permasalahan, di tengah beragam  desakan-desakan kebutuhan, bagaimana perjuangan mereka dalam mendidik  istri dan anak serta memelihara keluarga dari api neraka, dstnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di mata dan dalam hati orang-orang yang mencintai mereka, mereka  memiliki nilai yang begitu berharga. Nilai kesabaran, nilai pengorbanan  dan kerja keras serta nilai keuletan mereka. Di mata istri dan anak-anak  mereka. Di mata Allah, Rasul, dan orang-orang mukmin yang mengenal  mereka. Yang menyadari dan merasakan hasil  pengorbanan mereka untuk  keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nilai ketaatan mereka pada Allah, nilai shalat 5 waktu berjamaah,  nilai membaca dan mengamalkan al-Quran, nilai mencintai Rasul dan  mengamalkan sunnah beliau, nilai mendidik istri, mendidik anak, nilai  bekerja untuk menafkahi keluarga, nilai pengorbanan waktu, fikiran dan  tenaga, dll-nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga tulisan ini mampu mengetuk hati kita untuk tidak membiarkan  rasa pesimis hinggap dalam diri dengan kondisi yang saat ini dihadapi.  Yakinlah kesulitan itu akan berlalu, masa-masa susah itu tidak akan  sia-sia jika kita lewati dengan jiwa perkasa dan hati yang teguh.  Bahkan, kita akan menjadi orang-orang yang matang dan bijak melebihi  usia kita. Kita hanya perlu menghadapinya dengan jernih dan hati yang  mantap. Apa yang dulu yang pernah kita cita-citakan dalam hidup,  yakinlah bahwa suatu saat nanti kita pasti bisa meraihnya. Percayalah  akan kemampuan diri kita. Kita hanya perlu bersabar menjalani untuk  sampai pada  tujuan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebenarnya mereka juga mampu seperti yang lain, yang sukses dalam  studi. Hanya saja kondisi mereka saat ini tidak mempermudah jalan mereka  kesana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi percayalah, jika hari ini kita belum bisa meraihnya, yakinkan  diri bahwa esok kita pasti bisa meraihnya. Jika esok belum dapat diraih,  jangan pesimis, selama kita masih hidup, selama kemauan itu masih kita  jaga dan pertahankan, insya Allah suatu hari nanti, kita akan tampil  juga di puncak kegemilangan seperti yang pernah kita dambakan dulu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah ungkapan bertenaga semoga bisa memompa semangat kita, "Selama  cita-cita dan kemauan keras untuk mencapainya masih Anda jaga, yakin dan  percayalah bahwa suatu hari nanti cita-cita itu akan berada dalam  genggaman Anda."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;NB: Tulisan ini terinspirasi dari pertemuan penulis dengan seorang  senior kemaren sore saat berkunjung ke rumah beliau. Sebuah pertemuan  yang berkesan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wassalam,&lt;br&gt; marif_assalman@yahoo.com  &lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-6433095036039983632?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/6433095036039983632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=6433095036039983632&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6433095036039983632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/6433095036039983632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/07/jangan-pernah-menyerah.html' title='Jangan Pernah Menyerah'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-2951677359847481985</id><published>2010-06-25T12:08:00.002+02:00</published><updated>2010-06-25T12:08:21.010+02:00</updated><title type='text'>Hari terasa berat untuk dilewati?</title><content type='html'>Hari terasa berat untuk dilewati? Bukan hanya Anda yang merasakannya. Terkadang masalah hidup yang sedang kita hadapi memaksa kita untuk mengerahkan kemampuan terbaik dari dalam diri. Akibatnya stres dan depresi pun melanda. Jika sudah seperti ini, menjalani hari-hari justru akan terasa berat. Jika Anda merasa beban dari masalah Anda belum terlepaskan sedangkan banyak hal yang harus Anda kerjakan di hari itu, cobalah beberapa tips berikut ini:&lt;br /&gt;1. Tuliskan tugas atau pekerjaan yang harus Anda lakukan dan buat deadline untuk setiap pekerjaan itu. Jika Anda sudah selesai mengerjakan sebuah pekerjaan, buat check mark atau highlight pada poin pekerjaan tersebut. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa terbebani dengan banyaknya pekerjaan yang merupakan tanggungjawab Anda.&lt;br /&gt;2. Berkonsentrasilah secara penuh pada setiap pekerjaan yang tengah Anda lakukan. Pikiran yang tidak fokus justru akan memperlambat selesainya pekerjaan Anda.&lt;br /&gt;3. Berikan prioritas pada masing-masing pekerjaan. Dahulukan mana yang paling penting dan mendesak.&lt;br /&gt;4. Jangan sungkan mendelegasikan tugas kepada orang lain jika Anda merasa waktu dan tenaga yang Anda miliki tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Be realistic!&lt;br /&gt;5. Berikan penghargaan kepada diri Anda ketika sebuah pekerjaan telah berhasil Anda selesaikan. Pergi ke spa atau melakukan rileksasi di tempat yang nyaman dapat menjadi pilihan yang bagus.&lt;br /&gt;6. Istirahat sejenak di tengah waktu kerja. Pejamkan mata selama 5 menit, stretching, atau apa saja yang bisa mengistirahatkan otak Anda dari berpikir sejenak.&lt;br /&gt;7. Berlibur. Berlibur tidak harus pergi ke pantai atau resor-resor mahal. Pergi ke toko souvenir atau toko kerajinan tangan sambil mengamati benda yang lucu-lucu terkadang ampuh mengalihkan perhatian kita dari tumpukan pekerjaan di kantor.&lt;br /&gt;8. Selalu kritis kepada diri sendiri, dan menimbang dengan bijak apakah masalah yang Anda hadapi cukup penting untuk Anda pikirkan secara serius.(&lt;em&gt;&lt;strong&gt;jawaban.com&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-2951677359847481985?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/2951677359847481985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=2951677359847481985&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2951677359847481985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/2951677359847481985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/06/hari-terasa-berat-untuk-dilewati.html' title='Hari terasa berat untuk dilewati?'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-5866099455543876755</id><published>2010-05-31T07:36:00.001+02:00</published><updated>2010-05-31T07:36:21.382+02:00</updated><title type='text'>Rudy Hartono</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;div class="date-detail"&gt;Minggu, 26 Oktober 2008 23:52:00 Wib&lt;/div&gt; &lt;div class="title"&gt;Rudy Hartono&lt;/div&gt; &lt;div class="content2"&gt; Saya  sungguh beruntung. Pada saat umur sepuluh tahun, bisa berjabatan tangan  dengan Rudy Hartono. Peristiwa itu terjadi di Gelora Pancasila Surabaya  tahun 1970. Pertemuan itu memiliki makna yang luar biasa. Sejak itu  saya selalu bermimpi bisa menjadi seperti Rudy Hartono.   &lt;p&gt;Saat itu Rudy Hartono sedang melakukan pertandingan eksebisi. Saya  bisa menonton pertandingan tersebut karena "disusupkan" oleh paman saya  yang kebetulan penjaga keamanan di acara tersebut. Sejak pertemuan itu,  saya mengidolakan Rudy Hartono. Karena itu saya tenggelam dalam  kesedihan panjang ketika Rudy Hartono kalah melawan Svend Pri, pemain  Denmark, di Thomas Cup pada 1973 dan di All England 1975. Bahkan saat  mendengar Rudy kalah melalui siaran langsung di radio, saya menangis  terisak-isak. Saya merana dalam waktu yang cukup lama.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tak disangka, setelah 38 tahun berlalu, minggu lalu saya bertemu Rudy  Hartono. Seorang teman meminta saya untuk memandu acara ulang tahun PT  Pembangunan Jaya. Pembicaranya Rudy Hartono. Maka, ketika bertemu untuk  makan siang, saya ungkapkan perasaan saya 38 tahun lalu itu kepadanya.  Betapa seorang anak usia 10 tahun sangat bangga bisa berjabat tangan dan  kemudian terinsipirasi olehnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya yakin banyak orang ingin seperti Rudy Hartono. Ingin menjadi  juara. Ingin disanjung dan dipuja karena prestasi yang luar biasa. Ingin  menjadi pahlawan. Ingin mendapat penghargaan. Termasuk penghargaan  materi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tetapi setelah mendengar cerita Rudy Hartono, saya baru menyadari,  tidak semua orang bisa seperti Rudy Hartono. Banyak di antara kita yang  hanya melihat sang maestro sebagai juara All England delapan kali.  Sebagai pahlawan bulutangkis Indonesia. Tetapi berapa banyak dari kita  yang perduli bagaimana usaha keras yang dilakukan Rudy sebelum menjadi  juara? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Setiap hari, selama lima tahun, saya harus bangun jam lima pagi,  berlari puluhan kilometer, berlatih bulutangkis, baru kemudian berangkat  sekolah," ujarnya. Di bawah bimbingan ayahnya yang "bertangan besi",  Rudy digembleng spartan tanpa kenal lelah. Tidak ada waktu untuk  mengeluh. Tidak ada waktu untuk bercengeng-cengeng. "Waktu itu rasanya  ingin berontak. Sebagai remaja saya juga ingin bermain seperti  teman-teman yang lain. Tapi saya tidak bisa. Ayah saya menggembleng saya  sangat keras," ungkap Rudy.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada usia 15 tahun, disiplin dan kerja keras itu mulai berbuah. Satu  per satu prestasi dalam bulutangkis mulai diraih. Sampai kemudian pada  usia 18 tahun, usia yang terbilang sangat muda, Rudy berhasil  mempersembahkan piala All England bagi bangsa dan negara Indonesia.  "Saat itulah saya baru mensyukuri kerja keras dan disiplin yang  diajarkan ayah saya."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejak itu Rudy tak terbendung. Tujuh kali berturut-turut dia  mempertahankan piala All England. Sekali kalah dari Svend Pri pada 1975,   tapi kemudian pada tahun 1976 berhasil merebut gelar juara All England  untuk kedelapan kalinya setelah mengalahkan Liem Swi King di final.  Suatu prestasi yang sampai saat ini belum tertandingi oleh pemain  bulutangkis manapun.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banyak yang ingin menjadi seperti Rudy Hartono. Tapi berapa banyak di  antara kita yang mau menjalani proses latihan yang berat dan panjang?  Kita ingin menjadi Rudy Hartono tetapi tidak siap ketika dihadapkan pada  proses tadi. Kalau bisa prosesnya singkat dan mudah. Bimsalabim, bangun  pagi kita sudah menjadi juara. Tanpa harus "menderita" setiap hari  bangun jam lima pagi dan berlatih selama lima tahun tanpa henti. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam pekerjaan juga begitu. Kita sering ingin segera menduduki  jabatan tinggi, tetapi enggan melalui proses jatuh bangun untuk  mencapainya. Semua kalau bisa serba instan. Serba cepat. Kalau bisa  potong kompas. Kita sering iri melihat seseorang yang mencapai sukses.  Tetapi, ketika dia bercerita betapa sulitnya perjuangan untuk mencapai  posisi itu, kita menutup mata dan telinga. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari pembicaraan dengan Rudy Hartono siang itu, saya mendapat banyak  sekali pelajaran. Pelajaran untuk mencapai karakter seorang juara. Semua  yang dimiliki Rudy sungguh berguna untuk diterapkan dalam kehidupan  sehari-hari. Terutama dalam pekerjaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di dalam pekerjaan, kita sering terperangkap dalam lingkaran setan.  Antara kepentingan perusahaan dan kepentingan karyawan. Dalam bekerja,  banyak di antara kita yang menuntut agar perusahaan memberi imbalan atau  gaji yang "pantas" terlebih dulu baru kita mau mengerjakan tugas-tugas  secara maksimal. Kalau tidak, kerja pas bandrol saja. Ngapain  capek-capek. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di lain pihak, manajemen berpikir sebaliknya. Karyawan dituntut untuk  memberikan yang terbaik dulu baru perusahaan akan memberikan imbalan  yang "pantas".  Maka jadilah lingkaran setan. Tidak tahu siapa yang  harus memutus lingkaran ini. Masing-masing merasa benar. Cuma, kalau  dibiarkan berlarut-larut, yang merugi biasanya karyawan. Perusahaan bisa  kapan saja "mendepak" karyawan yang dinilai tidak berprestasi dan  menggantikannya dengan karyawan baru.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Prinsip saya, berprestasi dulu baru penghargaan," ujar Rudy Hartono.  Dia mengaku ketika berlatih dan bertanding, tidak ada sebersit pun  dalam pikirannya bahwa apa yang dilakukannya itu untuk mendapatkan  imbalan. "Saya fokus untuk mencapai kemenangan demi kemenangan tanpa  memperhitungkan apa yang akan saya dapatkan sebagai imbalan jika juara,"  Rudy Hartono menegaskan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka, ketika dia menjadi juara All England, penghargaan akhirnya  datang dengan sendirinya. Dari mulai hadiah uang, mobil, sampai rumah.  "Kalau Anda sudah berprestasi, dengan sendirinya penghargaan akan  datang."&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada tahun 1972, Rudy bertemu kembali dengan Svend Pri di final. Ini  final yang paling menegangkan sepanjang penyelenggaraan All England.  Pasalnya, saat itu Rudy Hartono sudah ketinggalan 1 lawan 14. Satu angka  lagi Svend Pri akan juara. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tapi, sungguh sulit dipercaya ketika akhirnya justru Rudy yang tampil  sebagai juara. Jarak skor 1 lawan 14 tidak membuat dia menyerah. Satu  demi satu angka dia raih. Ketinggalan 13 poin bukan perkara gampang.  Banyak pemain pada posisi ini sudah menyerah. Rasanya tidak mungkin bisa  mengejar jarak yang begitu jauh.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apa yang membuat Rudy bisa memenangkan pertandingan saat itu? "Saya  mengikuti nasihat Ferry Sonneville," ujar Rudy menyebut almarhum pemain  bultangkis Indonesia yang belakangan menjadi pelatih.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Waktu itu, menurut Rudy, Ferry Soniville menasihati agar dia  jangan  terpengaruh pada apa yang dilakukan lawan. Jangan perduli pada angka dan  taktik yang dikembangkan lawan. "Pak Ferry minta saya memperhatikan  permainan saya sendiri. Saya diminta berkonsentrasi pada apa yang saya  lakukan. Saya harus melakukan yang terbaik," ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebuah nasihat yang menohok perilaku banyak di antara kita. Dalam  kehidupan sehari-hari, terutama dalam pekerjaan, kita sering lebih sibuk  "mengurusi" pekerjaan orang lain ketimbang pekerjaan kita sendiri. Kita  lebih mau tahu urusan orang ketimbang mengurusi tugas-tugas kita.  Akibatnya, kita lebih sering mengatur dan meyalahkan orang lain  ketimbang introspeksi atas kekurangan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sungguh beruntung hari itu saya bertemu Rudy Hartono. Sang juara  mengingatkan kembali pada hal-hal yang sering luput dari perhatian saya.   Sesuatu yang tampak sederhana namun sering saya abaikan. Termasuk satu  prinsip dalam hidupnya: Jangan menyakiti orang lain. Mengapa? "Karena  mereka akan mendoakan kita yang jelek-jelek," ujar Rudy sebelum kami  berpisah.  &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-5866099455543876755?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/5866099455543876755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=5866099455543876755&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/5866099455543876755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/5866099455543876755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/05/rudy-hartono.html' title='Rudy Hartono'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-226479126776895980</id><published>2010-05-31T07:25:00.001+02:00</published><updated>2010-05-31T07:25:24.631+02:00</updated><title type='text'>Belajar Aktif</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;div class="date-detail"&gt;Rabu, 05 Mei 2010 09:33:00 Wib&lt;/div&gt; &lt;div class="title"&gt;Belajar Aktif&lt;/div&gt; &lt;div class="title" style="font-size: 11px; color: rgb(104, 51, 2);"&gt;By :  Ahmad Baedowi &lt;/div&gt; &lt;div class="content2"&gt; Untuk   memulai sebuah proses belajar aktif memang bukanlah hal mudah, apalagi  jika  guru tak memiliki bacaan dan wacana yang luas tentang substansi  mata ajar yang  diembannya. Sehebat apapun teknik dan metode yang  dimiliki seorang guru dalam  mengajar, akan sangat tergantung dari  seberapa besar sumber bacaan yang telah  diserapnya. Selain itu, metode  tersebut juga biasanya berkesesuaian dengan  strategi yang ingin  dibangun seorang guru ketika hendak mengajar.  &lt;p&gt;Menguasai  dan mengetahui beberapa teknik untuk melibatkan murid  secara aktif dalam proses  pembelajaran adalah hal mutlak yang harus  dimiliki seorang guru ketika  merancang rencana pembelajarannya (lesson  design). Teknik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;mini-lektur&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, misalnya,  adalah  cara ringkas menyampaikan latar belakang informasi yang penting,   temuan-temuan ilmu pengetahuan yang baru, dan contoh-contoh yang  membangun  motivasi keilmuan. Harus diingat, penyampaian materi harus  singkat, tidak  memakan waktu lama – sekitar 10-15 menit. Teknik kedua, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;jedah  klarifikasi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah  cara yang memungkinkan seorang guru  berkeliling ruang kelas, sementara murid  mereview catatannya. Murid  yang belum memahami hal tertentu, dengan demikian,  memiliki kesempatan  untuk bertanya kepada guru secara tidak formal. Murid  pemalu yang tidak  pernah bertanya secara formal akan memanfaatkan jedah  klarifikasi ini  untuk bertanya ketika guru menghampirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Diskusi  berpasangan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;,  merupakan kegiatan  sederhana yang memberi kesempatan kepada murid untuk  berpikir tentang  suatu topik pelajaran, kemudian berdiskusi dengan teman  sebangkunya  atau pasangan yang ditetapkan guru tentang topik itu. Hasil diskusi   kemudian disampaikan kepada seluruh kelas. Strategi ini menihilkan  keengganan  murid untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Uji  coba sistem berpasangan  ini memperlihatkan hasil yang dicapai untuk  nilai tengah semester lebih tinggi  10 poin – dengan rentang nilai  hingga 100 – dibandingkan&amp;nbsp; dengan ulangan individual.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain  itu teknik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;laporan satu menit&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  (pre-test and post-test), memberikan  kesempatan kepada murid untuk  mensintesiskan pengetahuannya dan menanyakan  permasalahan yang belum  dipahaminya. Menjelang penghujung pelajaran, mintalah  murid-murid untuk  membuat jawaban tertulis singkat – di atas selembar kertas –  untuk  pertanyaan: Apa hal terpenting yang dipelajarinya dalam sesi pelajaran   itu? Pertanyaan penting apa yang masih belum terjawab? Kedua pertanyaan  kunci  ini bisa diajukan dalam berbagai variasi. Jawaban atas  pertanyaan-pertanyaan  tersebut akan memperkuat proses pembelajaran  murid dan memberikan umpan balik  kepada guru tentang pemahaman murid  terhadap apa yang telah dipelajari.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Guru  juga dapat memberikan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;kegiatan menulis bebas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  dalam  berbagai topik pelajaran yang memberikan peluang kepada murid  untuk berpikir  dan memproses informasi. Contohnya, disamping laporan  satu menit, guru dapat  membuat pertanyaan dan meminta murid bebas  menjawabnya secara tertulis. Peluang  bisa juga diberikan kepada murid  untuk menulis secara bebas mengenai topik  pelajaran tertentu. Setelah  itu gunakan juga teknik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;curah gagasan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, sebuah  teknik  sederhana yang dapat melibatkan seisi kelas dalam suatu diskusi.  Kemukakanlah  suatu topik atau masalah, kemudian mintalah masukan murid  untuknya, dan  tulislah masukan itu di papan tulis.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Permainan  (games)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang terkait dengan  pelajaran dapat diperkenalkan di dalam (indoor) atau di  luar (outdoor)  kelas untuk membantu pembelajaran aktif dan meningkatkan  partisipasi  murid. Aktivitas kelompok kecil dalam debat akan memberikan setiap   Murid kesempatan untuk berbicara, menyampaikan pandangan pribadinya, dan   mengembangkan kemampuannya untuk bekerja sama dengan murid lain.&amp;nbsp;  Bekerja secara berkelompok mengharuskan  seluruh murid bekerja sama  menyelesaikan suatu tugas dalam suatu teknik  kelompok kerja kooperatif.  Teknik ini dapat dilanjutkan dengan konsep &lt;strong&gt;&lt;em&gt;bermain  peran&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Siklus  belajar&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;,  digunakan terutama dalam  mengajarkan ilmu pengetahuan alam. Siklus belajar ini  dibagi ke dalam  tiga fase: eksplorasi, pengenalan istilah-istilah konsep, dan  aplikasi.  Pada fase eksplorasi, murid mengeksplorasi fenomena, membuat prediksi   jika memungkinkan dan mengevaluasi hasilnya. Dalam fase kedua,  fasilitator mengungkapkan istilah-itilah  yang digunakan untuk menamakan  pola, regularitas dan karakteristik lain  dari konsep yang tengah  dipelajari. Dalam fase aplikasi, murid mempraktekkan  penerapan  konsep-konsep tersebut dalam situasi yang berbeda. Teknik ini dapat   diteruskan dengan bermain peran&lt;/p&gt;  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Simulasi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, merupakan kegiatan  yang  distrukturkan hingga mirip pengalaman nyata. Dalam simulasi, murid-murid   diminta membayangkan diri mereka berada dalam suatu situasi, atau  memerankan  permainan/aktivitas terstruktur yang membuat mereka bisa  mengalami suatu  perasaan yang mungkin saja timbul dalam suatu situasi  tertentu. Teknik terakhir  yang patut dicoba para guru adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;studi  kasus&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Gunakan kisah nyata  yang melukiskan apa yang  terjadi pada suatu masyarakat, keluarga, sekolah, atau  individu, untuk  mendorong murid mengintegrasikan pengetahuan yang didapatnya di  ruang  kelas dengan pengetahuannya tentang situasi, aksi, dan konsekuensi di   dunia nyata.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-226479126776895980?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/226479126776895980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=226479126776895980&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/226479126776895980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/226479126776895980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/05/belajar-aktif.html' title='Belajar Aktif'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-1841354734112294064</id><published>2010-05-19T07:35:00.001+02:00</published><updated>2010-05-19T07:35:45.631+02:00</updated><title type='text'>Menikahi Wanita Langit</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;h2 id="title" class="judul"&gt;Menikahi Wanita Langit&lt;/h2&gt;  			&lt;div id="tanggal" class="margin-10-10"&gt;Jumat, 14/05/2010 07:32 WIB | &lt;a class="text-link" href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/send/m-arif-as-salman-menikahi-wanita-langit"&gt;email&lt;/a&gt;  | &lt;a class="text-link" href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/cetak/m-arif-as-salman-menikahi-wanita-langit"&gt;print&lt;/a&gt;  | &lt;a class="text-link" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/oase-iman/m-arif-as-salman-menikahi-wanita-langit.htm"&gt;share&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;  				                                 &lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;M. Arif As-Salman&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  				&lt;p&gt;"Ya Allah, bimbinglah hati ini menuju cinta-Mu. Cinta yang  membuat hamba semakin merindukan-Mu. Cinta nan gung dan suci. Ya Rabb,  karuniakan pada hamba-Mu seorang bidadari dunia yang Engkau cintai.  Seorang wanita sorga yang Engkau hadirkan di bumi. Penyejuk hati dan  jiwa. Seorang hamba-Mu yang mengantarkan diri ini pada sorga-Mu. Amin."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Air mata Fuad mengalir deras. Dadanya sesak oleh tangis yang kencang. Ia  tak dapat mengendalikan gejolak yang bergemuruh di hatinya. Sejak lama  ia merindukan seorang bidadari yang akan mendampinginya mengarungi hidup  menuju keabadian di sorga kelak. Ia sangat mendamba seorang wanita yang  membuatnya semakin cinta pada Allah.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dulu, saat masih kuliah S.1 di Jurusan Hadits, Fakultas Ushuluddin,  Universitas Al-Azhar, Kairo ia pernah ditawarkan dengan seorang  mahasiswi oleh temannya yang telah menikah. Tapi saat itu ia menolak  tawaran tersebut. Obsesinya untuk menyelesaikan S.2 lebih kuat  mengalahkan keinginan untuk menikah. Namun kini, ia merasa dirinya harus  segera menyempurnakan separuh agamanya. Ia membutuhkan seorang  pendamping yang menjadi tempatnya berlabuh dan menumpahkan berbagai  cerita dan gelisah jiwanya. Apalagi desakan dari Ibunya membuatnya tidak  lagi bisa berdiam diri.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ia sendiri heran, kenapa dorongan untuk menikah serasa kuat menyesak di  rongga dadanya. Apakah saatnya telah tiba? Ia mencoba untuk banyak  berpuasa, tapi puasa itu seakan tak mampu menundukkan gejolak itu.  Berat. Hampir setiap malam ia menangis. Mengadukan perasaannya pada Sang  Pencipta. Menumpahkan segala sesak di dada. Ia berdoa dalam tahajudnya  yang panjang. Mengharap belas kasih dan curahan rahmat dari Sang Pemilik  Jiwa.&lt;br&gt; [][][]&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Selamat ya Fuad atas prestasi yang kamu raih dalam lomba Jaizah Dubes  kemaren. Kapan jadi berangkat ke Australia?" Sapa Ustadz Jalal pada Fuad  ketika Fuad berkunjung ke rumahnya.&lt;br&gt; "Insya Allah tanggal 14 Juli nanti, Ustadz."&lt;br&gt; "Insya Allah, semoga urusannya lancar dan perjalanan kamu diberkahi  Allah."&lt;br&gt; "Amin, syukran doanya Ustadz."&lt;br&gt; "Sama-sama akhi. Apa kesibukan kamu sekarang?"&lt;br&gt; "Fokus merampungkan Tesis S.2. Saya punya target tahun depan sudah bisa  di-munaqasyahkan, insya Allah."&lt;br&gt; "Insya Allah, akhi. Saya kagum dengan semangat dan kegigihanmu menuntut  ilmu. Dalam usia yang masih muda, kamu akan menyelesaikan S.2-mu."&lt;br&gt; "Biasa saja Ustadz. Belum sepadan dengan prestasi yang pernah Ustadz  raih," balas Fuad penuh senyum.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Kamu terlalu merendah Akhi, saya senang bisa mengenalmu. Jarang lho di  Al-Azhar ada mahasiswa yang bisa menyelesaikan S.2-nya pada usia 26  tahun."&lt;br&gt; "Seharusnya saya yang merasa senang bisa berkenalan dengan kandidat  Doktor Jurusan Tafsir di Universitas Al-Azhar," jawab Fuad tak mau  kalah.&lt;br&gt; "Ah, kamu terlalu berlebihan memuji saya akhi. Begini Akhi, mungkin  lansung saja ya pada inti pembicaraan. Saya diberi amanah oleh kakak  saya di Indonesia untuk mencarikan calon suami untuk anaknya. Selama ini  saya mengamati mahasiswa-mahasiswa yang saya kenal termasuk akhi.  Setelah saya coba pikirkan dan bicarakan dengan istri saya, saya melihat  akhi orang yang tepat."&lt;br&gt; "Afwan Ustadz, saya kira Ustadz keliru dan terlalu berlebihan menilai  saya. Saya hanya orang yang biasa saja."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Tidak Akhi. Penilaian ini bukan asal-asalan. Tapi setelah sekian lama  saya mengamati kehidupan Akhi. Kalau akhi berminat dan telah punya  keinginan untuk menikah, kita bisa bicarakan lebih lanjut."&lt;br&gt; "Apakah calon yang wanitanya di Indonesia Ustadz?"&lt;br&gt; "Tidak, dia kuliah di Jurusan Syariah Islamiyah, tingkat tiga."&lt;br&gt; "Apa saya mengenalnya Ustadz?"&lt;br&gt; "Mungkin tidak. Sangat beda dengan akhi, kalau akhi seorang aktivis dia  sebaliknya. Tidak banyak yang mengenalnya."&lt;br&gt; "Apa dia sendiri telah siap menikah Ustadz?"&lt;br&gt; "Insya Allah, kalau dia gak ada masalah. Ia selalu menuruti keinginan  orang tuanya. Dia anak yang penurut. Kalau akhi bagaimana, apa sudah  punya calon?"&lt;br&gt; "Belum Ustadz."&lt;br&gt; "Berarti pas sekali," tanggap Ustadz Jalal penuh riang dan menunjukkan  wajah cerah.&lt;br&gt; "Tapi Ustadz, saya butuh waktu untuk mencerna dan mempertimbangkannya.  Saya belum bisa memberi jawaban sekarang. Saya butuh waktu seminggu  untuk memberi jawaban pada Ustadz."&lt;br&gt; "Tidak mengapa akhi. Saya bisa maklum. Silahkan ditimbang dulu dengan  matang. Jika akhi menyetujui saya sangat senang sekali. Namun bila  sebaliknya, tidak mengapa, saya akan mencoba menawarkan pada yang lain."&lt;br&gt; "Insya Allah Ustadz, akan saya istikharahkan pada Allah, semoga Allah  menunjukkan yang terbaik, amin."&lt;br&gt; "Amin."&lt;br&gt; [][][]&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Alhamdulillah, akhirnya amanah ini tersampaikan juga. Saya sangat  senang sekali. Selamat Fuad kamu akan menikah sebentar lagi."&lt;br&gt; "Doanya Ustadz, semoga saya bisa mengemban amanah ini dengan baik."&lt;br&gt; "Amin, semoga Allah selalu memberkahi kalian nantinya, amin. Fuad, ada  satu hal yang sangat penting untuk kamu ketahui, calon istrimu itu  cacat."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Fuad sangat terkejut.&lt;br&gt; "Cacat maksud Ustadz bagaimana?"&lt;br&gt; "Cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua tangan dan kedua kaki.  Terkadang sering berbicara sendiri dan juga sering menangis tanpa sebab.  Bagaimana, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu?"&lt;br&gt; Fuad diam sejenak. Ia terlihat memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian ia  menjawab.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Insya Allah, saya siap Ustadz," jawabnya dengan mantap.&lt;br&gt; "Ini keputusanmu?"&lt;br&gt; "Ini bukan keputusan saya Ustadz, tapi keputusan Allah. Saya telah  meng-istikharahkan dan saya rasakan hati saya mantap dan teguh dengan  pilihan ini. Saya yakin Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk  saya."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Apa kamu tidak menyesal dengan pilihan yang telah kamu ambil?"&lt;br&gt; "Tidak Ustadz, sama sekali tidak. Bagi saya, pilihan Allah lebih baik  dan mulia. Walau secara zahir itu berat dan mungkin menyakitkan, tapi  saya rela dan ikhlas. Insya Allah ada pahala dan kebaikan disana  menanti. Saya teringat ketika Nabi Ibrahim harus dilemparkan ke dalam  api, saat itu beliau tidak gusar dan tidak takut sedikitpun, karena  Allah selalu bersama hamba-Nya yang berserah pada-Nya. Atau ketika Nabi  Ibrahim harus meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir yang tandus  demi memenuhi seruan Allah."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Saya kagum dan bangga padamu Fuad. Sebenarnya sejak awal saya ingin  menceritakan padamu kondisi calonmu itu. Tapi, saat itu saya lupa untuk  menyampaikannya. Maafkan atas kealpaan saya tersebut."&lt;br&gt; "Tidak mengapa Ustadz, semuanya sudah terjadi, dan sebagai seorang hamba  Allah kita wajib menerima kehendak takdir. Barangkali dalam takdir  Allah saya harus menikah dengan seorang wanita yang cacat. Saya ikhlas  Ustadz. Mungkin disana pula sumber pahala saya dari Allah. Berkhidmah  pada hamba-Nya yang cacat."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Tapi apakah akhi tidak mencoba mencari wanita lain yang lebih baik dan  sempurna?"&lt;br&gt; "Sebenarnya pada saat Ustdaz menawarkan anak dari kakak Ustadz pada  saya, dua hari sebelumnya saya juga ditawarlan oleh teman saya, bahwa  teman istrinya juga lagi mencari calon suami. Dan sebelumnya juga ada  tawaran. Karena itu saya meminta pada Ustadz agar memberi saya waktu  satu minggu untuk istikharah. Karena ada tiga wanita yang akan saya  istikharahkan. Saya perlu waktu yang lama untuk memikirkan dan  memutuskan dengan matang."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "O begitu, saya baru paham. Kekuatan apa lagi yang menguatkan langkahmu  untuk menjatuhkan pilihan pada anak kakak saya tersebut?"&lt;br&gt; "Istikharah dan mimpi kedua orang tua saya Ustadz. Kami mengalami mimpi  yang sama dan merasakan ketentraman serta kemantapan hati yang sama."&lt;br&gt; "Saya kagum padamu akhi, saya merasa tidak salah memilih dan menilai  selama ini. Akhi adalah orang yang tepat. Semoga Allah merahmati hidupmu  dan keluarga yang akan akhi bina nantinya, amin," ucap Ustadz Jalal  dengan wajah berbinar-binar.&lt;br&gt; [][][]&lt;br&gt; &lt;br&gt; Satu minggu berlalu setelah pernikahan, Fuad menemui Ustadz Jalal  Fakhruddin di rumahnya, di Bawwabah Tiga.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Bagaimana kabarnya Fuad? Kamu terlihat sangat cerah dan lebih segar  sekarang."&lt;br&gt; "Alhamdulillah Ustadz. Segala puji bagi Allah atas nikmat yang Ia  curahkan."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Ada yang ingin saya tanyakan tentang cerita Ustadz kemaren. Ustadz  mengatakan bahwa istri saya cacat pendengaran, penglihatan, lisan, kedua  kaki dan tangan. Sering berbicara sendiri dan kadang suka menangis  tanpa sebab. Saya telah mengetahui dua jawaban yang terakhir. Saya  menyadari bahwa istri saya memang sering terlihat seolah berbicara  sendiri. Awalnya saya heran. Tapi setelah saya tanyakan dan mendengar  dari dekat, ia tengah berzikir, menyebut nama Allah, terkadang  bershalawat pada Rasulullah, dan membaca al-Quran. Saya perhatikan ia  melakukannya setiap hari, setiap waktu, tanpa henti. Sewaktu menyapu  rumah, mencuci piring, menjemur pakaian, memasak, lisannya seolah tak  pernah berhenti berzikir. Begitu juga saat bepergian ke luar rumah.  Adapun yang Ustadz katakan, bahwa ia terkadang sering menangis tanpa  sebab, saya hampir mendapati itu tiap hari juga. Ketika saya tanyakan,  ia menjawab bahwa ia teringat akan dosa-dosanya pada Allah, takut jika  amalnya tidak diterima, teringat azab dalam kubur, mahsyar, hari  penghisaban, shirat dan siksa neraka. Jika teringat akan hal itu air  matanya sering meleleh. Itulah yang saya ketahui. Sedangkan cacat  pendengaran, penglihatan, lisan, kedua tangan serta kaki itu, saya tidak  mendapatkan. Saya perhatikan semuanya baik dan sehat."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Akhi Fuad, alhamdulillah akhi telah menemukan jawabannya. Sedangkan  maksud saya cacat pendengaran adalah, telinganya tidak pernah  mendengarkan perkataan yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Tidak pernah  mendengarkan musik dan segala lagu-lagu yang merusak iman dan jiwa.  Sesungguhnya yang selalu menjadi penghibur dirinya adalah al-Quran dan  nasehat-nasehat para ulama. Cacat penglihatan adalah tidak pernah  melihat pada yang haram, seperti menonton film yang di dalamnya syahwat  diumbar, bisa saya katakan, matanya selalu terjaga dari melihat segala  hal yang mengudang dosa dan maksiat. Dan cacat lisan adalah ia tidak  pernah berinteraksi dengan laki-laki, baik melalui sms, telpon, chating  di YM, di FB dan seterusnya. Ia sangat menjaga hubungan dengan lawan  jenis. Lisannya terjaga dari komunikasi dengan lawan jenis. Adapun cacat  tangan adalah tidak pernah berbuat yang nista dan tercela. Sedangkan  cacat kaki adalah selalu terjaga dari menempuh tempat-tempat maksiat.  Selama di Mesir kakinya hanya melangkah untuk ke mesjid, majlis-majlis  ilmu, bersilaturahmi, tidak pernah pergi ke warnet, mengikuti  acara-acara yang di dalamnya bercampur laki-laki dan perempuan.  Begitulah akhi, penjelasan singkatnya. Nanti setelah hidup lebih lama  dengannya akhi akan banyak mengetahui tentang dirinya."&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Saya bersyukur Ustadz, inilah rupanya rahasia di balik petuntuk yang  Allah berikan, dan hasil dari istikharah saya selama ini dan juga mimpi  saya. Saya melihat dalam mimpi sebuah cahaya yang begitu terang,  meneduhkan, menyejukkan, dan beraroma harum seperti kasturi."&lt;br&gt; &lt;br&gt; Air mata Fuad menetes penuh bahagia, ia lalu bersujud syukur. Ia telah  dikaruniai seorang wanita sorga yang dihadirkan Allah ke bumi. Wanita  yang selalu menjadi buah bibir penduduk langit karena ketaatannya. Ia  teringat dengan hadits Rasulullah. Walau di bumi istrinya tidak dikenal  banyak orang tapi di langit, ia yakin istrinya selalu disebut dan  didoakan oleh para malaikat.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; NB:Mudah-mudahan pelajaran yang terkandung di dalamnya dapat kita petik,  insya Allah. Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata dari seorang teman  yang menceritakan seorang mahasiswi Al-Azhar yang sangat menjaga  hubungannya dengan laki-laki. Kisah ini ia dapatkan dari istrinya.  Mahasiswi tersebut tidak pernah chating via YM, SMS, telpon-an, dan  FB-an dengan laki-laki. Masih 'suci' dan 'bersih'. Semoga ini menjadi  motivasi dan inspirasi bagi kita. &lt;em&gt;Liman kaana lahu qalbun au alqa  assam`a..&lt;/em&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Salam Ukhuwah,&lt;br&gt; marif_assalman@yahoo.com&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-1841354734112294064?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/1841354734112294064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=1841354734112294064&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1841354734112294064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1841354734112294064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/05/menikahi-wanita-langit.html' title='Menikahi Wanita Langit'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-4416208710444861625</id><published>2010-05-19T07:26:00.000+02:00</published><updated>2010-05-19T07:33:36.204+02:00</updated><title type='text'>Kok Jodohku Begono?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;h2 id="title" class="judul"&gt;Kok Jodohku Begono?&lt;/h2&gt;  			&lt;div id="tanggal" class="margin-10-10"&gt;Minggu, 16/05/2010 07:13 WIB |  &lt;a class="text-link" href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/send/endang-ts-amir-kok-jodohku-begono"&gt;email&lt;/a&gt;  | &lt;a class="text-link" href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/cetak/endang-ts-amir-kok-jodohku-begono"&gt;print&lt;/a&gt;  | &lt;a class="text-link" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/oase-iman/endang-ts-amir-kok-jodohku-begono.htm"&gt;share&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  				                                 &lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;b&gt;Endang TS Amir&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  				&lt;p&gt;Seorang sahabat mengirim sms curhat tentang suaminya. Dalam  curhatan itu ia mengeluhkan tentang tindak tanduk suaminya yang lebih  banyak kontra dengan dirinya. Merasakan betapa lelahnya ia menghadapi  suaminya yang 'loading'nya lama banget katanya. Punya imam begitu…cuapee  deh!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berusaha bijak, aku membalas sms nya, menasehati agar ia berdamai  dengan keadaan, namanya juga udah jodoh, suka tidak suka yaaa… jalani  dan bersabar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang sahabat membalas smsku dengan jawaban, "Aku sih paham, memang  udah jodoh…tapi kok jodohku begono?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin, pertanyaan ini menghinggapi begitu banyak orang. Ketika  mereka telah menikah, ternyata pasangan hidupnya jauh dari harapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitulah manusia, kita ditakdirkan dengan kondisi siap menerima  segala hal yang menyenangkan dan sesuai dengan keinginan kita. Tapi  sedikit sekali dari kita, yang siap dengan hal-hal buruk yang terjadi  dalam kehidupan kita. Begitupula dengan masalah jodoh. Siapa yang tidak  ingin memiliki pasangan hidup yang sholeh atau sholehah? Siapa yang  tidak ingin memiliki pendamping yang berakhlak baik? Seburuk apapun diri  kita, pastinya kita  ingin pasanganan hidup yang baik. Tetapi tidak  setiap orang mendapati kenyataan ini dalam kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada yang suaminya sungguh baik, tetapi istrinya galak, matre dan  tukang gosip. Ada yang istrinya sholehah, tapi suaminya tukang mabuk,  suka judi dan bersikap kasar. Atas fenomena ini, mungkin banyak yang  bertanya-tanya, kok kesannya jadi nggak adil ya? Orang baik-baik, tapi  dapet jodohnya begitu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang jadi sulit dijelaskan. Tetapi jika ingin dipahami, inilah  ujian Allah. Sesungguhnya Allah berkehendak membuka ladang amal yang  seluas-luasnya bagi diri kita, lewat tingkah polah pasangan hidup kita,  yang jauh dari harapan. Alhamdulillah, tidak usah cari jauh-jauh, ladang  amal ada di depan mata. Karena pernikahan memang ladang amal soleh.  Bagi wanitanya, pun bagi laki-lakinya. Maka bagi yang "tidak beruntung"  dengan pasangan hidup yang tidak sholeh atau sholehah, mudah-mudahan  tetap dapat memberi pelayanan yang terbaik bagi pasangannya, dengan  harapan semoga mendapat ridho Allah dan semoga kelak mendapat derajat  yang tinggi di sisi-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika kita merasa tidak beruntung terhadap pasangan hidup kita, mari  mengevaluasi diri. Apa sesungguhnya niat kita ketika hendak menikah?  Mudah-mudahan, jawaban dari pertanyaan itu, dapat memperbaiki mood kita  yang buruk karena pasangan hidup tidak sesuai harapan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika benar kita meniatkan pernikahan sebagai ibadah atau sarana  pengabdian kita kepada Sang Khalik, maka semestinya pelayanan kita  terhadap pasangan hidup kita, tidak ada embel-embelnya. Artinya, mau dia   bertingkah seperti apapun tidak jadi masalah, karena pasangan hidup  hanya sarana untuk mengabdi kepada Allah. Fokus dan tujuan kita adalah  Allah. Jika ternyata pasangan hidup kita adalah pribadi yang sholeh/ah,  maka itu adalah bonus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika kita merasa tidak beruntung terhadap pasangan hidup kita,  sebelum berputus asa, mungkin ada baiknya kita merenung kembali.  Tidakkah kita terlalu meninggikan kriteria bagi pasangan hidup kita?  Sikap berharap secara berlebihan terhadap pasangan hidup, berpotensi  menyebabkan rumah tangga tidak berjalan dengan baik. Karena pola pikir  yang tertanam dalam diri kita  adalah menerima kebaikan, bukan keinginan  untuk saling mengisi dan memperbaiki satu sama lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semakin tinggi standard yang kita tetapkan, maka akan semakin besar  potensi kita untuk kecewa. Karena semakin tinggi standard, semakin  terlihat jelas jika terjadi hal-hal yang melenceng dari standard.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memiliki harapan tinggi boleh-boleh saja. Tapi, sebelum kita bermimpi  mendapatkan suami seperti Rasulullah, lebih baik kita berkaca diri,  sudahkah kita seperti Ibunda Khadijah r.ha? Sebelum berharap memiliki  istri seperti Fatimah Az-Zahra r.ha, lebih baik kita bercermin, sudahkah  kita seperti Ali bin Abi Thalib r.a?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, berprasangka baiklah kepada Allah, kemudian berserah diri.  Jangan mendikte Allah tentang jodoh kita. Percaya, bahwa Allah memberi  kita yang terbaik sesuai dengan penilaian Allah terhadap diri kita.  Yakin, Allah tahu yang paling cocok untuk diri kita. Kemudian berserah  dirilah dan bersabar dengan jodoh pilihan  dari Allah. Insya Allah, ini  akan lebih menenangkan batin dan membuka pintu keikhlasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selalu ada hikmah dalam setiap peristiwa. Maka berpikirlah positif  apapun yang terjadi. Melihat segala sesuatu dengan  kemungkinan-kemungkinan terbaik. Jika  pasangan hidup pemalas, mungkin,  Allah berkehendak kita menjadi lebih rajin. Jika pasangan hidup pemarah,  mungkin, Allah berkehendak kita menjadi lebih sabar. Jadi, orientasi  kita selalu ke Allah. Insya Allah, ini lebih melapangkan hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai penutup, mungkin kisah yang terjadi di masa Harun Al-Rasyid  berkuasa di bawah ini, bisa menjadi pencerahan. Diceritakan, terdapatlah  seorang wanita muda yang cantik dan sholehah, namun bersuamikan seorang  laki-laki tua yang buruk rupa, buruk pula perangainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanita tersebut tinggal dalam sebuah kemah. Kebetulan ia kedatangan  seorang tamu. Ketika datang suaminya, bergegaslah wanita itu mengambil  air, kemudian membasuh tangan dan kaki suaminya. Suaminya tidak  menunjukkan sikap yang simpatik atas pelayanan istrinya. Atas sikap  suami tersebut, sang tamu berkomentar. Mengapa sang wanita harus  bersusah payah berkhidmat sedemikian rupa padahal suaminya sudah tua,  buruk rupa dan kasar. Atas komentar tamu tersebut, sang wanita menjawab.  "Aku mendengar Rasulullah bersabda, bahwa iman terbagi menjadi dua.  Separuh dalam syukur dan separuh dalam sabar. Aku sangat bersyukur Allah  menganugerahkan kepadaku wajah yang cantik. Maka aku ingin  meyempurnakan separuhnya dengan bersabar atas perlakuan suamiku."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu'alam.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-4416208710444861625?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/4416208710444861625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=4416208710444861625&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/4416208710444861625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/4416208710444861625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/05/kok-jodohku-begono.html' title='Kok Jodohku Begono?'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-1263170211904996890</id><published>2010-05-19T07:25:00.000+02:00</published><updated>2010-05-19T07:32:08.352+02:00</updated><title type='text'>Hukum Isteri Yang Menampar Suaminya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;h2 id="title" class="judul"&gt;Hukum Isteri Yang Menampar Suaminya&lt;/h2&gt;  			&lt;div id="tanggal" class="margin-10-10"&gt;Senin, 17/05/2010 11:44 WIB | &lt;a class="text-link" href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/send/hukuman-bagi-wanita-yang-menampar-suaminya"&gt;email&lt;/a&gt;  | &lt;a class="text-link" href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/cetak/hukuman-bagi-wanita-yang-menampar-suaminya"&gt;print&lt;/a&gt;  | &lt;a class="text-link" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukuman-bagi-wanita-yang-menampar-suaminya.htm"&gt;share&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="detail" class="body-content"&gt;  				&lt;p&gt;Assalamu Alaikum ustads....&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ustad yg semoga slalu dirahmati Allah, saya punya pertanyaan tentang  apakah hukum istri yang menampar suaminya....??? adakah hadits yang  shahih mengatur ini??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wassalamu'alaikum wr wb...&lt;/p&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;b&gt;alfakih&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  				&lt;h4 class="separasi"&gt;Jawaban&lt;/h4&gt;  				&lt;p&gt;Waalikumussalam Wr Wb&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara Alfakih ang dimuliakan Allah swt&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara kewajiban seorang istri kepada suaminya adalah menaatinya  didalam perkara-perkara yang tidak mengandung kemaksiatan terhadap Allah  dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُواْ عَلَيْهِنَّ  سَبِيلاً&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br&gt; Artinya : "jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari  jalan untuk menyusahkannya." (QS. An Nisaa : 34)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw  bersabda,"…Seandainya aku (dibolehkan) memerintahkan seseorang untuk  bersujud kepada seseorang lainnya pastilah aku perintahkan para istri  untuk bersujud kepada para suaminya dikarenakan hak yang diberikan Allah  kepada para suami itu terhadap para istrinya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam kitab "ash Shahihain" disebutkan dari Abu Hurairoh bahwa  Rasulullah saw bersabda,"Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat  tidurnya lalu dia menolak ajakannya itu kemudian suaminya bermalam dalam  keadaan marah terhadapnya maka para malaikat akan melaknatnya hingga  pagi hari."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun ganjaran bagi seorang istri ang menaati suaminya didalam  perkara-perkara yang bukan maksiat terhadap Allah dan Rasul-Nya adalah  surga Allah swt, sebagaimana disebutkan didalam shahih Ibnu Hibban dari  Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,"Apabila seorang istri  melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan (Ramadhan), memelihara  kemaluanya dan menaati suaminya maka akan masuk surga dari pintu surga  mana saja yang dikehendakinya."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah ketinggian kedudukan sebuah ketaatan seorang istri kepada  suaminya di sisi Allah swt. Sebaliknya diharamkan bagi seorang istri  maksiat dan tidak menaatinya didalam perkara-perkara yang tidak  mengandung kemaksiatan terhadap Allah dan Rasul-Nya, yang didalam  istilah agama disebut dengan nusyuz.&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا  فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ  أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا  حَفِظَ اللّهُ وَاللاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ  وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br&gt; Artina : "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh  karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas  sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah  menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu maka wanita yang  saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya  tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Dan  wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, Maka nasehatilah mereka  dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka."  (QS. An Nisaa : 34)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang firman Allah swt :&lt;/p&gt; &lt;p class="ArabCenter"&gt;وَاللاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br&gt; Artinya : "Dan wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya." (QS. An  Nisaa : 34)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Katsir mengatakan bahwa nusyuz berarti tinggi sedangkan wanita  yang nasyiz (berbuat nusyuz) adalah wanita yang merasa lebih tinggi dari  suaminya, mengabaikan perintahnya, berpaling darinya, murka  terhadapnya. Dan setiap kali tampak oleh seorang suami tanda-tanda  nusyuz pada diri istrinya maka hendaklah dia menasehatinya, mengancamnya  dengan siksa Allah karena maksiat terhadapnya. Sesungguhnya Allah swt  telah menjadikan hak seorang suami adalah ditaati oleh istrinya dan  haram bagi seorang istri maksiat terhadapnya dikarenakan kelebihannya  terhadap dirinya. Sabda Rasulullah saw,"…Seandainya aku (dibolehkan)  memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang pastilah aku  perintahkan para istri untuk bersujud kepada para suaminya dikarenakan  hak yang diberikan Allah kepada para suami itu terhadap para istrinya."  (Tafsir al Qur'an al Azhim juz II hal 294)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap perbuatan keluar dari ketaatan kepada suami atau maksiat  terhadapnya adalah termasuk nusyuz yang diharamkan didalam islam. Begitu  juga jika kemarahan terlebih lagi penamparan yang dilakukan seorang  istri terhadap suaminya dikarenakan dirinya maksiat terhadap  perintah-perintah suaminya didalam kerangka taat kepada Allah dan  Rasul-Nya maka perbuatan ini pun termasuk nusyuz dan penzhaliman  terhadapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Didalam sebuah hadits Qudsi disebutkan,"Wahai hamba-Ku sesungguhnya  aku mengharamkan kezhaliman terhadap diri-Ku dan Aku menjadikannya haram  diantara kalian maka janganlah kalian saling menzhalimi." (HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hendaklah si suami melakukan tiga hal berikut, sebagaimana arahan  Allah swt didalam firman-Na diatas :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1.	Menasehatinya agar menaatinya dan tidak maksiat terhadapnya. dan  jika langkah ini tidak berhasil maka lakukan langkah kedua, yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.	Memisahkan tempat tidurnya sebagai pertanda ketidakredoannya  terhadap perlakuan buruk istrinya itu. Jika ini pun tidak berhasil maka  lakukan langkah ketiga, yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.	Memukulnya dengan pukulan tidak menyakitkan dan tidak di wajahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan dibolehkan bagi suaminya untuk tidak memberikan nafkah kepada  istrinya itu hingga dirinya meninggalkan perbuatan nusyuznya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi jika memang penamparan yang dilakukan seorang istri  terhadap suaminya dikarenakan adanya kezhaliman suami terhadap dirinya,  seperti : tidak memberikan nafkah kepadanya atau tidak memperlakukannya  dengan baik maka tidaklah termasuk nusyuz namun termasuk tindakan  melampaui batas didalam menuntut hak-haknya dan hendaklah dirinya  beristighfar dan berlindung kepada Allah swt dari tipu daya setan lalu  meminta maaf kepada suaminya atas perbuatannya itu. Sementara si suami  tetap diwajibkan atasnya untuk memenuhi hak-hak istrinya itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu A'lam&lt;/p&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5892860-1263170211904996890?l=amru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amru.blogspot.com/feeds/1263170211904996890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5892860&amp;postID=1263170211904996890&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1263170211904996890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5892860/posts/default/1263170211904996890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amru.blogspot.com/2010/05/hukum-isteri-yang-menampar-suaminya.html' title='Hukum Isteri Yang Menampar Suaminya'/><author><name>ayah shahzia</name><uri>https://profiles.google.com/113426024047611420198</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5892860.post-6726563191859746390</id><published>2010-05-11T07:21:00.001+02:00</published><updated>2010-05-11T07:21:59.433+02:00</updated><title type='text'>Rahasia di Balik Amarah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:10pt;color:#000000;"&gt;&lt;div class="judul-brita"&gt; 				&lt;h2&gt;&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOKUME%7E1%5CAyah%5CLOKALE%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOKUME%7E1%5CAyah%5CLOKALE%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOKUME%7E1%5CAyah%5CLOKALE%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOKUME%7E1%5CAyah%5CLOKALE%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US; 	mso-bidi-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US; 	mso-bidi-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:70.85pt 70.85pt 2.0cm 70.85pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults v:ext="edit" spidmax="1027"/&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout v:ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap v:ext="edit" data="1"/&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/ensiklopedia-islam/hikmah/10/05/07/114725-rahasia-di-balik-amarah"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Rahasia di Balik Amarah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jumat, 07 Mei 2010, 10:29 WIB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right; line-height: normal;" align="right"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/05/07/114725-rahasia-di-balik-amarah"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: blue; text-decoration: none;" lang="IN"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75"  coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe"  filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:c
